Wanita Lucu Itu Istriku

Wanita Lucu Itu Istriku
Akhirnya Aku Menemukan mu.


__ADS_3

Tangan itu begitu erat memegang lengan Shella. Hingga bunga yang di genggamnya, jatuh ke tanah. Kedua mata mereka saling memandang. Tatapan itu bercampur aduk, sedih, takut, dan juga rindu. Ya, Shella merindukan sosok itu. Namun, rindu yang di rasakan Shella bukanlah rindu pada sang kekasih, melainkan rindu akan sahabat yang dulunya pernah mengisi hari-harinya dengan indah. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bertemu kembali. Mungkin saatnya lah untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Dia harus menghentikan perjuangan orang ini.


"Ibrahim?"


"Ella, akhirnya aku menemukan mu," tutur Ibrahim dengan tatapan penuh kerinduan. Ya, Ibrahim sangat merindukan sosok wanita yang di cintai nya itu. Wanita yang selama hampir setahun ini mengaduk-aduk jiwa dan emosinya. Begitu banyak penderitaan yang harus dia lewati demi wanita ini. Dan sekarang waktunya nya untuk bersatu kembali. Pikir Ibrahim.


Ibrahim memeluk tubuh Shella dengan erat dan penuh rasa syukur. Akhirnya takdir mempertemuan mereka. Ibrahim tak akan melepaskan lagi wanita yang di cintai nya itu. Terlalu lama dia menunggu momen ini akan tiba. Dan ternyata Tuhan sedang berbaik hati padanya.


Berapa purnama yang harus di lewati pria itu? berapa masa yang harus di lalui pria itu? dan seberapa besar perjuangan pria itu akan cintanya? jawabannya adalah tak terhingga. Dia harus berusaha mengembalikan jiwanya yang setengah gila. Dia harus rela menyamar dari satu jenis ke jenis yang lain. Terkadang dia berubah menjadi orang tua renta. Kadang pula dia harus menjadi seorang pemulung. Bahkan paling sering menjadi seorang pengemis di jalanan. Agar suatu ketika, saat nanti Shella menemukan dirinya di tengah jalan dan mau menyantuni dirinya. Karena dia tahu persis, bahwa wanitanya itu adalah sosok wanita yang sangat dermawan dan berhati mulia. Bahkan jika seekor semut yang lewat di antara kakinya, dia tak akan menginjak mahluk hidup yang berukuran sangat kecil itu. Jika pada mahluk kecil yang hampir tak terlihat oleh berjuta pasang mata manusia Shella memberi kehidupan? lalu bagaimana dia akan mengabaikan seseorang yang nyatanya butuh kehidupan? begitulah pikiran Ibrahim ketika memutuskan untuk menyamar kala itu.


Di samping itu juga, Ibrahim tak ingin kedua orang tuanya tahu dimana keberadaan nya selama ini. Atau dia akan kembali gagal untuk bertemu dengan Shella.


Tubuh Shella gemetar bukan kepalang, jantungnya semakin berlomba ria di dalam sana. Hingga detakannya semakin cepat dari biasa. Tangan Shella tak dapat membalas pelukan hangat yang bertabur kerinduan itu. Dia hanya mampu diam membisu, tak tahu harus berbuat apa. Otaknya seakan berhenti bekerja untuk sejenak. Tak dapat di pungkiri, jika Shella sangat sedih melihat kondisi Ibrahim yang hampir tak di kenalinya lagi.

__ADS_1


Puas memeluk Shella, akhirnya Ibrahim melepas pelukan itu dan kembali menatap wajah wanita yang di rindukan bagai rembulan di malam hari. Tatapannya sangat mendalam. Sementara Shella tatapannya begitu menyedihkan. Dua insan yang sengaja di pisahkan karena ego orang tua yang tak mau mendengar kata hati putra putrinya. Hingga tercipta luka yang begitu membekas di hati muda mudi itu.


"Akhirnya aku menemukan mu Ella. Kita akan kembali bersatu lagi. Aku tak akan melepaskan tangan ini lagi. Aku akan menjadikan mu istriku. Bukankah sudah aku katakan padamu dulu, jika kita bertemu untuk yang kedua kalinya, maka aku tidak akan melepaskan mu. Dan lihatlah, kita di pertemuan lagi. Aku sangat bahagia, sangat bahagia sekali." Ibrahim begitu antusias dengan pertemuan mereka. Di pikirnya, inilah saatnya untuk menyatukan dua hati yang saling menyinta, namun harus rela berpisah untuk sementara waktu. Pikir Ibrahim.


Ibrahim ingin memeluk kembali Shella, tetapi wanita itu akhirnya menolak. Ini salah, ini salah, ini salah... Shella berteriak dalam hati. Ini tidak benar, ini tidak boleh terjadi. Bukan ini yang dia inginkan. Bukan tatapan ini yang harus di lihatnya. Shella menggelengkan kepala, seolah menolak semua yang terjadi di depan mata. Dia membalikkan tubuhnya dan menitikan air mata. Dia sudah menikah, dia memiliki suami yang bernama Akemi, dia sangat mencintai suaminya. Lalu sedang apa dia disini bersama pria lain? pikir Shella.


