Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Mengantar Makanan. (Membulatkan Tekad)


__ADS_3

Shella POV.


Terlalu lama aku membuat suamiku menunggu jawaban atas cintanya. Aku memendam rasaku terlalu jauh. Aku tahu Akemi bisa merasakan cintaku, dan dia juga tahu seberapa besar aku mencintai nya. Namun, terkadang lisan sangat penting dalam sebuah hubungan. Kata-kata tersirat selama ini sudah cukup aku gunakan. Waktunya berhenti untuk memakai kata tersirat itu.


Aku terbuai dalam ketakutan ku yang tak beralasan. Mengapa aku harus takut menghadapi kenyataan ketika aku tahu tak melakukan kesalahan? selama ini aku selalu berhasil menerobos tiap ketakutan di luar sana selama bertahun-tahun. Lalu mengapa aku harus kembali takut hanya karena adanya ancaman yang tak beralasan?


Aku tidak melakukan apa-apa dengan kepergian Ibrahim. Aku tidak pernah menuntunnya untuk pergi meninggalkan kedua orang tuanya. Tetapi orang tuanya lah yang menjadi alasan, mengapa pria malang itu memutuskan untuk pergi.


Kali ini aku harus membulatkan tekad untuk menyatakan cintaku pada Akemi. Ya, aku harus katakan semuanya sebelum terjadi kesalahpahaman di antara kami.


Akemi adalah pria yang sangat baik, bahkan terlampau baik. Dia sangat patut untuk aku perjuangkan. Aku tak akan merenggangkan genggaman tanganku dari tangannya. Apa lagi melepas tangan itu. Tangan yang selalu membelaiku penuh kasih setiap hari. Tangan yang selalu merangkul ku dalam setiap momen hidup. Tangan yang memungut ku dari pedihnya dunia. Dan tangan itulah yang mengubah statusku menjadi istrinya dalam ikatan suci lewat Ijab Qobul. Lalu bagaimana bisa aku berhenti berjuang di saat setiap hari tangan itu selalu setia menunggu di rumah ini? rumah kami.


Nisa memberiku ancaman yang tak seharusnya. Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Lalu mengapa aku harus takut? apa yang harus Nisa bongkar? bukankah tak ada rahasia di antara aku dan Akemi selama ini? selain Ibrahim. Tapi dia hanyalah pria dari masa laluku. Bahkan Akemi juga memiliki masa lalu dengan kekasihnya dahulu sebelum akhirnya menikahi ku.


Aku akan menceritakan segalanya pada Akemi saat ini juga. Ya, harus. Aku tidak boleh menunda lebih lama lagi.


***


Pagi-pagi sekali suami tercinta ku itu sudah berangkat ke kantor. Dia meninggalkan jejak kecupan hangat di keningku sebelum pergi. Hal yang menjadi kebiasaan suamiku itu. Adakah alasan lain yang membuat ku tak bahagia bila bersamanya? jawaban nya adalah tidak ada. Tak ada alasan bagiku untuk tak bahagia bila berada di sisinya. Bahkan jika kematian mendahuluiku dan memanggil dirinya. Maka aku akan menunggu kematian ku dan menyusul dirinya di sana. Aku tak akan takut mati, karena akan ada dia yang menyambut ku di atas sana.


Seperti yang sudah aku rencanakan. Aku ingin mengungkap kan segala isi hatiku pada Akemi hari ini. Aku akan memasak untuknya dan mengantar kan makanan di kantor spesial untuk dirinya. Lagi pula, selama kami menikah, aku tak pernah membawakan makanan untuk suamiku itu di kantor.


Aku berniat untuk menutup butik hari ini. Masih ada esok hari yang aku gunakan untuk mengais beberapa rejeki. Akemi lebih penting dari apapun itu.

__ADS_1


Akemi menyukai makanan Itali, maka aku akan memasak Risotto. Risotto adalah salah satu makanan Italia yang menggunakan nasi sebagai bahan dasarnya. Masakan yang satu ini berasal dari Piedmont yang mempunyai banyak lahan padi. Risotto terbuat dari beras yang ditumis dengan mentega, bawang bombay dan ditambahkan kaldu dan white wine lalu dimasak hingga cairan habis. Namun, aku tak menggunakan White wine. Karena dalam ajaran agama kami di larang menggunakan Wine.


Sebenarnya Variasi risotto sangat banyak, bisa ditambahkan saffron sehingga warnanya kuning atau tinta cumi sehingga warnanya hitam. Selain itu, ada beberapa versi risotto yang dicampur dengan cream atau susu agar teksturnya lebih creamy. Dan aku memilih membuat Risotto yang di campur cream. Karena Akemi suka rasa makanan yang creamy.


