Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 71. Kedatangan Naura. (Andre dan Ayu).


__ADS_3

Pasca perkenalan Ayu dan Andre, keduanya pun menjalin komunikasi yang intens. Memang mereka belum berpacaran, namun sikap yang ditunjukkan keduanya selayaknya orang yang memiliki hubungan lebih dari sekedar teman.


Kabar kedekatan Andre dan Ayu pun sampai ke telinga Naura. Naura yang merupakan mantan kekasih Andre tidak terima jika pria yang pernah menjalin hubungan dengannya itu memiliki kekasih, terlebih lagi kekasih Andre merupakan wanita cantik dan baik serta berprestasi. Meski Naura dan Andre sudah tidak memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, di karenakan Naura hamil bersama pria lain, tentu saja hal itu membuat Andre memutuskan hubungan, namun Naura tidak terima. Ia bersih kukuh jika anak yang di kandung nya adalah anak Andre.


"Ndre, aku gak terima. Kenapa kamu gak percaya kalau ini anak kamu?!". Tanya Naura dengan penuh amarah.


"Naura, kamu jangan membuat karangan bebas. Aku tidak pernah tidur dengan mu". Bantah Andre.


"Ndre, waktu itu kamu sedang mabuk. Bagaimana kamu sadar melakukannya?. Sayang, percayalah ini anak kamu, anak kita". Rayu Naura dengan suara lembut untuk meyakinkan Andre.


"Meski mabuk sekalipun aku tetap sadar dengan tindakanku Naura!". Andre yang sudah mulai hilang kesabarannya, kini membentak Naura dengan menggenggam kedua lengan wanita itu, membuat Naura bergidik ngeri melihat wajah Andre yang tidak seperti biasanya. Jika dulu Andre selalu saja mengikuti apa keinginannya, bahkan percaya pada dirinya meski ia berbohong, dan tidak pernah membentak ataupun memarahi dirinya. Tapi kali ini berbeda, kali ini pria itu seperti orang lain.


Andre menghempas kedua lengan Naura cukup keras, namun tidak mengubah posisi wanita tersebut.


"Katakan padaku, siapa pria yang sudah tidur dengan mu?. Aku akan membantumu untuk menyelesaikan masalahmu. Aku janji". Kini Andre mulai melunak.


Naura yang mendengar pertanyaan Andre, merasa harga dirinya hancur. Namun ia tidak menyalahkan pria itu. Karena pada dasarnya anak yang di kandung nya bukanlah anak Andre, melainkan anak pria lain yang tidur dengannya.


"Naura, kamu kan tau sendiri. Kita tidak pernah melakukannya satu kali pun. Bahkan untuk tidur bersama pun kita tidak pernah melakukannya. Aku tidak mengatakan bahwa aku pria baik-baik. Tapi aku masih menghargai mu sebagai seorang wanita".


Mendengar ucapan Andre, hati Naura pun merasa tercubit. Ia membenarkan ucapan Andre. meski Andre di juluki pria playboy, namun tidak pernah sekalipun pria itu mengajaknya tidur bersama ataupun pada wanita pekerja malam lainnya.


"Hiks...Hiks... Maafkan aku Ndre". Isakan Naura membuat Andre merasa iba. Ia tau betul jika Naura telah hamil bersama pria lain. Andre memegang tangan Naura dan berkata,


"Katakan padaku, siapa pria itu?..Agar kita bisa meminta pertanggungjawaban nya, Ra. Kamu gak mau kan jika kelak nanti anakmu tidak memiliki ayah?".


"Dia gak mau nikahin aku Ndre. Hu...hu...hu...". Tangis Naura pecah mengingat pria yang menghamili dirinya tidak mau bertanggung jawab.


"Kenapa bisa begitu Naura?".


"Karena dia mencintai wanita lain. Bahkan sebentar lagi dia akan menikah dengan wanita itu. Hu.. hu..". Naura menumpahkan segala tangis serta keluh kesah nya pada Andre. Dan Andre pun memeluk wanita itu,


"Ceritakan padaku. Siapa orang itu?. Dan bagaimana bisa sampai kamu tidur dengannya?".


Sejenak keheningan membaluti keduanya, hingga Naura mulai bercerita yang sebenarnya.


"Kamu masih ingat malam kita bertengkar?". Tanya Naura, namun Andre tidak bergeming, ia masih ingin mendengarkan kelanjutan cerita Naura.


"Malam dimana aku menginginkan dirimu. Aku ingin sekali melakukannya denganmu, tapi kamu menolak ku. Saat itu aku marah, sebagai wanita harga diriku hancur ketika di tolak. Jadi aku putuskan untuk ke club dan minum-minum disana. Lalu aku bertemu dengannya...Aditya. Aditya Pratama".


"Aditya Pratama?". Kening Andre berkerut dalam, Ia sangat tau betul pria yang sudah membuat Naura hamil. Andre melepaskan pelukannya pada Naura dan menatap wajah sendu wanita yang pernah singgah di hatinya itu.

