Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 72. Ketahuan.


__ADS_3

"Naura". Alea baru menyadari jika di tempat duduk lain ada Naura yang sedari tadi diam menyaksikan mereka.


Mendengar Alea menyebut nama Naura, lalu keenam orang itu pun sontak berpaling melihat Naura yang merasa canggung akan pandangan mereka.


Alea mendekati Naura lalu membawa Naura untuk bergabung bersama mereka.


"Naura, ngapain disini sendirian. Ayo gabung bersama kami". Naura yang merasa tak enak hati pada Ayu dan juga Andre pun sempat menolak ajakan Alea dengan menggeleng kan kepalanya, namun Alea tetap memaksa wanita itu, hingga mau tidak mau Naura ikut bergabung bersama mereka.


Kini mereka pun duduk bersama, Naura yang merasa canggung pun meminum air putih cukup banyak untuk menghilangkan rasa canggung nya.


"Vir, lo gak bakalan percaya dengan yang akan gue beritahu sama lo". Tutur Andre membuka percakapan di antara mereka.


"Kalo lo gak ngomong gue gak bakalan percayalah". Sikap angkuh Javier kumat lagi.


"Gue serius, Vir. Lo tau gak, ayah dari anak Naura adalah Aditya Pratama". Ucapan Andre sontak membuat semua yang berada disana kaget, kecuali Ayu dan Dina. Kedua wanita itu tidak tahu menahu tentang Aditya Pratama yang di maksud Andre.


"Serius lo?. Naura, apa itu benar?". Tanya Alex. Naura tidak membuka suara, wanita itu hanya mengangguk kan kepalanya pertanda membenarkan ucapan Andre.


Javier yang mendengar itu pun mengepalkan tangannya.


"Aku sudah duga ini akan terjadi".


"Maksud lo?". Tanya Alex dan Andre secara bersamaan.


"Gue udah curiga sama pria brengsek itu. Dia sengaja ingin menghancurkan gue".


Javier manatap kosong kedepan sambil mengepalkan tangannya.


"Apa hubungan kehamilan Naura sama lo?". Tanya Andre dengan kening yang hampir menyatu.


"Gue akan bongkar semuanya. Tunggu saja tanggal mainnya. Dia ingin bermain-main denganku rupanya".


"Naura, kamu tenang saja. Serahkan semuanya padaku". Lanjutnya kemudian. Naura pun mengangguk kan kepalanya. Ada tetesan air mata sesal di wajah wanita itu. Dan semua yang melihatnya merasa iba. Ayu yang semula diam, kini menggenggam tangan wanita itu berusaha memberinya kekuatan. Naura pun membalas genggaman tangan Ayu sambil tersenyum seolah mengucapkan terima kasih.


****


Di sebuah hotel, dimana akan di adakan pernikahan mewah antara Aditya Pratama dan juga wanita yang di cintanya yaitu Helena. Keduanya akan melangsungkan pernikahan pukul 09.00. Yang di awali dengan akad nikah pada jam tersebut, dan pukul 12.30 akan di laksanakan resepsi pernikahan mereka. Namun sebelum itu, ada pertunjukan yang tidak di bayangkan oleh Aditya sebelumnya. Ia kedatangan tamu yang tak di undang.


Bug..


Satu pukulan keras mendarat cantik di rahang pria itu. Aditya pun menoleh pada orang yang sudah berani memukulnya di hari pernikahan nya.


"Javier, kau?".


Ya, Javier memukul Aditya yang sedang berada di ruang ganti di tempat ia akan melaksanakan Ijab Qobul, pria itu di dampingi oleh kedua sahabatnya Alex dan Andre.


"Apa kamu terkejut Tuan Aditya?. Ups, maaf. Aku merusak wajah mu yang brengsek itu!". Tutur Javier sambil mendaratkan tubuhnya di kursi sofa, di susul oleh kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini?. Aku tidak mengundang kalian di acara pernikahan ku". Aditya mulai tersulut emosi dan menunjuk tiga pria yang berada di hadapannya itu.


