Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Sejak Kapan Mencintai ku?


__ADS_3

Pernyataan cinta Akemi sangat indah terdengar di indera pendengaran Shella hingga menembus hati juga benaknya. Rasanya wanita itu hidup dalam dunia dongeng dimana dia di kelilingi Malaikat tampan rupawan dan juga baik hati. Sifat Akemi sulit untuk di deskripsikan oleh Shella. Pria itu terlampau baik hati hingga sulit bagi Shella untuk menamakan apa pada suaminya tersebut.


Sementara keduanya masih bermandikan peluh pasca bela duren di sarang King Kobra, Shella masih di tempat ternyaman nya, yakni dalam pelukan Akemi. Wanita itu sangat menikmati kebersamaan yang tak pernah di bayangkan sebelumnya. Masih sangat jelas di ingatan Shella pernyataan cinta Akemi beberapa menit yang lalu. Dunianya terasa berhenti sejenak dan lebih berwarna.


Perasaannya di selimuti rasa bahagia tiada tara. Bahkan kata terimakasih saja rasanya tak cukup untuk menggambarkan betapa beruntungnya Shella mendapatkan cinta yang begitu besar dari seorang Akemi. Bukan hanya pria itu, tetapi seluruh keluarga besar Akemi juga mencintai Shella. Nikmat mana lagi yang akan di dustakan?


"Sejak kapan kamu mencintai ku?" Tanya Shella sembari memutar-mutar jarinya di atas perut Akemi membentuk suatu pola.


"Entahlah, mungkin sejak pertama kali aku melihat mu, atau setelah itu, atau juga mungkin dalam mimpiku. Yang pasti, kamu adalah wanita yang ada dalam impian ku selama ini," jawab Akemi sungguh-sungguh dan sukses menciptakan bunga-bunga cinta di dalam hati Shella. Wanita itu bagai di hujam sejuta kebahagian hari ini. Dimana dia mendengar pengakuan cinta dari pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.


"Benarkah?" Tanya Shella. Sejujurnya wanita itu ingin bertanya mengenai kekasih Akemi yang di bahas oleh Naomi sewaktu di Apartemen dulu, tetapi Shella tak cukup memiliki keberanian untuk bertanya.


"Iya. Apakah kamu mau tahu seberapa dalam aku mencintaimu?" Tanya Akemi dengan suara yang di buat-buat dan bertujuan untuk menggoda Shella. Namun, wanita itu tak paham jika sebenarnya pertanyaan itu justru sebuah godaan.


"Iya aku mau tahu," jawab Shella polos tanpa rasa curiga sama sekali.


"Begini caranya."


Cup,


Cup,


Cup,


Cup,

__ADS_1


Akemi mencium seluruh wajah Shella hingga wanita itu bermandikan air liur suaminya. Beruntung air liur itu tak berbau naga. Jika tidak, bisa di pastikan wanita itu akan memuntahkan seluruh isi perutnya. Shella pun merasa kan geli di bagian wajahnya.


"Seperti itu," ucap Akemi setelah puas menikmati wajah Shella yang begitu menawan. Shella tersenyum akan sikap suaminya yang ternyata sangat romantis. Dia merasa di cintai setengah mati.


"Jadi ini yang namanya menunjukkan rasa cinta?" Tanya Shella dengan suara yang di buat-buat. Akemi menaikkan satu alisnya.


"Lalu?" Tanya Akemi.


"Apa tidak ada cara lain? seperti mendaki gunung Himalaya gitu," balas Shella. Jawaban wanita itu justru membuat Akemi tak dapat berkata-kata. Bagaimana tidak, ternyata Shella masih juga belum memahami kalimat plesetan Akemi, bahwa mendaki gunung yang di maksud nya adalah gunung kembar Shella. Namun, sayangnya wanita itu justru menganggap gunung Himalaya yang asli. Terpaksa Akemi mengiyakan ucapan Shella. Sepertinya wanita itu benar-benar menginginkan perjalanan ke gunung Himalaya. Atau mungkin mereka harus merencanakan bulan madu di gunung tersebut.


"Apakah kamu benar-benar ingin pergi ke gunung Himalaya?" Tanya Akemi.


"Apakah boleh?"


"Tentu saja boleh. Kita bisa merencanakan bulan madu kita disana. Atau jika kamu tidak keberatan, kita pergi saja ke negara yang memiliki sejuta pesona alamnya." Mata Shella berbinar-binar dengan jawaban Akemi. Luar negeri? benarkah Shella akan keluar negeri bersama Akemi?


