Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 89. Kedatangan Naomi.


__ADS_3

Shella tak sanggup lagi menahan diri, ingin menyembunyikan perasaan, tetapi dia seolah rapuh. Akemi terlalu baik untuk di bohongi, terlebih lagi mata pria itu memancarkan ketulusan dan kebaikan di dalam sana. Hatinya benar-benar murni, tak ada kepura-puraan dalam diri seorang Akemi Alexander Gautam. Pria itu selalu berkata apa adanya, satu yang membuat dirinya berbeda, yaitu ternyata Akemi sangat suka di puji. Namun, pujian itu hanya khusus dari mulut Shella, tak berlaku untuk orang lain.


Lama Shella menimbang rasa, akhirnya wanita itu berkata jujur. Namun, tak membuat dirinya lebih berani untuk mengucap kembali kalimat pujian tadi.


"Maaf Tuan, saya sudah lancang memuji Anda," ujar Shella akhirnya sembari menundukkan kepalanya. Dia malu sekaligus takut menatap mata perak Akemi. Namun, sukses membuat hati pria berparas tampan itu berbunga-bunga. Perasaannya mulai bergemuruh. Sejujurnya dia ingin memeluk Shella, tetapi pria itu berhasil mengendalikan diri.


"Benarkah?" Tanya Akemi sembari tersenyum ceria. Shella menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Akemi.


"Sudah aku bilang, tadi dia mengatakan aku tampan," gumam Akemi, tetapi masih bisa di dengar oleh Shella. Akhirnya wajah wanita itu berubah menjadi merah merona karena malu. Ya, Shella malu karena dia ketahuan memuji bos nya sendiri. Kendati kenyataan pun berkata demikian, tetapi Shella tetaplah Shella. Dia seorang wanita pemalu dan tak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Lagi pula, untuk apa Akemi mengulang kalimat yang sama? bukankah masih ada Shella disitu? setidaknya dia berkata dalam hati, agar Shella tak merasa malu.


"Baiklah, karena kamu sudah mengatakan aku tampan, jadi mari sarapan bersama," tutur Akemi sembari melempar senyuman ceria. Hatinya sangat berbunga-bunga, ribuan kupu-kupu datang lagi untuk berterbangan di atas kepala pria tersebut. Namun, sebelum Shella berhasil duduk di kursi makan, mereka kedatangan tamu, yakni Naomi Alexander Gautam. Saudara kembar Akemi.


"Kakak," ucap Naomi seraya senyum sumringah. Senyuman itu selalu menghiasi wajah imut nan manis seorang Naomi Alexander Gautam.


"Naomi? sedang apa kamu disini?" Tanya Akemi dengan kening berkerut.


"Menemui Kakak lah." Naomi belum menyadari keberadaan Shella di antara mereka. Namun, tubuh Shella sudah gemetar karena takut. Ya, Shella merasa takut kepada Naomi. Dia takut akan mendengar kalimat hinaan seperti yang di lakukan oleh keluarga Ibrahim, mantan kekasihnya.


Naomi menoleh ke arah Shella, akhirnya wanita itu menyadari keberadaan Shella.


"Dia siapa, Kak?" Tanya Naomi datar. Sementara Shella menundukkan kepalanya. Wanita itu sangat suka dengan kepala tertunduk, membuat Akemi merasa jengah.


"Apa dia kekasih Kakak?" Tanya Naomi antusias.


"Sok tahu kamu," jawab Akemi ketus.


"Ayo sarapan bersama, nanti kita bicara sebentar," lanjutnya kemudian.


Naomi dan Akemi sudah duduk di kursi, sementara Shella masih tetap bungkam. Wanita itu tampak salah tingkah, situasinya berubah menjadi canggung. Baru saja satu kepercayaan dirinya muncul, kini menguap begitu saja ketika kehadiran Naomi.


"Shella, duduklah. Jangan cuma diam saja. Ayo kita sarapan bersama, bukankah kamu semua yang masak ini tadi?" ujar Akemi datar, namun penuh penekanan. Pria itu tampak tak memperdulikan keberadaan saudara kembarnya. Sementara mulut Naomi sudah menganga lebar. Dia tak percaya jika seorang Akemi memiliki wanita di Apartemennya, dan memasak untuk saudara kembarnya itu. Kemajuan yang luar biasa. Pikir Naomi.

__ADS_1


"Dia yang masak ini?" bisik Naomi, tetapi masih bisa di dengar oleh Shella.


"Hm," jawab Akemi singkat.


"Wah, dia benar-benar pacar Kakak ya?" bisiknya kemudian, dan mendapatkan sentilan dari Akemi.


Plak,


"Aww." Naomi ber'aww' ria ketika sendok makan berhasil mendarat di atas kepalanya. Namun, tak memberi bekas sakit. Hanya saja wanita manis itu terlalu manja terhadap saudara kembarnya. Ya, Naomi sangat akrab terhadap setiap saudaranya. Terlebih lagi pada Akemi yang merupakan saudara kembarnya sendiri. Jika Akemi sakit, maka Naomi juga turut merasakan sakit tersebut. Begitulah kedekatan yang terjalin di antara mereka. Kedekatan yang sukses membuat hati Shella merasa cemburu.


"Kamu mau sarapan atau jadi peramal disini? sudah, makan lah," titah Akemi akhirnya.


"Duduklah Shella."


Shella pun duduk di samping Naomi. Wanita itu masih saja menundukkan kepalanya merasa tidak nyaman.


