Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 68. Alex dan Dina lagi.


__ADS_3

Dina menatap mata Alex, berusaha untuk mencari kebohongan disana, namun wanita cantik itu tidak menemukan kebohongan dalam mata pria yang sudah mengobrak-abrik pertahanan dirinya dulu.


"Apa kamu sungguh ingin tau?". Tanya Dina.


"Tentu saja".


Keduanya pun duduk di kursi sofa sambil berdampingan.


"Malam setelah kejadian itu aku mencarimu ke tempat ibu, namun aku tidak menemukan siapapun disana. Aku hanya mendapat kabar dari tetangga jika kamu telah kembali ke Indonesia untuk menikah".


Alex masih belum bergeming akan cerita Dina, pria itu masih setia memasang pendengaran nya baik-baik meski dalam hati terasa nyeri karena ternyata Dina mengira dirinya telah menikah dengan wanita lain.


"Hatiku hancur saat itu, mengetahui kenyataan bahwa kamu telah melanggar janjimu dan menikah bersama wanita lain, membuatku hampir saja gila. Terlebih lagi ada nyawa tak berdosa dalam rahimku".


Ya, Dina telah mengandung anak Alex.


Alex dan Dina adalah sahabat sejak kecil, keduanya tinggal di luar negeri. Setelah menjelang remaja, ada benih-benih cinta dalam hati keduanya, entah siapa yang lebih dulu memulai, namun semuanya berjalan begitu saja, hingga Alex berjanji tak akan meninggalkan Dina Sampai kapanpun.


Alex yang terlampau banyak memiliki cinta pada Dina, hingga ia mengacuhkan permintaan ayah nya untuk mengelola perusahaan milik keluarga di Indonesia. Berbagai macam bujukan di lakukan oleh ayah dan ibu Alex, namun pria itu tetap bertahan dengan pendiriannya.


Hubungan yang terjalin hingga bertahun-tahun, Alex pun meresmikan nya dalam ikatan pernikahan meski tanpa restu dari kedua orang tua pria itu. Sedangkan ibu Dina mengetahui pernikahan anaknya, dan wanita paruh baya itu pun menyetujui hubungan anaknya yang di pikirnya dari pada harus berbuat dosa, karena bukan tidak mungkin baik Dina maupun Alex tidak melakukan dosa di luar pernikahan, terlebih lagi mereka tinggal di luar negeri yang notabene nya merupakan negara bebas.


Setelah pernikahan terjadi, Alex dan Dina sempat mengecapi manisnya malam pertama. Hal yang selama ini di tunggu-tunggu oleh keduanya, dimana mereka telah memadu kasih sayang hingga memakan waktu bertahun-tahun lamanya.


Dina benar-benar merasa bahagia saat itu, dimana ia menjadi seorang istri yang seutuhnya, melayani Alex lahir dan batin adalah impian wanita berparas cantik tersebut. Bahkan keduanya pun melakukan pergumulan hingga dini hari.


Puas dengan pergumulan panjang yang di lakukan keduanya, Dina pun tertidur pulas. Dan tiba-tiba Alex mendapat telpon dari ibunya, jika ayahnya mengalami serangan jantung dan sedang di rawat di rumah sakit di Indonesia. Hal itu membuat Alex harus meninggalkan Dina.


Malam itu Alex harus ke Indonesia, sedangkan penerbangan yang ada hari itu adalah pukul 02.30 dini hari. Dia harus secepatnya tiba di Indonesia mengingat ayahnya sedang sekarat. Dina yang masih tertidur pulas karena kecapean, membuat Alex tidak tega untuk membangunkan dirinya. Alex pun berinisiatif untuk meninggalkan pesan pada Dina yang akan ditulisnya di kertas dan di letakan di atas nakas kamar mereka. Namun sialnya ia tidak menemukan pena dan kertas di kamar hotel tempat mereka berbulan madu. Mau meminta pada bagian resepsionis, Alex tidak memiliki banyak waktu lagi karena jadwal penerbangan yang tersisa sedikit lagi. Jadi Alex putuskan ketika ia tiba di Indonesia maka ia akan menghubungi Dina dan menjelaskan situasinya. Namun sayang ponsel Alex terjatuh saat berada di bandara, hal itu di sadarinya ketika ia tiba di Indonesia.


Dengan berat hati Alex meninggalkan Dina yang sedang tertidur. Pria itu mencium kening istrinya cukup lama, seolah ia tidak akan bertemu lagi, sebelum akhirnya pria itu benar-benar meninggalkan wanitanya dalam keadaan tertidur.


*****

__ADS_1


Pagi harinya Dina bangun dari tidur panjangnya dan tak menemukan Alex di sampingnya. Wanita itu mencari suaminya yang baru saja mengubah statusnya menjadi seorang istri, namun ia tak menemukan siapapun disana. Sedangkan ibunya sedang berada di luar kota. Dina berusaha untuk menghubungi nomor ponsel Alex namun tidak aktif.


****


Hari-hari berlalu dengan cepat, hingga tak terasa pernikahan manis yang baru di kecapi sehari itu, kini berusia satu bulan.


Dina yang hampir putus asa pun tak henti-hentinya mencari Alex. Ia ke tempat bibi Alex yang biasa di panggilnya ibu itu pun tidak ada. Segala cara di lakukan namun hasilnya nihil. Wanita itu tidak menemukan keberadaan suaminya, hingga suatu ketika ia merasakan mual dan keram pada bagian perut bawahnya. Awalnya Dina pikir itu adalah reaksi dari mentruasi, namun ia tidak juga menstruasi.


