Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 26


__ADS_3

" Selangkah kamu ninggalin rumah ini Estu. Mending kamu gak usah pulang selamanya.!!"


" Kamu lebih belain laki laki itu ketimbang keluarga mu, Iyaa!!!" kata Bapak keras.


" Bukan begitu pak!?,Estu hanya gak suka Bapak sampai berani melakukan kejahatan Tampa mencari kebenaran terlebih dahulu??" Jawab ku.


" Kamu selalu percaya saja Dengan apa yang dia katakan tentang Panji!?" Apa kamu lihat sendiri kejadiannya!!, Apa kamu ada bukti!?"


" Sudah jelas dia yang bikin Panji jelek di mata kamu!?"


" Jangan jangan dia yang sengaja mengadu domba Reni dan Panji. dia yang sengaja menghasut Reni agar menggugat cerai Panji!!?"


" Kalau sampai ada gugatan cerai dari Reni, patut dipertanyakan jangan-jangan Sakha ada di balik semua ini.??!" tuduh nya.


" Astaghfirullahaladzim, Bapak??" kataku sedikit berteriak.


" Bagaimana mungkin bapak bisa menuduh Sakha seperti itu, kenyataannya anak bapak emang sama brengsek nya seperti dia!?"


" Kenapa kamu masih belain dia, kenapa!!"


" Kamu mau balikan lagi sama dia, mau rujuk iya!!"


" Sekalian saja enggak usah Anggap aku sebagai Bapak mu, enggak usah anggap kami keluarga mu. Pergi kamu sama dia, sana yang jauh!!" katanya terdengar marah.


" Istighfar lohh pak, kok ngomong seperti itu??" kata ibu mengingatkan Bapak.


Aku hanya diam menatap bapak yang yang terlihat sangat marah. Padahal dia tidak pernah terlihat marah seperti ini sebelumnya.


Dengan perasaan yang kesal, aku pergi meninggalkannya. ku banting pintu kamar ku keras-keras.


Dada ku terasa sesak menahan kesal yang teramat sangat. ini semua karena adik lelakiku yang tak tahu diri itu pikirku. bangsat emang, badjingan!!! apakah semua lelaki itu sama saja - anjing batinku sangat kesal.


******


" Asuuu Kamu, Setan!!"


" Ngapain kamu bawa bawa aku ke masalah hidup kamu haaahh!!" kataku kesal kepada Panji.


" kalau kamu mau dicerai ya itu kan Salah kamu sendiri ngapain bawa-bawa aku.!!"


" Untung ya, foto sama video kamu itu nggak aku kasih lihat ke bapak, Atau aku kasih kan ke si Reni.??"


" Mau ngomong apa lagi kamu, badjingan, setan!! urus hidup kamu sendiri!!"


" Aku nggak bakal belain kamu.!!"


" Kamu nggak usah ungkit-ungkit aku, gak usah ngerasa pingin dibela, Kamu itu Yang Salah Setan!!?"


" Apa iya Bapak mau belain kamu, kau tahu sebenarnya kamu itu seperti apa!?"


" Kamu itu laki-laki, kamu itu yang salah!! masih gentleman Sakha ketimbang kamu! Kamu mahhh kayak tahi!!" umpat ku kesal.


" Mbak, Aku ini adikmu loh. tega banget kamu ngomong seperti itu ke aku??" katanya.


" Siapa ya nggak kesal gara-gara kamu aku di-cap seperti ini dan itu sama bapak.


" Kamu tahu, Bagaimana sekarang Bapak memperlakukan anak aku.??"


" Kalau dia benci sama Aku, kenapa sampai membentak anak-anak ku.


" Heran, anak nggak tahu salah Bapak bentak-bentak!!?"


" Kamu itu cuman secuil Buat Reni, gak usah kebanyakan gaya!!"


" Dan asal kamu tahu, tanpa kamu Reni itu bisa hidup bahagia.?"


" Berapa banyak sih yang dia korbankan buat kamu Kamu enggak mikir ke situ??"


" Perempuan kalo sudah bertekad, laki laki itu bukan apa-apa... kamu tau!!"


