
Perasaan bersalah bersarang dalam hati dan benakku. Mungkin aku harus belajar meminta maaf terlebih dahulu dengan mengenyampingkan ego ku. Alea sudah berbuat banyak untuk ku. Aku dulu tidak pernah meminta maaf terlebih dulu kepada siapa saja meski aku salah, namun pada Alea?. Aku rela melakukannya. Wanita itu sudah banyak melakukan hal yang membuatku berhasil. Dari aku memenangkan tender besar, menghangatnya sikap dinginku meski dia tak menyadarinya, dan rasa cinta yang aku kubur dalam-dalam untuk seorang wanita telah bangkit dengan sendirinya tanpa permisi. Yah, hanya Alea yang mampu membuat emosiku naik turun.
Alea pulang kantor terlebih dahulu. Dia memang tidak pernah mau satu mobil denganku, entah itu membuatnya terganggu atau apalah, yang jelas aku tidak mau memaksanya setiap kali berangkat kerja. Mungkin dengan membuat ia melakukan hal yang di inginkan nya akan membuka hatinya untukku.
Aku telah tiba di rumah kedua orang tua ku dimana kami memang masih tinggal disana, alasannya karena Mami yang meminta, dan sebagai anak yang baik aku tidak ingin membantah keinginan Kanjeng Mamiku itu.
Aku membuka pintu kamar dan mendapati Alea sedang tertidur pulas di atas tempat tidurku. Ini pertama kalinya wanita itu membaringkan tubuhnya di tempat biasa aku tidur. Napas Alea bergerak teratur, wajahnya sangat cantik dan tenang jika aku melihat dia tertidur pulas seperti ini. Aku tidak ingin menggangu tidurnya, mungkin dia lelah. Jadi aku putuskan untuk masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah dia bangun aku akan meminta maaf padanya atas apa yang telah aku lakukan tadi pagi di kantor. Pikirku.
15 menit kemudian aku telah selesai dengan ritual mandi ku. Tubuhku terasa segar karena guyuran air hangat. Otakku mulai bekerja hingga aku menoleh ke tempat tidur dimana Alea masih saja dengan tidur pulas nya yang setia. Aku mendekati wanita itu dan tersenyum menatap wajahnya yang polos. Tanganku tanpa permisi mengelus pipi mulus Alea, dan beralih ke bibir nya. Aku membayangkan mengecup bibir itu dan ********** dengan lembut. Fantasi ku mulai bekerja lagi, hingga aku sadar jika Alea menggeliat, mungkin dia merasa terganggu dengan sentuhan ku pada kulitnya.
Aku menuju ruang ganti guna mengenakan pakaian ku, laku aku mendaratkan tubuh ku di atas sofa tempat biasa Alea tidur. Aku memeriksa Email yang masuk dari cabang perusahaan di kota B. Namun perhatianku teralihkan manakala suara dengungan memenuhi telingaku.
"Mmmmm---".
Ternyata Alea sudah bangun. Aku masih terus menyaksikan wanita itu untuk melakukan aktivitas selanjutnya sambil melipat tangan ke dadaku.
"Aaaaaakkkk---".
Alea sangat kaget melihatku yang sedari tadi memperhatikan dirinya. Tampaknya dia sangat ketakutan dengan tatapan datar ku. Atau mungkin dia masih merasa kesal akan sikapku di kantor tadi. Entahlah, yang jelas wajahnya cukup tegang.
"Apa kamu sangat menikmati tempat tidur itu?". Aku bertanya dengan wajah datar. Mendapat pertanyaan dariku Alea merasa bersalah karena menggunakan tempat tidurku tanpa izin. Dia meminta maaf dan bersiap-siap akan membereskan tempat tidur yang sedikit berantakan. Namun aktivitas nya itu terhenti ketika aku meminta maaf padanya dan mengungkapkan rasa bersalahku sekaligus berterimakasih padanya atas apa yang sudah aku lakukan di kantor tadi pagi. Namun wanita itu tidak menerima begitu saja permintaan maaf ku, dia justru meragukan ketulusanku, hingga aku merasa malu. Jujur saja aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Meminta maaf?. Cih!. Seorang Javier Alexander meminta maaf pada seorang wanita?. Alea... kamu mampu mengalihkan duniaku. Jika bukan karena saham naik hingga 75% mungkin aku tidak akan pernah belajar untuk meminta maaf.
Aku menarik napas ku dalam-dalam dan menghembuskannya, hingga aku memberanikan diri mengungkapkan permintaan maaf ku dengan tulus. Tapi sekali lagi Alea enggan untuk memaafkanku, namun anehnya wanita itu tersenyum. Aku jadi menyadari sesuatu, ternyata Alea hanya mengerjai ku saja. Tampaknya dia sudah memaafkanku. Aku tersenyum menyeringai. Aku akan membalikkan permainan. pikirku.
__ADS_1
Aku meraih pinggang Alea dan memeluknya dengan erat hingga jarak di antara kami sangatlah dekat. Aku bisa merasakan detakan jantung Alea saat itu.
DEG... DEG... DEG...
Aku ingin tersenyum mendengar detakan jantung Alea yang mulai tidak karuan, namun sebisa mungkin aku menahannya. Aku masih ingin bermain-main dengan istriku polos ku.
"Apa kamu sengaja, em?". Tanyaku dengan suara sensual yang sengaja aku buat. Kelihatannya Alea kurang nyaman dengan posisi kami, namun bukannya merenggangkan pelukan, aku justru mengeratkan pelukan itu dan mengunci tubuhnya, hingga Alea tidak dapat berkutik.
Aku mengelus wajah cantik istriku dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan tersebut. Helusan halus itu perlahan berpindah ke bibir ranum Alea. Yah, bibir yang selama ini aku inginkan, namun hanya bisa aku sentuh dalam halusinasi ku saja. Tapi kali ini, aku ingin meluapkan segala hasrat yang selama tiga bulan terpendam di masa pernikahan kami.
Aku mulai mencium bibir Alea dengan lembut. Mungkin Alea merasa terkejut atas tindakanku ini, tapi aku tidak perduli, saat ini yang aku inginkan adalah menyatukan tubuh kami hingga meleburkan segala rasa yang aku pendam. Ci*man itu berubah menuntut adanya balasan, hingga aku menggigit bibir bawah Alea agar dia mau membalas ku. Ba' gayung bersambut, Alea membuka bibirnya hingga lidahku leluasa mengabsen setiap benda yang ada didalam sana.
Bibir kami saling bertautan, hingga ingin rasanya aku menuntaskan segala hasrat yang meronta-ronta dalam tubuhku. Ya, suhu tubuhku berubah menjadi panas akibat gairah yang sengaja aku ciptakan. Aku menuntut untuk melakukan lebih dari ini, aku ingin menuntaskan segala fantasi liar ku menjadi nyata, hingga aku mendengar suara desahan keluar dari mulut Alea.
"Mmmmm---".
Aku semakin bersemangat ingin berpacu, hingga pergumulan terjadi di antara kami berdua untuk pertama kalinya. Ternyata melakukan secara nyata rasanya lebih nikmat di bandingkan harus berfantasi dan berujung di kamar mandi bersama sabun.😄😄
'I love you Alea'.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
Hay Readers. Klimaksnya sudah mulai tertuang ya. Jangan lupa like dan komen serta vote juga. Terimakasih.
Happy Reading 😊.
*Dede...
__ADS_1