Tak lama kemudian Ibrahim memutar tubuh Shella, dia kembali menatap mata yang sudah di genangi cairan bening itu. Mata hitam pekat itulah dulu yang berhasil menembus relung hatinya. Hingga akhirnya jatuh cinta dan menentang dunia serta takdir.


Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Tatapan Shella hanya tertuju pada Ibrahim. Hanya pada Ibrahim lah mata itu akan memandang. Hanya pada Ibrahim lah mata itu lebih berwarna. Lalu mengapa sekarang pandangan itu seakan berbelok arah?


Ibrahim menggelengkan kepalanya, berusaha menampik segala rasa yang membuat hatinya gundah. Sementara Shella hanya diam sembari terisak pilu, dia belum mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Terlalu berat rasanya untuk sekedar berucap. Tiba-tiba dia merasa lidahnya keluh, tubuhnya kaku, dan otaknya lumpuh. Seakan dunia berhenti saat itu juga, dan berada di titik terendah mereka.


"Katakan padaku Ella, apa yang tak aku ketahui. Apakah benar semua yang di katakan Ibu? apakah benar kamu sudah bersama pria lain? apakah kamu benar-benar sudah melupakan aku? katakan padaku Shella Yolanda, katakan!" Intonasi suara Ibrahim mulai meninggi. Dia mengempaskan kedua lengan Shella. Hatinya hancur seketika dengan hanya melihat diamnya wanita itu.

__ADS_1


"Jadi benar yang aku dengar itu? aku pikir masih ada setitik harapan untuk ku, untuk kita berdua. Aku bahkan rela menjadi orang gila dalam memuja cintamu. Tapi apa yang aku dapat kan? hanya pengkhianatan. Ternyata selama ini aku hanya berjuang sendirian. Hanya akulah yang memperjuangkan cinta kita. Aku hidup di hutan demi menjauh dari mereka yang akan memisahkan kita lagi. Aku lakukan segala cara agar bisa kabur dari tempat terkutuk itu. Tapi kini bahkan kau tak sanggup memandang ku lagi. Tatapan mu telah berubah Ella. Tak bisakah kau menunggu ku sedikit lama? tak bisakah kau memelihara cinta kita? begitu tak berartinya kah aku di hatimu selama ini? bahkan aku memujamu di setiap malam seperti orang gila yang tak punya tujuan," lirih Ibrahim. Pria itu menumpahkan segala perasaannya yang hancur berkeping-keping. Mendapati kenyataan, bahwa wanita yang di perjuangkan selama ini sudah tak mencintainya lagi, merupakan perihal yang sangat menyakitkan. Ternyata perjuangan nya selama ini sia-sia. Dia hanya memperjuangkan cinta semu.


Sementara Shella masih diam membisu, dia menangis pilu ketika mendengar kisah Ibrahim yang begitu gigihnya memperjuangkan cinta mereka. Padahal Shella bahkan sudah menyerah di akhir mereka berpisah dulu.


"Tahukah kau Ella, aku hidup terlunta-lunta demi dirimu. Tapi lihatlah kamu sekarang. Kamu bahkan tampil cantik malam ini. Apakah itu untuk dia? untuk pria yang kamu peluk dengan penuh kasih? bahkan kita tak pernah sedekat itu dulu. Lalu mengapa kamu memperlakukan aku berbeda dari dia Ella? mengapa? mengapa? hu, hu, hu. Katakan padaku Ella, apa salah ku? apa dosaku? hu,hu,hu." Ibrahim menangis pilu di penghujung kalimatnya yang lirih. Dia sudah tak sanggup lagi menahan perasaan yang bergejolak di dalam dada.


Ibrahim menangis sejadi-jadinya, tubuhnya terkulai lemah dan jatuh di atas pelataran bumi. Hatinya teriris dan terluka. Luka yang dulu menganga, kini semakin terbuka lebar. Mengapa takdir tak adil kepada dirinya? mengapa takdir mempermainkan dia? baru saja bertemu pujaan hati, namun dia harus rela melepaskan lagi.


Sementara Shella menatap iba pada pria yang ternyata begitu besar perjuangan nya. Pria itu rela melakukan apa saja demi memperjuangkan dirinya. Bahkan dengan melawan dunia sekalipun. Dan benar saja, Ibrahim telah membuktikan, bahwa dia sudah menentang dunia berserta isinya.


Keduanya sama-sama menagis pilu, hatinya mereka terbakar akibat cinta terlarang dari orang tua. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi dari kejauhan. Orang itu mengeratkan tangannya, hingga buku-buku jarinya pucat bagai tak teraliri darah. Hatinya sakit dan remuk saat itu juga.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2