" Kamu mallah ke asyikan n**** Disana sini, sama perempuan mana-mana. Jangan Kamu pikir aku nggak tahu sama Reni??"


" kamu nggak sadar perempuannya kamu E** itu istrinya orang.!?"


" Coba mikir kalau istri kamu yang di e** sama laki-laki lain apa kamu bisa terima haahh!!"


" goblok kamu itu, pikiran kamu di mana!"

__ADS_1


" Mabuk ************ Kamu, emang punya kamu segede apa !! ngerasa paling Titan, paling ganteng paling hebat!!"


" Perempuan itu nggak cuma butuh di e** !!"


" Kamu baru magang di kementerian aja udah ngerasa tinggi, ngerasa hebat.?"


" Sombong kamu itu. suatu hari kamu nggak berarti apa-apa, yang ada ada kamu sesali. mikir ke situ dari sekarang.?"


***


" Aku nggak bakal belain kamu, aku enggak bakal Hasut Bapak atau nyuruh belain kamu juga.??"


" Aku maunya diam, nggak mau tahu urusan kamu.?"


" Aku nggak bakal Bela Reni juga, tapi nanti suatu hari kalau aku diminta Reni untuk jadi saksi. aku bakal ngomong apa adanya,, terus terang.??"


" Mbakkk!!?" Katanya setengah berteriak kepadaku.


" Jelaskan, jadi kamu nggak usah memohon-mohon lagi sama aku. Aku nggak mau ikut campur urusan kamu.!?"


" Kamu Memang adek aku, tapi kamu laki-laki yang harus bertanggung jawab atas segala perbuatan kamu!!"


" Kalau perlu kamu bisa contoh Sakha!?"


Kataku sambil pergi dari hadapannya.


***


" Mas Sakha. kapan ada waktu luang??" tanya Noval kepadaku. Aku berhenti Memperhatikan Video tutorial di YouTube. aku langsung menatap nya.


" Ada apasihhh, kenapa emangnya.??"


" Waktu buat apa??" tanya ku.


Dia tampak cengengesan. Aku menatap nya semakin heran.


" Aku kan sedang banyak waktu sekarang, kamu kan tahu??" kataku sambil duduk bersandar.


" Yaa tapikan mas Sakha sibuk Juga kesana sini sama pak Bandi??" Katanya.


" Ckkkk... ngomong yang jelas! kamu itu laki laki apa perempuan yang lagi menstruasi sih.??" kataku sambil tersenyum.


" Kenapa hahh?? Mau ganti pembalut??" Kataku sambil tertawa.


dia semakin Cengengesan.


" Anu mas, Desy kan besok Minggu ulang tahun. terus Kami mau mengadakan acara. ya rencananya aku mau nyewa penginapan kecil di Bandungan buat merayakannya??" katanya??


" Bandungan mana Klaten??" tanyaku


" bukan mas ini di Semarang?" jawabnya


" terus tanya aku


masnya kalau ada waktu ayo ikut kita motoran kesana katanya.


wah kalau mau turun aku belum tentu kuat. soalnya kakiku ini belum sempurna sembuhnya. mungkin juga enggak bisa dipakai buat perjalanan jauh kataku


" Yaahh...??" katanya sedikit terdengar kecewa.


" Udah lah, kalian aja yang masih muda-muda kataku


" Yaa nggak asik lah Mas. mau kita juga rame-rame.


" Mas Ikmal, Mas Eko, Hakka dan Irfan ikut loh mas.??"


" Masa kita mau tinggal Mas sendirian di sini??


" Ooh, ya nggak apa-apa. nggak masalah? Aku juga biasa sendirian??" jawab ku


" Itu Irfan kan pacarnya orang minimarket depan, terus pacarnya Irfan mau ikut kalau temannya ikut.??"


" Siapa itu namanya, indah atau siapa itu??" katanya terdengar mengingat-ingat.


" Ayu ??" kataku


" Nah bener??" jawabnya

__ADS_1


" Masalahnya kan semuanya udah sama gandengan masing-masing. Disini yang belum punya gandengan kan masnya sama Ayu itu??' katanya


" Terus maksud kamu??" tanyaku


" Biar Irfan ikutlah Mas, kan ceweknya pengen temannya ikut juga.??"