"Serahkan saja padaku. Besok aku akan memberitahu Delon untuk menyiapkan dua tiket pesawat untuk kita berdua. Dan aku akan mengalihkan semua pekerjaan ku padanya," jawab Akemi.


"Secepat itu?" Tanya Shella.


"Tentu saja, bukankah kamu menyukainya?" Shella tersipu malu dengan ucapan Akemi. Ternyata suaminya itu pandai mencuri hati Shella. Hingga ia hampir lupa, bahwa dunia ini bukan hanya milik mereka berdua, tetapi juga milik Delon yang sebentar lagi akan di repot kan oleh suaminya sendiri. Ya, tentu saja Delon akan frustasi dua kali lipat dari sebelumnya. Bagaimana tidak, pria itu harus menanggung semua beban kerja Akemi yang meninggalkan dirinya dalam perjalanan bulan madu.


Sejujurnya Delon tak menyalahkan Akemi sepenuhnya, karena dia sendiri yang melarang Akemi untuk mencari sekretaris pribadi dulu untuk meringankannya beban kerjanya. Dan sekarang Delon merasakan betapa sulitnya kerja sendrian.


**

__ADS_1


Keesokan harinya, Akemi benar-benar memesan tiket pesawat ke Maladewa untuk berbulan madu disana. Kendati duren Shella sudah terbelah semalam, tetapi bukankah masih ada yang namanya bela duren part dua dan part selanjutnya? bahkan selamanya.


Delon semakin menggerutu hingga sampai mengutuk sahabatnya itu. Bagaimana tidak, pria itu hampir tak punya waktu untuk sekedar beristirahat. Bahkan dia melupakan Naomi. Wanita itu seolah menghilang dari pikiran Delon selama beberapa hari karena kesibukan yang sengaja di ciptakan Akemi.


"Dasar Akemi, dia benar-benar pergi bulan madu dan meninggalkan aku sendirian disini dengan segudang pekerjaan. Awas saja nanti kalau dia balik dan tak membawakan ku hadiah, maka aku tidak akan mau membantunya lagi," gerutu Delon. Pria itu benar-benar di landa kekesalan yang luar biasa pada sahabat sekaligus rekan kerjanya itu.


Taka lama Delon kedatangan seorang wanita cantik nan seksi memasuki ruangannya. Pria itu tampak terkejut sekaligus bingung. Sedang apa wanita asing ini disini? pikir Delon.


"Maaf, Anda mencari siapa?" Tanya Delon dingin.


"Apakah Anda Tuan Delon Defretes?" Tanya wanita itu.


"Betul, Anda siapa?"


"Perkenalkan, nama saya Alenka Wijaya. Sekretaris baru Anda."


"Ha? Sekretariat?" Mulut Delon terbuka lebar ketika dia mengetahui fakta mengejutkan itu. Ternyata wanita seksi itu adalah sekretaris nya. Delon mulai memahami sesuatu.


"Jadi Akemi sengaja mencari sekretaris pribadi untuk ku, bukan untuk dirinya? sialan. Kalau Naomi lihat wanita ini, bagaimana? dia pasti akan mengira aku tak serius mengejar cintanya," gumam Delon dan tak dapat di dengar oleh wanita tersebut.


Ya, sejujurnya Akemi sudah tak melanjutkan keinginan nya untuk memiliki sekretaris pribadi. Namun, pria itu justru berbelok mencari sekretariat pribadi untuk sahabat nya sendiri melalui Pak Toni. Dan benar saja, Pak Toni akhirnya berhasil mendapatkan sekretaris pribadi khusus Delon. Akemi jauh hari sudah mempersiapkan itu semua, seolah tahu hal ini akan terjadi. Entah apa tujuan Akemi mencarikan pria itu sekretaris pribadi. Tampaknya pria itu memiliki rencana terselubung untuk mencarikan Delon sekretaris. Apa itu rencananya? hanya Akemi dan Tuhan yang tahu.


To be continued.


Assalamu'alaikum readers. Jangan lupa untuk like dan komen serta vote ya. Oh iya, jangan lupa mampir juga di karya aku yang di platform NM ya. Judulnya Mrs. Jorok And Mrs. Perfeksionis. Sebelum baca jangan lupa subscribe dulu ya, masukan dalam rak kalian. Author harap ya. Terimakasih.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2