"Singkirkan tangan kotor mu itu dari hadapan ku, brengsek!. Pernikahan siapa yang kamu maksud?. Pernikahan mu?".


Javier tersenyum mengejek pada Aditya dan melanjutkan ucapannya,


"Pernikahan mu sudah batal. BATAL". Javier mempertegas kalimatnya. Aditya yang merasa tak percaya pun ingin keluar untuk memastikan, namun sayangnya pintu telah terkunci.


Alex mengangkat tangannya yang terdapat kunci pintu kamar hotel Aditya sembari tersenyum menyeringai.


"Katakan padaku, apa mau kalian?". Tanya Aditya akhirnya.


"Wah, ternyata kamu tidak sabaran rupanya. Baiklah, aku juga tidak mau membuang waktuku bersama pria brengsek seperti dirimu". Javier mendekati Aditya.


"Cepat katakan!". Bentak Aditya.


"Wow, sabar bro".


"Aku hanya ingin kamu tidak melanjutkan tindakan diskriminasi mu terhadap perusahaan milikku di kota B. Aku akan mengampuni mu jika kamu melakukan itu".


"Hahahaha". Aditya menertawakan Javier, membuat kening Alex dan juga Andre berkerut penuh tanya.


"Apa yang kamu katakan barusan?. Diskriminasi?. Aku tidak melakukan tindakan itu. Apa kamu lupa?. Jika Tuan Handoko sendiri yang menandatangani surat pemutusan kontrak terhadap mu dan beralih padaku". Balas Aditya dengan penuh percaya diri.


"Haha. Apa kamu lupa siapa Javier Alexander Gautam?. Aku bukan anak kemarin yang baru saja berkecimpung di dunia bisnis. Aku tahu jika kamu menjebak Tuan Handoko untuk mengabil alih proyek itu dan menyuruh Tuan Handoko menandatangani kesepakatan yang sengaja kamu buat untuk mengelabui nya dan mengalihkan proyek itu padamu. Apa kamu pikir bisa mengelabui Tuan Handoko dan aku?. Oh ayolah Aditya Pratama... Kamu itu hanya anak kucing kecil yang bisa aku remuk kan dalam satu kali genggaman". Tutur Javier dengan senyum Devil khas miliknya. Membuat siapa saja yang melihat senyum itu akan bergidik ngeri.


"Kenapa Anda keringat Tuan Aditya?. Dimana kepercayaan dirimu tadi?". Javier menyeringai.


"Kamu mungkin ingin merusak Kerja sana antara aku dan Tuan Handoko, tapi tidak segampang itu. Tuan Handoko tau jika kamu sudah memanipulasi data dan juga keuangan di perusahaan milik ku yang terletak di kota B melalui orang suruhan mu... Pak Jamil. Apa aku benar Tuan Aditya?".


CEKLEK...


Pintu terbuka dan muncullah pria paruh baya yang merupakan orang suruhan Aditya yang sengaja di bayarnya untuk menghancurkan perusahaan milik Javier serta di dampingi dua bodyguard. Pak Jamil menundukkan kepalanya tak berani menatap bosnya yang sudah kepalang basah.


"Pengkhianat". Geram Aditya.


"Kamu ingin menghancurkan aku bukan?. Tapi sayangnya aku lebih cerdas darimu. Aku tau kamu sengaja melakukannya agar reputasi ku hancur. Dan kamu juga sengaja ingin menghancurkan persahabatan kami bertiga dengan sengaja menghamili Naura. Ia kan?. Dulu Airin, dan sekarang Naura. Apa sebejat itu dirimu, ha?".


Javier mengeraskan suara nya dan mencengkram kerah baju Aditya.


"Yah, aku sengaja ingin menghancur mu Javier. Karena aku membencimu!. Apa kau tau?. gara-gara dirimu Ayah ku selalu saja memojokkan diriku, membanding-bandingkan dirimu dan aku. Aku hanya ingin tampak sempurnah di mata ayahku. Dan kau, kau mengambil perhatian ayah dariku!".


Javier dan juga Alex serta Andre di buat tercengang dengan pengakuan Aditya.


