
Setelah terjadi perdebatan kecil antara Javier dan Alea yang membahas tentang skors jatah di kamar, kini akhirnya pasangan suami istri itu serta putra nya yang bernama Aljav berada di rumah sahabatnya Dina dan Alex.
Sesuai dengan ucapan Dina, bahwa ia akan merayakan acara ulang tahun putrinya, Marina. Atau lebih tepatnya ulang bulan, karena putri cantiknya lebih suka merayakan ulang bulan, bukan ulang tahun. Atau itu keinginan Dina yang menginginkan acara ulang tahun putrinya di rayakan setiap bulan sebagai bentuk rasa syukurnya. Dasar Dina, mengatasnamakan putrinya yang bahkan belum fasih dalam berbicara. 😏
"Terimakasih kalian sudah datang. Oh iya, mana Andre dan Ayu?". Tanya Dina pada Javier.
"Aku tidak serumah dengan pasangan yang satu itu". Ucap Javier dengan angkuhnya. Pria itu masih saja tetap dingin, tapi jika berkaitan dengan Alea, maka ia akan bertekuk lutut bagai budak cinta.
"Mentang-mentang sudah hidup bahagia, sahabat pun di lupa". Ucap Andre yang baru saja datang bersama Ayu.
"Aku tidak melupakanmu, hanya saja sedikit bosan melihat mu". Balas Javier.
"Apa kalian masih tetap ingin berdebat?. Aku sudah lapar. Anakku butuh nutrisi". Ucap Alea yang merasa jengah pada tiga pria yang selalu saja berdebat tiap kali bertemu itu.
"Istrimu sungguh kuat makan. Apa rahasianya?". Tanya Andre pada Javier.
"Rahasianya adalah perbanyak stamina mu". Balas Javier dengan penuh kesombongan.
"Apakah kamu benar-benar memiliki bibit unggul hingga Alea hamil anak kembar sekaligus?". Tanya Andre secara sarkatis.
"Memangnya Alea tidur dengan pohon pisang hingga ia tidak bisa mengandung?. Aku ini pria perkasa. Kamu harus belajar banyak dariku. Jangan hanya pandai mengoleksi wanita". Ucapan Javier mendapat balasan tatapan tajam dari Ayu dan juga Andre. pasangan suami-istri itu kompak menatap si angkuh Javier dengan tatapan membunuh. Sementara Alex hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah cukup debatnya. Ayo kita makan dulu". Ucap Alex kemudian, menghentikan perdebatan tadi.
****
Di ruang makan, tiga pasang manusia tengah asik menikmati makanan mereka dan di temani dua anak kecil yang berusia 3 tahun dan 1 tahun lebih, yakni Aljav dan juga Marina. Tak ada tamu lainnya karena ini merupakan acara reuni antara tiga sahabat yang bertemakan ulang bulan Marina.
Ayu yang merasa pusing pun memuntahkan semua makanan yang baru saja di makannya. Membuat semua orang yang ada di ruangan itu merasa heran.
Hoe... Hoe... Hoe...
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?". Tanya Andre yang sudah berada di kamar mandi menyusul Ayu dan menepuk pelan belakang istrinya itu.
"Aku gak tau mas, mungkin masuk angin". Balas Ayu.
"Apa sudah mendingan?". Tanya Andre yang masih tetap setia mengelus belakang istrinya itu.
"Sudah". Ayu dan Andre pun meninggalkan toilet menuju ruang dimana para sahabatnya berada.
"Ayu, apa kamu baik-baik saja?". Tanya Dina.
"Aku baik-baik saja. Entah mengapa aku tidak suka aroma makanan ini". Balas Ayu. Alea dan Dina pun saling menatap lalu beralih melihat sahabatnya itu kembali.
"Biar aku periksa. Ayo ikut aku". Dina yang berprofesi sebagai dokter kandungan pun memeriksa Ayu, sementara Andre tampak cemas, sedangkan Javier dan juga Alex tampak menguatkan sahabatnya itu.
"Kamu tenang saja. Mungkin Ayu hanya masuk angin". Tutur Alex.
"Kamu gak kasi racun kan dalam makanan tadi, Lex?". Timpal Javier yang sontak mendapat tatapan tajam dari Alex. Pria angkuh itu pun mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
Tak lama setelah itu muncullah Dina, Alea dan juga Ayu dengan senyuman yang merekah.
"Wah, ternyata Ayu tidak benar-benar tidur dengan pohon pisang, tetapi dengan ular berbisa hingga membuahkan hasil". Ucap Javier dengan nada mengejek pada Andre. Andre yang sedari tadi di buat kesal oleh sahabatnya itu pun membalas dengan berkata,
"Aku bahkan lebih perkasa di bandingkan dirimu yang suka main paksa hingga berakhir di kamar mandi pakai sabun mandi".
Skak mati...
Javier tidak mampu berkata lagi. Kabar mengenai ia pernah bermain di kamar mandi karena memendam hasratnya pada Alea dulu telah di ketahui oleh Andre dan di jadikan senjata ampuh untuk membungkam mulut bar-bar Javier.
"Hahahaha. Itu balasan buat orang yang suka usil". Alex menertawakan Javier yang masih tetap tak bergeming.
Sementara Alea hanya tersenyum melihat tiga pria yang hampir memiliki sifat usil yang sama itu.
__ADS_1
****
Setelah acara reuni usai, kini Alea dan Javier telah kembali ke rumah mereka. Aljav yang sudah tak bisa menahan kantuk pun akhirnya tertidur pulas di mobil sewaktu mereka pulang tadi.
"Sayang, apa benar aku di skors malam ini?". Tanya Javier ragu-ragu namun tangannya memutar-mutar kancing baju Alea.
"Apa aku tampak bercanda tadi?". Alea menatap tajam suaminya itu.
"Tapi aku kan sudah minta maaf. Lagi pula itu kan salah Aljav. Aku tidak melakukan apapun". Ucap Javier dengan wajah memelas berharap di kasihani..
"Aku mengantuk". Balas Alea.
"Itu artinya aku tidak di skors lagi kan?". Tanya Javier antusias.
"Kata siapa?. Kamu belum mmmmm---". Javier ******* bibir Alea tanpa memberi aba-aba apalagi menunggu izin dari wanita cantik itu. Alea yang tampak pasrah pun membalas pertukaran air liur itu tanpa menolak.
Masih terus bertukar air liur, hingga turun ke lahan kebun Alea yang memiliki larva panas. Dan pergumulan panjang pun terjadi di antar keduanya.
'Huh, memuaskan'. Javier.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC.