Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 23. Menggoda.


__ADS_3

Javier tersenyum menyeringai, seperti ada sesuatu yang di rencanakan. sedangkan Alea, jangan di tanya lagi bagaimana kondisinya saat ini. Wajah wanita itu berubah menjadi merah merona, jantungnya tidak bekerja dengan baik. Detakan jantung wanita itu seperti melompat-lompat kencang dalam dadanya. Bukan karena detakan cinta, melainkan malu, malu akan kejadian yang dimana suami angkuhnya telah melihat tubuh polos miliknya tanpa sehelai benangpun.


Javier berjalan menuju Alea dan kedua tangannya di masukan dalam kantung celana miliknya, membuat Alea menelan slavinya dengan susah payah. 'Mau apa pria mesum ini? Apa dia---- Ah, tidak-tidak. Aku harus menjaga diriku dari macan tutul ini'. Tutur Alea dalam hati dengan rasa takutnya. Kini Javier berada tepat di depan Alea dengan wajah yang sulit di artikan.


"Wah, aku tidak menyangka kalau kamu punya--" Javier menggantungkan kalimatnya, dia mulai mendekatkan wajahnya pada Alea, jarak mereka sangatlah dekat.


DEG..


Alea menutup rapat matanya, dia benar-benar tidak tahan akan situasi yang membuatnya merasa di cekam. Sekali lagi Javier tersenyum menyeringai, dia sangat senang melihat ketakutan pada wajah istrinya itu.


"Kamu punya tato naga di bagian pinggulmu". Lanjut Javier sambil berbisik di telinga Alea hingga wanita itu meremang dan matanya membulat seketika.


"J-adi kau benar-benar melihatku tadi?". Suara Alea tercekat di tenggorokannya. Dikiranya Javier hanya menggoda dirinya, ternyata pria itu benar-benar melihat seluruh tubuh polos Alea. Bagaimana tidak, suaminya itu mengetahui tato naga miliknya. Tato naga itu adalah tanda lahir yang hampir menyerupai naga di bagian pinggul Alea. Dan sialnya tanda lahir itu telah di ketahui oleh bos sekaligus suaminya itu.


"Tentu saja, dan... aku sangat menikmatinya". Tutur Javier. Dia sengaja menggodaku wanita yang telah sah menjadi istrinya itu. Bagi Javier Alea seperti boneka yang patut di jadikan bahan mainan.


"Dasar pria mesum!". Bentak Alea sambil mendorong tubuh Javier yang cuma berjarak tujuh Senti dengan sangat kuat. Namun tidak membuat tubuh Javier menjauh darinya. Pria itu masih tetap bertahan pada posisinya. Dia ingin melanjutkan aksi menggodanya.


"Oh, jadi kamu sudah tau kalo aku pria mesum?" Tutur Javier dengan wajah yang sulit di artikan oleh Alea.


"Vir, tolong jangan begini. Kamu membuatku takut". Tutur Alea dengan wajah yang mulai gusar. Dia sangat takut kalau suaminya itu menuntut haknya.


"Oh ya?. Bukankah selama ini kamu selalu melawanku?. Dimana keberanianmu itu sayang?". Goda Javier. Tangannya mulai memegang pipih Alea dan beralih ke bibir wanita itu, membuat Alea memejamkan matanya kembali. Namun bukannya Alea yang tergoda dengan sikap Javier, tapi justru Javierlah yang termakan sikapnya sendiri. Adik kecil pria itu tanpa permisi telah bangun dari tidur panjangnya di balik celana, hanya dengan sekali sentuhan pada bibir Alea.

__ADS_1


'Sial, kenapa jadi aku yang tergoda dengan menyentuh bibir wanita ini?. Hai, adik kecil. Tidurlah!'. Gerutu Javier dalam hati. Ternyata dia termakan oleh tingkah konyolnya sendiri. Itu namanya senjata makan tuan.😅😅


"Buka matamu dan bernapaslah. Aku tidak akan menyentuhmu. Wajahmu itu tidak ada bagus-bagusnya". Titah Javier membuat mata Alea terbuka dan bernapas dengan lega, dia melihat pria itu telah menjauh dari dirinya.


"Hufffff...". Alea menghembuskan nafas lega yang sedari tadi di tahan sambil memegang dadanya karena takut. Sedangkan Javier membelakangi Alea untuk menyembunyikan adik kecil di balik celananya yang telah berganti posisi dengan berdiri tegak. Jika Alea melihat kondisinya saat ini, maka tidak akan mungkin wanita itu tidak menertawakan kebodohannya.


"Kau bersiaplah, kita akan mencari makan di bawah". Titah Javier sambil membelakangi Alea.


"Bukannya tadi kamu turun kebawah mencari makan?". Tanya Alea dengan kening berkerut.


"Aku tadi mencari udara bukan mencari makan. Sudahlah, kamu bersiap-siap saja. Aku mau ke kamar mandi dulu". Pria itu memasuki kamar mandi untuk menyelesaikan sesuatu yang di mulainya, dan sialnya dia termakan oleh senjatanya sendiri. Javier terpaksa harus menggunakan sabun mandi untuk menidurkan adik kecilnya yang sempat terbangun. 'Ah, sial'.


*******


Setelah Javier dan Alea makan, mereka pun bersiap-siap untuk tidur. Namun bukan Javier namanya jika tidak berlaku egois pada sekretaris yang telah menjadi istrinya itu.


"Kamu mau kemana?". Tanya Alea, di lihatnya Javier mengambil sebuah bantal dan selimut kemudian di letakan di atas sofa kamar mereka. "Kamu mau tidur di sofa?. Baguslah, aku akan tidur dengan nyaman di tempat tidur ini sendirian". Sambungnya sambil menarik selimut yang berada di tempat tidur. Namun tubuh Alea belum sempat menyentuh tempat tidur dengan sempurna, Javier menarik selimut itu dengan paksa hingga jatuh ke lantai.


"Aaakk---, Kamu mau apa?". Tanya Alea dengan kedua tangannya di letakan pada dadanya seolah menutupi tubuhnya dari Javier, padahal wanita itu menggunakan baju piyama lengkap.


"Kamu tidur di sofa. Aku tidur disini. Aku tidak biasa tidur di tempat itu". Tutur Javier dengan santainya sambil membaringkan tubuhnya di samping Alea.


"Jadi maksudmu aku sudah biasa tidur di sofa?". Alea menatap tidak percaya pada suaminya itu. Dia mengira Javier pria yang mengerti akan wanita, namun sayangnya Javier tetaplah Javier.

__ADS_1


"Dasar egois!". Gerutu Alea sambil berjalan menuju sofa, dilihatnya Javier berbaring membelakangi dirinya. Sedangkan pria itu tidak menganggapi gerutu Alea. mungkin dia terlalu lelah dengan pesta pernikahan mereka, pun Alea yang tidak menunggu waktu lama untuk tertidur meski harus tidur di sofa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay Readers. Jika kalian menyukai cerita Javier dan Alea, silahkan like dan vote ya untuk memberi sedikit trip. Seikhlasnya saja.😁.


Jangan lupa follow Instagram aku @suharniadhe. Terimakasih.😊

__ADS_1


__ADS_2