Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Tak Sengaja.


__ADS_3

Sebulan setelah bulan madu Akemi dan Shella, hubungan keduanya semakin dekat. Kendati Shella belum juga mengatakan cintanya pada Akemi, bahkan dia hampir melupakan bagaimana pedihnya dunia. Lalu masih adakah waktu untuk nya mengungkapkan rasa cinta itu? hanya bahasa tubuh lah yang mewakili perasaan nya. Shella seolah melupakan janji yang di ukir nya di bawah langit senja Maladewa.


Akemi kembali menjalankan rutinitas nya di kantor. Memimpin Perusahaan besar tersebut, tentu saja hal itu seolah mengangkat beban di pundak Delon. Bagaimana tidak, akhirnya Akemi kembali mengambil alih semua pekerjaan yang ada. Sementara Delon kembali bersantai menikmati cinta nya pada Naomi. Ya, Delon kembali fokus mengejar cinta saudara kembar dari sahabatnya tersebut.


"Akemi, bolehkah aku izin keluar sebentar saja untuk belanja? persediaan bahan makanan kita sudah habis," ucap Shella melalui ponsel miliknya. Ya, akhirnya Shella memiliki ponsel. Tentu saja Akemi yang membelikan untuk wanita tersebut.


"Baiklah, aku akan menyuruh sopir yang akan mengantarmu. Jangan naik Taxi, oke?" jawab Akemi di sebrang sana.


"Baiklah, terimakasih." Shella mematikan ponsel dan mengakhiri percakapan di antara mereka.


Lima belas menit kemudian, sopir suruhan Akemi telah tiba di Apartemen dan mengantar Shella menuju supermarket yang jaraknya tak jauh dari Apartemen.


Shella memasuki supermarket tersebut, dan mulai berbelanja dengan menggunakan troli. Di dorongnya troli tersebut sembari memilih menu makanan apa saja yang di inginkan nya. Di tengah keseriusan Shella memilih bahan makanan, tiba-tiba saja lengan wanita itu di tarik oleh seseorang.


Mata Shella membulat sempurna, merasakan gemetar di sekujur tubuhnya. Detak jantung wanita itu mulai berdegup kencang lagi, dia merasakan takut yang hampir di lupakannya.


"Tante Nisa?"


Ya, Tante Nisa yang merupakan Ibu dari Ibrahim tak sengaja bertemu Shella di supermarket tersebut. Entah apa yang di lakukan wanita paruh baya itu di supermarket, tetapi saat ini tatapan wanita itu tak bersahabat seperti biasa pada Shella.


"Apakah kamu sedang membelanjakan uang dari hasil rayuan mu bersama orang kaya?"


Deg,


Pertanyaan macam apa itu? mengapa pertanyaan itu keluar dari mulut jahat Tante Nisa? merayu orang kaya? apa maksud nya? pikir Shella.


"A-apa maksud Tante?" Tanya Shella tak paham.

__ADS_1


"Kamu pasti paham apa maksud ku. Kamu menggoda orang-orang kaya kan untuk menopang hidupmu di kota besar ini?" Sekali lagi mata Shella membulat sempurna, hatinya teriris kerena terkena tajamnya ucapan Tante Nisa. Mata Shella pun mulai berkaca-kaca, cairan bening itu tertampung di pelupuk matanya dan siap tumpah kapan saja.


"Maaf Tante, saya tidak paham apa maksud Tante," jawab Shella sungguh-sungguh. Dia benar-benar bingung dengan topik pembicaraan wanita paruh baya tersebut. Tante Nisa tersenyum mengejek sembari melihat seluruh tubuh Shella dari atas hingga ke bawah. Tatapan itu seolah meremehkan Shella.


"Hm, kamu tidak paham? lalu kamu dapat dari mana semua pakaian yang kamu kenakan ini? bukankah baju ini kamu tidak akan sanggup membelinya hanya dengan bekerja sebagai petugas kebersihan di Perusahaan?" Ya, Nisa mengetahui, bahwa Shella bekerja di perusahaan Akemi sebagai seorang petugas kebersihan.


"Kalau bukan dengan menjual tubuh mu," lanjut Nisa kemudian. Hati Shella semakin tersayat, sakit bukan main. Ingin rasanya dia berteriak dan meronta, bahwa dia bukanlah wanita kotor seperti yang di sangka kan oleh Tante Nisa.


"Tante!" Bentak Shella akhirnya, dia sudah tak sanggup lagi mendengar penghinaan Ibu dari mantan kekasih nya tersebut.


"Apa? mengapa kamu berteriak ha? bukankah dengan melihat penampilan mu ini, sudah menggambar kan betapa murahannya dirimu!" Tandas Nisa dan sukses menorehkan luka yang begitu besar di hati Shella. Luka yang sudah lama kering, kini berdarah kembali. Bahkan Shella sudah melupakan luka itu, karena Akemi tak pernah memberinya kesempatan untuk mengingat tiap detail kepedihan Shella.


"Tante!" lirih Shella. Suara wanita itu bagai tercekat di tenggorokan. Dia tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Terlalu sakit rasanya hati Shella.


