Wanita Kesayangan

Wanita Kesayangan
Aku Ingin Menjadi Tempat Nyaman


__ADS_3

Ayu masih merasakan keras di bagian perutnya yang saat ini sedang Sandra bantu kompres degan air hangat. Entah kenapa Baby di perut Ayuna merasa nyaman saat handuk kecil yang hangat menempel di perut Mommy nya.


Ayu sudah sadar, dia tidak mau terlalu lama ada di klinik Apartemen dan meminta segera pulang ke unit nya.


Sungguh saat ini mereka semua sedang ketar ketir. Bagaimana tidak, mereka hanya membawa Ayu ke klinik yang ada di apartemen nya. Kepanikan membuat mereka tidak banyak berpikir, hanya mencoba melakukan yang terbaik agar Ayu segera mendapat kan lagi rasa nyamannya.


“Yu....ke rumah sakit yah, takut Baby kenapa-napa Yu.” Rengek Sandra sedari tadi meminta Ayu dengan segenap jiwa raganya. “Ayo dong sayang, aku takut.”


“Aku bosan sekali ke rumah sakit. Aku sudah enakan San, Baby juga sudah anteng. Perutku sudah enakan.” Mahesa sedang menyuapi Ayuna kue coklat.


“Baby....Kakak mohon jangan muntahkan kue nya ya Dek. Kasihan Mommy, Kakak janji akan jaga Adek dan ajak Adek main kalau Adek mau dengarkan permintaan Kakak.” Mahesa bicara dengan peut rata Ayuna.


“Dia bisa dengar Kak, awas di tagih loh nanti.” Mahes tersenyum memamerakan deretan giginya yang putih bersih.


Ranu menempelkan headseat di perut Mommy nya. “Adek bayi di perut bisa dengar kan Mom?” Tanya nya dengan wajah menggemaskan.



“Abang.....ganteng banget sih.” Ayu merona melihat Putra nya begitu perhatian. Ada yang cemberut melihat interaksi Ranu dan Ayuna. “Kakak juga ganteng nya Mommy.” Senyumnya kembali merekah.


“Dasar bucin nya Mommy.” Melan ikut memeluk Ayu merasa lega. “Aunty juga bucin ke Mommy.” Mereka saling tertawa, lega sekali Ayu baik-baik saja.


“Kau sudah hapus kan pesan yang tadi di kirim ke Kak Malik?” Melan mengangguk. Dia tidak hanya mengirimnya pada Malik, tapi pada ke empat laki-laki kesayangan Ayuna setelah Putra-putranya.


“Lain kali jangan terburu-buru informasikan kondisiku ke mereka yah, mereka sudah punya banyak masalah yang berat di kantor. Aku tidak mau terus-terusan jadi beban kalian semua. Aku ingin kalian lihat aku bukan orang yang lemah.” Sandra masih tidak paham. Memicingkan matanya heran.


“Mom...don’t say that. I don’t like Mom.” Mahes menatap tajam mata Ayuna yang terlihat sedih. “Kita semua tidak ada yang anggap Mommy lemah, Mommy wanita paling tangguh yang pernah aku temui di muka bumi ini.”



Kedua Putranya menatap sendu.


“Mommy loh bukan wanita sempurna, Mommy cuma tidak mau terus-terusan sakit dan di anggap lemah. Mommy ingin kalian semua bisa berlindung pada Mommy. Mommy ingin itu.” Sendu suaranya.


“Mommy....ada yang buat Mom tidak nyaman? Tell me Mom. Abang bisa merasakan sedih di hati Mommy.” Sandra dan Melan saling menatap bingung, mereka sudah lama tidak berinteraksi dengan Ayuna karena sangat sibuk dengan pekerjaan mereka.

__ADS_1


“Kalau memang ada yang membuat Ayu tidak nyaman, bicarakan Yu. Kita pasti akan mencoba membantu.” Sandra berjongkok di depan Ayuna, wajah sahabatnya tidak baik-baik saja.


“No, bukan Mommy. Aku ingin kalian semua bicara kalau memang sedang merasa tidak nyaman. Aku mohon, aku ingin di perlakukan layaknya orang yang berharga dalama hidup kalian.” Mata Ayu berkaca-kaca.


“Hey...... everything ok?” Sandra memeluk Ayu yang kini menangis pilu merasa tidak punya peran penting bagi oran-orang yang dia sayangi. “Tenang sayang, tarik nafas. Jangan biarkan perasaan jahat menguasai mu sayang.”


