Wanita Kesayangan

Wanita Kesayangan
Makan Malam Keluarga Besar


__ADS_3

"Kenapa merona?" Malik heran. "Jangan bilang kau tidak punya pacar!" Malik malah semakin membuat Helga salah tingkah.


"Jangan bahas itu please." Menangkupkan kedua tangannya. “Aku sedang sangat benci seseorang yang bahkan sekalipun belum pernah aku temui di dunia nyata.” Menganggap laki-laki yang di cintai nya hanya bayangan. Meski mereka sudah kerap kali berjumpa.


“Kau kenalan lewat social media? Dengan laki-laki!” Suara Malik memekik membuat gendang telinga Ayu dan Helga berdengung.


“Kak…..suaramu tinggi sekali seperti penyanyi seriosa.” Ayu masih menggosok telinganya yang berdengung.


“Lihat adik mu, nakal sekali dia. Bagaimana kalau laki-laki yang dia kenal itu jahat, punya kelainan jiwa atau psikopat. Bagaimana aku bisa menolongnya sedangkan kabar saja tidak pernah dia kirimkan pada kita.” Mengomel panjang lebar.


“Mbak Ayu kenapa senyum-senyum, suami Mbak Ayu seram sekali.”


Bersembunyi di balik tubuh Ayu.


Bru kali ini Helga melihat sifat Malik yang posesif sekali.


“Aku malah senang, dia sangat perduli padamu. Dia mengomel seperti sedang melindungiku.” Ayu sangat senang Malik sebaik itu.


“Jangan saling berbisik, aku tahu kalian sedang membicarakanku.” Malik yang kesal kembali duduk.


Dua wanita yang duduk di depannya hanya mendengarkan omelannya tanpa menjawab. Malik jadi capek sendiri. Mereka hanya menatap bingung, lebih seperti sedang di beri perhatian bukanya di beri omelan.


Malik membuka ponselnya yang sangat berisik.


Group Chat Para Lelaki


Rey : Jam berapa sampai sini Al. aku sudah siapkan banyak makanan kesukaan adikku.


Ranu : Abang juga kan? Makanan Abang sudah siap kan.


Rey : Tentu saja. Abang dan Kak Mahes di siapkan makanan special buatan tangan Mamah Anna.


Mahes : Asikkkk…….tak sabar ku menunggu menyantapnya. Sudah lama tidak makan makanan lezat buatan Mamah tersayangku.


Rey : Papah Rey juga bantu loh, tidak hanya Mamah mu yang masak.


Ranu : Jangan mengetik yang tidak penting Pah, seperti Daddy saja suka merajuk.


Jofan : Jofan dan Riyan sepertinya sedikit terlambat. Ada pekerjaan yang sedikit perlu kami selesaikan.


Malik : Berisik sekali kalian ini. Nanti akan Daddy kenalkan wanita cantik kesayangan Daddy yang baru saja pulang.

__ADS_1


Jofan : Maksudnya! Jangan sakiti adikku Tuan Malik. Kalau sudah tidak mau menguruskan kembalikan padaku.


Ranu : Abang bisa urus Mommy sendiri. Daddy jangan menyesal!!!!!


Mahesa : Daddy sudah bosan hidup! Macam-macam dengan wanita kesayanganku.


Rey : Jangan berulah Al. ku serahkan Adikku karena aku tau kau sangat bertanggung jawab.


Adam : Ya Tuhan Al, makan apa kau pagi tadi? Sudah tidak waras kah! Aku akan membawa Ayu lari agar kau mati kesepian.


Malik sangat puas mendengar umpatan dari orang-orang yang selama ini selalu menjaga Ayuna dengan baik. Dirinya tidak membalas dan hanya menyisakan rasa kesal pada anggota group yang geram pada kata-katanya.


Tidak lama Malik mengajak Ayu dan Helga untuk bersiap menuju restoran Rey, ada Aldo dan juga Sandra yang juga ikut satu mobil bersama mereka. Malik dan Ayu sudah menjelaskan dan mengenalkan siapa Helga.


Aldo sempat mengenalnya saat mengurus Ayu saat tertangkap satpol PP, namun karena Helga benar-benar berubah Aldo tidak mengenalinya. Ditambah Malik menyerahkan urusan Helga pada Rera yang otomatis dirinya tidak mengurus apapun yang berhubungan dengan Helga.


“Jangan katakana apapun saat sampai di sana siapa Helga. Aku sedang mengerjai para lelaki kurang ajar yang suka sekali dengan istriku.”


“Mengerjai semua orang?” Malik mengangguki pertanyaan Sandra. “Aku sepertinya tau apa yang sedang kau lakukan. Jofan sampai bertanya berulang kali padaku apa Ayuna ku baik-baik saja......?” Sandra bicara dengan nada yang terdengar kesal.


“Kaka ini, jangan suka membuat orang salah paham.” Ayu juga tahu apa yang sedang mereka berdua bicarakan.


Kedatangan mereka di sambut wajah-wajah masam menyeramkan. Ranu yang ingin meraih tangan Mommy nya malah sudah di sambar duluan oleh Papah Rey. Memeluk Ayu dengan erat seolah sedang memastikan kesayangannya baik-baik saja.


