
Alea tengah memasak di dapur, sementara Javier menemani putra nya yang bernama Aljav di kamar.
Puas bermain bersama, Aljav pun akhirnya tertidur juga. Hal yang di tunggu-tunggu oleh Javier. Bagaimana tidak, hampir 3 jam pria itu harus menunggu putranya tertidur agar ia bisa ena-ena bersama istrinya. Segala macam bujuk rayu di layangkan oleh Javier agar putra nya yang sekarang berusia 3 tahun itu mau tidur.
Di mulai dari permainan ular tangga, bermain kuda lumping, hingga Javier pun berdandan layaknya seorang badut demi putranya itu bisa tidur dan leluasa menghabiskan waktu di kamar bersama Alea.
Dan sekarang saatnya telah tiba. Alea sedang membersihkan piring kotor, tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar sempurnah di perutnya yang sedikit membuncit. Ya, Alea tengah hamil anak kedua mereka. Dan kabar gembiranya adalah, wanita itu hamil anak kembar.
Tidak pernah terbayangkan selama ini jika mereka mendapatkan kepercayaan yang sungguh luar biasa dari Tuhan.
"Sayang, uwik-uwik yuk". Ajak Javier sembari mencium ceruk leher istrinya. Alea yang merasa geli pun di buat meremang.
"Sabar sayang, dikit lagi selesai. Nanggung nih". Balas Alea masih tetap dengan membersihkan piring kotor.
"Tapi yang ini juga nanggung". Javier sengaja menggosok senjata pusaka nya ke kulit Alea agar wanita itu mau tergoda.
"Jangan di gesek gitu dong, Vir". Bukannya tergoda, Alea justru merasa risih akan kelakuan suami mesumnya itu.
"Siapa suruh kamu menggoda begini?. Bikin penasaran. Ayo?". Bujuk Javier tak mau putus asa.
"Tapi ini belum sel--- aaakkkk". Belum sempat Alea menyelesaikan ucapannya,, Javier sudah mengangkat tubuhnya dan membawa wanita itu ke dalam kamar. Tidak ingin membuang-buang waktu.
Kini keduanya pun berada di dalam kamar meninggalkan setengah piring kotor yang belum sempat di bersihkan. Namun bagi Javier itu bukanlah masalah besar, ia harus menuntaskan dulu segala misi.
Transaksi air liur pun terjadi, bermula dari adegan itu, hingga turun ke titik hutan Amazon Alea. Bermain-main di hutan itu membuat Alea meremang panas dingin. Mata sayu, wajah merah, dan bibir sedikit bengkak akibat ulah dari suaminya.
Gaya demi gaya di praktekan hingga Alea mengeluarkan racauan tidak karuan. Menyebut nama suaminya dengan nada kicauan yang samar.
Sementara Javier tengah asik bermain di tempat favoritnya. Memutar-mutar hutan Amazon Alea meski panjang berumput hingga sang empunya menggigit bibir menahan rasa yang tak tertahankan.
__ADS_1
Nikmat, lelah, letih, sakit, dan lunglai bersatu dan muncul secara bersamaan. Namun sang suami belum menyelesaikan misinya hingga Alea berusaha untuk menghentikan gerakan yang ritmenya masih pelan itu.
"Sayang, udah dong". Ucap Alea.
"Bentar lagi sayang, belum selesai. 20 menit lagi ya?". Pinta Javier sembari menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang masih tetap sama.
"Tapi ini sudah dua jam, ingat anak dalam kandungan ku. Nanti mereka kenapa-napa". Mendengar anaknya di sebut, Javier pun berhenti sejenak.
"Baiklah sayang, aku akan menyelesaikan misi ku". Mengelus perut istrinya dan melanjutkan ucapannya,
"Sayang, jangan bangun dulu ya?. Papa masih pinjam mama kamu. Nanti kita bermain bersama. Sekarang papa mainnya sama mama". Kemudian Javier pun melanjutkan gerakannya dengan ritme yang cepat. Terus bergerak cepat, cepat, dan cepat, hingga...
"Alea....".
