Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 41. Antara Alea, Alex, Dina.


__ADS_3

Hubungan Javier dan Alea sedikit melunak pasca kunjungan dari Mami pria bermata coklat itu. Namun pria itu belum mengetahui jika Alea tengah mengandung anak nya.


Javier sering perhatian pada Alea, marah pun jarang. Jika biasanya pria itu berusaha mencari-cari kesalahan Alea, lain hal nya saat ini. Pria itu selalu setuju dengan ide Alea, entah itu mengenai kerjaan dalam rumah atau pun di kantor. Seperti saat ini, Javier merasa bingung dengan laporan yang di berikan dari bagian Divisi keuangan, lalu Javier meminta bantuan Alea, dan wanita itu dengan senang hati membantunya.


"Bagaimana menurutmu yang ini?". Tanya Javier.


"Sebaiknya buat saja jurnal sebagai Software Akuntansi Online untuk mempermudah membuat laporan keuangan secara instan dan real-time. Nah, dengan begitu kita bisa mengakses semua laporan keuangan dimana pun dan kapan pun, hal ini akan menciptakan mobilitas kerja yang tinggi.


Selain itu juga, kita bisa mendapatkan keuntungan lain yang akan di dapat dalam menggunakan jurnal berbasis could, karena kita dapat membuat faktur, mengatur biaya pengeluaran hingga menyimpan bukti pembayaran dengan mudah". Terang Alea panjang lebar.


"Baiklah, aku akan menyuruh Alex membuat jurnal online sebagai software Kita besok. Sebaiknya kamu istirahat sekarang, em?". Tutur Javier dengan hangat dan mengecup singkat kening Alea. Hal ini tentu saja membuat Alea terkejut, sudah beberapa hari ini suaminya itu berubah menjadi lebih hangat, tidak ada lagi sikap dingin dalam diri Javier untuknya, yang ada hanyalah sikap... kelembutan.


"Apa kamu butuh sesuatu?". Alea tersentak dari lamunannya ketika Javier memegang tangan wanita itu sambil bertanya.


"Ah, tidak. Aku ingin istirahat. Selamat malam". Ucap Alea dengan suara canggung.


*****


Ke esokan harinya Alea meminta izin pada Javier untuk menemui sahabatnya Dina. Sudah beberapa Minggu ini keduanya tidak bertemu. Dan Javier pun memberi izin pada istrinya tersebut, tentu saja dengan syarat pria itu yang akan mengantar Alea.


Oh ia, Alea dan Javier masih tetap tidur terpisah. Meski begitu, tidak mengubah sikap hangat Javier menjadi dingin kembali. Ia tetap menghargai keputusan wanita berambut warna madu tersebut.


Perjalanan yang di tempuh menuju tempat pertemuan Alea dan sahabatnya Dina memakan waktu 30 menit. Alea pun ingin turun dari mobil, namun sebelum itu Javier menghentikan dirinya.


"Al". Javier memegang tangan Alea cukup erat, menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Alea.


"Ada apa?" Tanya Alea dengan kening berkerut.


"Hati-hati". Ucap pria itu sambil mengalihkan genggaman tangannya ke pipi wanita cantik tersebut. Dan Alea pun membalas dengan senyuman. Kemudian wanita yang menggunakan baju dress mini bermotif bunga mawar itu menapakan kakinya di pelataran parkiran Hotel yang dirinya janjian bersama Dina sambil melihat mobil yang dikendarai Javier berlalu hingga mobil itu hilang dari pandangan nya.


****


Di dalam Hotel tampak seorang wanita cantik tengah membuka jas berwarna putih yang biasa di kenakan nya selama bertugas. Namun kali ini wanita bertubuh ramping itu mengenakan jas berwarna putih itu untuk kegiatan seminar kedokteran. Ya, Dina baru saja selesai melakukan seminar, jadi ia mengajak sahabat nya Alea untuk bertemu di Hotel Berbintang lima tersebut sambil melepas rindu.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu menghentikan aktivitas Dina yang sedang memeriksa ponsel miliknya dan beralih membuka pintu.


"Hei sayang. Apa kabar. Aku sangat merindukanmu Al". Tutur Dina sambil memeluk wanita yang tengah mengandung tersebut.


"Aku baik Din". Jawab Alea sambil memasuki kamar sahabatnya itu dan mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Bagaimana kondisi kehamilan mu, Al?. Apa kamu memakan vitamin dengan teratur?". Tanya Dina memastikan.


"Tentu saja. Aku sangat bersemangat untuk itu". Jawab Alea antusias sambil tersenyum dan memegang perutnya yang masih rata.


"Apa kamu tidak berencana untuk memberitahu suami mu?". Tanya Dina dengan wajah ragu-ragu, dan hal itu berhasil mengubah wajah Alea menjadi pias. Senyuman nya hilang, wajah itu menjadi sendu manakala setiap kali ia mengingat suaminya itu dan waktu pernikahan mereka yang mendekati perpisahan karena pernikahan itu sudah mendekati satu tahun. Tersisa lima bukan lagi.

