
Di mobil baik Alex maupun Alea tidak ada yang bersuara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Hingga isakan Alea membuat mobil yang di kendarainya berhenti di tepi jalan.
"Apa kamu mau berbagi beban dengan ku?".
Tanya Alex. Ia merasa iba pada istri dari sahabatnya itu.
"Alex, apa yang aku lakukan ini sudah benar?".
"Jika kamu merasa nyaman dengan keputusan mu, maka lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Tapi kamu harus ingat, jangan salah mengambil keputusan". Alex tidak ingin menghakimi ataupun membela Javier, ia berada di posisi yang netral.
"Tolong bawa aku ke rumahmu. Jika aku ke rumah salah satu dari orang tua kami, mungkin Javier akan menemukanku. Tapi aku percaya padamu. Kamu tidak akan memberitahu Javier tentang keberadaan ku sampai hari perceraian tiba. Bahkan aku ingin menceraikannya secepat mungkin". Tutur Alea dengan suara bergetar. Sejujurnya ia tidak siap untuk berpisah dari suami yang telah di cintainya itu, namun Alea tidak punya pilihan lain.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Aku akan membawamu ke rumahku. Tapi apa kamu yakin ingin berpisah dari Javier?".
Alea terdiam. Keheningan sejenak membaluti suasana, sebelum kemudian ia menghapus air mata yang sedari tadi di tahan olehnya, namun sudah tak bisa di bendung nya lagi dan menoleh pada Alex.
"Aku yakin". Jawab Alea mantap.
"Baiklah".
FLASH BACK OFF'
"Waktu itu aku ingin memberitahu mu tentang keberadaan Alea, tapi Alea melarang ku. Lagi pula aku mau melihat sampai sejauh mana besarnya cintamu pada wanita itu. Ternyata kamu sangat mencintainya, bahkan kamu sudah seperti orang gila. Hampir saja aku memasukan mu dalam rumah sakit jiwa". Tutur Alex dengan senyum mengejek.
"Sialan lo". Javier menyenggol lengan Alex hingga keduanya pun tersenyum.
"Pergilah, kamu akan menemukan semua jawaban dari pertanyaan mu selama ini".
"Tapi apakah Alea mau memaafkan ku?". Tanya Javier dengan suara lirih. Pria itu merasa takut akan penolakan Alea atas dirinya.
"Kalau cinta itu jangan setengah-setengah, kamu ini laki atau bukan sih?". Alex merasa kesal dengan sahabat yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Tentu saja aku mencintai nya dengan sepenuh hati dan jiwa ku". Jawab mantap Javier.
"Lalu apa lagi yang kamu tunggu?. Cepat pergi sana". Titah Alex.
Sumpah demi apapun, Javier sangat bahagia dengan penjelasan Alex. Ternyata istrinya tidak pergi jauh darinya, melainkan ia bersembunyi di tempat yang sangat aman.
****
Di sebuah Apartemen, Alea sedang memasak menu makanan kesukaan Alex. Namun aktivitas memasaknya terhenti ketika ia mendengar suara bel pintu berbunyi. Alea pun mematikan kompor dan menuju ruang tamu.
"Itu pasti Alex. Semalam dia tidak pulang. Mungkin lagi banyak kerjaan di kantor. Untung saja masakan kesukaan nya sudah matang". Alea bermonolog.
Ting tong...
"Ia sebentar. Kenapa kamu baru pu---"
__ADS_1
Alea tidak melanjutkan kalimatnya, ia begitu terkejut dengan pria yang di lihatnya saat ini. Mata Alea mulai berkaca-kaca. Ada rasa rindu dan marah dalam hatinya. Kedua rasa itu muncul secara bersamaan.
"J--javier". Tubuh Alea bergetar. Ia benar-benar terkejut melihat Javier berdiri tepat di depan nya saat ini. Alea memundurkan langkahnya seraya ingin berlari menuju kamar, namun tangan Javier mengentikan gerakannya.
"Alea tunggu".
"Lepaskan aku!. Sedang apa kamu kesini?". Tanya Alea dengan amarah. Sejujurnya, ada rasa bahagia dalam hati wanita itu. Akhirnya ia melihat wajah pria yang di rindukannya selama dua bulan ini.
"Aku mau menemui istriku!". Jawab Javier sambil memeluk erat Alea. Sumpah demi apapun Javier sangat bahagia, akhirnya ia bisa menemukan istrinya. Ia tidak ingin melepaskan wanitanya lagi. Di kecup nya puncak kepala Alea berkali-kali. Namun Alea tidak membalas pelukan Javier, ia mendorong tubuh Javier sekuat tenaga.
"Lepaskan aku. Untuk apa kamu menemui ku?. Apa kamu kesini mau memberikan ku surat cerai?. Baiklah, berikan padaku. Aku akan menandatangani nya". Tutur Alea. Wajah dan suara wanita itu menjadi dingin.
"Alea aku---"
"Jangan mendekat!". Alea mengangkat salah satu tangan nya untuk menahan Javier ketika pria itu berusaha mendekati dirinya lagi.
"Aku bilang jangan mendekat!".
Dan tiba-tiba saja...
