Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Persiapan Pernikahan.


__ADS_3

Kehangatan yang di berikan keluarga Akemi, membuat Shella merasa jauh lebih berharga. Kehangatan itu tak pernah di rasakan. Namun, sekarang justru di raihnya dalam sekejab. Mungkin inilah yang di namakan kesabaran berbuah manis ketika kita tak membalas kejahatan.


Cinta seorang Ibu dan Ayah yang sejak lama di impikan Shella, kini di rasakan dalam dekapan hangat dan penuh cinta kasih melalui Mama Alea dan Papa Javier. Cinta itu merasuk hingga ke dalam sukma. Tuhan begitu baik padanya, hingga kesabaran berbuah manis.


Shella selalu percaya, jika apa yang kita tabur, maka itulah yang akan kita petik. Shella telah menebar kebaikan selama ini, kini dia mulai memetik hasilnya. Tak ada kata yang bisa mewakili perasaan seorang Shella Yolanda saat ini. Bahkan beribu terimakasih kepada Mama Alea dan Papa Javier tak akan pernah habis. Kedua orang tua paruh baya itu membentangkan tangan untuk menerima dan merangkul Shella tanpa syarat. Bahkan keluarga besar keduanya tak mempermasalahkan kehidupan Shella di masa lalu. Bagaimana kisah pilu wanita itu ketika sengaja di titipkan oleh salah satu kerabatnya di Panti Asuhan, mereka semua menerima itu. Tak ada satu pun manusia yang bisa memilih untuk terlahir dari keluarga mana, termasuk Shella. Wanita itu memiliki nasib yang kurang beruntung seperti wanita lainnya. Namun, itu bukanlah merupakan kesialan atau aib yang harus di jauhi atau di tutupi. Melainkan saling merangkul satu sama lain. Saling mengasihi dan menebar cinta, itulah keluarga.


"Shella, apakah kamu sudah siap Nak?" Tanya Mama Alea di tengah-tengah mempersiapkan pernikahan Akemi dan Shella. Akhirnya dua insan yang saling mencintai tapi tak saling mengungkap rasa itu menikah juga. Keduanya mengikat janji sehidup semati di depan para saksi.


Shella yang tak memiliki orang tua atau kerabat, harus di wakili oleh sang penghulu dan Ibu Panti tempat Shella di besarkan. Shella menitikan air mata haru ketika masa yang tak pernah di duganya telah tiba. Selama hidupnya, hari ini hanya ada dalam angan-angan Shella, tak berani untuk bermimpi sekalipun.


"Sudah Ma," jawab Shella akhirnya setelah beberapa saat kemudian. Wanita itu menggunakan kebaya putih, yang mana dulu Mama Alea gunakan. Wanita itu terlihat sangat cantik dan menawan.


Seluruh keluarga telah berkumpul untuk menyaksikan Ijab Qobul antara Akemi dan Shella. Bunda Dina, Ayah Alex, Mami Ayu, dan Papi Andre turut hadir di acara yang sakral tersebut.


Shella berjalan anggun dan di bimbing oleh Mama Alea. Semua mata yang melihat wanita tersebut berdecak kagum padanya, tak terkecuali Akemi. Mata pria itu tak berkedip sama sekali ketika matanya fokus memandang wajah cantik calon istrinya. Pesona wanita itu seolah tak terkalahkan.


Kini tibalah saatnya yang di tunggu-tunggu, dimana Akemi akan mengikrarkan janji suci pernikahan. Shella duduk disisinya, keduanya saling memandang. Debaran jantung keduanya sama-sama berpacu tidak karuan.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Shella Yolanda binti Mahmud dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah cincin berlian di bayar tunai." Dengan satu kali tarikan nafas Akemi mengucapkan kalimat sakral itu, maka jadilah Shella sebagai istrinya yang sah.


"Bagaimana saksi?" Tanya penghulu.


"Sah..." Semua para saksi berteriak mengucapkan kata sah.

__ADS_1


"Alhamdulillah..." Semua orang yang berada di tempat tersebut mengucapkan Hamdalah sebagai rasa syukur atas kelancaran proses pernikahan antara Akemi dan Shella.


Kedua mempelai itu tersenyum bahagia, tetapi canggung pula. Bagaimana tidak, belum apa-apa Akemi sudah mulai berhalusinasi bagaimana dirinya tidur nanti malam. Apakah dia akan seranjang dengan Shella? atau justru tidur terpisah seperti yang di katakan sebelumnya sewaktu masih jadi orang asing? entahlah, yang jelas jantung pria itu sudah mulai dag, dig, dug, ser. 😄


**


Pesta pernikahan itu berjalan dengan lancar dan khidmat. Semua para tamu mengucapkan selamat atas pernikahan dua insan yang saling mencinta, namun tak saling mengungkap rasa itu.


