
Sebenarnya siapakah dia?? Kenapa aku begitu sulit untuk mengingatnya.
Perempuan yang masih muda bernama Ayu itu.
di dalam memori di kepalaku, setiap lembarannya tampak kosong.
aku benar-benar tak bisa mengingat siapapun, kecuali keluarga ku dan anakku Danesh.
Katanya sih sekarang dan s sudah mempunyai adik dan sudah masuk SD. tapi masa iya??
Bahkan, kata Mira itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.
untuk mengingat siapa ibunya Danesh pun aku tak bisa. Namanya atau pun Wajah nya.
Sebenarnya, apa yang sudah terjadi pada hidupku selama ini.
aku bertemu dengan siapa Aku melakukan apa apa ada cerita Apa selanjutnya nya... aku tak mengingat nya lagi.
aku merasa kasihan kepada diriku sendiri, sungguh menyedihkan.
aku tidak ingat siapapun dan apapun.
Apa benar ingatan Ku akan sembuh, kembali pulih.
atau aku akan melupakan selamanya. hidup dalam lembaran baru tanpa kenangan.
aku memandangi diriku yang tampak gundul dihadapan cermin.
tampak bekas jahitan yang belum begitu kering masih terlihat.
aku memandangi wajahku setiap detailnya. menatap dalam ke arah mataku mencoba mencari apa yang tersembunyi di sana atau mencoba mengingat apa yang pernah aku lihat sebelumnya??
tapi kosong.... dan aku mulai sedih, kupegang cermin yang ada di hadapanku. rasanya aku ingin menangis karena tak Bisa mengingat masa lalu.
Lalu bagaimana aku menentukan masa depanku sekarang??
Apa yang harus kuperbuat apa yang harus aku lakukan Bagaimana aku bisa menghandle semua ini jika dalam diriku ..... aku kosong??...
Yaaa Allah, sebenarnya dosa apa yang pernah aku lakukan hingga kau menghukumku seperti ini.
jika berkenan Aku ingin memperbaiki nya Aku ingin menata ulang hidupku Aku ingin meminta maaf kepada setiap orang yang pernah aku lukai atau mungkin aku pernah berbuat tidak adil sebelumnya.
Aku ingin mengakui dosa dan salah pada seseorang yang mungkin sebelumnya aku sembunyikan??
tapi apa ya Allah...., Siapa orangnya, Aku harus bagaimana ini...
batinku mulai panik dan merasa kesal sendiri. aku menangis bersimpuh di hadapan cermin yang tadi ku pandangi.
tiba-tiba kepalaku mulai terasa nyeri dan terasa berdenyut...
Arrgghh.... Aku menahannya sambil berusaha perannya ke tempat tidur.
" Aa... Aa..Aa..!!" teriak Mira kepadaku. aku menatapnya dengan pandangan yang sedikit berkunang-kunang aku merasa tidak kuat.... tidak kuat.... tidak kuat....
**
" Emangnya, tadi Aa kenapa kenapa bisa nggak sadarkan diri begini?" kata mas Arya sambil memeriksa denyut nadinya.
Aku masih menangis dan menatap nya.
" Aku nggak tahu pasti mas, tadi aku masih di dapur.?"
" saat mau membangunkan Aa. berniat menyuruhnya untuk makan, Aa sudah duduk bersimpuh di dekat ranjang?"
kataku sambil terus menangis.
" Pastinya Aa tadi berusaha mengingat-ingat, lihat aja bekas tangannya di kaca!?" kata mas Arya setelah melihat ke sekeliling.
Lalu Mas Arya menghembuskan nafasnya.
" Sepertinya, kita membutuhkan perawat untuk menjaga Aa, mendampingi nya agar tidak Kolaps begini.?!"
" Atau mencegahnya memaksa mengingat masa lalu Aa!? kata mas Arya. Aku hanya diam.
" Aku juga nggak mungkin meminta kamu terus-terusan menjaga kamu walaupun dia itu kakak kamu?"
" Aku nggak ingin membahayakan kondisi kamu dan anak kita?!" katanya pelan.
" Tapi mas, apa ini tidak akan an berlebihan di mata Ibu?" kataku Sedikit berhati-hati.
__ADS_1
Dia tertawa kecil.
" Nanti mas akan bicara sama dia, kamu nggak usah kuatir. yang terpenting sekarang kesehatan kamu l, juga Aa kamu??" katanya menenangkan hati ku.
Aku tersenyum sambil memeluk nya.
***
" Kenapa susah-susah menyewa perawat untuk dia!!"
