
" Duit lu udah gua terima dari Richard kemarin??" kataku kepada Rudi.
"thanks ya Bro? segera gua pakai buat mewujudkan apa yang menjadi ide awal gua??" kataku padanya.
" Oke oke, gua doain lu semoga berhasil di sana. nanti gue Sempetin main kalau gua udah udah keluar dari penjara??" kata Rudi Sambil tertawa.
" Oh iya, Gimana keadaan bokap lu kampung??" tanya Rudi kepadaku.
" Alhamdulillah baik, eh iya gimana kelanjutan dari persidangan nya Garcia??" tanya aku. Dia sedikit tertawa sinis.
" Hahaha... Sekarang semua dalangnya tertangkap satu persatu. termasuk orang yang sengaja menjebak gue waktu itu??" katanya terdengar senang.
" Tuntutan si Garcia itu 25 tahun penjara, kalau mertua lu sekitar 10 tahunan??"katanya.
aku sempat kaget mendengarnya.
" tapi Pasti nya mereka semua bisa naik banding. apalagi mantan mertua mu itu sekarang sakit-sakitan, minta keringanan tahanan kayaknya??" katanya terdengar nyinyir dan mengejek.
" Apa Kata gua, kalau ada yang berani-beraninya dzolim sama aku lihat aja. kita tinggal nunggu waktu kehancuran bagi orang tersebut?!" katanya.
aku hanya diam.
" tapi Rud, mantan mertuaku itu orangnya baik.??"
" Haaahh!! baik apanya?? selama ini dia cuman pura-pura baik sama kamu karena anak nya cinta berat sama kamu.!!?"
" waktu kamu selingkuh sama Livia itu kamu nggak tahu kan apa yang sebenarnya terjadi??" katanya sedikit mengagetkanku. membuatku penasaran, sebenarnya apa yang terjadi.
" Emangnya, apa yang kamu tahu tentang dia??" tanya aku penasaran.
" tapi maaf nih ya, jadi diungkit-ungkit masa lalu??" katanya. aku hanya mengangguk tanda mengizinkannya.
dia kemudian menarik nafas nya sedikit panjang.
" sebelum Livi kenal kamu mantan mertua mu itu sudah kenal Livi Duluan??" Katanya.
Aku tampak memperhatikan nya.
(Jangan jangan Livia pernah??) pikirku.
" kamu pernah dengar nama temannya Livi, Teman kuliah nya Livi, yang namanya Alba atau Aldes itu??" lanjut nya.
" Ternyata, mantan mertua mu itu pernah ada hubungan dengan nya. si Aldes itu??" katanya. Seperti tidak percaya aku mendengar nya.
( Kan?? Livia ternyata pernahh??) pikir ku mulai kacau, sebelum Rudi melanjutkan omongan nya.
" Heiii.. bukan sama Livia juga mantan mertua mu itu.!?"
" Sembarang kali kau nyamain sepupu ku dengan Sugar baby itu?" kata Rudi yang Tampak sama berfikir dengan ku. Aku sedikit tersenyum kepada nya.
" Lewat si Aldes ini, kamu di kenalkan nya sama Livia.
Kamu masih inget kan saat pertama kali kamu kenal Livi??" Aku diam.
" Livia malah beneran suka sama kamu, dia malah beneran cinta sama kamu. Dia tadinya anak baik-baik loh, Anak yang taat Malah kamu Rusak??!"
" Iya kan??" kata Rudi.
Aku hanya menatapnya.
" Kamunya malah yang hanya iseng??!" kata nya terdengar sebal.
" Maaf Rud, dulu aku kan belum pro seperti kamu.?" kata ku.
" Matamu pro!!" katanya kesal. aku hanya tertawa.
" Livia sempat Hamil kan sama kamu??" katanya yang membuatku benar-benar terkejut.
aku langsung berdiri. dan mengulangi perkataannya.
" HAMIL!! Livia gak pernah bilang hamil sama aku, aku berniat untuk berpoligami dengannya saja dia enggak mau. bahkan setelah Bercerai pun aku ingin menikahinya dia masih tidak mau??" kataku kepada Rudi.
" Santai Broo, dia keguguran??" lanjut Rudy.
aku semakin terkejut dibuatnya.
" Dia gak mau menikah sama kamu itu Karena beda iman, pernikahan yang beda iman di keluarga kami selalu dibuang. Tidak dianggap keluarga.?"
" itu yang membuatnya tidak mau mau menikah sama kamu??"
" ibunya etnis Cina menikah dengan ayahnya almarhum Om Aslan, pun di jauhi oleh keluarga besar kami??"
" Itu membuatnya trauma??"
" dia takut intinya, Lebih sayang keluarganya dibandingkan kamu??" katanya sambil tertawa.
****
Sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan dia, Livia.
Dia tak pernah nah bilang bahwa dia hamil karena aku.
Apa Sekarang aku harus menelfon nya..? Sekedar untuk bertanya. tapi setelah pertengkaran semalam?? Apa iya dia mau mengangkat telepon ku.
