Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Persiapan Makan Malam Romantis.


__ADS_3

Usai makan siang, Akemi melepas Shella dengan sangat terpaksa. Dia seakan tak mau berada jauh dari kekasih halalnya itu.


"Sayang, apakah kamu harus pulang sekarang? tidak bisakah kamu menemaniku disini saja?" bujuk Akemi dengan suara yang di buat-buat. Suara itu terdengar sangat manja, selayaknya anak kecil yang menginginkan ibunya untuk tetap bertahan di sisinya.


"Kalau aku tetap berada disini menemanimu, lalu bagaimana aku bisa mempersiapkan makan malam romantis kita, em?" jawab Shella. Terdengar Akemi mengembuskan nafas berat. Seberat perasaannya untuk melepas Shella pulang.


"Baiklah, tapi kamu harus janji padaku. Kamu akan membuatku bahagia," tutur Akemi dengan tatapan penuh harap.


"Tenang saja, aku akan mengatakan apa yang selama ini tak bisa aku katakan. Aku akan mengeluarkan satu kata yang selama ini tertahan di dalam dadaku. Aku akan mengungkapkan segalanya. Percayalah padaku," ucap Shella sungguh-sungguh sembari memegang tangan Akemi.


"Baiklah sayang, sekarang waktunya kamu pulang. Jika tidak, aku tidak jamin akan melepas mu sekarang. Dan ingat, persiapkan diri mu nanti malam," bisik Akemi di penghujung kalimatnya.


Shella hanya tersipu malu dengan ucapan Akemi. Tampaknya pria itu sudah tak sabar mendengar ungkapan cinta Shella. Satu kata itu yang di nantikan pria bermata perak tersebut selama enam bulan pasca pernikahan.


Shella merapikan kotak makan siang Akemi, dan berjalan meninggalkan pria tersebut. Namun sebelum itu, Shella mengatakan sesuatu yang sukses membuat jiwa Akemi semakin di mabuk kepayang dan tak sabar ingin segera pulang.


"Aku akan menunggu mu di rumah nanti malam. Cepatlah pulang," ucap Shella seraya mengedipkan sebelah matanya. Lalu kemudian wanita itu pergi meninggalkan Akemi yang sudah semakin menggila.


"Ais, Shella. Jika saja aku tak memiliki banyak kerjaan saat ini. Aku pasti sudah pulang bersama mu saat ini juga. Oh Akemi, konsentrasi lah," monolog Akemi gemas.


**


Malam harinya, Shella telah mempersiapkan makan malam yang di temani lampu remang-remang dari cahaya lilin. Menu makanan spesial buat mereka pun sudah tersaji di atas meja.


Hiasan bunga mawar merah menemani keromantisan suasana makan malam tersebut. Di tambah lagi dengan alunan musik yang syahdu. Menambah poin keromantisan suasana tersebut.


Shella tersenyum puas ketika melihat hasil karyanya terpampang sempurna di depan mata. Sungguh hari ini merupakan momen yang di tunggu-tunggu oleh wanita tersebut.

__ADS_1


"Selesai, semoga saja Akemi suka dengan makan malam ini. Aku akan menyatakan cintaku padanya. Sudah terlalu lama aku membuat nya menunggu. Aku merasa bersalah karena sudah hampir mengecewakan dirinya," lirih Shella. Ya, Shella merasa bersalah karena telah membuat Akemi menunggu ungkapan cintanya. Namun, sekarang tidak lagi. Shella sudah membulatkan tekad untuk melakukan nya.


"Baiklah, sekarang aku siapa-siapa dulu, aku akan berdandan yang cantik malam ini," ucap Shella sembari tersipu malu dengan ucapannya sendiri.


Tak lama kemudian Shella masuk ke kamar untuk mandi. Selama hampir setengah jam Shella berdandan. Wanita itu mengenakan gaun berwarna hitam. Rambutnya setengah terikat, anting berlian berwarna putih menemani telinganya yang bersih. Sementara leher jenjang Shella di hiasi kalung berlian pemberian Akemi sewaktu Shella berulang tahun. Menambah poin kecantikan wanita bermata hitam pekat tersebut.


Polesan make up yang natural sangat terkesan sepadan dengan penampilan Shella malam ini. Penampilan wanita itu akan membuat Akemi terpukau setengah mati. Mata pria itu pasti tak akan berkedip sama sekali.


"Selesai," gumam Shella. Dia menyelesaikan ritual makeup nya dengan semprotan parfum yang wangi, sewangi bunga kasturi.


Shella melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya, ternyata waktu masih menunjukkan pukul 19.00. Akemi belum pulang.


Shella keluar kamar dan pergi ke balkon tempat dimana dia mempersiapkan makan malam romantis. Di perhatikan satu persatu menu makanan yang tersaji. Ternyata masih ada satu yang kurang, yaitu sebuket bunga lili kesukaan Akemi. Tadi Shella melupakan bunga itu, padahal sewaktu pulang dari kantor, dia sudah berniat singgah di toko bunga untuk membeli bunga lili. Namun, ternyata Shella melupakan hal penting itu.