" emang dia sudah melakukan kebaikan apa sama kamu, sampai-sampai kamu melakukan semua cara agar dia pulih?!"
kata ibu ketus kepadaku. dia memandangku sengit.
" Astaghfirullah haladzim...Bu. berapa kali Arya bilang kalau dia itu sudah jadi keluarganya arya. mau nggak mau Arya juga bertanggung jawab atas dia Bu?"
kataku sedikit emosi menanggapinya.
" Keluarga apa?! dia itu enggak lebih dari orang yang sengaja menjebak kamu agar kawin sama adiknya?!" kata ibu dengan emosi.
" Astaghfirullah haladzim... kok Ibu masih saja berpikiran seperti itu sih!! kau Arya nggak suka sama Mira nggak cinta sama merah nggak mungkin Arya itu mau menikahi adiknya!?"
" Apa sih salah Mira Kalau Itu pilihannya Arya?!"
" dia miskin, jelek, nggak berpendidikan, dari keluarga yang biasa-biasa saja!!"
" Terus jodohnya Arya ini harus nya siapa?!"
" Ibu pikir anaknya raja, putri kerajaan,Putri bangsawan?!"
" berapa kali Ariel sudah ingatkan ke Ibu kalau semua ini sudah dituliskan digariskan oleh Tuhan. boleh saja Ibu berencana area ini punya jodoh seperti ini seperti ini seperti itu, tapi kalau Tuhan maunya harga berjodoh sama merah yang bukan siapa-siapa di mata Ibu ibu mau protes sama siapa?? Sama Tuhan!?"
" Ibu berani marahin Tuhan yang sudah ngasih segalanya buat kita sampai seperti ini!?"
" emangnya Arya ini siapa sih Bu? sampai-sampai Ibu itu mendudukan Arya sangat tinggi. syukur-syukur Arya mau nikah, ketemu jodoh!!"
" kalau enggak ketemu Mira pun Arya belum tentu mau menikah Bu, bisa jadi Arya melajang seumur hidup!!" kataku kesal.
" Arya heran sama ibu, setiap kali ada masalah selalu disangkut pautkan sama Mira.!?"
" salah Arya emang harusnya Arya itu nggak minta pertimbangan dari ibu akan hal ini tapi Mira sendiri yang meminta area untuk bicara sama ibu?"
"? ibu selalu menjelek-jelekkan nya di depan orang lain ,menjelek-jelekan nya di depan Arya!!"
" kalau ibu memaksanya untuk sempurna dan nurutin semua kemauan ibu jangan menyesal kalau area suatu hari akan seperti Mas??" kata ku kesal.
Ibuku melotot Kepada ku.
Iya... mas kandung ku memang mengalami gangguan mental. mungkin karena tekanan dari ibuku yang menuntutnya untuk bisa, harus ini dan itu.
" Pokoknya, Arya sudah bilang sama ibu. perkara ibu setuju atau tidak, itu urusan ibu. karena yang terpenting bagi area sekarang adalah kesehatan istri Arya yang mengandung anak Arya.?" kataku
" Kenapa harus kamu yang susah-susah menanggung biaya perawatan Aa nya si Mira! kan dia punya dua istri, serahin aja dia sama istrinya?" kata ibu.
" ibu, kan tahu kalau keduanya sedang hamil. lagian kutoarjo-jakarta itu jaraknya nggak dekat Bu.
Mira itu nggak bisa jauh dari kakaknya.?" kataku.
" Sudah lah, Arya nggak mau ribut sama ibu. yang terpenting sekarang Ibu tau?"
" dan sekali lagi Arya minta sama Ibu, tolong jangan sekali kali membahas ini lagi.?"
" Arya nggak mau memperebutkan masalah ini terus.!"
" Apa yang Arya dapat dan Arya punya sekarang ini gak lebih cuma titipan dan sebaik-baiknya titipan adalah yang berguna bagi orang lain.?"
" Arya nggak ada niat untuk memperkaya diri, mengumpulkan harta benda dan kekayaan Apapun, tampa maksud dan tujuan."
" untuk apa Arya banyak uang, kalau tidak bisa di gunakan untuk saudara sendiri.?" kataku sambil meninggalkan ibu.
***
" Tapi masalahnya kita harus cari perawat yang seperti itu di mana?" tanyaku kepada mas Arya.
dia terdiam.
" Apa lebih baik jika kita meminta izin dulu Dari Mbak Estu dan Cece Livia mas?" kataku lagi.
Dia menatapku.
