
Di sebuah kave dimana terdapat dua wanita cantik, satu wanita menggunakan pakaian kerja yang berbalut jas putih selayaknya dokter, dan satu wanitanya lagi menggunakan kemeja santai yang berbalut blazer berwarna biru langit. Kedua wanita itu tampak menikmati makan siang favorit mereka. Seolah ingin melepaskan rindu, keduanya pun tertawa sambil bercengkrama. Namun rasa bahagia itu perlahan menyurut kala sebuah pertanyaan mengejek terlontar dari Dina sahabat Alea. Ya, kedua wanita itu adalah Dina dan Alea. Mereka baru saja bertemu setelah dua Minggu Dina harus terbang ke luar negeri guna menemui Ibunya yang menetap disana. Bahkan ketika sahabatnya Alea menikah, dia masih berada di negara Adi kuasa tersebut.
"Hahahaha, jadi beneran lo menikah sama bos kura-kura lo itu?. Wah, parah lo". Cibir Dina membuat Alea kesal hingga memajukan bibirnya.
"Is, lo ini. Bikin mood gue hilang aja. Gue juga terpaksa menikah sama dia". Bantah Alea sambil melipat kedua tangannya di dada. Pandangannya kosong kedepan.
"Sama aja kan, toh pernikahan kalian itu sah secara hukum dan agama. Dan status lo sekarang adalah istri dari seorang Javier Alexander. Haha". Balas Dina. Kedua wanita itu tidak henti-hentinya berdebat masalah pernikahan. "Wah, kalo saat itu ada gue, mungkin gue akan memberi lo hadiah lingerie. Haha". Sambungnya kemudian.
"Sialan lo. Lo pikir gue mau tidur sama dia gitu?. Ogah. Lo tau gak, tiap malam dia nyuruh gue tidur di sofa. Sementara dia enak-enakan tidur di kasur. Seumur-umur baru kali ini gue tidur di sofa". Gerutu Alea, seolah ingin meluapkan kekesalannya pada suami angkuhnya itu.
"Haha, lo tenang aja. Kan cuma setahun kalian terikat pernikahan". Alea telah menceritakan pada Dina perihal pernikahan kontrak antara dirinya dan juga bosnya itu yang berlangsung hanya satu tahun.
"Jangankan setahun Din, sehari saja gue rasa tercekik tau gak, serumah dengan pria sombong dan angkuh itu lama-lama bikin gue stroke dini tau gak". Kekesalan Alea tidak menyurutkan Dina untuk terus menggoda sahabatnya itu.
"Ntar lo menikah lagi deh. Kan katanya lo suka kan sama salah satu dari teman suami lo itu?".
"Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi. Haha". Alea menertawakan kekonyolannya, bahkan hingga saat ini dia belum memiliki kekasih, kecuali suami angkuh yang telah di nikahinya selama dua Minggu terakhir ini.
*******
Di kantor, Javier tampak menyelesaikan makan siangnya bersama kedua sahabatnya, Alex dan Andre. Ketiganya memesan makanan secara delivery, karena mereka harus menyelesaikan kerjaan yang mendesak, sementara Alea memilih makan siang di luar.
"Vir, apa lo yakin gak terjadi apa-apa antara lo dan Alea selama dua Minggu ini?". Tanya Andre. Pria itu begitu penasaran akan kondisi rumah tangga bos sekaligus sahabatnya itu.
"Lo pikir gue tertarik sama wanita yang bermata empat?. Gue kan udah bilang, selama ambisi gue belum tercapai maka gue gak akan menikah dulu, gue gak mau Papi membantu urusan gue sama Tuan Handoko, gue mau selesaikan sendiri. Tapi Mami menggagalkan semuanya". Gerutu Javier sambil memakan daging yang telah di potong menjadi empat bagian.
"Tapi kan lo udah punya perusahaan sendiri Vir, lo juga udah sukses. Siapa yang tidak mengenal seorang Javier Alexander Gautam?. Seorang pengusaha muda dan bertalenta, di segani oleh banyak pengusaha lainnya dan banyak pula yang mengejar dirinya untuk menjalin kerjasama. Jadi, impian yang mana lagi yang belum lo capai ha?". Terang Alex panjang lebar. Pria itu berusaha untuk memberi penjelasan pada sahabatnya tersebut agar tidak egois dan ambisius.