" Ka.. Sakha? Sakha!!" Panggil Estu setengah berteriak kepada aku. aku menatapnya yang berada di hadapan ku itu.
" Haaahh, apa?!" kataku menyadarinya. dia tampak memalingkan. mukanya seperti kesal kepadaku.
__ADS_1
" Maaf, maaf. tadi kamu tanya apa ya Estu sama aku??" Kata ku Bertanya kepadanya.
dengan muka kesal dia memandangku lalu kembali memalingkan wajahnya.
" Kamu lagi ngelamunin apa Sih?? dipanggil berkali kali kok ya gak denger.! Padahal aku ada di depan kamu!?" katanya terdengar sebal. Aku Hanya menatap nya.
" Iya maaf, tadi kamu Tanya apa yaa sama aku?" kataku.
" Gak jadi!!" katanya ketus sambil berdiri meninggalkan ku.
Aku menarik nafas dalam-dalam, Dadaku sedikit mengembang karena nya.
Selalu Begitu,jika Kesal. sedari dulu, tapi kan aku hanya manatan nya??
Kenapa juga Mesti begitu?? pikirku Kepadanya.
***
" Iya Pak, Atur saja untuk persidangan berikut nya.?"
" Bukan tidak ingin menghadiri nya pak, hanya saja saya sibuk kerja. Mungkin nanti saya kirim adik saya saja buat mendampingi Bapak saya??"
" Baik pak, nanti saya infokan. Terima kasih pak. ??"
Kata ku sambil menutup panggilan di ponselku. Aku menengadah ke langit langit rumah ku.
Rasanya capek sekali Hari ini, dimanapun aku berada hanya menemui keadaan yang melelahkan.
Tidak di kantor, karena pekerjaan. Di rumah, di ributkan oleh anak anak yang terkadang rewel. belum lagi urusan Bapak??
Ahhh... andaikan saja masih ada Sakha yang bisa dimintai tolong Oleh ku.
Jujur saja, walaupun dia sekarang ada di dekat ku. Aku merasa sungkan dengan nya.
Tampak nya pun, Sepulangnya dia dari kampung. seperti ada yang mengganjal pikiran nya.
Tadinya aku hendak bertanya, Namun dia terlalu larut memikirkan seperti nya.??
Apakah keadaan orang tuanya, atau keluarga nya?? tadinya aku mau Bertanya. tapi keburu Kesal duluan.
Tiba-tiba pintu kamar ku diketuk.
" Apa!?" kataku pura pura masih kesal dengan nya.
" Estu..??" katanya sambil mengetuk ketuk pintu kamar ku. Aku kembali kesal karena nya.
Bukankah dia bisa membuka nya dan menemui ku langsung. pikirku sedikit kesal sambil menghampiri pintu kamar ku.
Dia ada di depan pintu kamar ku, berdiri Sedikit menjauh setelah aku buka pintu nya. Seperti Doorman yang ada di hotel hotel.
" Apa!?" kataku Ketus.
" Estu, maaf. itu di depan ada Tamu? Seperti nya teman kamu??" katanya pelan.
Aku menatapnya kenapa seperti merasa trenyuh tiba tiba.
" Siapa??" tanya ku. Dia hanya menggeleng pelan.
" Laki laki? hmmm, apa kamu sudah mandi. apa mau kamu temui dia dulu sekarang ?? Dia ada di depan?"
" Siapa sih? kamu sempat nanya namanya gak??" tanya ku.
" Erwin, tadi aku Tanya namanya Erwin!?" katanya menjawab.
Aku sedikit terkejut, kenapa dia datang ke rumah tanpa menelfon dahulu pikirku.
" Aku mau Mandi dulu. kamu bisa temanin dia dulu gak??" pinta ku.
" Oke, gak masalah??" katanya menjawab.
***
Setelah Menyampaikan kata kata Estu barusan kepadanya. Aku duduk di hadapan nya sambil memangku Lio.
Tidak lama kemudian, mbak Yuti yg membantu pekerjaan rumah Estu membawakan segelas teh untuk nya.
" Katanya kemarin habis pulkam ya mas bawa anak anak? Pulang kampung nya kemana??" tanyanya.
Aku tersenyum kecil pada nya.
" Iya, Estu yg kasih tahu yaa??" kataku.
" Kampung Ayah saya di Purwakarta mas??" jawab ku.
" Mau ngenalin anak anak sama kakek nya?"
" Ooo..iya iya. kemarin Estu juga bilang seperti itu."
katanya sambil tertawa kecil.
" Mas nya kerja apa sekarang??" tanya nya kemudian.
" baru mulai mau buka usaha mas?" jawab ku.
" Baru yaa? Ooh, lumayan bakalan lama ya jalan buat Lancar nya?" katanya kepadaku. terkesan menyindir ku. Aku hanya tertawa kecil Kepada nya.
