Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Kondisi Ibrahim.


__ADS_3

Kondisi Ibrahim semakin parah sejak pria itu menjalani kemoterapi. Wajahnya pucat, kulitnya mengering, dan tubuhnya seperti hanya tulang berbalut kulit. Dia yang dulu ceria, kini diam tanpa kata dan terbaring tak berdaya. Kedua tangannya di tusuk selang infus, sementara hidung pria tersebut terpasang selang oksigen. Dia seperti mayat hidup.


Ibrahim merupakan pria yang sangat kuat dan tangguh. Fisiknya yang seperti seorang atlet, sangat sulit di percaya oleh siapapun, jika pria itu harus mengidap penyakit mematikan itu. Entah dosa apa yang di lakukan Ibrahim dahulu, sehingga dia harus menanggung beban hidup yang begitu besar. Pertama, dia harus menerima kenyataan bahwa hubungan percintaannya tak mendapat restu dari kedua orang tuanya. Kemudian pria itu harus kehilangan kekasihnya dan berhenti berjuang, serta menikah bersama pria lain. Lalu Ibrahim harus di hadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa wanita yang di cintai nya selama ini adalah adiknya sendiri. Dan parahnya lagi, Ibrahim harus melewati berbagai macam tantangan hidup hanya demi memperjuangkan cinta nya. Ternyata cinta itu adalah cinta semu yang tak akan pernah tercapai hingga sampai akhir hayat.


Shella menangis tersedu-sedu ketika melihat Ibrahim yang terbaring tak berdaya di ruang ICU. Air mata wanita itu tak menyurut sedari tadi. Terlalu sakit rasanya jika harus melihat pria yang begitu baik dan kuat, harus terbaring selayaknya mayat hidup di atas pembaringan Rumah Sakit.


Belum lagi kondisi kejiwaan Ibrahim belum kembali pulih. Sungguh besar cobaan pria tersebut. Jadi, wahai netizen, hargailah hidup Anda. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menjaga kesehatan dan pola hidup sehat.


"Ketika dulu Ibrahim lahir, aku tidak pernah menyangka, jika putraku harus menderita seperti ini. Dan parahnya lagi, penderitaan nya di sebabkan oleh kami sebagai orang tuanya. Hiks, hiks." Nisa tiba-tiba muncul dan berdiri di sisi Shella sembari menatap putranya yang tak berdaya dari balik kaca ruang ICU.


"Dia adalah pria yang kuat dan cerdas.


Dia kami sekolah kan hingga ke perguruan tinggi di luar negeri. Dia bahkan menjadi lulusan terbaik di Universitas tempatnya kuliah. Itulah sebabnya aku tidak pernah menerima kenyataan, jika dia harus menikah dengan mu. Dia adalah lulusan terbaik di luar negeri. Aku ingin putraku menikah dengan wanita yang setara dengannya. Tapi ternyata cintanya padamu terlalu kuat. Hingga dia tak bisa menerima kenyataan bahwa kamu adalah adik sepupunya sendiri," lanjut Nisa kemudian. Wanita paruh baya itu menceritakannya segala keluh kesahnya pada Shella, wanita yang di kutuk nya sepanjang hidupnya dulu. Namun sekarang, wanita cantik tersebut berubah menjadi selayaknya berkah bagi Nisa.


Shella tak menjawab ucapan Nisa, dia bungkam seribu bahasa seakan menikmati cerita Nisa.


"Aku tahu, bahwa aku tidak pantas untuk di maafkan. Bagaimana bisa aku menjadi seorang Ibu yang egois? aku bahkan rela mengorbankan masa depan putraku sendiri. Dulu aku pikir dia akan kami nikahkan dengan wanita dari keluarga terpandang, dan dia akan memberi kami cucu yang lucu-lucu. Aku benar-benar gagal sebagai seorang Ibu. Hiks, hiks, hiks." Nisa terus bercerita panjang lebar. Hingga wanita itu terisak pilu. Shella pun akhirnya memeluk tubuh Nisa.

__ADS_1


"Tante, aku tahu jika aku adalah anak yang kalian tak inginkan dulu. Maafkan aku jika sudah membuat Tante kehilangan adik tersayang Tante dulu. Tapi aku juga tidak bisa meminta agar Ibu dan Ayahku meninggalkan aku sendirian di dunia ini. Seandainya saja aku bisa memilih, aku tidak ingin terlahir sebagai yatim piatu. Maafkan aku Tante, maafkan aku." Kini giliran Shella yang terisak pilu sambil memeluk tubuh Nisa.


Nisa pun melepas pelukan Shella. Dia menyeka air mata keponakannya itu, dan mencium kedua tangan Shella dengan lembut.


