Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Episode. 96. Ada Apa Dengan ku?


__ADS_3

Pernyataan Akemi tanpa dia sadari justru meninggalkan bekas yang mendalam dalam hati dan benak Shella. Hatinya terpukul dan terluka. Kendati ia menyadari, bahwa siapa lah dia di mata Akemi? tetapi perasaan aneh itu mulai terasa menggumpal di dalam dada. Ada bara api panas yang menggelora di dalam sana dan siap untuk meledak. Sakit, terluka, kecewa, dan hancur. Untuk pertama kalinya Shella merasakan sesuatu yang aneh seperti itu. Bahkan ketika orang tua Ibrahim memintanya untuk melepaskan putra satu-satunya mereka, Shella tak merasakan sakit yang berlebihan. Namun, sekarang? sakitnya hingga menggerogoti jiwa dan raga.


Shella berjalan gontai, hatinya masih terasa perih. Hingga tak sadar ia menitikan air mata.


"Ada apa dengan ku sebenarnya? mengapa rasanya sakit sekali? Tuhan, jangan bilang aku jatuh cinta pada pria itu. Aku bahkan tidak pantas hanya sekedar untuk memandang wajahnya." Shella menyeka air matanya. Mengapa dia harus sensitif terhadap sesuatu yang tidak ada hubungan dengan dirinya? pikir Shella.


Seluruh tubuh Shella tak bertenaga lagi, bahkan mengalahkan lelahnya ketika membersihkan lantai yang sudah di lakukan nya. Namun kali ini, rasanya sangat melelahkan. Bagaimana tidak, perasaan Shella bagai hancur berkeping-keping. Perasaannya remuk seketika.


Shella menganggap dirinya sebagai mahluk tak kasat mata. Dia terlalu kecil di mata orang, hingga hampir tak terlihat. Begitulah Shella Yolanda. Wanita cantik jelita, berbudi luhur, tetapi di abaikan dan di tolak keberadaan nya berkali-kali.


Kini Shella telah sampai di kantin Perusahaan. Dia terduduk lemah di atas kursi. Sementara Ibu Aminah yang melihat Shella sedang tak baik-baik saja, merasa heran. Ada yang aneh dari wajah wanita itu. Pikir Ibu Aminah.


"Kamu kenapa Nak?" Tanya Ibu Aminah seraya menyentuh pundak Shella. Shella menghapus sisa-sisa air matanya dan memaksakan senyuman.


"Tidak apa-apa Bu," jawab Shella berusaha tegar. Namun, tak dapat menutupi rasa penasaran dan iba Ibu Aminah.


"Katakan sama Ibu, apa yang terjadi padamu, Nak?" Ibu Aminah berusaha untuk membujuk Shella agar wanita itu mau bercerita padanya.


"Hiks, hiks, aku--" Shella mulai terisak dalam pelukan wanita paruh baya yang penuh kasih tersebut.

__ADS_1


"katakanlah Nak, ada apa?"


"Aku juga tidak tahu Bu, tiba-tiba saja rasanya sakit sekali disini." Shella memegang bagian dadanya seolah menyatakan ada luka yang mengaga di dalam sana.


"Kamu patah hati?" Tanya Ibu Aminah.


"Aku juga tidak mengerti Bu, dia bukan kekasih Shella. Hu, hu, hu." Tangisan Shella mulai pecah dan terdengar pilu.


"Katakan sama Ibu, siapa orangnya, em?" Shella seketika bungkam ketika pertanyaan itu tercetus dari bibir Ibu Aminah. Dia tidak mungkin mengatakan, bahwa dirinya menangis karena mendengar Akemi memiliki kekasih. Itu sangat memalukan.


"Tidak kok Bu, tadi aku hanya salah lihat orang saja." Shella berbohong demi menutupi perasaannya. Takut dan malu. Namun, tak membuat Ibu Aminah serta merta percaya begitu saja. Dia bukanlah anak kecil yang tak paham akan sakitnya patah hati. Dia sangat mengenal bagaimana sakitnya di tinggal oleh seseorang yang begitu di cintai. Rasanya sakit tiada tara.


