
Seketika Irfan menertawakan ku. dia menatapku dari kaca didepan kemudi nya.
" Hahahaha mas...Kok gak terus terang aja sih sama mantan mu??" katanya sambil tertawa.
" Jaga perasaan aja aku Fan??" Jawab ku.
" Lohh mas, apa lagi sih yang mbok kamu jaga?? kan kamu sudah bebas??" katanya lagi.
" Ya bukan gitu lah??"
" Bukan apa mas, ada niat tah balikan??" katanya memotong perkataan ku.
" Ya nggak juga sih, tapi kan mesti jaga perasaan??"
" Loh kok ke perasaan perasaan lagi sih mas??" katanya.
" Beneran nih kayaknya, Gak bisa move on tah mbek mantan??" tambah nya..
" Balikan sama mantan sama aja kayak makan "Jangan nget ngetan mas??" katanya dengan tawa yang lebar.
" Ya bukan gitulah, maksud ku jaga Image. Jangan kelihatan nya keluyuran aja malem malem lagi??" kataku
" Halah!! Jaga image apa. ya udah gak perlu lah mas, wong cuma mantan week jaga image segala. emangnya kamu mau selingkuh??" katanya sambil tertawa meledek ku.
" Weslahh, karepmu fan??" kataku menyerah. kulihat Tiwi yang ada di sampingnya juga ikutan tertawa. hanya mbak yang disamping ku ini yang terkesan datar.
Tak lama kemudian, Irfan tampak membelokkan mobilnya ke pom bensin yang kami lintasi.
Setelah mengisi Bensin nya, mobil sengaja di berhentikan di depan Toilet.
Keadaan cukup sepi. hanya mobil kami yg tampak berhenti di pom bensin ini.
" Mas, aku ke toilet sebentar yaa??" katanya kepadaku.
" Oke.. aku juga belum Isya??" kataku sambil beranjak keluar dari dalam mobil.
Setelah Selesai Isya, Aku duduk di tepian Musholla. Melihat ke sekeliling, tampak Mbak kasir sedang membeli sesuatu di minimarket yang ada di Pom Bensin ini Hanya sendiri.
Lalu kemana Irfan dan Pacar nya itu, pikirku.
Aku sesekali memeriksa Ponsel ku sambil menghisap Vape yang ku pegang.
Karena kurasa sudah lama, dan Irfan tak kunjung datang. aku berencana untuk menelfon nya.
Aku berdiri, ku raih ponsel yang berada di waistbag ku.
Bayangan tampak dari arah toilet wanita yg tak jauh dari tempat ku berdiri.
Seseorang atau dua orang yang tampak berdekatan.
Aku tahu pasti, sedang apa mereka??
Lalu ku telepon Irfan, pura-pura bilang kalau aku aku sudah selesai salat.
tak lama kemudian, tampak dia keluar dari toilet yang tak lama disuruh oleh pacarnya itu.
hhmmm, tak meleset dugaan ku.
" Mas, sesuai perjanjian kamu yang nyetir sekarang?" katanya kepadaku. aku hanya mengangguk sambil menerima kunci yang dia berikan.
" tapi, mbaknya belum selesai belanja coba kamu susul??" kataku kepada Irfan.
pacarnya kemudian menelepon mbaknya agar agar cepat berbelanja.
" Beli ini tadi, ternyata di sini lebih mahal daripada di toko??" katanya sambil menyerahkan kopi instan dalam kemasan kepada kami.
" Makasih yaa??" ucap ku padanya. dia hanya tersenyum Kecil.
" Ayu, kamu temenin mas Sakha nyetir di depan. gantian?" kata Tiwi kepadanya.
" Lha ngopi gak Irfan wae sihh?" katanya dengan sedikit cemberut.
" Kan sudah perjanjian dari awal sayang??" kata Tiwi sambil masuk ke dalam mobil.
" Mbak, kalo gitu cariin rute perjalanan aja di Google maps??" kataku begitu kami semua sudah masuk ke dalam mobil.
lalu aku mengeluarkan ponselku.
" Pakai aplikasi Google maps aja Mbak biar mbaknya nggak repot-repot ngasih tahu kiri sama kanan atau jalan yang mana mana??" kataku sambil menyalakan mobil milik Irfan.
__ADS_1
dia memegang ponselku tapi kemudian hanya diam.
" Itu Mbak geser aja soalnya ponselnya nggak saya kunci kok??" kataku
kemudian dia tampak berbicara dengan Tiwi membahas tentang Tempat tujuan kami.
Baru 15 menit perjalanan, keadaan di dalam mobil tampak tenang. ku lirik Ayu yang ada di sampingku tampak sedang melihat keluar.
kulihat Irfan dan pacarnya seperti tertidur.ul menyalakan pemutar lagu yang ada di ponselku.
" Mbak kita ngikutin jalan ini terus kan ya??" tanya aku memecah sepi.
" Iya mas, tadi kan Google maps-nya ngomong seperti itu??" katanya datar.
aku hanya mengangguk.
" Mbak ini apanya pak Bandi ya??" tanya ku membuka pembicaraan.
" Hmm, saya adik sepupu ya Mas Bandi??" jawabnya.
" adik sepupu gimana??" kataku kemudian.
" jadi ibunya Mas Bandi itu adik dari bapak saya??" penjelasan nya kepadaku.
