Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Episode. 84. Terjatuh.


__ADS_3

Dalam ruangan, Akemi tak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Seluruh isi kepala pria itu di penuhi oleh sosok gadis yang bernama Shella. Matanya yang polos seolah menyimpan sejuta pesona di dalam sana, serta mampu meluluh lantakkan pertahanan seorang Akemi Alexander Gautam. Wajahnya yang sederhana tanpa polesan make up sama sekali, menambah poin kecantikan wanita tersebut.


Jantung Akemi kembali berdegup kencang, seolah ada kobaran api asmara dalam hatinya. Mata hitam pekat Shella seakan mengalihkan dunia pria tersebut. Ada desiran hebat di dalam sana yang mulai meronta. Otaknya tak bekerja sebagai seorang CEO. Namun, naluri kelakian nya beraksi sebagai seorang pria. Ini adalah yang pertama kalinya bagi Akemi. Rasanya sangat aneh dan menggangu.


"Akkkhh--" Akemi berteriak frustasi. Konsentrasi nya terpecah. Dia menarik rambutnya yang pendek, karena isi dalam kepala pria tersebut hanya di penuhi oleh sosok Shella Yolanda. Tubuhnya memang berada di kantor, tetapi jiwanya entah berada dimana. Lalu tiba-tiba saja Shella masuk dalam ruangan nya dengan raut wajah cemas, membuat Akemi sangat terkejut hingga terjatuh dari kursinya.


"Ada apa Tuan? apakah Anda terluka?"


"Ha?"


Bug,


"Aww," pekik Akemi. Wajahnya mulai merah merona karena malu. Ya, Akemi merasa malu karena tiba-tiba saja terjatuh dari kursinya. Entah bagaimana ceritanya sampai pria itu bisa terjatuh, yang jelas dia sudah berada di atas lantai. Sungguh konyol. Pikir Akemi.


Shella berjalan mendekati Akemi yang terjatuh dari balik meja kerjanya. Dia melihat pria itu masih terpental di lantai. Sungguh memalukan. Batin Akemi.


"Anda tidak apa-apa Tuan?" Tanya Shella dengan raut wajah cemas. Sementara Akemi merasa malu yang luar biasa. Namun, bukan Akemi namanya jika tak bisa mengatasi situasi memalukan itu.


"Aku tidak apa-apa, sedang apa kamu disini? mengapa kamu tiba-tiba saja masuk dalam ruangan ku?" Tanya Akemi dengan nada suara yang mulai meninggi. Sesungguhnya dia tidak ingin membentak Shella, tetapi karena pria itu merasa malu, dan untuk menutupi rasa malu itu akhirnya Akemi membentak Shella.

__ADS_1


"maafkan saya Tuan, saya masuk dalam ruangan Anda karena tadi saya mendengar Anda berteriak. Jadi saya pikir Anda terluka." Jawaban Shella membuat Akemi tersipu malu. Dia menarik sudut bibirnya membentuk senyuman disana. Namun, senyuman itu tak terlihat oleh Shella. Wanita itu menundukkan kepalanya merasa takut pada Akemi.


"Ehem, apakah kamu baru saja mencemaskan aku?" Tanya Akemi dengan penuh percaya diri. Shella yang mendengar pertanyaan itu, sontak mengangkat kepalanya. Dia membantah pernyataan pria tersebut.


"Bukan begitu Tuan, tadi saya hanya--" belum selesai Shella menjelaskan alasannya, Akemi sudah memotong kalimat wanita tersebut.


"Lalu sedang apa kamu disini?" Bentak Akemi. Pria itu merasa kecewa karena ternyata Shella tidak mengkhawatirkan dirinya. Kamu terlalu berharap Akemi.


"Maafkan saya Tuan," sesal Shella. Mata wanita itu mulai berkaca-kaca. Dia tak pernah di bentak oleh seorang pria sebelumnya. Jika ada yang membentak dirinya, maka itu adalah Ibu Risma. Bahkan sewaktu masih di Panti Asuhan, Shella menjadi anak kesayangan semua penghuni Panti. Perawakannya yang sederhana dan suka menolong tanpa pamrih, membuat semua orang merasa terpesona oleh nya, tak terkecuali sahabatnya yang bernama Ibrahim.


Shella meremas jemarinya, karena merasa gugup sekaligus takut. Ya, Shella takut terhadap Akemi yang terlihat sangat dingin.