Kemudian aku beralih membuat Ribollita, sup yang populer di Tuscany dan merupakan sup sayuran yang dikentalkan dengan roti, bukan daging. Di Tuscany, ribollita ini menjadi sajian spesial di musim gugur dengan cita rasa sayuran yang memberikan sensasi pedas meski tidak ada daging. Karena aku akan menggugurkan ketakutan ku hari ini, maka aku membuat Ribollita sebagai simbol dari gugurnya rasa takut ku.


"Selesai, aku akan mempersembahkan makanan ini untuk mu sayang. Tunggu aku akan datang," ucapku dengan senyum merekah.


Sejujurnya aku masih malu mengungkapkan cintaku pada Akemi. Tapi ini harus aku lakukan, kami sudah hidup bersama selama enam bulan. Lalu mengapa aku masih saja ragu?


Jantungku mulai berdegup kencang lagi. Oh, indah sekali rasanya cinta ini. Aku mengambil ponselku, dan menghubungi suamiku itu, bahwa aku akan mengantarkan makanan di kantor nanti siang. Dan beruntung suamiku tak sibuk hari ini. Dia cukup sangat antusias menunggu kedatangan ku disana.


"Baiklah, aku siap-siap dulu," tutup ku.


***


Sementara di kantor, wajah Akemi sangat jelas berbahagia. Hatinya berbunga-bunga. Dia seolah sedang menantikan permaisuri idaman hati.


"Apakah kamu akan menyatakan cinta mu padaku hari ini sayang?" Akemi bermonolog sembari tersipu malu.


"Baiklah, aku akan menunggu mu disini, aku mau lihat bagaimana wajahmu yang manis itu malu-malu. Aku sangat tidak sabar menunggu mu sayang." Senyum Akemi tak menyurut sedari tadi. Seperti nya dia sangat bahagia tiada tara. Hingga datanglah sang sahabat karib, Delon.


"Apakah kamu sedang memenangkan lotre sobat?" Tanya Delon yang merasa heran dengan raut wajah Akemi sembari duduk di kursi sofa.

__ADS_1


"Ini lebih dari sekedar memenangkan lotre," jawab Akemi tanpa melihat wajah Delon. Senyum itu masih tetap setia menghiasi wajahnya yang tampan.


"Benarkah?"


"Tentu saja, dan kamu pasti tak akan mengerti," ejek Akemi di penghujung kalimatnya. Delon merasa terpojok.


"Ya, ya, ya, kamu yang lebih memahami segalanya. Karena cintaku selalu tertolak kan? itu kan maksud dari senyum ejekan mu itu?" tutur Delon setengah kesal.


"Nah, itu kamu tahu. Anak pintar," balas Akemi dengan suara yang di buat-buat.


"Is, mengapa pria ini semakin hari semakin menyebalkan sih? apakah pernikahan membuat otak nya condong ke selatan?" gumam Delon, namun masih bisa di dengar oleh Akemi.


"Berhenti mengutukku Delon, tapi aku tak akan menghukum mu. Karena hari ini aku sangat bahagia," ucap Akemi masih dengan senyum merekah.


"Baiklah, sebelum kebahagiaan mu itu berlangsung, sebaiknya kamu singkirkan si wanita bar-bar yang kamu jadikan sekretaris ku itu! dia sungguh mengganggu. Bisa-bisa Naomi berpikir aku tak serius dalam mengejar cintanya," gerutu Delon.


"Dasar payah, justru dengan adanya sekretaris pribadi di sisimu, kamu akan tahu apakah Naomi juga mencintai mu atau tidak? begitu saja tidak paham! bagaimana kamu akan menjaga Naomi nanti," cibir Akemi.


Ya, Akemi sengaja merekrut sekretaris pribadi untuk Delon untuk memancing kecemburuan Naomi. Dengan begitu, Delon akan tahu, bahwa Naomi merasa cemburu atau tidak kepada wanita yang menjadi sekretaris pribadi Delon tersebut. Bukankah cemburu tandanya cinta?


"Tapi bagaimana kalau Naomi justru semakin menjauhiku?" sangsi Delon dengan raut wajah ragu-ragu.


"Itu artinya Anda belum beruntung. Hahaha." Sumpah demi apapun ingin rasanya Delon melempar Akemi ke luar jendela jika saja pria itu bukan sahabat karibnya.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2