Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 81. Sesion Ketiga (Akemi Putra Javier).


__ADS_3

Akemi adalah putra Javier dan Alea. Dia merupakan saudara kembar dari Naomi. Pria bermata perak tersebut sangat lah pendiam. Dia merupakan pria yang sangat irit bicara. Akemi hanya mau berbicara banyak, jika itu kepada Papa Javier dan Mama Alea.


Saat ini Akemi berusia 23 tahun. Dia mengelola perusahaan Papa Javier di bidang pertambangan. Sedangkan kakaknya, Aljav mengelola perusahaan yang bergerak di bidang percetakan.


Akemi menjalani hari-harinya dengan datar, tanpa adanya seseorang yang spesial. Bahkan teman-teman dari saudara kembarnya, Naomi tidak ada yang berani mendekati dirinya.


Sedangkan Marina yang merupakan putri dari Dina dan Alex, tidak memiliki keberanian untuk sekedar mengucapkan kata "Hai" padanya.


Perawakannya yang irit kata dan tidak memiliki teman wanita sama sekali sedari kecil hingga dewasa, membuat Mama Alea khawatir. Wanita paruh baya yang masih tampak cantik meski tak lagi muda tersebut berinisiatif untuk mengenalkan putra keduanya itu pada putri dari rekan bisnis Papa Javier yang bernama Rindi. Namun, Akemi menolak mentah-mentah dengan alasan dia masih fokus terhadap karirnya.


Tak sampai disitu saja, Akemi bahkan tidak pernah tersenyum pada mahluk yang bernama wanita. Hingga pertemuannya dengan seorang gadis remaja miskin mengetuk pintu hatinya yang di tutup rapat-rapat selama ini.


Wanita itu bernama Shella Yolanda. Gadis yatim piatu yang merupakan pekerja keras itu menggoyahkan pertahanan Akemi. Shella bekerja di perusahaan Akemi sebagai seorang cleaning servis.


Wajah Shella yang manis dan natural, serta memiliki mata polos, membuat Akemi merasakan sesuatu yang berbeda di dalam sana. Setiap kali menatap mata Shella, seakan ada yang menarik Akemi untuk mengasihani wanita manis tersebut. Mata itu sangat polos seolah minta ingin di kasihani.


Sementara Shella yang merupakan wanita kuat dan teguh serta mandiri, tak suka di kasihani. Namun, Akemi selalu memperhatikan dirinya, entah itu dari kejauhan ataupun dengan jarak yang cukup dekat.


Akemi mampu melihat dan merasakan perbedaan yang besar antara Shella dan para wanita di luar sana yang hanya mengincar harta serta ketampanan nya. Sementara Shella, dia adalah hadis polos yang tak mengenal dunia modern.


Sejak kecil Shella di rawat di Panti Asuhan Sinar Cahaya yang terletak di kota terpencil. Namun setelah dewasa, Shella memutuskan pergi ke Ibu Kota untuk mencari pekerjaan. Selain hijrah ke Ibu Kota untuk bekerja, Shella juga ingin mencari keluarga yang menitip dirinya di panti asuhan tempat dia di besarkan. Dia baru mengetahui fakta, bahwa dirinya masih memiliki keluarga. Namun, Bunda Meizan yang merupakan pengurus Panti Asuhan tersebut, tidak mengetahui secara detail identitas keluarga Shella. Dia hanya memiliki alamat dan foto salah satu kerabat Shella yang dulu menitip dirinya di Panti Asuhan Sinar Cahaya tersebut.


**


Akemi memiliki sahabat karib yang bernama Delon. Dia merupakan putra tunggal dari Mama Ayu dan Papa Andre. Keduanya menjadi sahabat sejak kecil. Bahkan Delon sangat menyukai Naomi yang merupakan saudara kembar Akemi. Namun, wanita itu menolak mentah-mentah cinta Delon. Alasannya simple, Naomi tidak ingin memiliki seorang kekasih yang usianya lebih muda dari dirinya.


"Akemi, apakah kamu sedang mencari seorang sekretaris pribadi lewat HRD?" Tanya Delon pada pria dingin tersebut.


"Iya." Singkat, padat, dan jelas. Begitulah Akemi. Dia hanya mengucapkan satu kalimat penting saja.

__ADS_1


"Tapi kenapa? bukankah aku bisa membantumu?" Protes Delon.


"Iya, kamu juga." Jawaban singkat Akemi membuat Delon kesal. Bagaimana tidak, pria itu seolah tak mengindahkan kalimat Delon.


"Oh, ayolah Akemi. Paling tidak ucapkan kalimat yang bisa membuatku puas. Aku bisa membantumu mengurus pekerjaan kantor, tapi mengapa kamu masih berusaha untuk mencari sekretaris pribadi lagi?" Tanya Delon antusias. Namun, Akemi masih tetap tampak biasa saja.


