
Mobil Javier memasuki area parkir kantor miliknya bersama Alea. Ya, hari ini pria bertubuh atletis itu mengajak Alea untuk berangkat kantor bersama. Hal itu telah berlangsung selama sebulan terakhir pasca keduanya melakukan hubungan percintaan. Dan semenjak saat itu juga Alea di mintanya tidur seranjang, yang anehnya adalah Javier beralasan jika Alea sengaja menggoda dirinya hingga pria itu menjadi kecanduan. Alasan yang aneh bukan?.
FLASHBACK ON.
Alea mendaratkan tubuhnya di atas sofa tempat dimana biasa ia tidur. Mungkin wanita itu sudah mulai terbiasa dengan tidur di sofa. Sementara Javier baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil. Alea tidak ingin melihat tubuh kekar Javier, karena jika itu terjadi maka Javier akan menggodanya lagi dengan alasan bahwa Alea mengagumi tubuh kekarnya hingga tak berkedip.
Kini Javier telah memakai pakaiannya dengan lengkap. Baju kaos berwarna coklat dan celana pendek berwarna abu-abu, perpaduan warna yang sangat menawan menurut Alea. Namun wanita itu hanya melirik Javier melalui sudut matanya tanpa di sadari oleh suaminya tersebut. Puas melirik Javier, Alea membaringkan tubuhnya di tempat ternyamannya, yaitu sofa.
"Apa kamu sedang menggodaku?". Tanya Javier secara tiba-tiba membuat Alea menoleh padanya dengan tatapan bingung.
"Apa kamu mengatakan sesuatu?". Tanya Alea. Merasa tidak melakukan apa-apa, Alea bertambah bingung manakala Javier melipat tangan ke dada bidangnya sambil menatap Alea dengan tatapan tajam.
"Tidur di ranjang!". Titah Javier dengan nada tak terbantahkan.
"Ck, kali ini apa lagi sih?. Lihat, siapa yang menggoda iman sekarang". Gerutu Alea dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Javier.
"Apa kamu baru saja mengumpat ku?". tanya Javier dengan mata penuh selidik.
"Gak". Jawab Alea malas. Ia terlalu lelah untuk berdebat dengan suaminya tersebut, karena ujung-ujungnya ia tidak akan menang, pria itu terlalu angkuh untuk di kalahkan. Alea terpaksa tidur bersama pria yang di anggap arogan tersebut dengan perasaan kesal. Sedangkan Javier menarik salah satu sudut bibirnya membentuk senyum kemenangan.
Javier mendaratkan tubuhnya di sisi Alea, sementara wanita itu berbaring dengan posisi membelakangi Javier. Karena merasa di abaikan, maka Javier memeluk tubuh Alea dengan agresif hingga wanita itu menggeliat seperti cacing.
'Lihat siapa yang menggoda sekarang?. Bukankah dengan posisi begini dia yang menginginkannya?'. Batin Alea menggerutu.
"Bisa lepas pelukannya gak?". Tanya Alea kesal.
"Siapa suruh membelakangiku?". Jawab Javier tak mau kalah. Pria itu mencium ceruk leher Alea, sengaja meniup dan mencium. Hal itu di lakukan berulang kali hingga Alea merasa jengah dan membalikan badannya untuk melihat pria menyebalkan tersebut.
"Ck, apa kamu tidak bisa diam?!. Tidurlah". Bukannya menuruti keinginan Alea, pria itu justru tersenyum licik seolah memiliki maksud lain. 'Wah, ini sungguh berbahaya'. Alea ingin membalikan badannya untuk kembali membelakangi Javier, namun tangan kekar pria itu mencekalnya.
"Apa kamu sedang menggodaku, em?". Javier sengaja menggunakan intonasi sensual agar Alea tergoda, namun wanita itu justru merasa geli.
"Bukannya kamu yang sedang menggoda imanku sekarang?!". Bentak Alea, wanita itu mulai jengah dengan sikap suaminya yang selalu memojokkan dirinya.
"Hahahaha, jadi kamu merasa tergoda juga?. Iman kamu lemah ya?". Javier sengaja mengejek Alea, alasannya simpel. Pria itu menyukai wajah Alea ketika marah, karena akan mengeluarkan aura kecantikan yang natural.
"Javier, tolong jangan begini". Kali ini suara Alea melemah seolah memohon agar suaminya itu tidak menggodanya terus menerus. Dan sejurus kemudian---
__ADS_1
Cup..
Javier men*um bibir Alea yang sudah menjadi candu baginya. Namun Alea tidak merasa terkejut lagi, karena dua hari lalu setelah percintaan mereka, Javier selalu menatapnya dengan tatapan mendamba seolah ingin menerkam Alea, tatapan itu sama seperti yang di lakukannya saat ini.
Keduanya larut dalam percintaan yang membuncah, hingga pergumulan dua hari yang lalu terulang kembali.
FLASHBACK OFF.
*******
Alea berjalan di sisi kanan Javier, hingga banyak pasang mata yang memerhatikan keduanya. Bukannya seluruh karyawan tidak mengetahui pernikahan CEO mereka bersama sekretarisnya, hanya saja keduanya tidak pernah jalan bersama ketika di kantor ataupun saat makan siang. Bahkan keduanya pun tampak tidak seperti suami dan istri, mereka terlalu profesional.