"Semenjak saat itulah aku mulai membencimu. Terlebih lagi kamu menunjukkan sikap seolah kakak buatku, membuatku muak!. Aku muak terhadapmu!". Aditya menghempas kedua tangan Javier sekuat tenaga. Javier menatap tak percaya pada pria yang sangat di sayanginya dulu itu. Ia tidak percaya jika kasih sayang yang di berikan padanya dulu di salah artikan oleh Aditya.


"Aku mulai bertekad untuk menghancurkan dirimu, di mulai dari merebut Airin, membayar orang-orang kepercayaan mu di kota B. Dan mempengaruhi Tuan Handoko, itu semua adalah ulahku. Yah, ulahku. Karena aku membencimu, apa kau dengar?!. AKU MEMBENCIMU!".

__ADS_1


Bug..


Satu hantaman keras lagi mendarat di rahang Aditya, kali ini Andre yang melakukannya. Aditya tersungkur ke lantai, lalu kemudian Andre mencengkeram erat kerah baju Aditya, dan berkata,


"Lalu apa hubungannya dengan Naura, brengsek?. Kenapa kamu sengaja membuatnya hamil dan tidak mau bertanggung jawab, ha?".


"Karena Naura adalah kekasih dari sahabat setia Javier, lagi pula wanita itu sendiri yang menghantar kan dirinya padaku". Tutur Aditya dengan santainya, membuat Andre memukulnya bertubi-tubi hingga Aditya mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Bug.. Bug.. Bug..


"Brengsek kamu!". Andre sangat marah pada pria yang sungguh tidak tahu diri itu.


"Ndre, lapaskan dia. Kamu bisa saja membunuhnya. Jangan kotori tanganmu dengan darah pria itu". Tutur Alex sambil melerai dua pria yang sama-sama tersulut emosi. Kini pandangan Alex tertuju pada Aditya yang terbaring bersimbah darah di wajahnya.


"Aku tahu kamu sangat cemburu dengan kesuksesan Javier, tapi bukan berarti kamu harus mengambil jalan yang salah. Kamu menghancurkan banyak orang, di mulai dari Airin. Wanita itu tulus mencintai mu, tapi kamu jutsru menjadikan dia sebagai tameng untuk menghancurkan Javier. Lalu kemudian kedua orang tua Javier dan kedua orang tua mu. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan mereka akan tindakan ceroboh mu ini?. Dan Javier, dia tidak pernah bersandiwara untuk menyayangimu dulu. Apa kamu lupa bagaimana Javier harus menahan luka akibat kecerobohan mu membohongi ayahmu dulu?. Dia yang memasang badan untuk melindungi mu".


Mendengar penjelasan Alex, Aditya yang terbaring di lantai pun memalingkan wajahnya melihat Javier yang tampak dengan wajah yang sulit untuk di tebak.


"Dan sekarang Naura. Apa salah wanita itu?. Dia bukan bagian dari obsesi mu, Dit. Kamu memanfaatkan wanita lemah di saat-saat terpuruk hanya untuk melampiaskan segala obsesi yang tak berarti".


Penjelasan Alex membuat Aditya bungkam. Pria itu berjalan mendekati Javier, hingga...


PLAK...


Satu kali lagi tamparan keras mendarat di pipi pria yang sudah mendapat hantaman berkali-kali dari dua pria yang berbeda. Namun kali ini tamparan itu di lakukan oleh ayahnnya sendiri.


Aditya menundukan kepalanya merasa menyesali perbuatannya. Kali ini ia ketahuan oleh ayahnnya.


"Ayah tidak menyangka memiliki seperti mu. Siapa yang mengajarimu begini, Dit?. Apakah yang Ayah berikan selama ini kurang?".


"Ayah tidak bermaksud membanding-bandingkan dirimu sama Javier, nak. Ayah hanya mau kamu mencontoh dia sebagai kakak mu".


Guratan penyesalan dan juga malu di wajah pria paruh baya itu muncul pada semua orang yang berada di ruangan tersebut.


Javier mendekati ayah Aditya yang sudah d anggapnya orang tua tersebut dan memeluknya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next


__ADS_2