Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 39. Cari Pintu Lalu Ketuk!.


__ADS_3

Setelah perdebatan yang terjadi antara Javier dan juga Alea di ruang tamu 15 menit yang lalu, Javier tidak memasuki kamarnya. Pria itu justru memasuki kamar Alea dimana istrinya tersebut setiap hari menghabiskan waktunya. Dan Alea di buat bingung akan hal itu.


"Mau sampai kapan kamu berada di kamar ini?". Tanya Alea sambil melipat tangan di dadanya dengan posisi berdiri. Ia masih saja menjaga jarak dari pria itu, takut pertahannya runtuh.


"Sampai aku bosan. Tunggu, apa kamu sedang mengusirku?". Tanya Javier dengan kening berkerut.


"Anggap saja begitu". Jawab Alea sambil berlalu meninggalkan pria yang masih dengan santainya berbaring di atas ranjang miliknya menuju ruang keluarga.


"Hei, kamu mau kemana?". Tanya Javier, namun pertanyaan itu tidak di jawab oleh Alea. Wanita itu dengan santainya meninggalkan suami angkuhnya.


"Sial, aku di tinggal sendiri dalam kamar ini". Gerutu Javier sambil berjalan mengikuti kemana Alea pergi.


*****


Kini keduanya telah sampai di ruang keluarga dan mereka pun mendaratkan tubuhnya di atas kursi sofa sambil berdampingan.


"Kenapa kamu duduk di sampingku?". Tanya Alea heran.


"Apa ada larangan untuk duduk di sini?". Tanya Javier dengan santainya. Ia sengaja ingin menggoda istrinya tersebut dengan selalu berada di dekat wanita tersebut.


Alea memicingkan matanya secara sinis, ia merasa bingung dan kesal pada pria berwatak dingin itu.


Selama 15 menit keduanya diam, tak ada yang membuka suara. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Baik Javier maupun Alea, keduanya tampak canggung. Hingga ajakan Javier membuka percakapan di antar keduanya, ia tampak ingin membuat suasana mencair.


"Al, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?". Pertanyaan Javier berhasil membuat Alea menoleh padanya dengan kening berkerut.


"Hehe, bagaimana?". Lanjutnya kemudian dengan senyum seperti nyengir kuda.


"Aku tidak tertarik". Cetus Alea.


"Ayolah, pasti akan mengasikkan". Rayu Javier dengan suara yang di buat-buat. Alea benar-benar di buat jengah olehnya. Ia ingin meninggalkan pria yang menurutnya sangat menyebalkan itu, namun Javier menahan dirinya dengan menarik salah satu tangan Alea, hingga jarak keduanya sangat dekat dan Alea jatuh dalam pelukan Javier.

__ADS_1


DEG...


Jantung Alea selalu saja setia berdetak dengan kencang untuk Javier. Mungkin pada saat jantung itu tercipta hanya di tujukan untuk pria angkuh tersebut.😁


Javier menyingkirkan anak rambut yang menghalangi mata indah Alea kemudian di selipkan pada bagian belakang telinga istrinya tersebut. Tangan kokoh Javier membelai lembut pipi wanita yang mulai di rindukannya itu lalu beralih ke bibir. Bibir yang bagaikan candu. Alea ingin mengakhiri belaian itu, namun Javier semakin mempererat pelukannya. Tubuh wanita itu terkunci, ia tak bisa berbuat apa-apa, hingga nafasnya pun tertahan. Berada di dekat Javier seperti ia kehilangan oksigen, memacu adrenalin wanita cantik tersebut.


Jarak keduanya sangat dekat. Ingin rasanya Javier menjamah wanita itu dan meraihnya dengan rakus. Ada hasrat untuk melanjutkan aktivitas c*umannya bersama Alea yang sempat tertunda akibat dari kedatangan sahabatnya Alex. Alea memejamkan matanya, dan hal itu berhasil membuat Javier tertantang. Tubuh bagian bawah pria itu mulai bereaksi, jarak yang tersisa hanya sekitar 3 Senti saja, Hinga akhirnya...


"Permis Tuan, ada Nyonya besar".


"Oh shit". Javier mengumpati orang yang menggangu aktivitas ciumannya untuk yang kedua kalinya. Javier pun melepas Alea dari pelukannya hingga Alea menghembuskan napas lega yang sedari tadi di tahan sambil memegang dadanya.


"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk?". Javier memarahi asisten rumah tangga nya. Ya, sudah dua kali asisten rumah tangga Javier yang bernama Bi Asih itu membuyarkan konsentrasi pria bertubuh kekar tersebut.


"Tapi disini tidak ada pintu Tuan". Jawab polos Bi Asih. Ia bingung harus mengetuk pintu dimana, sementara Tuan nya tersebut berada di ruangan keluarga yang mana posisi ruang itu berada di tengah yang di kelilingi kursi sofa dan pernak pernik serta TV berukuran 52 inci. Ruangan yang cukup luas dan tidak memiliki daun pintu karena terhubung dengan ruang tamu namun jaraknya yang cukup jauh.


"Kalau tidak ada pintu, maka cari pintu itu lalu ketuk!". Jawab Javier dengan penuh emosional dan nafas yang memburuh. Ia di buat marah hingga dua kali gagal menjamah wanitanya. Sementara Alea hanya diam menyaksikan suami dan asisten rumah tangga yang sedang berdebat.


"Maafkan saya Tuan". Bi Asih merasa bersalah dan takut pada Javier, wanita paruh baya itu lalu meninggalkan Tuannya yang masih dalam keadaan emosional.


"Mami, apa kabar?". Alea mencium punggung tangan ibu mertuanya tersebut sebelum akhirnya ia berdiri.


"Baik sayang. Kamu apa kabar Nak?".


"Baik Mi". Balas Alea.


"Ini kenapa wajah jadi kecut gitu sih?". Tanya wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu pada putra semata wayangnya.


"Ini lagi Mami, ngapain sih kesini Mi?. Ganggu aja!". Javier merasa apes hari ini. Bagaimana tidak, dua kali ia gagal mencium istrinya. Hari yang sial.😄


"Loh, kok jadi Mami yang salah sih?".

__ADS_1


"Jadi yang salah itu siapa?. Javier, gitu?". Tanya Javier dengan ketus tapi masih dengan kesopanan nya.


"Mami tu kesini mau menjenguk menantu Mami tau. Mami kangen loh sama Alea". Jawab Mami Javier dengan wajah sendu membuat Javier merasa bersalah karena sudah menyalahkan wanita yang telah melahirkannya itu menggangu dirinya dan Alea.


"Ah, maafkan Javier Mi. Tadi Javier hanya---"


"Mau transaksi air liur?".


"Uhuk---uhuk---". Ucapan Mami Javier membuat Alea tersedak air liurnya sendiri. Ia merasa malu karena ternyata wanita paruh baya tersebut mengetahui niat Javier yang ingin mencium dirinya.


"Kalo Mami tau terus ngapain Mami masuk kesini?". Tanya Javier dengan suara kekesalan yang di buat-buat.


"Dasar pria tidak tau malu. Kalau mau cium istri tu di kamar, bukan di tempat terbuka begini". Jawab Mami Javier sambil menarik kuping putranya.


"Awww, sakit Mi". Gerutu Javier dengan suara manja yang di buat-buat. Javier memang seorang putra yang berhati dingin, namun ia sangat menyayangi wanita yang telah melahirkan nya itu dengan sepenuh hati. Sementara wajah Alea bersemu merah akibat percakapan orang tua dan anak tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC.


__ADS_2