Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 65. Selamat Datang Kembali.


__ADS_3

Kini Alea dan Javier telah sampai di kediaman mereka. Tampak Bi Asih sedang memeluk erat majikannya tersebut dengan haru. Wanita paruh baya itu merasa sangat bahagia karena majikan yang di sayanginya telah kembali.


Puas melepas rindu bersama asisten rumah tangga nya, kini Alea dan Javier membersihkan diri di kamar mandi. Setelah melakukan ritual mandi dan menggunakan piyama, mereka pun duduk berdampingan sambil bersandar di kepala tempat tidur. Tak lupa pula Javier yang selalu memegang tangan Alea dengan agresif seolah ia tidak ingin melepaskan tangan tersebut.


"Ceritakan padaku". Tutur Alea sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suami nya.


"Tentang apa?". Tanya Javier sambil mengusap tangan Alea dan sesekali mengecup puncak kepalanya istrinya tersebut.


"Tentang alasanmu menyuruhku tidur di kamar yang berbeda ketika kita pindah ke rumah ini dan mengatakan jika hal manis yang kamu lakukan selama ini hanyalah sandiwara, bahkan kamu merasa menyesal dan jijik setelah melakukan nya padaku saat itu?". Javier yang mendengar pertanyaan Alea pun sejenak terdiam. Keheningan membaluti kamar mereka untuk beberapa saat, hingga Javier menarik napas berat. Ia harus menceritakan alasan yang sebenarnya pada istrinya tersebut.


"Apa kamu siap mendengar nya?".


"Tentu saja".


"Baiklah".


Javier sejenak mengecup kening Alea dan menggenggam tangan wanita tersebut dengan cukup erat sebelum akhirnya ia menceritakan semuanya.


Bermula dari pernikahan yang sengaja ia buat seolah mengontrak Alea untuk menjadi istrinya, hingga perjodohan yang di lakukan kedua orang tua mereka sebelum keduanya bertemu. Tak lupa pula ia menceritakan jika kedua orang tua mereka meragukan Javier yang mencintai Alea serta pernikahan keduanya yang seolah pria tersebut terpaksa melakukannya, hingga berujung pemasangan CCTV di dalam kamar mereka untuk mengetahui apakah Javier memperlakukan Alea dengan baik atau justru menyakiti wanita tersebut. Hal itu justru membuat Javier berang seolah dirinya adalah penjahat dan melampiaskan kemarahannya pada Alea.


"Tapi bukankah CCTV itu adanya di rumah Papa dan Papi?. Atau ada juga di rumah ini?". Tanya Alea dengan kening berkerut. Ia benar-benar terkejut akan penjelasan Javier. Ternyata kedua orang tua mereka telah membuat Javier merasa seperti seorang penjahat.


"Disini memang tidak ada CCTV, tetapi CCTV berjalan".


"Maksudnya?". Tanya Alea dengan kening yang hampir menyatu.


"Bi Asih. Dialah CCTV berjalan Papa dan Papi".


Alea menutup mulutnya yang terbuka akibat rasa tak percaya nya. Ternyata wanita paruh baya yang selama ini di kasihi nya adalah kaki tangan kedua orang tua mereka.

__ADS_1


"Kalau kamu sudah tau, lalu mengapa kamu tidak memberhentikan dia?".


"Aku bukan pria jahat yang tega memutus rejeki seorang ibu tunggal".


Ya, Biar Asih adalah seorang janda beranak tiga, yang mana ketiga anaknya tersebut di asuh oleh nenek mereka di kampung. Setiap bulan wanita paruh baya tersebut mengirim uang untuk biaya hidup ketiga anaknya dan juga ibu Bi Asih untuk kelangsungan hidup mereka. Bi Asih harus melaporkan apa saja yang di lakukan Javier kepada Alea, sebagai imbalannya, ia akan menerima bayaran sebanyak 10 juta setiap bulan. Hal itu tentu saja membuat Bi Asih mau tidak mau harus menerima tawaran dari majikannya tersebut karena himpitan ekonomi yang semakin meningkat, apa lagi di tengah kondisi Pandemi seperti saat ini.


"Lalu mengapa kamu tidak membiarkan kita tidur bersama saja waktu itu?. Bukankah dengan begitu Papi dan Papa tidak akan meragukan mu lagi?". Tanya Alea. Wanita itu merasa heran dengan keputusan suaminya yang kedengarannya sangat konyol.


