
Satu Minggu kemudian setelah Javier menemui Airin, hatinya merasa lebih tenang dan damai. Rasa sakit hati yang di pendamnya dulu perlahan menghilang. Dia memang tidak memaafkan Airin saat itu, Namaun dengan penjelasan Airin mengapa dia memilih jalan yang salah membuat hati Javier berdesir.
"Gue dengar lo udah ketemu sama Airin?". Tanya Alex yang tiba-tiba saja masuk dalam ruangan Javier.
"Bisa ketuk pintu dulu gak?". Balas Javier yang kaget dengan kedatangan sahabatnya itu.
"Jadi lo udah ketemu sama wanita ular itu Vir? Gue gak nyangka ya". Sambung Andre yang juga ikut menimpali pembicaraan mereka berdua.
"Kalian bisa diam gak sih? Ia gue udah ketemu sama dia Minggu lalu".
"Terus, lo udah tau alasannya apa?". Tanya Alex yang mulai penasaran.
"Hm".
"Apa dia memintamu kembali?". Tanya Alex ragu-ragu.
"Apa kamu sedang mendukung wanita itu Lex?. Wah, gue tau dari dulu lo selalu mendukung dia ketimbang sahabat lo sendiri". Andre mulai terpancing emosi, dia berpikir Alex mendukung Airin padahal nyatanya Airin sudah menyakiti Javier sahabat mereka.
"Ndre, gue gak bilang kaya gitu". Sanggah Alex.
"Terus?".
"Gue mau Javier mengetahui alasan Airin berselingkuh agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama lagi". Balas Alex
__ADS_1
"Maksud lo dalam hal ini gue yang salah gitu?. Atau memang sejak awal gue yang salah sampai dia berselingkuh?". Tutur Javier dengan suara yang mulai mengeras.
"Astaga, Javier. kapan sih lo dewasa ha?. Dengerin gue baik-baik ya. Jika saja kamu tidak mengabaikannya dan mengejar ambisimu maka Airin tidak akan merasa terabaikan. Dia tidak membutuhkan hartamu Vir, tapi cintamu. Kamu mengabaikannya selama tiga tahun. Ok baiklah selama dua tahun kalian menjalaninya dengan normal tanpa ada kendala, tapi di tahun berikutnya apa kamu tidak melupakannya? menolak dirinya untuk menikah? apakah itu tidak menyakitkan bagi seorang wanita?. Gue gak membenarkan perlakuan Airin Vir, gue juga kecewa sama dia, tapi alasannya ada dalam diri lo. Wanita itu mahluk lemah Vir, sekali lo terlantarkan, itu sama saja lo memberi peluang bagi pria lain". Tutur Alex yang berusaha menasehati sahabatnya itu. Alex memegang bahu Javier dengan hangat.
"Vir, gue bicara begini supaya lo gak lakuin kesalahan yang sama lagi kedepannya. Jika lo mencintai wanita itu, maka pertahankan, berikan dia kepastian, kadang materi tidak bisa menutupi kebutuhan batiniah Vir. Apa lagi sekarang lo udah dewasa, udah saatnya lo berubah. Tidak menutup hati lagi dan menganggap wanita itu mahluk tak kasat mata hanya karena lo pernah kecewa". Nasehat Alex membuat Javier mengingat akan pesan dari Maminya, jika dia harus menikah dalam waktu sebulan, dan sekarang sudah berlalu selama seminggu, itu artinya waktu yang tersisa adalah tiga minggu lagi.
"Wah, lo bicara udah seperti berpengalaman saja Lex, padahal pengalaman lo juga Nol tuh". Sanggah Andre dengan senyum mengejeknya.
"Ia, gue gak pernah lihat lo serius sama wanita selama ini? apa jangan-jangan lo gay?". Sambung Javier dengan senyum mengejek pula.
"Sialan lo pada". Alex melemparkan pena pada kedua sahabatnya itu.
"Kalian gak akan ngerti dengan penantian panjang gue sob". Batin Alex berbicara sendu, seolah sedang menantikan seseorang yang telah lama meninggalkan dirinya.
*******
"Gue makin cinta sama lo Lex. Andai aja gue berani ngungkapin rasa gue". Alea menundukan kepalanya, dia tidak berdaya. Dia mencintai Alex dalam diam. Dia tidak cukup memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.
"Andai lo bisa melihat gue sedikit aja Lex, gue akan memberikan lo hati gue". Sambung Alea dengan wajah sendunya.
******
Di Hotel Deluxe.
__ADS_1
Airin tampak bersiap-siap untuk keberangkatannya. Dia harus kembali ke luar negeri. Urusannya telah selesai di negara ini. Tujuannya adalah memenuhi panggilan Perdana Mentri untuk menjadi duta kesehatan. Selain menjadi super model, Airin juga menjadi donatur tetap di beberapa Rumah Sakit, dan hal itu di ketahui oleh banyak media. Dia selalu memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak mudah untuk selalu menjaga kesehatan dan menjadi orang yang dermawan. Dan tentu saja kedatangannya kali ini di sempatkan untuk bertemu dengan Javier agar dia bisa meminta maaf pada mantan kekasihnya itu, meskipun dia tau Javier akan menolaknya.
CEKLEK.
Pintu kamar Airin terbuka lebar.
"Lo udah siapa?". Tanya Alex. Yah, Alex yang datang menemui Airin. meskipun dia juga kecewa dengan mantan kekasih dari sahabatnya itu, namun dia tidak berhak untuk membenci seseorang atau menghukum orang lain. Baginya Tuhan yang lebih pantas menghukum setiap Hamba-Nya.
"Udah. Lex, tolong beri ini pada Javier. Gue harap dia mau memaafkan semua kesalahan gue di masa lalu. Gue pamit Lex. Maaf udah membuat kalian kecewa". Ungkap Airin dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Airin memberikan sebuah surat untuk Javier.
"Baiklah gue pamit ya?". Tutur Airin.
"Lo gak mau gue antar ke bandara?". Tanya Alex.
"Gak, gue ngehubungi lo buat memberikan surat itu untuk Javier. Gue udah pesen Taxi online". Airin berlalu meninggalkan Alex sendiri dalam kamar Hotel yang di tempatinya selama beberapa Minggu berada di Indonesia.
"*Wahai hatiku, jangan menangisi kesalahanmu, meski itu sakit.
Jangan terisak meski kamu terluka.
Ketahuilah, tuanmu sangat kuat.
"Wahai hatiku, teruslah terjaga jika suatu saat nanti kita harus menata bersama seseorang yang baru.
__ADS_1
Jangan lalai dan jangan khilaf lagi.
Karena kesempatan tidak akan datang dua kali. (Airin Pratiwi*).