“Aku tidak bisa nafas Kak Rey.” Menepuk pundak Rey yang tidak berkata apapun dengan wajah sedihnya.


“Abang kenapa cepat sekali datang? Basket nya sudah selesai?” Tanya Malik santai meski wajah Putranya sudah terlihat sangat kesal.


“Mom…..” Malah memeluk Ayu yang baru saja lepas dari pelukkan Kak Rey. “I miss u Mom.” Menciumi pipi Ayu.


“Pagi tadi kan kita jumpa Bang. Kok aneh-aneh saja Abang ini.” Merasa senang Putranya bersikap menggemaskan, Ayu malah kegirangan.


Ranu biasanya malu-malu bersikap manis padanya di depan umum.


“Mommy…..” Datang lagi Putra tertuanya yang baru saja keluar dari toilet. “Mommy ok kan?” Ayu mengangguk. Mahes menggenggam tangannya erat. Ayu merentangkan tangannya, rindu pelukkan Mahes nya.


“Mommy ok sayang. Maaf Mommy tidak kirim bekal kalian yah. Beberapa waktu kedepan Mommy di Sandra Daddy.” Berbisik di telinga Mahes.


Ayu melihat tatapan tajam Mahes yang mengerikan pada Malik. Yang di tatap asik senyum-senyum sendiri.


Apa yang sebenarnya Kak Malik lakukan, kenapa semua laki-lakinya bersikap manis dan bersikap sangat mengerikan pada Malik. Apa dia benar-benar mengatakan Helga adalah wanitanya? Bisa di makan hidup-hidup kalau Malik berani bicara seperti itu.

__ADS_1


“Selamat sore semuanya.” Sapa Sandra yang baru saja masuk. Ada wanita cantik lain yang masuk setelah Sandra. “Tante cantik tidak di peluk nih?” Herannya yang melihat semua orang menatap ke arah Helga.


Ini pasti karena ulah Malik.


Ranu dan Mehes memeluk Sandra bergantian. Kecupan juga mendarat di pipi Sandra dengan lembut. Ranu dan Mahes sangat menyayangi Sandra.


“Tante Melan tidak datang?” Tanya Ranu yang memang sangat suka Melani. Bagi Ranu, Melani adalah orang yang paling bisa mencairkan suasana.


“Nanti datang, sekarang Tante Melan sedang ada tamu di kantornya.” Ranu menggandeng Sandra dan mengabaikan wanita cantik yang mengulurkan tangan padanya. Mahes sudah pergi lebih dulu menjauh.


Mereka duduk di meja panjang yang Rey susun agar semua anggota keluarganya bisa duduk satu meja tidak terpisah.


“Helga duduk di situ saja.” Ayu menunjuk kursi di sisi Ranu yang masih kosong.


“Mommy….. ini kan tempat tante Melan. Tidak boleh ada wanita lain yang duduk di kursi tante Melan.” Tidak memberikan ijin.


“Duduk sebelah Daddy saja, sini.” Malik sengaja dengan santai meminta Helga duduk di sebelahnya.


Ranu dan Mehes melotot. Ditambah wajah Ayu sangat senang membuat kedua Putranya geram. Helga kebingungan karena dirinya seperti tidak diterima kehadirannya.


“Mommy!!!!!!” Teriak Mahes dan Ranu membuat Ayu tersentak.


“Iya Nak…..kaget loh Mommy mu ini.” Memegang dadanya yang memang benar-benar terkejut. “Kenapa sayang.”


Ranu berjalan menghampiri Ayu dan meraih sendok berisi daging yang hendak dia isi kan ke piring Helga. Memasukkanya dengan kasar ke dalam mulutnya.


“Jangan perhatikan orang lain, perhatikan diri Mommy sendiri.” Ranu bicara penuh penekanan. Terlihat sekali Putranya sedang marah.


“Sudah cukup! Kalian sedang di kerjai Daddy kalian. Helga ini adik Mommy, dia yang pernah Mommy ceritakan dulu pada kalian. Gadis kecil yang pernah tertangkap satpol PP bersama Mommy. Ingat!.”


Sontak semua laki-laki yang merasa kesal pada Malik menatapnya. Malik tertawa puas sandiwaranya berhasil.


“Kau Helga?” Tanya Adam yang baru saja masuk bersama Sarah. Helga berdiri menyalami Adam, wajahnya bersemu merah. “Ya Tuhan…..cantik sekali Helga sekarang.” Adam membalas pelukkan penyambutan.


“Benar, aku hampir tidak ingat wajah kecilmu sayang. Cantik sekali adikku ini.” Timpal sarah yang juga kagum.


Adam dan Sarah kenal baik siapa Helga, beberapa kali Ayu meminta Adam dan Sarah memeriksa kesehatan Helga karena sangat kurus saat dia temukan. Kekurangan gizi karena tinggal di lingkungan cukup kumuh dan makan tidak teratur. Adam dan Sarah merawatnya sampai sehat.


“Oh…jadi bukan selingkuhan Daddy? Hampir saja aku membunuh orang hari ini.” Suara Jofan membuat fokus semua orang tertuju padanya.


Mata Helga membelalak melihat kedatangan Jofan dan Riyan. Dia mengenal baik sosok yang berdiri di belakang Jofan.

__ADS_1


__ADS_2