Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 63. Apa Kamu Mencintainya?.


__ADS_3

Sekembalinya Alea dari rumah sakit, ia benar-benar membuktikan ucapannya jika wanita itu tetap tinggal di Apartemen Alex. Selain nyaman, hal itu membuat masa mengidam nya berkurang. Namun, Javier tidak tinggal diam. Pria bermata coklat itu ikut tinggal di apartemen sahabat nya tersebut. Setiap hari ia harus bolak balik antara kantor dan juga Apartemen yang jaraknya tidak lah dekat. Ya, Javier sudah Mulai masuk kantor seminggu setelah pertemuan nya bersama Alea.


"Al, apa bener kamu gak mau balik tinggal di rumah suami mu yang cengeng itu?". Tanya Alex dengan santainya pada Alea sambil memakan buah apel, namun masih dengan nada mengejek. Alea yang sedang memasak pun, menghentikan aktivitas nya sejenak,


"Jadi kamu ngusir saya, begitu?".


"Hehe, bukan begitu"


Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal, bingung harus berkata apa. Pria itu sejenak menoleh pada pintu kamar miliknya, guna memastikan apakah Javier sudah bangun atau belum, ia tidak ingin terkena amukan kekesalan pria pencemburu itu padanya.


"Javier tidur nya kaya kebo, suka ngorok".


Ngok... Ngok... Ngok...


Alex mempraktekan cara Javier tidur sambil ngorok, membuat Alea tak mampu menahan tawa.


"Hahahaha. Alex, Alex. Dia itu memang suka begitu. Mukanya saja yang tampan, tapi aslinya kaya kebo. Haha". Alea, terus menertawakan suaminya, sementara Alex memandang haru wanita itu. Ya, Alex merasa bahagia karena akhirnya Alea bisa tertawa tanpa beban. Selama dua bulan tinggal di Apartemen nya, wanita itu tidak pernah tertawa sedikit pun. Hari-hari nya di lalui dengan Isak tangis pilu. Ia seperti lupa bagaimana cara tertawa dan tersenyum. Tapi hari ini---, hari ini tawa wanita berambut warna madu itu melepas tawanya tanpa beban.


Alea yang sadar mendapat tatapan dari Alex pun seketika menghentikan tawanya dan berdehem sebelum bicara,


"Ehem, kenapa kamu melihatku seperti itu?". Dahi Alea berkerut dalam.


"Al, apa kamu bahagia?".


Pertanyaan Alex seketika membuat suasana hati Alea menjadi sedih. Wajah wanita itu berubah menjadi sendu, tatapan nya kosong kedepan.


"Entahlah Lex, aku belum bisa menyimpulkan apakah aku bahagia saat ini atau justru merasakan sakit hati, namun bukan berarti aku harus berhenti tertawa juga kan?. Hehe".


Suasana hening seketika tercipta di antara keduanya. Sebelum akhirnya Alex berkata,


"Apa kamu masih mencintai Javier?".


"Uhuk... Uhuk... Uhuk...".


Pertanyaan Alex membuat Alea tercekat oleh air ludahnya sendiri. Ia meraih gelas dan menumpahkan air kedalam wadah tersebut dan meminumnya untuk menetralkan perasaan dan tenggorokannya.


"Kapan aku pernah bilang kalau aku mencintai Javier?". Tanya Alea, namun tak berani menatap mata Alex, wajahnya mengarah ke samping untuk menyembunyikan perasaan malu dan juga... cinta nya.


Alex tersenyum melihat ekspresi istri dari sahabatnya itu, ia tau betul jika Alea sangat mencintai Javier, namun berusaha menutupi perasaan cintanya.


"Aku tau kamu sangat mencintainya. Kamu gak perlu khawatir, kalau pria itu menyakitimu lagi, aku yang akan memukul dia". Tutur Alex sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Alea,


"Ehem, sedang apa kalian?".

__ADS_1


Tanya Javier yang sedang berdiri di ambang pintu sambil melipat tangan di dadanya, jangan lupa juga wajahnya yang masam efek dari cemburu.


"Lo udah bangun?. Kirain belajar mati, habisnya tidur lama banget". Tutur Alex dengan santainya. Ya, saat ini waktu menunjukkan pukul 8.45, namun Javier baru saja terbangun dari tidurnya.