__ADS_1
" Tentu... Haruslah kita meminta pertimbangan harus mereka, apalagi mereka kan memang istrinya?" katanya.
" Kata Dokter ahli syaraf bilang, kalau Aa harus sering dirangsang daya ingatnya terhadap kejadian yang sudah berlalu?" katanya.
" tabung Siapa orangnya Siapa yang dekat sama Aa yang tahu tentang masa lalu hampir semuanya lelaki jika perempuan pun yang ada hanya istrinya?" jawab ku.
Mas Arya menatap ku lekat. aku memandang nya.
dan sepertinya aku tahu maksud dan tujuannya itu.
Aku segera menggelengkan kepalaku.
" Jangan mas! itu malah menambah fitnah lagi terhadap Aa dan mbak Ayu?"
" Apalagi kemarin pengacaranya sudah datang meminta agar Aa menjauhi dia?" kataku.
" Kalau Nisa nanti kita minta izin sama Pak Subandi?"
" kita minta secara baik-baik!?" katanya.
Aku hanya diam.
***
" Saya datang kemari untuk menjenguk Mas Sakha?" kata tersebut yang baru saja datang.
Aku tersenyum.
" Saya mendengar kalau mas Sakha..?" katanya terhenti. aku menatapnya.
" Iya pak? Emang sekarang keadaan mas Sakha seperti itu. dia memerlukan banyak waktu dan bantuan dari orang-orang sekitar?"
" Yaahh... bantuan berupa... mengajaknya berbicara sesuatu kejadian di masa lalu. mungkin saat ini hanya itu jalan keluarnya Pak, agar Dia bisa segera pulih?" kataku kepada pak Subandi. rekan kerja nya Dahulu.
Dia hanya mengangguk kecil.
" Mas Sakha ada di kamarnya, dia sekarang lebih banyak diam sambil memandang ke cermin.?" kataku Sedikit bergetar.
" Mungkin, dalam dirinya pun dia berusaha keras untuk mengingat semua kejadian sampai membawanya waktu sekarang?" kataku.
" Yang dia ingat hanya keluarganya dan juga dan anak pertamanya. untuk nama dan wajah istrinya pun dia tidak mengingatnya.?"
" saya dan merah sudah berusaha membantunya memberikan gambar-gambar foto foto beserta nama orang-orang yang mungkin dia kenal.
" ke Bali dia menonton video pernikahan saya kemarin dianya diam dan selalu bertanya Siapa ini Siapa ini ??" kataku.
" Kok ada anak perempuan Kecil,siapa? dia selalu bertanya seperti itu.?"
" padahal itu anaknya sendiri,??" kataku sambil menahan perasaan yang bergejolak di dada.
" Bapak bisa bayangkan jika anaknya itu datang ke sini dan mendapati Papa nya yang tidak mengingatnya sebagai anak.?"
" itu pastinya akan merusak psikologi anaknya? bisa jadi itu diartikan sebagai suatu bentuk penolakan. apalagi bapak tahu kalau anaknya yang perempuan itu juga memiliki penyakit?" kata ku.
Pak Subandi tampak mengangguk dan menarik nafas panjang.
" Yang dibutuhkan sekarang oleh Aa adalah perawat yang bisa menstimulasi ingatannya kembali. tentang kejadian masa lalu yang pernah Aa alami?" kata ku.
" kalau semisal Pak Subandi tahu kira-kira siapa yang tepat untuk merawat Aa... tolong bantu saya dan Mira ya pak?" kata ku sedikit mengkode dirinya.
" Mari pak? Saya antar ke kamar Aa?" kata ku kemudian.
Setelah pintu kamar dibuka-buka perhatikan kedatanganku dan Pak Bandi.
raut mukanya datar seperti tidak mengenali kami.
Aku tersenyum. Pak Bandi segera menghampirinya, Dia langsung memeluk tubuh Aa yg sedikit kurus dan berkepala Gundul tersebut. sisa operasi kemarin.
Ada rasa sedih yg terasa saat Pak Bandi memeluk Aa dengan tangisnya.
Dia berkata sedikit tidak jelas, yang intinya dia meminta maaf dan meratapi kejadian yang menimpa Aa sekarang.
" Sudah pak... sudah?" ujar ku sambil menarik tangan nya sedikit dari Aa.
" tolong doakan yang terbaik buat Aa saya?" kataku.
" Akan lebih baik jika bapak juga bisa membantu saya?" kata ku pelan.
Dia menatap ku. Aku hanya tersenyum menatap nya.
__ADS_1