Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 26. Kekecewaan Alea.


__ADS_3

Setelah perdebatan yang terjadi antara Javier dan Alea, keduanya tampak saling diam. Namun mereka tetap bekerja secara profesional. Alea tetap dengan tugasnya sebagai sekretaris, pun Javier demikian. Javier di sibukkan dengan proyek besar bersama Tuan Handoko hingga harus bolak balik ke luar negeri, bahkan Alea turut andil dalam hal itu. Namun tidak membuat keduanya semakin dekat. Javier tetap dengan sikap ambisiusnya, membuat Alea merasa kesal. Bagaimana tidak, bos yang berstatus sebagai suaminya itu masih tetap semena-mena memperlakukan Alea. Wanita berusia 23 tahun itu bahkan harus mendengarkan setiap ocehan suaminya ketika keuntungan yang di raih belum memenuhi target.


"Apa kamu tidak bisa bekerja dengan baik?. Bukankah itu bagian dari jurusanmu? Lalu untuk apa aku membayarmu jika hasilnya seperti ini?!". Javier meluapkan kemarahannya pada Alea tanpa merasa iba. Pria berambut warna madu itu merasa Alea adalah alasan di balik kesalahan yang terjadi.


"Pak, saya sudah memeriksa semuanya. Dan itu sesuai dengan yang bapak perintahkan. Bahkan keuntungan yang di raih pun sudah mencapai 35%". Alea berusaha menenangkan Javier dengan memberi penjelasan, namun pria itu tidak merasa puas.


"Bukan 35% yang saya inginkan Alea, tetapi minimal 75% keuntungan yang kita raih sekarang. Apa begini caramu bekerja, ha?!". Javier terus saja meluapkan emosi yang tidak bisa di pendam, hingga mata Alea mulai berkaca-kaca. Seumur hidup baru kali ini ia di bentak, sedari kecil Alea selalu di manjakan oleh kedua orangtuanya.


"M-aafkan saya pak. Saya akan berusaha lebih giat lagi". Kali ini hanya kalimat itu yang bisa di ucapakan oleh Alea. Membantah pun percuma, pria itu terlalu angkuh untuk di kalahkan.


"Perbaiki semua kerjaan kamu. Kalau sudah beres semuanya bawah ke ruangan saya secepatnya". Titah Javier dengan nada datar namun penuh penekanan.


"Baik pak, permisi". Alea menyeka air mata yang sempat lolos di pipi mulusnya, namun tidak di sadari oleh Javier. Wanita itu berlalu pergi meninggalkan Javier dengan perasaan takut sekaligus sakit hati.


******


Alea berjalan sambil menundukkan kepalanya, ia tidak melihat kedepan, ia terlalu fokus dengan sakit hatinya pada Javier. Hingga--


Bug..


Alea menabrak tubuh kekar seseorang hingga nyaris terjauh, namun sebuah tangan menahan dengan erat tubuhnya rampingnya.


"Kamu gak apa-apa Al?". Tanya Alex. ya, orang itu adalah Alex. Pria berhati lembut dan bertutur hangat setiap kali bertemu Alea.

__ADS_1


"Saya tidak apa-apa". Jawab Alea sambil menundukan kepalanya. Ia tidak ingin menatap Alex, wanita berambut panjang itu berusaha menyembunyikan wajahnya dari pria yang diam-diam ia cintai tersebut.


"Al, apa kamu menangis?". Tanya Alex. Pria itu memegang kedua bahu Alea untuk memastikan apakah wanita itu benar-benar menangis. "Al, ada apa?. Ceritakan padaku". Sambungnya kemudian. Alea pun menceritakan semuanya, hingga Alex mengeratkan giginya, merasa geram terhadap sikap bos sekaligus sahabatnya tersebut.


"Baiklah. Kamu istirahat saja, biar saya yang mengurus semuanya ya". Tutur Alex dengan penuh kehangatan sambil mengusap pucuk kepala Alea dengan lembut. Alea pun menganggukan kepalnya pertanda setuju.


Kini Alex telah memasuki ruangan Javier. Pria itu menatap tidak percaya pada bosnya yang tampak seolah tidak terjadi apa-apa.


"Vir, apa yang kamu lakukan pada Alea?. Kenapa kamu memarahinya?". Tanya Alex dengan suara sedikit geram.


"Wanita itu melakukan kesalahan. Lalu apa yang kamu harapkan?. Berharap aku memuji kesalahannya?". Tutur Javier dengan datar namun penuh keangkuhan di wajah tampannya.


"Vir, Alea tidak melakukan kesalahan. Kenapa kamu selalu saja menjadikan wanita itu sebagi objek pelampiasan kemarahanmu?. Dia tidak tau menahu mengenai ambisimu itu". Kali ini intonasi suara Alex mulai meninggi, dia begitu geram dengan sikap Javier yang di anggapnya keterlaluan. Namun Javier tidak menjawab kata-kata Alex. Dia masih dengan pendiriannya menyalahkan Alea.


"Sebaiknya kamu pikirkan apa yang harus kamu lakukan sebagai lelaki". Lanjutnya kemudian sebelumnya beberapa menit keduanya diam. Pria bermata ba' kacang kenari itu menegaskan setiap kalimatnya dan berlalu meninggalkan Javier dalam ruangan, entah apa yang di pikirkan oleh pria itu. Dia meraih map berwarna biru yang di berikan oleh Alex tadi. Dan betapa terkejutnya Javier melihat nominal yang tertera pada laporan itu.


"Yes, akhirnya aku berhasil". Javier bergumam ria, seolah melupakan kemarahannya yang tadi di luapkan kepada Alea.


"Apa aku harus meminta maaf pada Alea?". Javier bermonolog sambil menatap wanita yang berada di sebrang ruangnya melalui kaca pembatas. Ada sedikit rasa bersalah pada wanita yang telah di nikahinya tersebut. Namun sikap angkuh masih tetap setia bersarang dalam dirinya.


"Ah, aku kan tidak menyuruh dia untuk memperbaiki kesalahanku. Nanti saja aku pikirkan mengenai Alea". Lanjutnya lagi. Javier kembali menatap map berwarna biru tersebut sambil tersenyum bahagia.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa follow IG aku @Suharni.adhe.


Happy Reading 😊

__ADS_1


*Dede...


__ADS_2