Hari-hari Dina di lalui dengan muntah, meriang dan juga demam. Akhirnya Dina putuskan untuk membeli tespect, dan benar saja hasilnya positif. Wanita itu positif hamil.


Ada rasa bahagia dan juga sedih saat itu dalam hati Dina. Bahagia karena ia akan menjadi seorang ibu. Dan sedih karena ayah dari anaknya menghilang entah kemana. Kedua rasa itu muncul secara bersamaan hingga membuat Dina menangis sejadi-jadinya kala itu.


*****


Pagi harinya Dina pergi ke rumah bibi Alex, dengan harapan kali ini ia akan bertemu dengan Alex dan memberitahukan kabar bahagia ini, namun harapan tinggal harapan, Alex tidak ada di tempat itu, hingga ia bertemu dengan seorang tetangga yang memberitahu jika Alex pulang ke Indonesia untuk menikah. Entah dari mana tetangga itu mendapatkan kabar burung tersebut, namun saat itu Dina sangat sakit hati, kecewa, marah, dan terluka. Hati dan harga dirinya hancur lebur. Tubuhnya bergetar hebat, pandangan nya mulai kabur, kepala wanita itu pun berdenyut hingga akhirnya,


Bug...


Dina jatuh pingsan tepat di depan rumah bibi Alex. Beruntung ada tetangga yang menemukan dirinya dan membawa Dina ke rumah sakit. Dan betapa hancurnya hati wanita itu menerima kenyataan bahwa anak yang di kandung nya telah pergi meninggalkan dirinya seorang diri bahkan sebelum ia lahir. Ya, Dina mengalami pendarahan karena shock hingga mengakibatkan ia mengalami keguguran.


*****


Alex menitikan air mata ketika mendengar cerita Dina yang begitu memilukan. Ternyata percintaan yang terjadi malam itu menghasilkan benih yang bahkan tidak sempat lahir ke dunia.


"Ana, maafkan aku. Aku sungguh tidak tau jika aku telah banyak menyakitimu. Saat itu aku ingin menghubungi mu namun aku terlalu di sibukkan dengan kondisi Ayah yang mulai melemah dan memaksaku untuk menangani perusahaan".


Dina yang mendengar penjelasan Alex pun tak bergeming, ia hanya menangis dalam diam. Baginya air matanya telah kering.


"Aku yang bodoh karena terlalu percaya padamu saat itu. Harusnya aku tidak menikah dengan mu".


"Ana, maafkan aku". Alex tak sanggup lagi menahan rasa untuk memeluk Dina. Kini tubuh wanita itu terbenam dalam pelukan Alex. Ia tak memberontak ataupun berusaha untuk menolak pelukan itu. Namun air mata yang di anggapnya telah kering akhirnya tak mampu terbendung lagi hingga keduanya menangis sambil berpelukan.


Lama keduanya berpelukan, hingga Alex melepas pelukan itu lebih dulu dan mengusap air mata yang membasahi pipi mulus wanita yang di cintanya itu lalu mencium kening Dina cukup lama. Kening keduanya pun menyatu,

__ADS_1


"Maafkan aku sayang. Aku benar-benar menyesal malam itu tidak membangunkan mu. Tapi percayalah, aku tidak pernah sedikitpun mengkhianati mu. Aku tidak pernah menikah pada wanita lain selain dirimu. Aku bahkan sempat mencarimu beberapa tahun yang lalu, namun kata ibu kamu telah pindah ke Indonesia. Tapi takdir tak pernah mempertemukan kita meski tinggal di negara yang sama".


"Dan melalui Alea kita di pertemukan kembali. Aku mencintaimu Ana, sungguh mencintaimu. Tolong maafkan aku. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, tolong maafkan aku. Hu..Hu.. Hu..". Alex menangis meraung menyesali yang terjadi. Pria itu seperti anak kecil yang melakukan kesalahan fatal hingga menunjukan sikap cengengnya yang tidak di ketahui oleh kebanyakan orang.


Dina yang melihat penyesalan pada diri Alex, kini hatinya mulai menghangat, ada rasa percaya yang terbersit dalam benak wanita itu. Ternyata selama ini dirinya cuma salah paham. Ya, salah paham yang memakan waktu bertahun-tahun.


"Lihat aku. Apa kamu bisa melihat kebencian di mataku untukmu?". Dina menangkup wajah Alex untuk melihat matanya, dan Alex yang sedari tadi tertunduk penuh sesal dan berurai air mata kini melihat mata Dina dan mencari kebencian di mata berwarna coklat itu, namun tak menemukannya. Alex menggelengkan kepalanya,


"Apa kamu bisa melihat cinta di mataku?. Cinta yang sama sejak dulu".


Alex menganggukkan kepalanya, dan Dina pun tersenyum lalu kemudian mengecup pipi pria itu. Alex yang beberapa saat tak menyadari adanya ciuman Dina kini kesadarannya kembali, hingga ia memeluk erat tubuh wanita itu seolah tidak ingin melepasnya lagi.


"Terimakasih sayang, terimakasih. Aku kehabisan kata-kata untuk mewakili perasaan bahagia ku. Tapi terimakasih sungguh terimakasih. Aku mencintaimu sayang".


Alex mencium wajah Dina secara bertubi-tubi hingga ciuman itu beralih ke bibir. Namun ciuman itu tidak berlangsung lama karena Javier sengaja mengganggu suasana romantis keduanya.


"Bibir siapa yang lebih tebal, em?". Tutur Javier sambil melipat kedua tangannya di dada dan hal itu sontak saja membuat Dina mendorong tubuh Alex hingga hampir saja terjatuh dari kursi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next.


__ADS_2