__ADS_1


"Ah, lupakan saja jika kamu tidak ingin membahasnya. Apa kamu sudah makan?". Tanya Dina. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan agar sahabat nya itu tidak merasa sedih. Dan benar saja, wajah Alea berubah kembali menjadi antusias ketika mendengar makanan di sebut oleh sahabat nya. Akhir-akhir ini Alea lebih banyak makan membuat berat badannya sedikit bertambah.


"Baiklah aku akan memesan makanan".


"Jangan". Sanggah Alea.


"Kenapa?". Tanya Dina dengan kening yang hampir menyatu.


"Aku ingin turun ke bawah mengambil makananku sendiri, hehe". Jawab Alea sambil tersenyum nyengir kuda dan Dina pun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Merasa mendapat persetujuan dari sahabat cantiknya, Alea pun turun ke lantai bawah dimana ia akan mengambil makanan kesukaannya sendiri. Dan tiba-tiba saja...


Bug..


"Awww".


"Alea?".


"Alex?". Ya, yang di tabrak Alea adalah Alex yang baru saja bertemu klien di Hotel Alea berada.


"Kamu ngapain disini?". Tanya Alex.


"Aku sedang bersama teman disini, dan sekarang aku mau mengambil makanan kesukaan ku dulu". Jawab Alea.


"Lalu dimana temanmu itu?". Alex bertanya kembali sambil mengedarkan pandangannya seolah mencari seseorang yang di maksud istri dari sahabatnya itu.


"Apa boleh?".


"Tentu saja boleh. Ayo". Jawab Alea sambil bergelayut di tangan Alex untuk mengajak sahabat dari suaminya itu bertemu Dina, melupakan makanan yang akan di ambilnya, tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari jauh.


"Alex, Alea. Mereka sedang apa disini?. Apa mereka sengaja janjian disini?". Dan seseorang itu mengikuti dua manusia yang tampak bahagia tersebut seperti seorang penguntit.


*****


Kini Alea dan Alex memasuki kamar dimana Dina sedang menunggu Alea.


"Al, kamu sudah datang ru---".


"Dina?".


"Alex?".


Baik Dina maupun Alex, keduanya sama-sama terkejut. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah 12 tahun lamanya. Ya, Dina dan Alex adalah pasangan kekasih ketika keduanya tinggal di luar negeri, namun karena satu dan lain hal keduanya pun berpisah tanpa memutuskan hubungan satu sama lain dan tanpa komunikasi. Alex meninggalkan Dina yang tengah memperjuangkan cinta mereka. Dan kini mereka bertemu kembali tanpa sengaja, suatu kejutan yang ajaib bagi Alex, selama 12 tahun ini ia harus hidup dengan perasaan bersalah.


(Nanti Author paparkan kisah Alex dan Dina ya).😊


"Kalian saling kenal?". Tanya Alea membuyarkan lamunan dua manusia yang saling menatap dengan tatapan rindu.

__ADS_1


"Aku tidak mengenal dia". Jawab Dina sambil berlalu meninggalkan Alea dan Alex tanpa menutup pintu kamar. Alea tampak bingung akan situasi yang mulai canggung itu.


"Alex, sebenarnya apa yang terjadi?. Bagaimana bisa kamu mengenal Dina?". Tanya Alea sambil memegang lengan kekar pria berambut lebat tersebut. Alex tidak menjawab pertanyaan Alea, pria itu menghambur dalam pelukan Alea sambil menangis seolah menumpahkan rasa bersalahnya pada wanita yang ia rindukan itu. Alex tampak seperti pria cengeng. Tidak ada lagi sikap dewasa dari pria itu, dan Alea pun membalas pelukan Alex untuk menenangkan sahabat dari suaminya tersebut. Dan kemudian...


BRAK...


"ALEA!".


Alea dan Alex saling melepas pelukan dan menoleh pada seseorang yang berada di pintu dengan tatapan membunuh.


"Javier". Tutur Alea dan Alex secara bersamaan. Ya, seseorang yang mengikuti Alea dan Alex tadi adalah Javier. Pria itu ingin memberikan ponsel milik Alea yang sempat tertinggal di mobil.


"Vir, ini tidak se---".


Bug...


"Aaaaaakkkk---". Alea berteriak ketika melihat Javier memukul Alex dengan keras hingga sudut bibir Alex robek dan mengeluarkan darah. Tubuh Alex pun jatuh terpental ke lantai, dan Alea pun mendekati Alex kemudian memegang wajah pria itu.


"Kamu gak apa-apa Lex?". Tanya Alea dengan ekspresi khawatir. Hal itu berhasil menambah emosi Javier semakin berkobar. Javier mendekati Alea dan menarik tangan istrinya itu dengan paksa.


"Ayo pulang!". Tutur Javier dengan intonasi tinggi dan tatapan membunuh. Hati pria itu seperti terbakar bara panas hingga mengoyakkan jiwa nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Hay Readers. Akhirnya telah sampai pada konflik antara Javier dan Alea. Sesuai dengan permintaan kalian, Author akan membuat si Babang tamvan Javier bucin ya setelah ini. Terus nantikan kisah selanjutnya ya Readers. Jangan lupa komen dan like serta vote serta beri bintang juga ya. Terimakasih.


Happy Reading.😊


*Dede...

__ADS_1


__ADS_2