"Aku tahu, kamu tidak ingin aku memindahkan mu ke perusahaan Kak Aljav, karena disana tidak ada Naomi, kan?"


Skak mati,


Akemi berhasil menebak perasaan Delon, dan pria dengan berambut tebal tersebut tak bisa lagi berbuat apa-apa. Delon tersenyum simpul dan malu-malu. Dia seolah baru saja kedapatan sedang mencuri.


"Hehe, Akemi. Ayolah, aku tidak ingin menjauh dari dirimu," pinta Delon seraya mengedipkan matanya.


"Aku atau adikku?" Sangsi Akemi.


"Hehe, dua-duanya." Delon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Akemi tersenyum tipis dan hampir tak terlihat.


"Memang kamu tahu bagaimana cara wanita merengek? kamu bahkan tidak pernah menatap ataupun melirik wanita," cibir Delon.


"Naomi dan Mama," jawab Akemi santai.


"Ya ampun Akemi, hidup mu terlalu monoton. Ada perbedaan pandangan antara wanita yang istimewa dan saudara kita atau orang tua kita sekalipun," terang Delon. Pria itu seolah mengetahui persis sifat wanita, padahal dirinya pun tak pernah berpacaran. Satu-satu wanita yang di cintai nya adalah Naomi, adik dari sahabat sekaligus rekan kerja nya tersebut.


"Lalu apa bedanya dengan dirimu yang tak pernah memiliki kekasih? Naomi selalu menolak mu," cibir Akemi santai tanpa melihat wajah Delon, membuat sahabat nya itu mengumpat dirinya.


"Sialan, paling tidak aku tahu apa itu cinta. Sementara kamu, bahkan tidak tahu apa itu cinta," cibir Delon. Akemi menutup dokumen yang di bukanya tadi, lalu kemudian meletakkan nya kembali di atas meja.


"Apakah kita akan membahas tentang cinta dan wanita sekarang? aku bahkan tidak berencana untuk mengenal cinta," ucap Akemi. Dia masih ingin melanjutkan kalimatnya, tetapi tiba-tiba saja terhenti karena dia kedatangan tamu tak di undang, yaitu seorang gadis manis yang bernama Shella Yolanda. Ya, wanita itu tak sengaja memasuki ruangan CEO untuk membersihkan ruangan. Dia mengira ruangan CEO merupakan ruangan HRD yang seharusnya di bersihkan nya, karena Shella merupak karyawan baru di Perusahaan tersebut.

__ADS_1


Akemi dan Delon menoleh ke arah pintu dan melihat siapa yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Baik Akemi maupun Delon, keduanya sama-sama terkejut kala melihatnya wanita yang berdiri di depan mereka dengan ekspresi terkejut. Tangannya gemetar. Delon dengan tatapan bingung dan heran, sementara tatapan Akemi tak terbaca.


"Apa yang kamu lakukan disini? mengapa kamu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" Tanya Delon dengan raut wajah heran. Sementara Shella menundukkan wajahnya, dia tak berani menatap wajah dua pria yang berada di depannya saat ini. Tangannya masih saja tetap gemetar. Terbukti dari alat pel yang di pegang nya.


"Jawab aku," bentak Delon. Akhirnya Shella memberanikan diri untuk menjawab.


"Maafkan saya Tuan, saya pikir ini adalah ruang HRD. Karena tadi pak Toni menyuruh saya untuk membersihkan ruangan nya dan menyuruh saya langsung masuk saja karena beliau sedang keluar," terang Shella masih dengan kepala tertunduk. Ya, tadi Shella mendapat perintah dari kepala cleaning servis untuk membersihkan ruangan Pak Toni selaku ketua HRD. Dirinya di suruh untuk masuk saja karena Pak Toni tak sedang berada di ruangan nya. Namun siapa sangka, Shella justru salah memasuki ruangan.


"Apakah kamu tidak bisa membaca? ini adalah ruangan CEO," jawab Delon. Sementara Akemi masih tetap diam dan terus menatap Shella dengan tatapan tak terbaca sama sekali.


"Maafkan saya Tuan, permisi." Shella ingin pergi meninggalkan dua pria yang membuat jantungnya bekerja keras itu. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika Akemi bersuara.


"Siapa namamu?"


"Ha?"


.


.


.


.


.


To be continued.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatu. Apa kabar Readers ku? lama tak bersua lewat karyaku ini. Ini merupakan sesion 3 dari kisah Javier dan Alea. Namun, menceritakan tentang kehidupan putra-putri mereka. Sedangkan sesion 2 nya ada di DM ya, yang berjudul MARINAKU. Terimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya readers. Happy reading.


__ADS_2