"Terimakasih Bu," ucap Shella tulus seraya memeluk tubuh rapuh Ibu Aminah.


***


Di tempat yang berbeda, Akemi tampak memikirkan raut wajah Shella yang berubah seperti sedang menahan sesuatu di dalam hatinya. Mata Shella seolah menggambarkan kepedihan dan luka yang mendalam. Tapi mengapa? apakah karena ucapannya yang mengatakan, bahwa dia ingin menemui kekasihnya? atau karena Shella merasa di usir oleh Akemi? entahlah, tetapi perasaan itu sangat menggangu pemikiran seorang Akemi Alexander Gautam.


"Apa kamu tidak keterlaluan tadi? bagaimana jika dia merasa kamu telah mengusirnya tadi?" Tanya Delon. Pria itu juga bisa melihat bagaimana raut wajah kekecewaan yang teramat di wajah Shella.

__ADS_1


"Aku ingin melihat respon dia, apakah dia juga merasakan hal yang sama sepertiku, atau justru hanya aku saja yang tergila-gila padanya?" Jawab Akemi tanpa melihat wajah Delon. Pandangannya lurus kedepan.


"Tapi bukankah kamu keterlaluan tadi? bagaimana jika dia menjauhi mu setelah ini? apa kamu tidak akan mengejarnya?" Tanya Delon penasaran. Pria itu tampak ingin tahu isi hati sahabatnya tersebut.


"Tentu saja aku akan mengejar dan memperjuangkan cintaku. Ini yang pertama kalinya untukku. Aku tidak akan melepaskan dirinya dengan mudah," jawab Akemi mantap. Ya, pria itu telah memantapkan hatinya untuk memperjuangkan Shella. Dia harus mendapatkan wanita itu apapun yang terjadi. Katakanlah Akemi egois, tapi bukankah terkadang cinta juga egois?


"Aku bangga padamu teman, kamu memang benar-benar mencintai wanita itu," ucap Delon bangga seraya menepuk pundak Akemi.


"Tentu saja aku mencintai dia, dan akan aku pastikan dia menjadi milikku." Akemi benar-benar mantap untuk menjadikan Shella miliknya seutuhnya. Entah bagaimana cara yang akan di lakukan Akemi, tetapi keinginan itu sudah tertanam dalam hati dan benak pria tersebut. Rasa itu sudah merasuki seluruh tubuh Akemi, hingga merasuk sukma.


**


Di Kantin, Shella sudah merasa tenang setelah berbincang-bincang dengan Ibu Aminah. Rasanya lega sekali setelah berbagi cerita pada wanita paruh baya tersebut. Meski Shella tak menceritakan alasan di balik tangisannya tadi, tetapi dia cukup puas dan lega ketika mendapat wejangan dari Ibu Aminah selayaknya orang tua.


"Terimakasih Bu atas atas nasehati yang Ibu berikan. Aku akan mengingat nya sampai akhir hayat," tutur Shella tulus.


"Sama-sama Nak, kamu boleh cerita apa saja sama Ibu jika kamu membutuhkan teman untuk berbagi suka dan duka. Terkadang kita butuh seseorang untuk mencurahkan segala keluh kesah, isi hati, dan juga masalah hidup lainnya. Dan jika itu rahasia, maka cerita lah pada Tuhan. Maka dia akan menjawab semua doa mu." Shella begitu tersentuh ketika Ibu Aminah mengusap kepala nya. Dia bisa merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu melalui Ibu Aminah. Seandainya saja Ibu Shella masih ada, maka dia akan menjadi satu-satunya wanita yang paling bahagia di dunia ini. Tak perduli dia menjadi miskin atau kaya, yang terpenting adalah bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu, sudah cukup bagi Shella Yolanda.


Kasih sayang orang tua tiada tara, kasih sayang mereka selalu di rindu kan oleh setiap manusia yang bernama Anak. Tak terkecuali Shella Yolanda. Dia justru jauh merindukan kasih sayang tersebut.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2