Akemi mulai menyadari sikap nya yang keterlaluan. Dia ingin meminta maaf, tetapi pria itu tak pandai dalam urusan perasaan. Ada rasa penyesalan dalam hati Akemi. Dia merasa kasihan karena Shella menjadi ketakutan. Dasar pria bodoh. Umpat Akemi pada dirinya sendiri.


"Baik Tuan," jawab Shella masih dengan kepala tertunduk. Akemi melihat punggung Shella hingga hilang dari pandangan nya.


Akhirnya Akemi mengembuskan nafas lega, seolah beban terangkat dari pundaknya. Berada di dekat Shella membuat jantung pria itu bekerja keras. Dia butuh oksigen untuk memasok udara dalam hati dan tubuhnya.


"Mengapa tadi aku membentak dirinya? dasar payah," umpat Akemi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara di luar ruangan, Shella menumpahkan segala perasaannya. Dia Menangis sejadi-jadinya di balik pintu dengan menutup mulutnya agar tak terdengar oleh Akemi. Wanita itu seakan meratapi nasibnya yang malang. Dia datang ke ibu kota untuk mencari keluarga yang tega menitipkan dirinya di Panti Asuhan. Namun, setelah bertemu, mereka tak mau menerima dirinya. Di kantor pun Shella di perlakuan tak adil oleh Bu Risma. Dan sekarang, Shella harus mendapatkan amarah dari CEO Perusahaan tempat dia bekerja. Ternyata menunjukkan rasa peduli terhadap sesama, tak mengubah apapun. Pikir Shella.


Wanita itu menyeka air matanya, lalu kemudian pergi dari lantai 27 serta membawa semua alat pembersih nya.


**


Pukul 22.00 Shella keluar dari kantor, dia menunggu ojek untuk pulang ke tempat dirinya kos. Ya, wanita itu kos dengan berbekal uang hasil penjualan pisang goreng yang di kumpulkan sewaktu masih di Panti Asuhan. Selama bertahun-tahun Shella menjual pisang goreng, hingga akhirnya terkumpul Rupiah demi Rupiah untuk hijrah ke ibu kota.


Selama lima belas menit lamanya Shella menunggu ojek, tetapi tak ada satu pun yang datang. Akhirnya wanita itu berjalan kaki menuju kos.


Dia mulai berjalan menyusuri kota dan menembus gelapnya malam. Hiruk pikuk kendaraan di jalanan tak ada yang memberinya tumpangan. Kendaraan itu lalu lalang dengan santainya. Ada yang balap, ada juga yang memacu dengan kecepatan sedang. Shella hanya mampu menangisi nasibnya yang tak seberuntung orang-orang di luar sana, atau orang yang sedang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia hanyalah gadis miskin yang sengaja datang ke ibu kota dengan tujuan berkumpul bersama keluarga, tetapi justru penolakan yang di dapat nya.


Shella juga sengaja hijrah ke ibu kota untuk mengubah nasib, tetapi justru kemalangan yang di hadapi. Setiap hari Ibu Risma memarahi dirinya yang tak melakukannya kesalahan. Satu yang membuat dirinya merasa beruntung, dia mendapat pekerjaan di Perusahaan besar, kendati hanya sebagai cleaning servis saja. Entah itu bisa di katakan sebuah keberuntungan, atau hanyalah kebetulan semata. Atau justru Tuhan memiliki rencana lain di balik semua peristiwa yang terjadi.


Masih terus menyusuri kota, Shella berjalan di atas trotoar dengan menundukkan kepalanya tanpa melirik kesana kemari, hingga langkahnya terhenti karena menabrak tubuh seseorang.


Bug,


"Aww," pekik Shella seraya memegang dahinya. Dia melihat sepatu pantofel pria. Sepatu itu sepertinya tak asing di mata Shella. Wajah wanita itu mulai terangkat dengan perlahan. Hingga akhirnya dia melihat dengan jelas siapa yang baru saja di tabrak nya barusan. Mata Shella membulat sempurna seolah ingin melompat ke tanah. Bagaimana bisa dia bertemu orang itu lagi? masih terasa segar kekecewaan Shella pada orang tersebut. Namun, dia tak bisa mengungkapkan perasaannya. Shella hanya mampu menahan diri dan memendam semua rasa yang ada.

__ADS_1


Siapa kah orang yang di tabrak Shella barusan? silahkan like dan komen di bawah ya. Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya ya readers.


Happy reading.


__ADS_2