
Akemi POV.
Mataku terpejam terpaksa ketika peluh membasahi kening. Tak lama ku rasakan kulit ku seakan terpisah dari dagingnya. Dimana tubuh wanita yang ku dekap erat, tiba-tiba harus menjauh. Mataku mulai terbuka dan mengawasi tubuh ramping itu. Dia berjalan dengan sangat hati-hati tanpa menoleh ke arahku. Tentu saja hatiku penasaran akan kepergian wanitaku itu. Dia mau pergi kemana di sepertiga malam ini? apakah dia mau melaksanakan ibadah? tapi melihat kondisinya, rasanya tak mungkin.
Hatiku penasaran, jiwaku meronta. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti kemana kaki jenjang itu mengarahkan pundak wanitaku pergi. Aku berjalan seperti seorang penguntit sejati. Tak bersuara sama sekali. Bahkan nafasku pun harus tertahan di pangkal tenggorokan, agar wanitaku itu tak melihat ku berada di belakangnya.
Mataku terus mengawasi kemana istriku itu pergi, hingga tibalah dia di ruangan sebelah. Aku melihat Shella berdiri di atas balkon kamar, sembari memandang langit yang kelam. Malam itu tak ada bintang-bintang, hanya suara rintihan hujan yang menemani kebisuan malam.
Aku memandang istriku itu terdiam membisu selama sepuluh menit lamanya. Apakah yang membuatnya diam dan nyaman memandang langit yang kelam itu? mungkinkah dia lelah? atau mungkin aku sudah membuat nya kesakitan karena pergumulan panjang yang kami lakukan? tapi rasanya tidak, kami sama-sama menikmati surga dunia itu. Tak ada penolakan, dan tak ada pemberontakan. Bahasa tubuh Shella juga menginginkan penyatuan dua tubuh yang saling mendamba.
Ah, mungkin aku terlalu khawatir pada istriku itu. Mungkin saja dia hanya ingin menikmati semilir nya angin sepertiga malam. Aku mulai menuntun kakiku untuk melangkah meninggalkan tempat dimana istriku itu terdiam membisu. Namun, sebelum kakiku berhasil melangkah, akhirnya aku mendengar suara isakan pilu yang berasal dari mulut istriku.
"Shella menangis? kenapa? apakah dia merindukan Ibunya? ataukah dia menyesali pernikahan ini? atau dia hanya sekedar mengingat masa lalu yang begitu pahit? dan mensyukuri keadaan saat ini? entahlah, tapi rasanya isakan itu seolah berkata lain. Seperti... bersalah? benarkah Shella merasa bersalah? tapi sama siapa?
__ADS_1
Lama aku bermain-main dengan pikiranku sendiri, Shella mulai bersuara sembari menangis pilu. Kali ini tangisan itu merupakan tangisan penyesalan yang mendalam.
"Jadi benar Shella menyesali sesuatu? tapi apa?" aku bermonolog dan bermain teka-teki dalam benakku.
Tak lama setelah itu, Shella bermonolog, bahwa dia belum bisa membuka hati untuk lebih dekat dengan ku. Entah apa alasannya, aku tak mendengar sepenuh nya. Namun, aku bisa memastikan, jika cinta itu mulai tumbuh di dalam hatinya Shella. Hanya saja, ada sesuatu yang menahan hatinya untuk tak mengungkapkan cinta itu padaku. Tapi apa?
Lalu kemudian wanita ku itu menyebut nama seorang pria yang tak asing di telinga.
"Ibrahim? siapa dia? apakah dia adalah mantan kekasih Shella yang dua bulan lalu bersama nya dalam tangisan di jalanan? apakah dia adalah alasan mengapa Shella belum bisa mengutarakan cintanya padaku? apakah dia alasan mengapa Shella berubah jadi pendiam selama beberapa hari ini? apakah dia adalah alasan sehingga Shella menerima penolakan dan penghinaan dunia? apakah dia turut andil dalam penderitaan istriku dulu? atau jangan-jangan Shella masih mencintai dia? tidak mungkin, itu tidak mungkin." Begitu banyak pemikiran yang mulai tumbuh dalam benakku. Pikiran itu seolah bermain-main dalam otak kecilku yang mulai rapuh.
Apakah tak ada tempat di hati Shella untuk ku? apakah dia tak bisa menerima cintaku selama ini? begitu berartinya kah pria itu dalam hidup Shella?
Tidak! itu tidak mungkin. Shella adalah wanita yang berbeda. Dia tidak mungkin mengkhianati suaminya. Sekali lagi aku bisa merasakan Shella mencintai ku. Bahkan ketika aku meminta hak ku sebagai suami, dia tak pernah menolak. Hanya rona merah yang menghiasi wajahnya yang malu-malu. Bahkan kami sangat menikmati mendaki gunung, melewati lembah bersama.
__ADS_1
Hatiku semakin berdesir, tercubit, dan terluka. Ketika akhirnya aku mengetahui fakta, bahwa Shella ingin mengutarakan cintanya padaku hanya saat dia sudah mendapatkan permintaan maaf dari pria yang tak ingin aku sebut namanya itu.
Tidak! aku tidak boleh egois. Aku harus memberi Shella waktu untuk meneduhkan hatinya yang rapuh. Aku harus bisa menunggu sampai waktu itu tiba. Dia pasti akan berkata, " Aku sangat mencintai mu suamiku." Dan jika saat itu tiba, aku akan membentangkan tangan dan mendekapnya kedalam pelukan. Aku tidak boleh menciptakan jarak di antara kami, hanya karena halusinasi yang aku miliki. Shella tak bersalah dalam hal ini. Dia hanya terlalu rapuh dengan hatinya yang gundah.
Aku akan menghapus setiap jarak yang membentang di antara kami. Jarak itu perlahan sirna, jika aku memutuskan untuk menanam kepercayaan pada Shella. Ya, akhirnya aku memutuskan untuk mempercayai Istriku. Dia adalah wanitaku, belahan jiwaku. Aku rela melakukan apa saja demi kebahagiaan dirinya. Bahkan jika seribu tahun lamanya aku harus menunggu jawaban cinta itu. Aku rela, aku benar-benar siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Namun, satu yang pasti. Shella adalah milikku seutuhnya sat ini. Mungkin saja ada Akemi kecil yang menepati rahimnya sekarang. Akemi kecil itulah yang akan menguatkan hubungan kami. Akemi kecil itulah, yang akan menjadi alasan perjuangan ku jika kelak nanti musibah menghampiri.
Ingin rasanya aku dekap tubuh rapuh istriku itu. Dia masih saja menangis pilu. Tubuhnya terkulai lemah di atas lantai. Dia membekap kedua lutut sembari menangis penuh sesal. Andai saja takdir lebih cepat mempertemukan kami, mungkin tak akan ada alasan untuk menangis penyesalan. Yang ada hanya tangis bahagia. Hingga tangan tak lagi bisa mendekap. Kaki tak bisa lagi berpijak. Mulut tak bisa lagi berucap, dan sampai waktu di telan oleh masa, dan berakhir dengan ajal menutup mata.
To be continued.
Assalamualaikum. Selamat siang readers. Author pejuang receh di dunia halu muncul lagi nih. In syaa Allah ta usahain hari ini crazy up lagi ya. Semoga kalian terhibur dengan adanya novel yang tak bermutu ini.
Sekali lagi hargai aku lewat like, komen, dan vote kalian ya. Atau beri tip juga boleh. Haha. Terimakasih.
__ADS_1
Happy reading.