Akhirnya Shella memutuskan untuk pergi ke toko bunga yang jaraknya tak jauh dari Apartemen mereka. Hanya berjarak lima kilometer. Shella memesan Taxi online, karena sopir yang bernama Komang telah pulang ke rumahnya. Shella sengaja menyuruh pulang pria paruh baya tersebut, karena hari ini hatinya sangat bahagia. Anggap saja Shella memberi bonus malam ini pada Pak Komang.


"Wangi sekali," ucap Shella. Akhirnya wanita itu memesan sebuket bunga lili dan bunga Hercai.


"Terimakasih Nyonya," ucap Shella sembari memberikan beberapa lembar uang kertas pecahan seratus ribu Rupiah.


"Sama-sama Nona," balas wanita penjaga toko bunga tersebut.


"Tunggu Nona." Penjaga toko bunga itu menghentikan Shella untuk sejenak.


"Apakah Anda akan melakukan makan malam bersama pasangan Anda Nona?" lanjut penjaga toko tersebut.


"Iya, bagaimana Anda bisa tahu Nyonya?" Tanya Shella heran.

__ADS_1


"Tentu saja dari gaun yang Anda kenakan itu Nona. Anda terlihat sangat cantik sekali. Pasangan Anda pasti akan menyukai Anda," puji penjaga toko di penghujung kalimatnya.


"Terimakasih," balas Shella.


"Tapi Nona, kalau saya boleh memberi saran, tolong jangan gunakan bunga Hercai itu di acara makan malam romantis kalian," tutur penjaga toko tersebut.


"Mengapa tidak boleh?"


"Karena bunga Hercai merupakan lambang ketidaksetiaan atau lambang pengkhianatan Nona. Bunga hercai menekse atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan Pansy Flower.


Dahulu terdapat dua bunga liar yang saling jatuh cinta. Kedua bunga tersebut berjanji untuk mekar di musim dingin. Namun ternyata, salah satu bunga menunggu musim dingin untuk berbunga, tapi bunga lainnya mekar di musim panas. Sejak saat itu lah bunga yang menepati janji dinamakan Snowdrop dan bunga yang tidak menepati janji dikenal dengan sebutan Pansy Flower atau Hercai menekse.


Jadi saran saya Nona, sebaiknya Anda menukar bunga Hercai itu dengan bunga Snowdrop ini," terang penjaga toko tersebut.


"Jika Anda ingin hubungan kalian utuh dan tak terpisahkan, atau kalian telah mengukir janji suci, maka tatap lah bunga ini Nona. Pasangan Anda akan menepati tiap janjinya. Terlepas ini mitos atau hanya sebuah legenda, tapi banyak orang meyakini, bahwa ketika kita menggunakan bunga Snowdrop ini untuk memberi kesan bahagia pada pasangan kita, maka segala niat jahat seseorang akan menjauh dari hidup kita," tutur wanita paruh baya tersebut.


"Baiklah Nyonya, aku akan menggunakan bunga ini saja," balas Shella. Akhirnya wanita itu mengganti bunga Hercai dengan bunga Snowdrop.


Shella keluar dari toko bunga tersebut dengan senyuman bahagia. Terlepas dari cerita wanita paruh baya itu hanyalah sebuah legenda atau nyata, tapi entah mengapa hatinya merasa akan terjadi sesuatu yang buruk antara dirinya dan Akemi. Namun, mereka akan kembali bertemu untuk menepati janji yang telah mereka ukir di bawah langit senja. Dan benar saja, hal buruk itu terjadi saat ini.


Shella merasa tangannya di tarik cukup kuat oleh seseorang. Betapa terkejutnya Shella malam itu. Dia harus bertemu seseorang yang tak pernah di bayangkan nya. Tubuh wanita itu gemetar, jantung nya berpacu lebih kencang lagi, melebihi debaran jantung ketika dia akan mengatakan cintanya pada Akemi.


Sementara di tempat yang berbeda, Akemi sedang dalam perjalanan pulang. Pria itu bersiul ria di sepanjang perjalanan nya. Dia sudah tidak sabar untuk segera tiba di rumah dan mendengarkan pernyataan cinta Shella padanya.


Akemi tersenyum membayangkan bagaimana raut wajah malu-malu Shella ketika menyatakan cinta. Lalu setelah itu mereka akan melanjutkan adegan romantis lainnya. Tanpa Akemi ketahui, Shella sedang melawan takdir yang tak di inginkan nya saat ini.


Siapakah yang menarik tangan Shella barusan? dan apakah Shella akan menepati janjinya pada Akemi untuk mengatakan cinta selayaknya bunga Snowdrop? atau justru wanita itu akan berbelok arah selayaknya bunga Hercai Menekse yang tak setia? tinggal kan jejak kalian di bawah ya readers.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2