" Itulah bodohnya diriku. Aku seperti memiliki kepribadian ganda jika itu menyangkut dirimu. Di satu sisi aku sangat mencintaimu, namun sisi lain aku tidak ingin siapapun itu mengetahui tentang kita. Maafkan aku karena egois terhadap mu". Suara Javier berubah menjadi lirih, pria itu menatap sendu istrinya tersebut.


Alea yang mendengar kejujuran Javier, pun mengecup bibir suaminya itu sejenak lalu kemudian menarik wajahnya dari pria tersebut dan memeluknya dengan erat.


"Kamu tidak salah sepenuhnya. Aku juga salah. Aku mengagumi pria lain selain suamiku. Awalnya aku pikir itu cinta, ternyata itu hanyalah rasa kagum terhadap seseorang karena sikap dewasanya. Tutur sapa nya yang santun membuatku merasakan hal yang berbeda. Namun itu bukanlah cinta. Aku tidak benar-benar mencintai Alex, aku hanya... mencintai mu Javier Alexander Gautam".


Mata Javier membulat sempurna ketika mendengar pengakuan cinta istri nya tersebut. Javier pun menarik tubuh Alea untuk melihat mata wanita tersebut guna mencari kebohongan disana, namun pria tersebut tidak menemukannya. Javier kemudian membenamkan tubuh Alea ke dalam pelukannya kembali dan mencium puncak kepala wanita tersebut berkali-kali. Seolah merasa bersyukur karena ternyata istrinya tersebut membalas cintanya selama ini. Hanya posisinya sebagai wanita yang memiliki ketidakberdayaan untuk mengungkap cinta lebih dulu. Bukankah Javier adalah pria?. Sudah seharusnya seorang pria yang lebih dulu mengungkapkan rasa cintanya. Dasar Javier!. ( Author memarahi Javier dulu ya).😄


Puas memeluk tubuh istrinya dengan erat, kini pria tersebut beralih mencium bibir Alea dengan lembut. Alea yang mendapat ciuman pun menutup matanya guna meresapi ciuman lembut dari suaminya tersebut.


"Ada apa?"


"Aku mengantuk".


"Ha?. Ayolah sayang. Kita bahkan tidak melakukan nya selama dua bulan. Apa kamu tidak mengasihani adik kecilku yang sudah Jontor ini?". Tutur Javier dengan wajah sendu dan menunjuk tubuh bawahnya dengan dagu yang sudah tampak menonjol. Alea yang melihat tubuh bawah suaminya pun menahan tawa sambil berkata,


"Kamu harus belajar menahan gejolak hasrat mulai dari sekarang. Karena setelah aku melahirkan, kita tidak akan melakukannya selama enam bulan". Javier yang mendengar ucapan istrinya pun menatap tak percaya.


"Ha?. Mana bisa begitu?".


"Tentu saja bisa". Kekeuh Alea.

__ADS_1


"Tapi aku bisa mati karena menahan diri untuk tidak menerkam mu". Ucap Javier dengan suara lirih.


"Pakai saja sabun mandi, kan bisa. Hahaha". Alea tak mampu lagi menahan tawanya karena membayangkan suaminya melakukan di kamar mandi dengan menggunakan sabun.


"Awas kamu ya. Ternyata kamu menggodaku".


Javier menggelitik pinggang istrinya itu sehingga Alea tak bisa menghentikan tawanya. Dan kemudian keduanya pun melakukan pergumulan yang selama dua bulan ini aktivitas itu tidak di lakukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Assalamualaikum. Apa kabar Readers yang Budiman yang selalu setia menantikan update dari si Babang tamvan Javier?. Semoga kita semua di lindungi oleh Allah SWT.


Oh ia, setelah ini Author akan menuliskan kisah Dina dan Alex serta Andre dalam novel ini juga ya. Berhubung Alea dan Javier sudah saling mengungkapkan perasaannya masing-masing, jadi sedikit lagi Author akan menamatkan novel ini. Semoga terhibur ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar. Dan jangan lupa like dan vote serta beri bintang juga. Syukron.

__ADS_1


Happy Reading 😊.


*Dede...


__ADS_2