Ketiganya pun akhirnya sarapan dalam diam. Tak ada yang saling membuka suara, hanya bunyi sendok makan yang saling bersahutan menemani khidmatnya sarapan mereka.


Puas menyantap sarapan bersama, Akemi dan Naomi pun kini berada di ruang keluarga. Sementara Shella membersihkan dapur dan peralatan lainnya.


"Jadi, apa yang membawamu kemari?" Tanya Akemi.


"Aku datang disini untuk memberitahu Kakak kabar bahagia," jawab Naomi antusias dan senyum mengembang. Ciri khas Naomi tak menyurut, yakni selalu tersenyum jika berbicara kepada siapa saja, kecuali pada Delon. Wanita itu akan menjadi orang lain jika berhadapan dengan seorang Delon Frederik. Pria yang mengejar cintanya sedari dulu. Namun, wanita itu selalu menolak.


"Apa itu?" Tanya Akemi datar. Pria itu kembali lagi dengan sikap dinginnya.


"Mama dan papa akan pulang dari Belanda besok pagi," jawab Naomi antusias.


"Benarkah?"


"Iya, dan Kakak tahu tidak?"

__ADS_1


"Tidak." Sungguh jawaban yang membosankan. Naomi sangat kesal di buatnya. Saudara kembarnya itu tak bisa di ajak bicara. Ekspresinya selalu saja datar.


"Is, dengar dulu," gerutu Akemi dengan bibir cemberut. Akemi pun tersenyum sembari mengacak rambut Naomi. Dia bukannya tak perduli terhadap saudara kembarnya itu, tetapi Akemi sangat suka ketika melihat wajah Naomi yang cemberut. Baginya, adik kesayangannya itu akan terlihat cantik dan manis ketika sedang bermanja-manja.


"baiklah, katakan apa?" Tanya Akemi akhirnya.


"Mama dan Papa akan menjodohkan Kak Aljav dan Marina," jawab Naomi dengan senyum penuh kebahagiaan. Wanita itu tampak antusias menyambut pertunangan Kakak tertuanya, yakni Aljav Alexander Gautam dan Marina, putri dari Bunda Dina dan Ayah Alex.


"Benarkan?" Tanya Akemi datar.


"Iya."


"Kamu dengar dari siapa?"


"Dari Mama dan Papa." Ya, selama sebulan penuh Papa Javier dan Mama Alea menghabiskan waktu di Belanda bersama Bunda Dina dan Ayah Alex. Keempatnya sepakat untuk menikahkan Aljav dan Marina yang merupakan pasangan seperti kucing dan tikus itu. (Untuk mengetahui kisah cinta Aljav dan Marina, baca novel author yang berjudul Marinaku di DM ya).


"Jadi Papa dan Mama akan menjodohkan mereka?" Tanya Akemi.


"Iya, selanjutnya nanti Kakak yang akan menikah," goda Naomi dengan menyenggol lengan saudara kembarnya tersebut. Tanpa mereka sadari, Shella menyaksikan keakraban yang terjalin antara mereka. Shella merasa iri sekaligus terharu kala kedekatan Akemi dan Naomi menggambarkan kehangatan keluarga. Momen seperti itu tak pernah di rasakan oleh seorang Shella Yolanda. Namun, satu yang membuat hatinya merasakan keanehan, yaitu mendengar Akemi akan menikah.


Jantung wanita itu berdegup kencang, hatinya terasa perih. Wajahnya berubah menjadi sendu. Bagaimana bisa dia merasa kecewa ketika mendengar Akemi akan menikah?


"Aku pasti sudah gila," gumam Shella. Dan wanita itu pun melanjutkan aktivitasnya membersihkan dapur yang sempat tertunda karena menyaksikan keakraban anta Adik dan Kakak tadi tanpa mendengar kelanjutan percakapan Naomi dan Akemi.


"Sama siapa?" Tanya Akemi dengan kening berkerut dalam hampir menyatu. Naomi menoleh ke arah Shella yang tengah sibuk membersihkan meja makan, dan di ikuti oleh Akemi. Pria itu mengikuti kemana arah mata Naomi melihat. Naomi menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman menggoda disana.


"Sama dia," ucap Naomi akhirnya, dan sukses membuat hati Akemi bergetar. Benarkah dia bisa menikahi Shella? apakah Shella akan menerima cintanya? mata Akemi tak berkedip sama sekali kala memandang wajah Shella yang cantik rupawan. Wanita itu tampak sempurna di mata Akemi. Dia tak kurang satu pun. Akemi merasakan getaran aneh yang luar biasa di dalam sana. Getaran yang mampu menerobos pertahanan pria tersebut.


Cinta sebuah misteri, kadang dia datang secara terencana, kadang juga secara tiba-tiba. Cinta mampu mengubah segalanya, mampu membolak balikkan hati. Apakah itu cinta? bertanyalah pada hati. Apakah cinta suci? artinya janganlah kau nodai.


Jika Tuhan mempertemukan mu dengan cinta, maka jaga dan rawatlah dia dengan baik. Bila kau rindu dan pikiran mu tergantung, maka itulah cinta. Bila kau resah, maka itulah cinta. Bila kau merasa ingin berkorban demi apapun, maka itulah cinta. Pahami cinta dalam diri, sebelum cinta itu pergi karena merasa jenuh akibat terlalu lama menunggu.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2