Alea merasa risih dengan tatapan karyawan lainnya, seperti ingin mengatakan 'Beruntung sekali wanita itu. Kasihan Tuan Javier harus menikahi wanita mata empat itu. Apakah wanita itu menggunakan pelet?'. Begitulah kira-kira yang di katakan oleh mereka.
Entah Javier menyadari tatapan tidak suka karyawannya pada Alea, tiba-tiba pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh pada Alea sejenak, lalu memeluk pinggang wanita berambut coklat itu dengan agresif. Hal itu tentu saja membuat Alea malu dan terkejut. Kedua rasa itu datang secara bersamaan. Ini pertama kalinya Javier menunjukan sikap agresifnya di tempat umum, seolah ingin mengatakan bahwa Alea adalah istrinya.
Javier dan Alea memasuki lift khusus CEO, jadi dalam lift tersebut hanya ada mereka berdua. Alea melepaskan tangan Javier yang melingkar sempurnah di tubuh rampingnya.
"Terimakasih". Tutur Alea. Seolah paham bahwa Javier sengaja melakukan itu untuk menutup mulut karyawan di lobby dengan memamerkan kemesraan keduanya.
"Jangan terlalu percaya diri dulu, aku hanya menjaga citraku saja. Aku tidak melakukannya untukmu". Balas Javier dengan wajah angkuhnya.
******
Dalam ruang kerja Javier, tampak Alex dan Andre sedang menunggu kedatangan Javier. Sejak 30 menit yang lalu kedua pria tampan itu menunggu bos sekaligus sahabat tersebut untuk memberikan laporan perkembangan cabang perusahaan di kota B yang beberapa bulan lalu mengalami masalah.
Alex dan Andre menoleh kearah pintu dimana Javier dan Alea memasuki ruang kerja mereka.
"Wah, tumben lo bareng bini lo. Apa sudah ada perkembangan?". Tanya Andre dengan senyum mengejeknya.
"Bisa gak sambut gue dengan pertanyaan yang lebih berbobot?. Malas tau membahas wanita itu. Gak penting tau gak!".
Prannkkkkkkk.....
Sebuah cangkir jatuh ke lantai hingga pecahan cangkir tersebut berserakan. Alea menjatuhkan cangkir yang berisi kopi untuk Javier. Ya, wanita itu bermaksud mengantarkan kopi untuk bosnya, hal yang biasa di lakukan setiap pagi ketika berada di kantor. Namun Alea menjatuhkan cangkir itu ketika mendengar Javier mengatakan dirinya tidak penting. Entah mengapa rasanya terlalu sakit. Sepuluh menit yang lalu wanita itu mengagumi suaminya yang berusaha melindungi nama baiknya dari pandangan karyawan lain, dan dalam hitungan menit rasa itu hancur. Ya, Javier menghancurkan keyakinan Alea yang awalnya merasa pria itu mulai berubah.
"Maaf, aku akan membersihkannya". Alea tampak salah tingkah melihat ketiga pria itu, dirinya merasa seperti orang bodoh di antara mereka. Mata Alea mulai berkaca-kaca, hatinya merasa hancur ketika suaminya sendiri mengatakan dirinya tidak penting. Kenyataannya hubungan mereka tidak sebaik itu, namun bukankah Alea selalu menghargai suaminya.
__ADS_1
"Awww...". Alea terluka akibat terkena pecahan cangkir. Air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya lolos begitu saja, seolah memiliki alasan untuk menetes di pipi mulus Alea lewat luka di jari wanita tersebut.
"Alea awas!. Kamu gak apa-apa?". Alex meraih tangan Alea untuk melihat luka pada jari tangan wanita itu.
"Kenapa kamu tidak hati-hati?. Sudahlah, biar petugas office saja yang membersihkan". Alex tampak sibuk membersihkan luka Alea, sementara Andre menatap tidak percaya pada sahabatnya tersebut, bukankah ada Javier sebagai suami Alea? Lalu apa yang di lakukan pria itu, ia justru melihat dengan tatapan datar. Sungguh tidak bisa ditebak. Pikir Andre.
"Ehem. Apa sudah selesai?. Tanganmu masih utuh kan?. Bukan terpotong?. Kalau begitu kamu bisa mengobatinya sendiri". Javier berkata dengan wajah yang tidak bisa ditebak oleh Alea dan dua sahabatnya tersebut.
"Kamu kembalilah ke ruangan mu. Nanti petugas office yang membersihkan". Titah Alex dan di ikuti dengan anggukan dari Alea pertanda setuju. Sementara Javier terus menatap Alea yang berlalu pergi hingga menghilang di balik pintu ruangannya.
'Dasar ceroboh'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**TBC.
Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya. Jika kalian menyukai cerita babang tamvan Javier, jangan lupa like dan vote untuk beri sedikit trip ya. Dan follow IG Aku @Suharni.adhe. Terimakasih.
Happy Reading**.
__ADS_1
*Dede...