
Dina yang melihat penyesalan pada diri Alex, kini hatinya mulai menghangat, ada rasa percaya yang terbersit dalam benak wanita itu. Ternyata selama ini dirinya cuma salah paham. Ya, salah paham yang memakan waktu bertahun-tahun.
"Lihat aku. Apa kamu bisa melihat kebencian di mataku untukmu?". Dina menangkup wajah Alex untuk melihat matanya, dan Alex yang sedari tadi tertunduk penuh sesal dan berurai air mata kini melihat mata Dina dan mencari kebencian di mata berwarna coklat itu, namun tak menemukannya. Alex menggelengkan kepalanya,
"Apa kamu bisa melihat cinta di mataku?. Cinta yang sama sejak dulu".
Alex menganggukkan kepalanya, dan Dina pun tersenyum lalu kemudian mengecup pipi pria itu. Alex yang beberapa saat tak menyadari adanya ciuman Dina kini kesadarannya kembali, hingga ia memeluk erat tubuh wanita itu seolah tidak ingin melepasnya lagi.
"Terimakasih sayang, terimakasih. Aku kehabisan kata-kata untuk mewakili perasaan bahagia ku. Tapi terimakasih sungguh terimakasih. Aku mencintaimu sayang".
Alex mencium wajah Dina secara bertubi-tubi hingga ciuman itu beralih ke bibir. Namun ciuman itu tidak berlangsung lama karena Javier sengaja mengganggu suasana romantis keduanya.
"Bibir siapa yang lebih tebal, em?". Tutur Javier sambil melipat kedua tangannya di dada dan hal itu sontak saja membuat Dina mendorong tubuh Alex hingga hampir saja terjatuh dari kursi.
"Apa kamu tidak bisa membiarkan aku merasakan bahagia juga?". Tutur Alex dengan kesal.
"Cie... yang baru saja baikan. Lihat tuh wajah berubah jadi merona". Alea yang berada di samping Javier pun ikut berbicara guna ingin menggoda sahabatnya itu.
"Duh romantis nya...". lanjutnya kemudian.
__ADS_1
"Tapi kita lebih romantis loh sayang. Gak kalah dari mereka. Apa lagi aku, aku yang paling romantis disini". Sifat angkuh Javier mulai kumat lagi hingga Alea memutar bola matanya merasa jengah.
"Din. Kalian harus menikah kembali. Karena menurut agama telah jatuh talak satu padamu karena perpisahan yang memakan waktu cukup lama". Mendengar ucapan Alea, Dina pun beralih melihat Alex. Dan Alex cuma tersenyum,
"Kita akan menikah kembali sayang. Kali ini pernikahan kita akan benar-benar resmi di depan ibu dan Ayah. Aku akan mengganti kesalahanku yang dulu dengan kebahagiaan". Alex mencium kening Dina dengan perasaan bahagia.
"Ya sudah, kalian mau bermalam disini atau mau pulang?. Aku mau mengajak istri ku bermain-main di dalam kamar". Tutur Javier tanpa tahu malu membuat Alea memelototi suaminya itu dengan tajam. Bagaimana bisa ada pria mesum seperti Javier yang tidak mengenal waktu dan orang lain di sekitarnya.
"Sayang ayo kita pulang. Kita harus menyiapkan pernikahan kita. Nanti ada orang yang merasa permainannya terganggu hingga berakhir di kamar mandi lagi". Alex tersenyum mengejek pada Javier. Namun bukan Javier namanya jika ia tidak bisa membalas perkataan sahabatnya itu.
"Permainan gue selalu lolos dan gol. Gak berakhir di kamar mandi lagi. Tuh buktinya hasil karya gue sudah membesar di perut Alea. Itu tandanya gue perkasa. Dan yang paling penting, aku berhasil membuat Alea... mendesah".
Dina dan Alex yang menyadari rona merah di wajah Alea pun memilih undur diri dan meninggalkan dua pasang suami istri yang menurutnya sangat konyol itu.
"Apa kamu gak bisa mesum dalam sehari saja?. Aku malu tau!".
"Tapi kamu suka kan?". Javier sungguh pria beruntung yang mampu meruntuhkan pertahanan Alea dengan segala tingkah konyolnya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
Hay Readers. Sedikit lagi novel ini Author mau tamatin. Jangan lupa like dan vote serta beri bintang juga ya. Terimakasih.
Happy Reading 😊
__ADS_1
*Dede...