Nisa berjalan mendekati Shella sembari berbisik, "Jauhi putraku, jangan berani-berani kamu mendekati dirinya meski hanya berjarak satu senti saja. Atau kamu akan merasakan akibatnya." Nisa tersenyum menyeringai, lalu kemudian meninggalkan Shella yang masih diam terpaku. Mendekati putranya? bagaimana bisa? bahkan Shella sudah tak pernah lagi bertemu pria tersebut sejak terakhir kali mereka bertemu. Lalu mengapa Tante Nisa seolah yakin mereka masih memiliki hubungan? dan apa tadi? menggoda orang kaya dengan menggunakan tubuhnya?


Tubuh Shella merasakan gemetar, lututnya seperti tak bisa berpijak lagi. Tiba-tiba dia merasa pusing, tubuhnya lemah. Lalu kemudian,


Shella hampir terjatuh, tetapi ada seseorang yang menahan tubuhnya agar tak terjatuh ke lantai.


"Shella, kamu tidak apa-apa?" Tanya Aljav. Ya, Aljav tak sengaja melihat Shella di supermarket. Pria itu sedang belanja keperluan Marina. Wanita itu meminta tolong pada Aljav untuk membelikan pembalut. Namun, tiba-tiba saja Aljav melihat adik iparnya itu seperti merasa ketakutan.


Aljav menuntun Shella untuk duduk di salah satu kursi yang terdapat di supermarket tersebut.


"Ini minumlah," ucap Aljav sembari memberikan sebotol air mineral pada Shella.


"Apakah kamu sedang sakit? mengapa kamu pucat?" Tanya Aljav selanjutnya. Namun, Shella masih belum bergeming. Dia seolah menikmati tiap hinaan Nisa tadi. Semua hinaan itu seperti bermain-main di atas kepala Shella.

__ADS_1


"Shella," ucap Aljav sembari menyentuh lengan Shella, agar kesadaran wanita itu kembali.


"Ah, iya. Aku tidak apa-apa," jawab Shella kaku. Namun, Aljav bisa melihat rasa takut yang sangat besar lewat sorot mata adik iparnya tersebut. Tatapan Shella kosong, jiwanya pergi entah kemana. Aljav melihat kemana arah mata Shella tertuju. Pria itu hanya menangkap pundak sosok wanita paruh baya yang sempat di lihatnya tadi berbincang-bincang bersama Shella.


"Apakah kamu baru saja bertemu seseorang? apakah orang itu menakuti mu?" Tanya Aljav hati-hati. Dia tidak ingin membuat wanita yang berstatus sebagai adik iparnya itu semakin ketakutan.


"Aku baik-baik saja. Oh iya, apakah Kakak belanja juga? dengan siapa? mana Kak Marina?" Tanya Shella secara beruntun, seolah mengalihkannya pembicaraan. Padahal Aljav paham apa yang di rasakan oleh Shella saat ini. Dia seperti ketakutan akan sesuatu. Tapi apa? pikir Aljav.


"Ah, tidak. Marina sedang berada di rumah. Dia kurang enak badan," jawab Aljav akhirnya setelah beberapa saat diam.


"Kurang enak badan? Kak Marina sakit apa?" Tanya Shella dengan nada cemas seolah melupakan rasa sakit hatinya pada Nisa.


"Dia tidak apa-apa, hanya sakit tamu bulanan saja. Aku tadi membelikan dia itu," terang Aljav sembari menunjuk barang belanjaan nya yang berada di troli dengan menggunakan dagunya. Shella mengikuti kemana arah pandangan Aljav. Lalu kemudian tersenyum.


"Oh, begitu rupanya. Aku pikir Kak Marina sakit," jawab Shella.


"Oh iya, kamu kesini sama siapa? apakah kamu bersama Akemi? mana dia?" Tanya Aljav sembari memutar-mutar kepalanya seolah mencari dimana keberadaan adik lelakinya tersebut.


"Aku kesini bersama supir Kak. Akemi masih di kantor. Aku tadi sedang berbelanja, ini juga sudah mau pulang," balas Shella, dan Aljav pun hanya mengangguk kan kepalanya. Namun, sejujurnya pria itu masih memikirkan kondisi Shella yang tampak tidak baik-baik saja.


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang ya?" tawar Aljav.


"Tidak usah Kak, supir sedang menunggu ku di luar. Lagi pula Kak Marina pasti sedang menunggu Kakak. Terimakasih ya Kak," jawab Shella.


"Baiklah, sampaikan salam ku buat Akemi ya? nanti kapan-kapan aku akan mengunjungi kalian," balas Aljav ramah.


"Iya Kak, terimakasih."

__ADS_1


Dan Aljav pun pergi meninggalkan Shella yang sudah tampak siap-siap untuk beranjak dari tempat nya duduk tadi. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang mengintai dirinya bersama Aljav tadi sambil mengambil gambar keduanya seraya tersenyum menyeringai.


Siapakah orang tersebut? silahkan komen dan like ya readers. Jangan lupa vote.


__ADS_2