__ADS_1
"Impian gue masih selangkah lagi Lex, urusan gue sama Tuan Handoko baru saja di mulai. Bahkan kami baru dua bulan ini menjalin kerjasama. Dan lo tau sendirikan, proyek ini sangat besar dan akan memakan waktu yang cukup lama. Itu artinya gue gak mau main-main dengan orang-orang yang tidak begitu penting terutama wanita. Apa lagi Alea, bagiku dia hanyalah wanita cerdas yang bisa gue manfaatin otak cerdasnya untuk kepentingan gue". Javier berkata dengan angkuhnya, tanpa di sadari ada seorang wanita yang mendengar percakapan ketiganya. Dia adalah Alea. Wanita itu telah selesai makan siang bersama sahabatnya Dina. Alea merasa hatinya tercubit kala mendengar ucapan Javier. Ada rasa kecewa dalam hati Wanita berkacamata itu. Entah kenapa tiba-tiba saja hati wanita itu merasa sakit ketika mendengar ucapan pria yang telah menjadi suaminya tersebut. Dan tak di duga setetes air mata lolos tanpa permisi di pipi mulus Alea.
'Ah, mengapa aku harus menangis?. Yang dikatakan Javier benar. Dia tidak mencintaiku dan dia menikahiku karena suatu tujuan. Tapi kenapa rasanya sangat sakit?. Bahkan aku pun tidak mencintai dia, lalu kenapa---. Ah, tidak-tidak, aku harus tetap tenang". Alea bermonolog dalam hati. Dia merasa ada kepedihan dalam hatinya. Namun rasa itu di tepisnya jauh-jauh. Wanita itu menyeka air mata yang sempat lolos tanpa permisi. Dia mengetuk pintu ruangan bosnya tersebut.
Tok...Tok...
CEKLEK...
Pintu terbuka dan Alea memasuki ruangan bos sekaligus suaminya tersebut dengan wajah datar.
"Sudah selesai makan siangnya?. Kenapa lama sekali?". Bentak Javier, namun Alea tidak menjawab ataupun merespon sikap dari pria yang kini telah menjadi suaminya tersebut, dia justru duduk di samping Alex dengan santainya.
"Tuan Alex, apakah tidak ada kesalahan dari data yang saya buat?. Mohon Tuan koreksi jika ada kesalahan". Tutur Alea, wanita itu tampak mengacuhkan bosnya dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ah, saya rasa tidak ada kesalahan Nona Alea. Anda cukup cerdas untuk melakukan kesalahan". Balas Alex dengan senyum penuh kehangatan. Alea sejenak terpaku pada senyuman Alex, hingga suara deheman menyentakan dirinya dari lamunan.
Alea kembali mengalihkan pandangannya pada Alex. Wanita itu lebih nyaman ketika berbicara pada pria yang diam-diam di cintainya tersebut.
"Tuan Alex. Jika memang masih ada kesalahan dalam laporan lainnya, mohon Tuan koreksi, agar seseorang tidak merasa terganggu". Alea sengaja menyindir Javier dengan memicingkan matanya pada pria itu, dan berlalu meninggalkan ketiga pria tersebut. Sementara Javier membalas tatapan Alea dengan sangat tajam.
'Wanita ini sengaja mengacuhkan ku. Awas saja nanti kalau pulang, aku kerjain kamu'. Gumam Javier dalam hati. Sementara Alex dan juga Andre tampak tersenyum menyaksikan dua pasangan suami istri yang seperti kucing dan tikus.
"Wah, sepertinya kalian memang di takdirkan satu sama lain. Lihat saja, yang satunya angkuh, dan yang satunya lagi tak mau kalah dalam keangkuhan. Haha". Andre mengejek Javier dan juga Alea, hingga pria yang terkenal dengan sifat playboy nya itu terkena lemparan pena dari bos sekaligus sahabatnya tersebut.
"Sudah bosan Kerja lo ha?". Javier membentak Andre, pria itu merasa tersudutkan dari tingkah kedua sahabatnya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay Readers. Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya. jangan lupa like dan vote untuk memberi sedikit trip. Terimakasih.😊
follow Instagram aku @Suharni.adhe
Happy Reading.😊
*Dede...
__ADS_1