Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Bab. 51. Perkenalan Keluarga. (Javier PROV).


__ADS_3

Setelah kesempatan antara aku dan Alea, aku memandang kertas berwarna putih itu sambil tersenyum seolah yang ku pegang saat ini adalah buku nikah kami. Membayangkan nya saja sudah membuatku bahagia bukan kepalang, ingin aku berteriak dan mengatakan pada dunia, bahwa Alea adalah milikku. Aku berjingkrak-jingkrak riang dalam ruang kerjaku. Jika ada yang melihatku mungkin aku akan di sangka pria gila.


"Aku harus memamerkan ini pada Alex dan menegaskan bahwa Alea adalah milikku, tidak boleh ada yang mengambil dirinya dariku sekalipun itu sahabat ku sendiri". Aku bermonolog. Lalu kemudian aku memutuskan untuk memperkenalkan Alea pada Mami saat itu juga. Awalnya Alea shock, tapi wanita itu berhasil aku yakinkan, jika Mami adalah ibu yang baik.


Selama dalam perjalanan kami diam tak ada yang membuka suara, kami larut dalam pikiran masing-masing. Aku melihat Alea lewat sudut mataku, dia tampak gugup. Aku paham betul perasaan wanita itu. Mungkin ini hanyalah pernikahan kontrak yang mungkin sebagian orang akan menganggap sebagai lelucon, tapi bagiku ini adalah perihal penting untuk masa depan ku.


30 menit kami pun sampai di rumah kedua orang tua ku. Aku menemui Mami di dalam kamar dan memberitahu jika aku membawa calon menantunya. Hal itu tentu saja membuat Mami bahagia dan antusias untuk menemui Alea. Dan betapa terkejutnya aku jika Mami sangat menyukai Alea, begitu juga Alea yang tampak mulai tenang karena Mami adalah seorang ibu yang Welcome. Di tambah lagi Alea adalah kriteria wanita idaman beliau, membuat hatiku bahagia.


Aku melihat Mami membawa Alea ke dapur untuk memasak. Melihat pemandangan yang indah itu membuat hatiku menghangat. Alea tampak tersenyum bahagia, dan perlahan senyuman itu berubah menjadi tawa.


Ingin rasanya aku menculik Alea dan membawanya ke tempat ternyaman ku. Melihat bibir ranumnya membuatku berfantasi liar. Oh, astaga... Aku sudah seperti seorang maniak s*** jika setiap kali melihat Alea. Bagaimana jika kami menikah, mungkin aku tidak akan memberikan banyak waktu bagi Alea untuk beristirahat. Dasar Javier si pria mesum. Aku mengutuk diriku sendiri.


*****


Setelah perkenalan antara Mami dan Alea, kami pun memutuskan untuk menemui kedua orang tua Alea. Oh ia, keputusan Mami sudah bulat jika aku dan Alea akan menikah dua Minggu lagi, mengingat waktu yang di beri Mami selama sebulan, tersisa dua Minggu lagi.


Dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tua Alea, aku melihat Alea tampak tenang. Berbeda ketika menemui Mami ku tadi.


Kami pun tiba di rumah Alea, dan betapa terkejutnya aku melihat pria paruh baya yang berjalan menuju arah ku. Sepertinya tidak asing, dan...


'Astaga, ini kan pria paruh baya yang ada dalam video itu. Apakah beliau Papa Alea?. Mati aku. Bagaimana jika Alea tau?. Batinku.


Dengan senyuman ramah papa Alea menyapaku dan kami pun bercerita mengenai perusahaan untuk sekedar basa-basi. Setidaknya kedua orang tua Alea menerimaku. Dan ternyata Alea adalah anak dari Tuan Indra Pratama Kusumo, sang pengusaha terkenal yang bergerak di bidang pertambangan. Anak perusahaan nya dimana-mana hingga ke negara A. Ternyata aku tidak salah memilih wanitaku.


Kami pun sepakat akan melangsungkan pernikahan dua Minggu lagi sesuai dengan keinginan Kanjeng Mami.

__ADS_1


Tak lupa pula Papa Alea bercerita jika Papi adalah sahabat beliau sewaktu SMA dan berniat menjodohkan kami anak-anaknya. Dan betapa bodohnya aku saat itu menolak perjodohan itu tanpa melihat siapa wanitanya. Aku menjadi paham akan sesuatu, bahwa orang tua Alea sangat menyukai ku sejak awal.


******


Setelah pertemuan antar dua orang tua aku dan Alea, kami pun kembali ke kantor untuk melanjutkan perkejaan kami seperti biasanya.


Dan tak berselang lama Alex dan Andre pun memasuki ruangan ku untuk memberikan laporan rutin yang biasa di lakukan oleh keduanya.


"Napa lo senyum-senyum gitu?. Lagi dapat gebetan baru?". Tanya Andre. Si playboy ini tahu aja suasana hatiku sedang girang.


"Ada yang harus kami ketahui Tuan Javier Alexander?. Melihat senyuman lo itu sepertinya ada kabar baik". Tutur Alex dengan dahi berkerut.


"Aku akan menikahi Alea". Kataku tanpa basa-basi. Dan hal itu tentu saja membuat kedua sahabat ku terperangah tak percaya.


"Serius lo mau menikah sama sekretaris empat mata lo itu?" Tanya Andre seolah ingin meyakinkan dirinya, tapi tidak dengan Alex. Pria itu tampak memikirkan sesuatu.


"Apa gue tampak bercanda dalam hal ini?" Balasku dengan wajah serius seolah ingin meyakinkan dua sahabat sekaligus rekan kerja ku itu. Dan aku melihat Andre seperti percaya akan ucapanku, tapi untuk Alex?. Aku belum yakin.


Andre pun meninggalkan aku dan Alex, sehingga membuat Alex leluasa berbicara padaku.


"Apa lo yakin mau menikahi Alea?". Tanya Alex dengan penuh selidik. Dan aku benci tatapan itu, seolah sedang mengintimidasi ku.


"Tentu saja aku yakin".


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?". Tanya Alex sekali lagi, membuat aku tidak bisa berkutik. Sahabat ku ini memang sangat pandai membaca isi hati dan pikiran ku.

__ADS_1


Aku pun menceritakan semuanya dari awal. Di mulai dari permintaan Mami dan surat kesepakatan antara aku dan Alea yang menyatakan jika kami hanyalah menikah secara kontrak selama satu tahun sebelum aku benar-benar mendapatkan istri yang sesungguhnya. Dan benar saja, hal itu membuat Alex tidak terima. Dia menceramahi ku akan banyak hal. Aku paham betul apa pikiran Alex, tapi aku tidak punya pilihan lain selain mengatasnamakan pernikahan kontrak untuk mendapatkan Alea. Aku ingin Alea dekat denganku dan mengenalku lebih jauh lagi, hingga kami benar-benar menyatu.


"Baiklah jika itu mau lo, Vir. Tapi ingat, jangan main-main dengan pernikahan, atau lo akan terjebak dengan permainan lo sendiri". Tutur Alex dan kemudian pria itu meninggalkan ku dalam ruangan.


"Lo gak ngerti, Lex. Hanya ini satu-satunya cara agar gue bisa mengikat Alea. Surat perjanjian itu hanyalah sebuah rekayasa saja. Karena dia mencintai lo, Lex. Dan gue gak akan biarkan Alea terus mencintai lo. Hanya aku satu-satunya pria yang berhak atas Alea". Ucapku dengan suara lirih, tatapanku berubah menjadi sendu. Lalu Javier pun mengatakan, jangan lupa like dan votenya.😁


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2