Tuntas sudah misi Javier yang bermain di puncak gunung Himalaya Alea. Deru napas yang membuncah tampak naik turun. Keduanya bermandikan keringat di dahi dan juga dada.
"Terimakasih sayang". Ucap Javier sembari mengecup kening istrinya itu. Lalu beralih mengelus perut istrinya guna memastikan kedua anaknya baik-baik saja di dalam sana.
"Jadi maksud kamu aku stupid gitu?". Protes Alea dengan tatapan tajam.
"Hehe. Bukan begitu sayang. Kan aku yang menyemai bibit di dalam sini". Memegang perut Alea,
"Kamu yang menampungnya dengan baik". Gigi putih nan bersih itu muncul bagai tanpa dosa.
"Selalu saja begitu. Tapi aku yang melahirkan mereka, bertaruh nyawa. Jika aku tidak sanggup menahan sakit dan juga tidak berhasil melahirkan mereka, maka..."
"Sssst. Cukup. Jangan di lanjutkan lagi". Memeluk erat tubuh Alea dan mengecup lama kening istrinya itu, lalu kemudian berkata,
"Kamu pasti bisa melahirkan anak-anak kita dengan selamat. Karena kamu adalah wanita yang kuat dan hebat. Aku bukanlah siapa-siapa tanpa mu. Aku bisa menjadi seorang ayah itu juga berkat kamu yang memberikan status itu". Melepas pelukan dan menangkup kedua pipi istrinya,
__ADS_1
"Kita adalah partner. Jika aku lemah, maka kamulah sumber kekuatan ku. Jika aku luka, kamulah obatku. Jika aku nelangsa, maka kamulah penawar nya. Jadi jangan katakan jika kamu tidak sanggup. Karena kamu adalah istriku. Istri seorang Javier Alexander Gautam sangatlah hebat dan juga kuat".
Mendengar pujian dan juga ketulusan kata suaminya, Alea menitikan air mata haru. Bagai ada ribuan kupu-kupu terbang dan bermain di atas kepala wanita itu.
"Kenapa menangis, em?". Memindahkan helai rambut Alea yang sedikit menutupi wajah istrinya. Alea sesegukan dan menjawab,
"Aku terharu sayang. Aku tidak pernah tahu jika kamu mencintai ku sebesar ini. Dulu aku pikir akulah yang berjuang sendirian dalam hubungan kita. Aku berusaha untuk menata hatiku, berusaha membuang mu jauh dari relung hatiku yang paling dalam. Namun semakin aku berusaha membuangnya, rasa sakit semakin menggerogoti tubuh ku, bagai penyakit ganas. Hingga aku putuskan tetap mencintai mu dan mempertahankan rasaku". Menarik napas sejenak,
"Hingga Tuhan berbaik hati pada kita untuk menyatukan kita kembali. Terimakasih suamiku Javier Alexander Gautam. I love you".
Sepasang suami istri itu pun menghabiskan waktu dengan bercengkrama dan juga bercanda gurau. Mengungkapkan segala cinta yang begitu menghujam rasa. Merasuk Sukma hingga dalam relung hati yang terdalam bagi keduanya. Melupakan kisah pilu yang membuat keduanya salah paham. Melupakan bagaimana susahnya saling memendam rasa dan bersembunyi di tempat yang di anggapnya aman.
Perasaan yang dulunya di anggap hanya sepihak, kini berubah menjadi tepukan tangan yang saling bersahutan, menghasilkan bunyi-bunyian indah di telinga, seindah ungkapan cinta seorang Javier Alexander Gautam untuk seorang Alea Marwah.
.
.
.
.
.
.
.
Hai-hai Readers ku. Apa kabar?. Semoga kita semua senantiasa di lindungi oleh Allah SWT. Mohon maaf untuk bonus ekstra part-nya baru author tulis sekarang, karena tuntutan aplikasi yang mengharuskan author nulis ke novel satunya lagi. Doakan semoga author sehat terus dan bisa menghibur kalian dengan sajian novel yang epik dan menarik untuk di baca. I love you para Readers ku. Kalian memang luar biasa.😘
__ADS_1
Happy reading.😊
*Dede...