" Mas boncengan berdua sama dia aku sama Desi Irfan sama Tiwi, mas Eko, mas Ikmal sama Hakka sama pacarnya masing-masing??" katanya.


" Bukan aku nggak mau, tapi Semarang itu jauh loh??" jawab ku.


" kan kaki ku juga seperti ini enggak lucu naik naik kepuncak gunung pakai tongkat??" kataku sambil tertawa.


" Hmm... Kalau nggak salah sih Irfan mau bawa mobil. Mas naik mobil saja, kan Irfan sama Tiwi, Mas sama Ayu di belakang mobilnya itu sedan??" katanya dengan membujuk ku.


" ya lihat ntar ajalah, takutnya Pak Bandi ngajakin ke ke mana gitu lihat kayu lagi??" jawabku.


" jadi keputusannya apa nih Mas?? Mas bisa ikut apa enggak??" tanyanya menekan.


" Nanti hari Jumat aku kabarin deh, aku tanya dulu rencana sama Pak Bandi ya??" Kataku.


" Ikut ya masa, biar rame??" katanya lagi.


" Insyaallah yaa??" kataku sambil tersenyum.


****


" Jadi ini harus bikin dulu Pak ukuran mejanya pakai kerangka Holo, Kalau bisa yang bisa bongkar pasang Pak Holo nya??" kataku.


" Terus kita pas kan sama kayunya, Sama desainnya.??"


" Baru kita siramkan resin yang udah Di aduk oles dikasih pewarna ke atasnya kayu??" kataku sambil memperlihatkan video itu kepada Pak Bandi.


Dia tampak mengangguk dan mengerti apa yang telah ku jelaskan kepadanya.


" Iya mas, Saya mengerti. Ini sih mudah saja, tapi mas Sakha udah ada tempat penampungan jual nya??" tanya nya.


" Untuk sekarang sih belum pak Tapi saya optimis, Nanti bisa kita titipkan di toko mebel biasa. terus saya posting di media sosial sambil cari peluang pemasarannya??" Jawab ku.


" Nggak usah takut gak laku lah pak, model ini sekarang lagi IN. peminatnya dari Eropa sama Amerika. soalnya orang sana suka sama yg berbau seni.??" kataku lagi.


" Kalau begitu sih nggak masalah tapi saya nggak mau ngambil risiko lagi ya Mas.??"


" Saya mau ngerjain bantu Mas nya tapi setelah itu tanggung jawabnya Mas aja, gimana.?!"


aku mengangguk pelan.


" Nggak masalah Pak, ini kan salah satu cara untuk mempergunakan kayu sisa yang gak terpakai Setelah membuat mebel Jati."


" Jadi kan kita tidak terpaku dengan penggunaan kayu saja. kita masih bisa menggunakan resin di padukan dengan kayu Jati sisa??" kataku.


" Iyalah Mas iya, saya mengerti.?"


" Terus masnya mau kapan nyoba buatnya.??"


" Segera pak kita persiapkan perlengkapannya, kalau masalah resin saya sudah dapat toko yang bisa mensuplai bahan baku.?"


" Siap mas ??" katanya


***


" Gimana Mas, bisa ikut nggak?" tanya Noval kepadaku


" Ini baru hari Rabu loh, kok kamu udah minta jawaban.??" Kata ku sambil tersenyum.


" Yaaa cari kepastian gak masalah kan Mas??" katanya sambil senyum.


" Kita mau berapa malam di sana??" tanya aku kepada Noval


" Kita berangkat Jumat malam Mas, sampai sana kan Sabtu pagi mah siangnya kita jalan-jalan


malam minggunya nginep sekaligus acara.?"


" Terus jalan pulang nya hari Minggu siang atau sore??" jelasnya


" Sini Semarang paling cuma beberapa jam aja??" katanya


" Mana ku tahu. kamu Kan yang orang si ini aku mah pendatang??" kataku Sambil tertawa

__ADS_1


" Jadi ikut kan Mas??" katanya sekali lagi lagi sambil tertawa.


Aku hanya diam dan tersenyum.


__ADS_2