__ADS_1


"Ya, Aditya Pratama adalah ayah dari anak yang aku kandung. Malam itu kami menghabiskan waktu bersama di hotel. Mulai saat itulah aku selalu menghabiskan malam bersamanya, hingga membuahkan hasil. Hiks... Hiks...". Ada guratan penyesalan di wajah Naura, ia benar-benar malu pada Andre karena sudah melakukan hubungan terlarang bersama pria lain di belakang nya, meski hanya berstatus sebagai pacar, namun mereka memiliki impian untuk menikah. Namun semuanya hancur karena kesalahan fatal yang di lakukan oleh dirinya sendiri.


"Aku akan membantumu, kamu tenanglah. Aku akan membuat perhitungan dengannya".


Andre menghapus air mata Naura lalu memeluknya. Namun sialnya hal itu tanpa sengaja di lihat oleh Ayu.


Ayu yang sedang membuat janji pada Dina dan juga Alea di kave tempat biasa ketiganya bertemu, namun harus di suguhkan dengan pemandangan yang cukup menyayat hati.


Andre yang sadar akan kedatangan Ayu, pun sontak melepas pelukannya pada Naura dan langsung menghampiri wanita yang di cintainya itu. Ada rasa canggung pada diri Andre, takut Ayu akan salah paham padanya Naura.


"Ayu".


"Maaf, aku tidak sengaja melihat kalian. Silahkan di lanjutkan proses pelukannya". Andre menarik salah satu sudut bibirnya membuat senyuman menggoda disana.


"Apa kamu cemburu".


"Cemburu sama siapa?". Tanya Naura dengan wajah datar, namun jantungnya telah bekerja keras menghasilkan detakan yang baru pertama kali dirasakannya.


"Sama Naura".


"Oh, jadi namanya Naura?. Selamat ya". Ayu menjulurkan tangannya memberi ucapan selamat pada pria yang diam-diam mulai di cintainya itu.


"Cinta sama kamu". Lanjutnya kemudian, membuat wajah Ayu menjadi merah seperti kepiting rebus.


"Apaan sih". Ayu membuang wajahnya ke sembarang arah. Ia benar-benar malu akan pengakuan cinta Andre.


Andre memegang dagu Ayu dan mengarahkan wajahnya untuk saling bertatap.


"Aku cinta sama kamu Ayu. Kamu maukan jadi istri ku?".


"Ha?".


"Kamu tidak perlu jawab sekarang, kamu masih punya waktu sampai 5 menit kedepan untuk menjawab ku".


"Itu sama saja pemaksaan dan tidak punya waktu. Masa cuma 5 menit?". Ayu menatap tak percaya pada pria berparas tampan tersebut.


"Kalau begitu di jawab sekarang".


"Itu lamaran atau pemaksaan pada anak gadis orang?". Javier dan Alex tiba-tiba menimpali keduanya. Ternyata kedua sahabatnya itu serta istri mereka sudah berada di kave tersebut selama 15 menit yang lalu dan telah menyaksikan adegan lamaran Andre yang terkesan memaksa.


"Ya ampun Javier..., bisa gak sih lo jangan ganggu konsentrasi gue?!". Andre berdecak kesal karena sahabat nya itu sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Habis lo seperti pria bar-bar sih". Tutur Javier sembari tersenyum mengejek.


"Lo tuh yang bar-bar. Udah gitu, bucin lagi".


"Sudah-sudah".


Alex melerai perdebatan kecil kedua sahabatnya itu.


"Ayu, apa kamu gak kasihan sama pria playboy itu?. Terima saja cintanya, barangkali dia sudah pensiun jadi pria playboy". Alex mendekati Ayu sembari tersenyum mengejek pada Andre.


Andre yang merasa di tersudutkan pun tak terima.


"Enak aja lo kata. Gue tuh bukannya playboy. Gue cuma mengadakan, koleksi, seleksi, lalu kemudian resepsi". Tutur Andre membela diri nya. Namun bukannya mendapat balasan dari Ayu, wanita itu justru kesal dengan ucapan Andre.


"Oh, jadi kamu mengoleksi wanita selama ini?. Terus kamu akan seleksi, begitu?. Termasuk aku?".


"Astaga, ****** gue". Andre menepuk jidatnya karena telah salah berucap.


"Bukan begitu". Andre berusaha merayu Ayu yang mulai menjauh darinya dan duduk di kursi.


"Sudahlah. Kalau cinta tuh bilang aja cinta. Gak usah di pendam". Tutur Dina yang sedari tadi diam menyaksikan drama percintaan sahabatnya yang baru saja akan di mulai.


"Naura". Alea baru menyadari jika di tempat duduk lain ada Naura yang sedari tadi diam menyaksikan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next.

__ADS_1


__ADS_2