"Kamu bukan pembawa sial Nak, kamu adalah berkah bagi kami. Bahkan untuk semua orang. Kami hanya selalu menutup mata untuk menerima fakta itu. Kamu bukan penyebab dari kematian kedua orang tua mu sayang. Tapi itu adalah takdir yang setiap orang pasti akan merasakan. Aku minta maaf jika selama ini sudah membuat hatimu terluka dan hidup menderita seorang diri. Aku benar-benar minta maaf Nak, hu, hu, hu." Isakan Nisa berubah menjadi tangisan keras. Dua wanita beda generasi itu pun hanya bisa saling melepas rasa bersalah. Terutama Nisa, hati dan jiwa wanita tersebut di baluti rasa bersalah yang teramat sangat besar. Bahkan tak terhingga.


"Sudahlah Tante, sebaiknya kita ke ruang dokter untuk menanyakan berapa persen kemungkinan Kak Ibrahim bisa bertahan. Siapa tahu kita bisa menemukan alternatif lain yang bisa membuat Kakak sembuh. Mukjizat itu nyata Tante," tutur Shella sungguh-sungguh.


Mereka pun pergi ke ruang dokter. Dan setibanya disana, mereka melihat dokter yang bernama Dokter Kiara Kusuma itu tengah memeriksa hasil pemeriksaan Ibrahim.


"Dokter, bagaimana perkembangan kondisi Kakak saya dok? apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Shella langsung ke intinya. Dia tak ingin membuang-buang waktu.


"Baiklah Nona Shella, sebelum saya menjawab pertanyaan Anda. Saya ingin menjelaskan terlebih dahulu macam-macam kangker otak. Kanker otak terbagi menjadi beberapa jenis; yakni glioma, meningioma, medulloblastoma, ganglioglioma, neurilemmoma dan craniopharyngiomas. Nah, glioblastoma yang dialami oleh saudara Ibrahim termasuk dalam astrositoma yang merupakan bagian dari glioma."


"Astrositoma terdiri atas 4 stadium, dan glioblastoma adalah tingkatan yang paling tinggi serta paling cepat berkembang. Terkait hal ini, kesempatan hidup orang yang mengalami kanker otak stadium 4 memang kecil. Sebab, tumor yang terdapat dalam tubuhnya sudah membesar, menekan saraf, dan berpotensi menimbulkan kerusakan di bagian tubuh lainnya."


“Biasanya penderita kanker otak stadium 4 rata-rata memiliki kesempatan hidup selama 12 sampai 18 bulan saja. Sebanyak 25 persen orang yang terkena kanker stadium 4 bahkan hanya bertahan 1 tahun. Hanya 5 persen yang bisa bertahan sampai 5 tahun,” jelas Dokter Kiara.

__ADS_1


Shella dan Nisa pun tak bisa berkata-kata lagi, bagi mereka kabar itu cukup mengejutkan dan menguras emosi dan air mata. Separah itu kah kondisi Ibrahim? sungguh malang nasib mu Nak. Pikir Nisa.


"Lalu, bagaimana dengan rentang waktu yang dimiliki oleh Kak Ibrahim? bukankah itu terbilang amat singkat?" Tanya Shella dengan suara tercekat di tenggorokan.


"Angka-angka fase hidup itu hanya bersifat rata-rata. Ini artinya, kesempatan atau fase hidup seorang penderita kanker sangat bergantung dari ketahanan tubuh dan seberapa ganas atau banyak sel kanker yang terbentuk. Jika pasien kanker hanya bisa hidup dalam beberapa bulan, berarti penyakit yang dialaminya sudah benar-benar parah atau sudah menyebabkan komplikasi yang membuat tubuhnya langsung drop lalu meninggal dunia."


“Memang, salah satu cara untuk menghilangkan sel kanker adalah dengan tindakan operasi. Tetapi, ketika kanker sudah masuk ke stadium 4, bisa saja ada sisa sel kanker tertinggal di dalam tubuh tanpa diketahui,” kata dokter Kiara.


“Lagi pula, tumor yang sudah parah akan membuat pembuluh darah yang sangat banyak mencari makanan. Sehingga, bila pembuluh darah itu juga diangkat akan berpotensi menyebabkan perdarahan hebat,” tambahnya.


"Harapan hidup penderita kanker otak stadium 4 memang tergolong kecil. Sebab, sekalipun penyakit bisa disembuhkan, bukan tidak mungkin sel kanker sudah terlanjur menyebar dan menyebabkan kerusakan secara diam-diam. Itulah sebabnya mengapa kanker harus dideteksi dan diobati sedini mungkin. Apabila mengalami keluhan dan kecurigaan adanya kanker otak atau kanker jenis lainnya, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Ingat, jika kanker diabaikan dan terus berkembang hingga mencapai stadium akhir, harapan hidup yang dimiliki penderita pun semakin kecil," tutup Dokter Kiara.


Sekujur tubuh Shella dan Nisa gemetar, dua wanita beda generasi itu sama-sama terpukul atas kondisi Ibrahim. Mereka menangis sejadi-jadinya di depan dokter Kiara.


Tak ada yang abadi dunia ini, entah itu Ibrahim, Shella, Akemi, Author dari cerita ini, ataupun netizen. Semua akan kembali ke sang pencipta dengan jalannya masing-masing.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2