“Mommy segala nya untuk Abang, tidak ada yang lebih penting dari Mommy. Jangan bicara hal yang membuat Abang sakit Mom.” Ranu sedih sekali Mommy nya merasa tidak nyaman dengan sikap mereka yang suka menutupi banyak hal.


“Maaf....Mommy hanya terbawa suasana, Mommy tahu kalian semua mencintai Mommy. I love u kid.” Ranu dan Mahes memeluk kesayangannya yang masih terisak.


***


Sudah malam sekali sekarang, mereka berempat baru saja selesai menemui pengacara Nikita yang bersikeras ingin semua wasiat Nikita segera di selesaikan. Malik dan yang lainnya dengan terpaksa memenuhi panggilan sang pengacara untuk menuntaskan tugasnya sebagai pengacara.


“Melan kenap menghapus pesannya.” Heran Jofan yang baru bisa memeriksa pesan di ponselnya.


“Mengirim ke kamu juga? Dia juga menghapus pesannya yang di kirim padaku.” Adam juga merasa heran.


“Ada apa?” Tanya Malik yang baru keluar ruangan bersama Rey dan Hanum. “Hmmmm...kenapa?”


"Hanum apa tidak merepotkan jika ikut Paman?" Hanum ingin pulang saja, hidup mandiri. Dirinya pasti bisa.


"Kami melakukan banyak perdebatan untuk bisa sampai di titik ini. Jadi jangan harap Hanum bisa lepas begitu saja dari kami." Jofan menyeringai. Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat rona ketakutan di wajah Hanum.


Hanum sedikit ngeri mendengar penuturan dari Jofan yang terdengar menakutkan. Bisa saja apa yang dirinya khawatirkan benar-benar terjadi. Tapi mereka terlihat baik dan bisa di andalkan. Semoga saja apa yang dirinya takutkan benar tidak terjadi.


Suasana hening karena semua orang merasa kelelahan, Malik memilih menggantikan untuk menyetir karena dirinya yang paling segar di antara yang lainnya. Malik membuka pesan yang masuk di ponselnya.


“Ayuna pungsan. Cepat kalion segera pulaing.”


Isi pesan yang berhasil Aldo pulihkan setelah di tarik sang pengirim pesan.


Malik mempercepat laju mobil yang di kendarainya. Hatinya sakit membaca pesan Melan yang berhasil di pulihan setelah di tarik dari pengirim nya.


"Al.....kenapa cepat sekali, sudah larut. Bahaya." Rey yang duduk di sisi Malik merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Ayu Rey.....aku harus cepat sampai di rumah."


"Turun Al, aku yang bawa mobil." Malik masih tidak menghiraukan. "Al.... turun! cepat. Aku tidak mau Ayu bertambah sedih jika kita semua terluka karena ceroboh." Malik membanting stir menepikan mobil nya. Dirinya dalam keadaan tidak waras.


"Cepat Rey! Ayuna membutuhkan ku."


"Apa yang terjadi?" Malik menyodrokan ponselnya. Rey yang masih menepikan mobilnya mencoba menghubungi Sandra. Menyalakan pengeras suara agar Malik dan yang lainya bisa mendengar.


Hanum sudah terlelap.


Rey : San.....apa maksud dari pesan Melan, Ayuna pingsan?


Sandra : Bukan nya pesannya kita hapus yah. Ayu baik kok.


Malik : Jangan bercanda Sandra.


Sandra: Ayu sudah baik-baik saja.


Malik : Jadi benar, Ayuna ku pingsan? Kenapa tidak ke rumah sakit? Kenapa kalian biarkan saja?


Sandra: Aku dan Melan bawa Ayu ke klinik di bawah. Ayuna sudah siuman dan tidak mau saat kita mau bawa ke rumah sakit. Aku juga khawatir, tapi Ayu tidak mau. Dia bahkan meminta kita tidak buka suara pada kalian.


Jofan : Cantik, apa semua baik-baik saja.


Sandra : Kita bicara kalau kalian semua sudah sampai. Aku marah.


Malik : San...jadi Ayuna baik-baik saja?!


Sandra : Pulang kalian, jelaskan apa yang terjadi dan aku akan menghajar kalian semua.


Sandra memutuskan sambungan telponnya. Mengatur nafasnya yang sesak karena banyak berteriak meluapkan emosi nya.


"Apa maksud Sandra, Ayuna baik-baik saja kan?" Malik masih tidak menyimak isi luapan kemaran Sandra, dia hanya khawatir pada semestanya.


"Ayuna ok, cepat pasang sabuk pengaman supaya kita bisa memastikan." Adam memasangkan sabuk pengaman agar sahabatnya yang kalut tetap aman.

__ADS_1


__ADS_2