" Ooo... seperti itu??" kataku.
dia hanya mengangguk pelan.
" terus aslinya dari mana Mbak??" tanyaku sambil terus menyetir.
" Yaa sewilayah sama Mas Bandi cuman beda Dukuh??" jawabnya.
" Maksudnya, Mbak di kampung dukuh beda desa sama Pak Bandi??"
Dan dia mulai. tertawa kecil.
" Bukan..Bukan Dukuh itu maksudnya??" katanya sambil menggerakkan kedua tangannya menandakan bukan. Aku tersenyum melihatnya.
" Yaaa, kan tadi bilang katanya beda Dukuh, maksudnya mbak di kampung Dukuh terus apa Pak Bandi yang di kampung Dukuh?? gimana sih maksudnya??" tanyaku kepadanya.
Dia kembali tertawa sambil menatapku.
" Ooo... begitu maksudnya? jauh dari rumahnya Pak Bandi di kampung??"
" Yaa gak terlalu jauh lah mas, paling cuma setengah jam perjalanan??" jawabnya.
" Ngapain tanya-tanya mas, kamu telat dia udah ada yang punya??!" Sahut Irfan dari kursi belakang Sambil tertawa.
" Nyamber aja lu kayak lele??" jawabku Sambil tertawa. dia pun tampak tertawa.
Aku sempat mencuri tawanya itu yang tampak manis.
Ahh... pikiran apa ini. Guman ku.
Saat semuanya sudah sepi kembali, aku fokus pada jalan yang ku lalui. Ayu hanya diam Sambil bersandar. kulihat Irfan dan Tiwi yang tengah tertidur di kursi belakang.
" mau tidur tidur aja Mbak, enggak usah ditahan-tahan. nggak usah maksain nemenin saya nyetir??" sambil tersenyum kepada Ayu.
dia membalas senyumanku.
" Enggak tidur bukan berarti mau nemenin Mas nyetir juga kan ya??" jawabnya Telak.
aku hanya tersenyum lalu tertawa kecil.
" Yaa siapa tahu aja Mbak gitu. kan nggak ada salahnya saya menawarkan diri eh maksud saya saya menawarkan kesempatan??" kataku Sambil tertawa kecil.
" Kesempatan apa?? tanyanya dengan nada heran.
" Yaa menawarkan kesempatan buat tidur lah mbak, masa iya mau nawarkan kesempatan buat milikin Saya?" kataku Sambil tertawa yang disusul oleh Tawanya nya.
" Pepet terooossss??!" tiba-tiba terdengar lagi suara Irfan dari kursi belakang.
sesaat Aku menoleh kepadanya sambil tersenyum.
" Ehh, ada yang bangkit dari tidur??" kataku Sambil tertawa kecil, tampaknya Ayu pun ikut tertawa.
" Enak aja bangkit dari tidur??" kata yang terdengar menggerutu. aku kembali tertawa karenanya.
" Yaa iyalah bangkit dari tidur masa iya mau membangkitkan yang tidur??" kataku sambil cekikikan.
__ADS_1
Irfan tampak melirik kepada Ayu kemudian kepada Tiwi yang ada di sampingnya. mungkin dia merasa malu kepada ada cewek-cewek yang ada di mobil.
lalu dia menyabetkan sesuatu kepadaku sambil misuh misuh. aku hanya tertawa sangat puas karenanya.
sekarang hanya aku, mereka bertiga tampak tertidur. setelah memeriksa Google maps, mungkin perjalanan masih sekitar 45 menit sampai 1 jam sampai ke tempat tujuan. aku kembali memutar lagu dari perangkat ponselku.
****
Sejak saat pertama melihat senyumannya
Jantung berdebar-debar inikah pertanda
Namun ternyata salah harapanku pun musnah
Sejak aku melihat kau selalu dengannya
Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya
Mungkin ku harus pergi untuk melupakannya
Dalam hati berkata takkan sanggup pergi
Oh oh oh Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya
Telah ku coba menghapus bayang-bayang indah
Tetapi selalu aku merindu lagi ow
Ntah kenapa ku tak bisa
Ku tak bisa ku tak bisa
Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya
Tuhan tolong tolong aku
Jatuh cinta pada kekasih orang
Ingin lupa ku tak bisa
Sayang sayang dia ada yang punya
Tuhan tolong aku ingin dirinya
Rindu padanya memikirkannya
Namun mengapa saat jatuh cinta
Sayang sayang dia ada yang punya
Sayang sayang dia ada yang punya
Sayang sayang dia ada yang punya oh oh
Katanya lagi itu, yang tak sengaja aku ikuti senandung nya. Ayu tampak sedikit bergerak, aku pikir dia terusik dengan lagu nya. ku pelankan lagi volume suaranya. aku sedikit meliriknya.
dan melirik Irfan dari kaca spion dihadapanku, dengan santainya, aku mendapati nya sedang berciuman mesra dengan pacarnya itu.
" Sial?!" pikirku sambil menatap Ayu yang tak sengaja juga menatapku. mata kami saling beradu, seperti sama-sama mengisyaratkan sesuatu yang barusan saja kami lihat.
kemudian aku Mendeham pelan. dan itu langsung menghentikan aksi Irfan.
__ADS_1
Ayu tampak memandang keluar kaca.