"Wah, akhirnya kamu menikah juga dengan wanita itu. Aku tidak menyangka, jika gerakan mu sangat cepat dari yang aku duga," ucap Delon di sela-sela pesta pernikahan berlangsung. Pria tampan itu menggunakan setelan jas hitam dan di padukan dasi kupu-kupu berwarna putih, menambah kesan ketampanan pria bertubuh tinggi tersebut.


"Aku tidaklah seperti dirimu yang terlalu lama menunda waktu," cibir Akemi penuh percaya diri.


"Itu karena kamu tidak mendukung ku," bantah Delon tak mau kalah.


"Dasar pria menyebalkan, mentang-mentang sudah laku, jadi sombongnya minta ampun!" Gumam Delon, namun masih bisa di dengar oleh Akemi.


"Apa kamu bilang tadi?" Tanya Akemi dingin.


"Hehe, aku tidak bicara apa-apa. Sudahlah, nikmati acara mu. Aku mau makan dulu," tutur Delon berusaha menghindar kemungkinan perdebatan yang akan terjadi antara dirinya dan Akemi.


Di antara para tamu, tampak Mami Ayu dan Papi Andre tengah meminum air putih di tempat yang sama dengan Bunda Dina dan Ayah Alex. Dua pasang suami istri itu tampak sangat akrab. Keakraban keempat nya tak pernah menyurut sedari dulu.


Tak lama Delon mendekati keempatnya untuk berkumpul bersama.

__ADS_1


"Jadi, kapan Delon akan menyusul Akemi?" Tanya Ayah Alex, dan sukses membuat Delon terbatuk-batuk.


"Uhuk, uhuk, uhuk." Baru juga bergabung, Delon harus di suguhkan dengan pertanyaan yang tak di sukai nya.


"Hei, mengapa kamu jadi batuk Nak? apa pertanyaan Om sangat menggangu mu?" Goda Ayah Alex. Pria paruh baya berkacamata itu sengaja menggoda Delon, karena dia tahu betul bagaimana perasaan putra dari sahabatnya itu menyukai Naomi yang merupakan putri dari Papa Javier dan Mama Alea.


"Delon permisi dulu," pamit Delon berusaha untuk menghindari topik yang membuat hati nya jadi melemah. Dia tak ingin membahas pernikahan, karena selalu di tolak oleh gadis pujaan hatinya.


"Lihatlah putramu Ndre, dia sangat malu untuk membahas masalah pernikahan," ucap Ayah Alex.


"Begitulah dia," balas Papi Andre.


"Mengapa kamu tidak lamar saja Naomi untuk Delon?" Tanya Ayah Alex, dan membuat Mami Ayu serta Bunda Dina terkejut secara bersamaan.


"Aku tidak ingin menentukan masa depan putraku Lex, jika dia ingin menikah, maka dia yang akan menentukan sendiri pilihannya," terang Papi Andre.


"Bukankah kamu tahu sendiri Delon menyukai Naomi?" Tanya Alex selanjutnya.


"Aku tahu, tapi aku tidak ingin memaksa Naomi untuk mencintai putraku. Biarkan waktu yang akan mendekatkan mereka. Mungkin saat ini Naomi belum menyadari perasaannya, tapi suatu saat nanti dia akan bisa melihat betapa besar cinta Delon untuknya." Kalimat bijak itu sangat menyentuh hati Mami Ayu. Bagaimana bisa seorang playboy seperti Andre dahulu, kini berubah menjadi pria dewasa yang bijaksana. Mungkin inilah yang di katakan, manusia dewasa seiring bertambahnya usia.


Cinta itu tak bisa di paksakan, dia akan menentukan jalan dan pilihannya sendiri. Cinta tak pernah salah menentukan arahnya ketika ego di turunkan, dan akal berjalan. Cinta itu terlalu murni untuk di salah artikan. Kebanyakan orang memaksakan kehendak demi mencapai sesuatu dan mengatasnamakan cinta, tapi ternyata itu hanya ambisi semata.


Delon memang mencintai Naomi sejak dulu, tetapi dia tak pernah memaksakan kehendaknya pada wanita itu. Bahkan dia rela menunggu bertahun-tahun lamanya. Jika pria itu bisa menunggu sampai sedemikan lamanya, lalu mengapa dia tak bisa menunggu waktu yang tak akan lama lagi? mungkin suatu hari nanti sang waktu akan memberinya kesempatan, agar Naomi menyadari betapa besarnya cinta pria itu terhadap dirinya.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2