Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 50. Perjanjian dan Kesepakatan yang Ku Buat-buat. (Javier PROV).


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah berada di kantor untuk menunggu Alea. Aku ingin mengutarakan niat dan tujuanku pada wanita itu. Sambil menunggu Alea datang, aku mempersiapkan segala sesuatunya yang akan mengikat Alea. Aku sengaja menulis surat perjanjian pernikahan selama satu tahun, atau dengan kata lain nikah kontrak. Ya, aku menikahi Alea secara kontrak, namun resmi secara hukum dan agama. Tentu saja itu adalah alasan yang ku Buat-buat agar Alea mau menerimaku, aku ingin memberikan waktu kepada Alea untuk mengenaliku lebih jauh, aku ingin dia membuka hatinya untukku dan kami pun hidup bahagia. Memikirkan nya saja hatiku serasa berbunga-bunga, bagai ada ribuan kupu-kupu menari-nari di atas kepalaku.


Aku membuat surat kesepakatan yang sekiranya Alea tidak curiga bahwa isi perjanjian itu adalah palsu. Dengan bermodalkan kecerdasan yang ku miliki aku telah selesai menulis surat itu dalam hitungan menit. Isi surat itu tentu saja menguntungkan diriku, namun tidak serta-merta merugikan Alea. Aku tersenyum menyeringai ketika melihat hasil karyaku yang tertuang dalam bentuk tulisan untuk mengikat wanitaku selamanya. 'Alea, belajarlah untuk mencintaiku sayang. Maaf caraku terlalu egois untuk mendapatkan dirimu. Tapi percayalah, keegoisan itu murni karena aku mencintamu Alea Marwah'. Batinku sambil mencium surat perjanjian yang ku tulis seolah itu adalah harapan dan impianku disana akan tercapai.


*****


Tepat pukul 08.00 pagi Alea sudah datang dan memasuki ruangannya. Begitu juga dengan karyawan lainnya. Tapi aku tidak perduli dengan karyawan ku yang lain, yang aku butuhkan saat ini adalah Alea.


Aku menyuruh Alea untuk masuk ke ruangan ku, dan wanita itu mengikuti instruksi ku dengan patuh. Mataku tak berkedip kala melihat wajah cantik Alea, bibirnya sungguh manis, senyumannya sungguh mempesona. Mengingat mimpiku semalam membuat aku berfantasi liar bersama Alea. Astaga... Javier, sadarlah... Ini kantor, atau kamu akan di cap pria mesum. Aku mengutuk diriku sendiri yang tak pernah jerah berkhayal tentang Alea.


"Ada yang bisa saya bantu pak?".


Suara merdu Alea menyadarkan ku dari lamunan mesum ku.


"Apa kau sudah memiliki kekasih nona Alea?". Tanya ku tanpa basa basi dan tentu saja dengan jantung yang berdegup kencang. 'Baiklah Alea, aku ingin melihat apa reaksi mu sayang'.


"Maaf pak, kalau bapak hanya ingin menanyakan perihal privasi ku saya permisi". Tutur Alea dengan suara kesal. Mungkin dia tersinggung dengan pertanyaan ku. Alea ingin membalikan tubuhnya untuk meninggalkan ku, namun sejurus kemudian aku mengucapkan kalimat yang membuat Alea menghentikan langkahnya.


"Menikahlah denganku".


Dengan satu kali tarikan nafas aku melamar Alea dengan cara yang salah. Ya, ini salah. Bagaimana bisa aku melamar wanita ku dengan ekspresi angkuh dan juga... mengancam. Ya, wajahku seperti menunjukan ekspresi ancaman.


"Ppffffffh... Apa bapak tidak salah minum obat?. Bapak jangan bercanda sepagi ini pak". Tutur Alea dengan wajah tidak percaya sekaligus mengejek.


"Aku serius Alea. Menikahlah denganku".


"Kenapa Bapak mau menikah denganku?. Bukannya Bapak tidak mencintaiku?. Bahkan Bapak malu jika berjalan berdua denganku". Tuturnya panjang lebar. Aku melupakan sesuatu, jika dulu aku pernah meremehkan dirinya, aku bilang jika aku malu jika harus berduaan dengan Alea. Matilah kamu Javier... Kamu menjilat ludah mu sendiri. Aku mengumpat diriku sendiri yang bodoh.

__ADS_1


"Kamu jangan senang dulu. Aku melakukan ini untuk Mami".


