Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Apakah Kau Akan memperjuangkan Ku?


__ADS_3

Hidup harus terus berlanjut, tak peduli seberapa menyakitkan atau seberapa membahagiakan, biarkan waktu yang menjadi obat. Ajaibnya waktu, masa lalu yang begitu menyakitkan lambat laun boleh berubah menjelma menjadi nostalgia romantik yang ingin di lupakan.


Shella ingin berhenti berlari dari kenyataan hidupnya, berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan memulai keajaiban yang baru.


Dari kejauhan Shella menemui dirinya, dia menemui sedikit makna perjuangan hidup yang pernah dia takuti, dan di luar sana dia mencoba menembus batas ketakutan.


Terkadang Shella berpikir, bahwa hidup adalah perjuangan untuk membangun rumah bagi hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Itu yang akan menjadi sebuah rumah indah kelak nanti.


Ya, Shella berpikir dia sudah berhasil membangun rumah bersama Akemi. Namun, ternyata rumah itu hanyalah sebatas rumah, belum menjadi sebuah tempat tinggal. Shella membeli kasur, tetapi belum bisa menjadi tempat tidur. Seperti yang di rasakan saat ini. Shella memang sudah menikah, tetapi bayangan masa lalu itu mulai muncul kepermukaan.


Setiap malam Shella harus terjaga di sepertiga malam. Dia membentang kan sajada cinta pada semesta. Mengangkat tangan memohon berkat sembari menitikan air mata penuh harap.


Di sepertiga malam dia menikmati semilirnya angin malam yang sunyi, sesunyi hatinya yang gundah. Ketakutan itu semakin mencekam diri, hingga tak menyadari ada tubuh yang mendekap nya penuh kasih.


Sesal Shella bukan mengenai pernikahan nya pada Akemi, tetapi lebih pada tak berani untuk jujur pada suaminya itu. Berpikir kesalah pahaman akan terjadi di tengah kehangatan hubungan mereka. Meski baik luar dalam, tetapi bukankah hati seseorang tak ada yang tahu? terlebih lagi ada nama pria lain yang harus terselip dalam kisah cinta mereka.


Tega kah Shella meredupkan cinta Akemi? sementara pria itu merasakan jatuh cinta pada Shella setiap hari. Begitu juga dengan wanita itu, dia merasa jatuh cinta setengah mati pada Akemi. Hingga cinta itu membuatnya tak tega untuk berbagi kisah atas nama pria lain.


Shella semakin gundah, keseharian yang di bayangkan penuh kebahagiaan, kini perlahan sirna seiring kepergian Ibrahim yang berjuang. Pria itu memperjuangkan cinta yang semu. Lalu bagaimana jika suatu saat nanti mereka akan bertemu di saat yang tidak tepat? apa yang akan di katakan Shella pada pria itu? apakah Ibrahim akan menerima status nya sebagai wanita dari pria lain? pria yang memberinya begitu banyak cinta.


"Apakah kamu sedang mencemaskan sesuatu?" Tanya Akemi di tengah-tengah kebersamaan mereka di dalam kamar saling berpelukan.


"Aku baik-baik saja, mungkin aku hanya sedikit kelelahan karena hari ini banyak pesanan pakaian di butik," jawab Shella.


"Apa sebaiknya kita menambah karyawan saja?" tawar Akemi.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Naomi juga banyak membantu," balas Shella sembari menangkup kedua pipi Akemi.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika kamu kelelahan? aku tidak ingin istriku ini merasakan kelelahan," tutur Akemi sembari memeluk tubuh Shella dengan agresif. Shella tersenyum tipis.


"Aku ini wanita tangguh loh sayang," jawab Shella, tanpa ia sadari ia menyebut kata sayang untuk pertama kalinya pada Akemi.


Akemi melepaskan pelukannya, lalu beralih menatap Shella dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Akemi penuh harap agar Shella mau mengulangi kalimat nya tadi.


"Apa?" tanya Shella bingung.


"Kamu wanita apa?" Tanya Akemi sekali lagi.


"Aku wanita tangguh say--" Shella tak melanjutkan kalimatnya. Dia langsung memahami apa yang membuat rona bahagia di wajah Akemi.


"Apa kamu sebahagia ini hanya dengan satu kata itu?" tanya Shella dengan hati berdesir. Dia merasa kan rasa bersalah yang begitu besar di dalam sana. Harus kah dia membuat Akemi menunggu lebih lama lagi?


