
Aku mendekati Alea untuk menggoda istriku itu. Aku melihat wajah cantik Alea berubah jadi pucat, mungkin karena malu. Tapi aku tidak memperdulikan rona wajah Alea, aku harus meneruskan aksiku untuk menggodanya.
"Ternyata kamu punya...". Aku menggantungkan kalimatku, dan mendekatkan wajahku ke wajah Alea. Wanita itu menutup rapat matanya, jarak di antara kami hanya tersisa tujuh senti. Aku tersenyum akan raut wajah Alea yang begitu ketakutan, bagiku situasi ini sangat lucu. Aku berbisik di telinga Alea untuk melanjutkan kalimatku yang sempat terputus
"Kamu punya tato naga".
Ucapanku itu berhasil membuka mata Alea dan melihatku dengan tatapan tidak percaya.
"Jadi kamu benar-benar melihatku tadi?".
"Tentu saja. Dan itu sangatlah menarik". Ucapku sambil tersenyum menyeringai. Alea mendorong tubuhku dengan sekuat tenaganya dan berkata...
"Dasar pria mesum".
Aku tidak bergeming, tubuhku tak berpindah. Aku semakin mendekatkan diri untuk menggoda istri polos ku ini.
"Jadi kamu sudah tau jika aku adalah pria mesum?". Alea kembali memejamkan matanya rapat-rapat. Aku mengelus pipi mulus Alea, dan helusan itu beralih ke bibir ranum wanita itu. Namun sesuatu di balik celanaku terlalu cepat merespon aksi menggodaku. Aku termakan oleh permainan ku sendiri. Adik kecilku terbangun dari tidurnya, rupanya aku telah menggoda imanku sendiri. Aku tidak ingin Alea melihatku yang seperti predator yang siap untuk menerkamnya. Aku memutuskan untuk menyembunyikan perasaan dan hasrat ku. Bukan ini cara yang aku inginkan. Aku memang menginginkan Alea, tapi harus dengan cara yang benar. Aku tidak ingin tergesa-gesa, biarkan Alea belajar untuk mengenalku. Pikirku.
"Buka matamu dan bernapaslah!. Aku tidak akan memakan mu. Wajahmu itu tidak ada bagus-bagusnya". Ucap ku dengan angkuh. Dan aku pun meninggalkan Alea yang masih terdiam untuk ke kamar mandi guna menyelesaikan aksi yang telah aku mulai tadi.
__ADS_1
******
Malam itu kami tidur tanpa melakukan apa-apa. Dan jahatnya aku menyuruh Alea untuk tidur di sofa, bukan niatku untuk menjahati dirinya. Jika wanita itu harus tidur seranjang denganku, aku tidak bisa menjamin tak akan menyentuh dirinya, dan hal itu akan membuat Alea terganggu sebab aku melanggar kesepakatan kami berdua. Meski pernikahan ini bukan mainan bagiku, tapi bagi Alea ini hanyalah sebatas pernikahan kontrak. Dan aku tidak mau Alea menganggap aku adalah pria brengsek yang tidak konsisten dengan ucapannya. Mengapa bukan aku yang tidur di sofa?. Itu karena aku memiliki trauma tidur di sofa. Waktu kecil dulu aku pernah terjatuh ketika tertidur di sofa, hingga menyebabkan tanganku patah. Itulah sebabnya sampai saat ini aku tidak berani berbaring ataupun tidur di sofa.
Aku melihat Alea yang sedang tidur di sofa dan membelakangiku 'Maafkan aku sayang'. Batinku sesal.
*****
Hari demi hari kami lalui, tak ada yang berubah. Alea masih tetap menatap Alex penuh cinta, sementara denganku wanita itu selalu saja mengacuhkanku. Pandangan Alea pada Alex membuat ku frustasi dan semakin emosional. Aku mulai melupakan niat awal ku untuk mendekati Alea secara perlahan, tapi tampaknya aku tidak sabaran dan terkesan tergesa-gesa untuk memilikinya hingga aku melupakan satu hal, bahwa aku ingin Alea mencintaiku, hanya diriku saja tanpa syarat dan beban.
Kebersamaan yang tercipta antara Alea dan Alex seperti sepasang kekasih, di tambah lagi sikap dewasa Alex yang membuat Alea semakin kagum, bahkan mencintainya. Apakah dia tidak menyimpan rasa pada ku selama beberapa bulan kami bersama?.
'Astaga, apa yang sudah aku lakukan'. Batinku
Aku melihat wajah Alea berubah jadi sendu, apakah wanita itu merasa sedih dengan ucapanku barusan?. Pikirku. Aku belum bergeming, aku membiarkan Alea memasuki ruangan ku dan duduk di sebelah Alex membuat hatiku semakin sakit dan terbakar cemburu.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
TBC.
Mohon maaf ya Readers jika si bab ini Author nulisnya sedikit. Karena masih ada kerjaan. Mohon di maklumi ya. Jangan lupa like dan komen serta vote. Jangan lupa beri bintang juga ya. Terimakasih.
Happy Reading 😊
*Dede...
__ADS_1