"Mami?". Alea tampak bingung ketika aku mengungkapkan alasanku melamarnya. Sungguh alasan yang bodoh.


"Maksudku Mamiku. Beliau menginginkan aku menikah, dan kamu tau sendiri kan aku terlalu sibuk untuk bermain-main dengan wanita di luar sana, jadi aku putuskan untuk menikahi mu".


"Apakah Anda tidak laku Tuan Javier Alexander sehingga Anda ingin menikah dengan ku?" Tanya Alea dengan senyum mengejek. Tapi, aku suka senyuman itu. Bagiku senyuman itu adalah senyum pujian.


"Tentu saja karena aku sibuk. Apa aku sejelek itu nona Alea?".


Ternyata wanita ini tidak mudah di ajak kompromi. Kami berdebat untuk beberapa saat. Sama seperti yang dulu biasa kami lakukan, berdebat. Hingga aku harus mengeluarkan senjata jitu yang ku punya. Kali ini wanita itu tidak akan berkutik.


"Baiklah jika kamu tidak setuju, tapi kamu harus melihat ini dulu". Aku mengeluarkan ponsel dari saku celanaku dan memberikan pada Alea agar menyimak video yang terputar dalam ponsel itu. Dan betapa terkejutnya Alea kala melihat isi video itu, seperti tidak percaya. Dan aku pun tersenyum menyeringai.


"Bagaimana?". Tanyaku. Aku menunggu jawaban Alea seperti menunggu hasil lulus ujian Nasional. Tidak, ini bahkan lebih dari sekedar ujian nasional, masa depanku bergantung disini. Hatiku berdebar kencang, jiwaku meronta-ronta ingin berteriak.


"Aku tidak mau menikah denganmu. Bukankah kamu membenciku?". Astaga... lagi-lagi kalimat itu yang harus aku dengar dari bibir ranum Alea. Aku tidak punya pilihan lain selain mengajukan surat perjanjian yang ku buat satu jam yang lalu untuk meyakinkan dirinya bahwa ini tidak akan berlangsung lama. Awalnya jika Alea setuju dan tak meragukan niatan ku untuk menikahinya, aku tidak memerlukan surat perjanjian ini meski aku telah mempersiapkan nya untuk berjaga-jaga. Dan sekarang lah waktunya surat itu bekerja.


"Kamu tidak perlu khawatir, kita hanya menikah kontrak saja selama satu tahun sampai aku menemukan wanita yang menjadi istriku sesungguhnya".


Percayalah, hatiku menangis ketika mengatakan kalimat itu. Aku tidak akan pernah bisa mencari wanita lain untuk menjadikan istriku, hanya kamu saja Alea yang akan menjadi istriku.


Alea tampak berpikir beberapa saat,


"Kita hanya menikah kontrakan?. Tidak tidur bersama?". Tanya Alea dengan mata penuh selidik. Astaga... wanita ini benar-benar membuat jiwa kelakian ku bangun.


"Jika kamu menginginkannya maka aku akan siap melakukannya baby". Ucapku dengan nada sensual yang ku Buat-buat. Dan wajah Alea pun berubah warna menjadi merah seperti tomat. Aku suka wajah itu ketika merasa malu, sepertinya ingin aku terkam saat ini juga.

__ADS_1


"Baiklah aku mau menikah dengan mu".


'Yes. Akhirnya kamu menjadi milikku Alea. Selangkah lagi sayang, aku akan menjadi kan mu Nyonya Javier Alexander Gautam'.


Aku bersorak dalam hati, akhirnya wanita ini menerima kesepakatan yang sengaja ku buat untuk mengikatnya. Setidaknya aku punya waktu selama satu tahun untuk meluluhkan hati Alea. Meski kedengarannya egois, tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku harus memiliki Alea, harus!.


****


Aku menatap bahagia tanda tangan Alea yang tertera dalam surat perjanjian palsu yang ku buat. Untung saja Alea tidak curiga dengan video yang ada di ponselku, mungkin dia melupakan memont itu, padahal kejadiannya belum lama ini. Dan beruntung pula Alea tidak mencurigai surat perjanjian itu. Alea memang cerdas, namun juga ceroboh. Kadang dia melupakan hal kecil hingga berefek besar.


"Javier Alexander, Show time"...


Lalu Javier pun berkata, jangan lupa like dan votenya ya.😁


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2