"Aku tidak ingin tahu apa yang membuat mu menahan satu kata itu, tapi pahamilah cintaku, ketulusan ku, dan kasih sayang ku." Beralih memeluk hangat tubuh Shella.


"Aku berterimakasih kepada Tuhan karena mempertemukan kita. Aku belajar banyak hal dari mencintai. Aku belajar banyak hal dari wanita seperti mu. Aku tak pernah berjuang demi seseorang dahulu, tapi aku akan memperjuangkan mu ketika ikatan tangan kita mulai merenggang," tutup Akemi kemudian.


Mendengar kata akan di perjuangkan, Shella kembali teringat akan sosok Ibrahim. Entah kemana perginya pria pemuja cinta setengah dewa itu. Namun satu yang pasti, kepergiannya membuat posisi Shella semakin tersudutkan. Setiap hari dia harus mengalami ketakutan. Takut suatu saat nanti Nisa akan melakukan segala cara yang membuat dirinya harus berpisah dari Akemi.


Nisa adalah wanita yang bisa melakukan apa saja. Membolak-balikkan keadaan. Dia mampu melakukan itu semua.


"Bagaimana jika pada akhirnya aku membuatmu menyerah?" Tanya Shella kemudian setelah beberapa saat diam.


"Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupku sayang. Perjuangan itu akan ada ujungnya. Dimana tangan kita akan berpegangan untuk saling menguatkan. Perjuangan itu merupakan usaha. Aku berusaha untuk mengejar cinta yang aku puja. Cinta yang aku yakini dari Tuhan." Kalimat yang sarat akan makna itu membuat Shella semakin merasakan sesuatu yang berkecamuk. Sedalam itu kah cinta Akemi padanya? sebesar itu kah cinta Akemi pada Shella?

__ADS_1


"Apakah kamu tak akan memperjuangkan ku bila aku berada dalam posisi dimana harus di perjuangkan?"


Deg,


Pertanyaan itu seolah mengaduk-aduk jiwa Shella. Tentu saja dia akan memperjuangkan Akemi. Begitu banyak yang di berikan pria itu untuk nya. Lalu mengapa Shella harus menyerah?


"Tentu saja aku akan memperjuangkan mu. Begitu banyak kamu memberiku cinta dan penghargaan. Lalu bagaimana bisa kamu mempertanyakan perjuangan ku?" terang Shella sungguh-sungguh.


"Apakah perjuangan itu bukan bagian dari balas budi?"


Deg,


Benarkah cinta Shella pada Akemi karena adanya balas budi? benarkah pria itu melihat cinta Shella selama ini merupakan cinta atas dasar balas budi? lalu bagaimana dengan kehormatan yang di suguhkan Shella untuk Akemi? apakah itu juga bagian dari balas budi? serendah itu kah dia? pikir Shella.


"Apakah kamu bisa melihat adanya balas budi di mataku? apakah bahasa kalbuku mengatakan, aku memberimu kehormatan berupa balas budi? apakah mata ku berkata demikian? hiks, hiks." Shella mulai terisak. Dia tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Shella tak menyalahkan Akemi atas pertanyaan itu, tetapi dia menyalahkan dirinya sendiri karena belum bisa berkata jujur.


"Tenang lah, aku hanya menguji dirimu saja. Tolong jangan di ambil hati, em?" Akemi mengecup kening Shella. Pria itu berusaha menenangkan Shella, meski hatinya juga gelisah. Akemi memeluk Shella dan membenamkan wajah wanita itu ke dalam dadanya.


"Baiklah Shella, teruslah bermain-main dengan kecemasan mu sendiri. Aku tetap akan menunggu mu disini. Di rumah kita. Aku yakin suatu saat nanti bibir mu akan mengatakan segalanya," batin Akemi.


"Maafkan aku Akemi, aku masih saja bermain-main dengan kecemasan ku. Akankah kamu tetap menunggu ku disini? di rumah kita. Suatu saat nanti bibirku akan berkata aku mencintaimu. Meski memakan waktu cukup lama, aku akan memperjuangkan mu. Karena kamu patut untuk di perjuangkan," batin Shella.


To be continued.


Hargai aku lewat like dan vote ya.


Novel MARINAKU berada di paltform DM ya. Lapak ungu.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2