" Sudah pasti lama mas, namanya juga baru mulai. kemungkinan gak berhasil nya juga besar??" kataku Balik.
__ADS_1
" Diminum mas, teh nya. nanti keburu jadi es loh..??" kataku sambil tertawa kecil.
" Mas ini teman kuliah nya Estu yaa.. satu angkatan atau senior,junior??" kataku bertanya.
" Satu angkatan mas, cuma beda Fakultas saja??" katanya.
" Oohh, beda Fakultas. mas nya dulu ambil jurusan apa??" tanyaku.
" Teknik industri??" Jawab nya. Aku hanya mengangguk.
" Mas nya pernah kuliah??" tanya nya lagi.
" Saya..! cuma ambil program Diploma dulu mas.??" Jawab ku.
" Loh, Bukan nya dulu sempat satu kantor dengan pak kardiman??" tanya nya.
" Sekantor sih enggak mas, cuma tak lama setelah bapak pensiun saya masuk??"
" Maksud saya, bukanya pernah di kuliah kan Om Kardiman juga??" katanya.
Aku tersenyum.
" Iya mas, pertamanya saya magang sambil bekerja di kantor nya Bapak. Sampai saat saya di angkat pegawai. gak lama Bapak pensiun??" kata ku.
Tak lama kemudian, Estu datang menghampiri kami.
Erwin tampak berdiri menyambut nya.
Aku sedikit melirik kepada Estu.
" Kalian sudah saling kenal??" kata Estu kemudian. Aku mengangguk kepada nya.
" Ya sudah, Silahkan berbincang. saya mau ke dalam??" kataku pamitan kepadanya.
" Sudah mas, disini saja gak apa apa. kita ngobrol bareng loh??" kata Erwin.
" Gak usah lah, saya mau antar tidur anak anak??" kataku.
" Sudah mau pulang mas??!" katanya tiba-tiba.
Aku hanya tersenyum memandang nya.
" Setelah ini, mungkin setelah ini. sekitar 10 menitan lagi lah??" kataku sambil permisi kembali kepada mereka.
Aku Siapa sih emangnya, pantas merasa lebih baik dari nya yang Pernah kerja di Jepang. holiday ke Eropa, Semasa kuliah aktif di Badan Kemahasiswaan.
IP di kampusnya dulu termasuk 50 besar.
Alahhh... segudang prestasi miliknya tadi di keluarkan di depan ku??
Ahhh, sudahlah. pikir ku sambil berjalan mendekati Arcelio dan Danesh. memintanya untuk clean Up lalu pergi ke tempat tidur nya.
Tak lama kemudian aku berpamitan kepada keduanya.
" Mau saya antar kedepan mas naik mobil saya??" kata Erwin menawarkan jasa nya kepada ku.
" Enggak usah lah, terima kasih.?" jawab ku sambil melirik kepada Estu. Dia menatapku seperti merasa bagaimana begitu.
" Pakai aja motor yang itu Kha?" tawar Estu kemudian.
" Gak usah lah Estu, Besok aku gak bisa nemuin anak anak juga. nanti motor nya Malah lama dipake aku??" kataku kepada nya.
" Loh mau kemana emang nya mas?. Sudah mau pulang ke Jawa atau ada panggilan sidang lagi??" kata Erwin sedikit bernada menyindir kepadaku.
aku hanya tersenyum kepadanya lalu menatap Estu yang berada disampingnya itu.
Sesaat aku menarik nafas ku dalam.
" Iya mas, ada sedikit urusan di pengadilan. besok teman saya bersaksi??" kataku menjawabnya.
" Teman nya mas Bermasalah semua rupanya ya. ngeri banget urusannya kalau Sudah menyangkut dengan pengadilan korupsi??" katanya menyindir ku.
Apakah dia tidak tahu kalau bapaknya Estu sekarang juga sedang tersangkut masalah korupsi??
Lagi lagi aku tersenyum kecil kepadanya.
" Yahh, namanya Hidup mas. banyak godaannya kadang ada yang tahan tapi lebih banyak yang nggak??" kataku sambil Curi pandang, menatap Estu.
***
mendadak aku merasa kesal dengan si Erwin ini, yang tiba-tiba bermulut nyinyir.
Aku kehilangan mood untuk berbicara dengannya.
" Mantan kamu sering datang ke sini ya??" katanya tiba-tiba dengan bernada posesif.
" Iya, kan ada anaknya di sini??" kataku menjawab sekenanya.
" tapi masa sampai malam seperti ini??" tanyanya lagi
" Dia enggak seharian juga ada di rumah ini, tadi Mbak ku bilang dia datang sekitar pukul jam jam 3 sore. kebetulan tadi aku ada rapat dadakan jadi aku memintanya untuk di rumah sampai aku kembali??"
kataku menjelaskan kepadanya.
" Oohh, ternyata dia masih bisa disuruh-suruh sama kamu ya??" katanya sambil tersenyum sinis.
seketika aku merasa risih dengan tingkahnya itu.
__ADS_1