"Hoek... Hoek... Hoek...".
Alea memuntahkan semua makanan yang sempat di makannya tadi pagi. Membuat Javier merasa panik dan khawatir.
"Al, kamu tidak apa-apa sayang?". Javier ingin memapah tubuh Alea namun Alea menahannya terus menerus.
Bug...
Alea jatuh pingsan, tubuhnya hampir saja mencapai lantai, namun Javier berhasil menahan tubuh wanita itu.
"Alea bangun sayang, tolong jangan membuatku takut". Javier memukul pelan pipi Alea untuk menyadarkan wanita tersebut, namun tidak ada respon sama sekali.
"Javier, apa yang terjadi?. Ada apa dengan Alea?.
Alex yang baru saja sampai di apartemen nya justru menyaksikan dua orang yang di sayanginya itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Aku juga gak tau. Ayo kita bawa Alea ke rumah sakit". Titah Javier. Dan tanpa tunggu lama, Alex dan Javier pun menuju rumah sakit dimana Diana bekerja.
*****
Perjalanan yang di tempuh hanya mencapai 15 menit. Kini Alea telah sampai di rumah sakit.
"Ana, tolong periksa Alea".
Diana yang baru saja keluar dari salah satu ruangan untuk memeriksa kondisi pasien, di buat terkejut kala mendengar panggilan namanya dari seseorang yang sangat tidak asing. Alex, hanya pria itu yang memanggil Diana dengan sebutan Ana.
"Alea?. Apa yang terjadi?. Ayo bawa dia ke ruang pemeriksaan". Titah Diana. Wanita itu menjadi panik melihat sahabat yang di anggap sebagai adik itu pingsan.
__ADS_1
Javier dan Alex sedang menunggu di luar ruangan. Javier tidak tenang hingga ia berjalan mondar mandir, sementara Alex duduk tenang di tempat duduk nya.
"Kenapa lama sekali?. Apa wanita itu tidak memeriksanya dengan baik?. Kenapa dari tadi belum kelar juga?". Javier tampak khawatir dan mulutnya berkomat-kamit seperti ibu-ibu yang sedang mengomeli anaknya.
"Javier, tenanglah. Dokter sedang memeriksa kondisi Alea". Alex berusaha menenangkan pria yang sedang di landah kecemasan itu. Javier ingin menjawab ucapan sahabatnya itu, namun suara pintu yang terbuka seketika mengurungkan niatnya dan memilih menghampiri dokter yang memeriksa kondisi Alea, yaitu Diana.
"Bagaimana kondisi istri saya?. Kenapa lama sekali?. Apa kamu tidak bisa bekerja dengan baik?" Javier membentak Diana yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan. Alex yang sedari tadi diam, kini merasa kesal dan menghampiri sahabat yang menurutnya sudah keterlaluan itu
"Javier, jaga bicaramu!. Apa kamu tidak bisa sedikit saja menghargai wanita?!". Alex memegang lengan Javier dengan erat. Ia merasa tidak terima wanita yang di cintainya terkena amukan amarah Javier.
"Apa kalian tidak bisa tenang?. Ini rumah sakit, bukan pasar!".
"Ayo ikutlah denganku". Titah Diana akhirnya.
Mereka pun kini berada di ruangan Diana.
"Alea dalam keadaan baik-baik saja. Hanya saja dia sedikit terguncang, sehingga menyebabkan kontraksi ringan yang terjadi pada kandungannya. Tapi jangan khawatir, hal itu tidak membuat kondisi bayinya terganggu". Tutur Diana, Javier yang belum bisa mencerna kalimat sahabat dari istrinya itu hanya mengangguk kepala nya seolah paham. Namun semenit kemudian,
"Apa?. Bayi?. Bayi siapa?". Tanya Javier dengan dahi berkerut hampir menyatu.
"Tentu saja bayi mu, bodoh!". Jawab Alex.
"Bayiku?. Bagaimana bisa--"
Javier menggantungkan kalimatnya dan berlalu meninggalkan dua manusia yang sedari tadi menatapnya tak percaya akan pikirakannya yang terlalu lambat itu untuk menemui istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
Assalamualaikum. Hay Readers. Sebelumnya Author mau minta maaf nih. Kan sebelumnya tuh ada salah satu pembaca yang ingin tau perasaan Javier yang sebenarnya pada Alea dan ingin menjadikan Javier bucin, Jadi author buatin Javier POV supaya kalian tau perasaan Javier yang sebenarnya. Tapi jika Javier POV membosankan itu tidak masalah. Setiap orang punya pendapat masing-masing. Makasih loh atas kritik dan sarannya, itu menambah semangat Author lagi dalam menulis dan mengumpulkan ide cerita.
Untuk mengenai update novel ini, ya itu urusan dari pihak Noveltoon, Author tiap hari menulis bisa sampai 7 episode perharinya, tapi proses review yang cukup lama, bisa mencapai 3 sampai 4 hari, bahkan pernah seminggu menuggu review nya. Jangan kan kalian, Author pun jenuh menunggu update dari novel ini agar cepat selesai.
Terimakasih ya Readers yang Budiman. 😘
__ADS_1
*Dede...