"Lo sumpahin gue mati, gitu?".


"Ya... Kali aja lo mau belajar, kan bukan berarti mati beneran kan?". Tanya Alex masih dengan ekspresi santai namun penuh nada mengejek, membuat Javier merasa kesal.


"Lo aja yang belajar mati, gue kagak!".


"Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja". Alea yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan dua pria berbeda karakter itu pun akhirnya bersuara.


"Sebaiknya kalian sarapan dulu, aku mau siap-siap ke dokter". Lanjutnya kemudian.


"Kamu mau memeriksakan kondisi anak kita?". Tanya Javier sambil menoleh pada Alex, ia sengaja menekan kata 'Anak kita' seolah menegaskan jika Alea adalah milik nya dan sedang mengandung buah hati mereka. Alex yang melihat tingkah sahabatnya itu pun memutar bola matanya merasa jengah.


"Hmm". Alea hanya berdehem tanpa melihat wajah Javier dari jarak yang cukup dekat, karena saat ini Javier berada di samping Alex yang sedari tadi duduk berhadapan dengan dirinya.


"Gak usah juga di tekan kali itu kalimat, gue juga tau kalo Alea itu bini lo". Alex tersenyum mengejek, ia paham jika sahabat nya itu saat ini merasa cemburu akan kedekatan nya bersama Alea.


"Ck".


"Aku antar kamu ya ke rumah sakit. Boleh kan?". Pinta Javier dengan wajah berharap, matanya memelas penuh permohonan.


"Ck, bisa diem gak?. Gue siram lo dengan air!"


"Sudah-sudah. Lanjutkan sarapan kalian".


Alea berjalan menuju kamarnya, namun sebelum itu ia menghentikan langkahnya dan menoleh sedikit kesamping,


"Kamu boleh mengantar ku". Lanjutnya kemudian setelah tubuh wanita itu hilang di balik pintu kamarnya.


Javier yang mendengar persetujuan Alea pun merasa bahagia, ia tersenyum kegirangan. Tak mau menyia-nyiakan momen bahagia ini, pria itu pun menghabiskan sarapannya dengan gerakan cepat, hingga ia tersedak.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk...".


"Nih minum dulu. Makanya kalo makan itu pelan-pelan, kaya gak makan setahun aja". Tutur Alex. Javier pun meminum air pemberian Alex.


"Lo gak ngerti bro, bagaimana rasanya menjadi gue. Lo tau sendiri kan bagaimana perjuangan gue mengambil hati Alea. Belum lagi dia gak mau lihat muka gue. Mana gue tidur sama pria ileran lagi".


"Enak aja, lo tuh yang tidur kaya kebo, udah ngorok, gelisah pula. Gue heran kenapa bisa Alea cinta sama mahluk luar angkasa kaya lo ini". Tutur Alex tak mau kalah.


"Itu karena gue berkarisma, gak kaya lo. Pacar aja gak punya. Haha".

__ADS_1


"Sialan lo".


"Udah, ah. Gue mau mandi dulu".


Javier pun meninggalkan Alex sendirian menuju kamar setelah candaan kecil yang keduanya sematkan di sela-sela sarapan. Alex yang melihat wajah bahagian dari sahabatnya itu pun ikut tersenyum bahagia.


"Semoga kalian bisa saling mengutarakan perasaan masing-masing".


"Dina, aku merindukan mu".


Alex bermonolog, wajahnya berubah menjadi sendu kala mengingat wanita yang di cintainya itu, ia benar-benar merindukan wanitanya.


****


Setelah melakukan pemeriksaan pada kandungan Alea yang sudah memasuki usia 5 bulan, Javier pun melanjutkan aktivitasnya di kantor. Dua bulan tidak masuk kantor membuat pria itu merindukan suasana kantornya. Beruntung Alex dan Andre mau membantu menyelesaikan semua pekerjaan yang nyaris kehilangan kontrak dengan Tuan Okinawa yang berasal dari Jepang.


****


Di rumah. Alea, sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper miliknya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?. Kamu mau kemana?. Apa kamu mau lari dari ku lagi?. Apa aku berbuat salah?. Tolong maafkan aku jika aku salah". Javier tiba-tiba saja muncul dalam kamar Alea dan memberikan pertanyaan secara beruntun.


"Aku mau pergi dari sini".


"Ha?".


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2