
Cuplikan Chapter 99.
Mereka berempat pergi untuk sarapan pagi lalu akan bersiap-siap untuk terbang ke Jepang menemui Yamada, kecuali Huang Chan dia tidak akan ikut terbang. Perjalanan menuju Jepang dan menemui Yamada akan sebentar lagi tercapai dan mereka akan terkejut melihat calon suami Yamada.
Jam saat ini adalah pukul 06.45, Huang Chan menyuruh keluarga Ruiki untuk duduk di meja makan lalu menunggu sampai Huang mengambil makanan untuk mereka bertiga.
"Ruiki, dia sangat baik bukankah begitu sayang !" Ucap Nanase sambil melirik Ryu
"Ruiki, apa dia sudah menikah ?" Tanya Ryu
"..[Memukul perut Ryu]..Kenapa kamu tanya seperti itu ?" Tanya Nanase
"Ughh..[Memegang perutnya]..Nanase jangan salah paham dulu, aku hanya melihat dia betapa kerasnya dia bekerja seperti ada sesuatu yang dia perjuangkan !" Ucap Ryu
"Ohh, begitu !" Ucap Nanase
"Seharusnya kamu minta maaf..[Nanase melirik dengan tajam]..[Panik]..Ruiki apa benar dia sudah menikah ?" Tanya Ryu
"..[Sedikit tertawa]..Ayah dan ibu seperti biasa kalian berdua sangat lucu..[Tertawa]..[Ryu dan Nanase tersenyum]..Huang Chan sudah menikah dan mempunyai anak satu tapi setelah Huang mengalami penurunan ekonomi seketika suaminya meninggalkannya jadi Huang sekarang menjadi janda sekarang dia berjuang untuk menghidupi anaknya !" Balas Ruiki
"..[Memukul meja]..Kalau itu terjadi kepada Yamada suatu saat pasti aku akan menghajarnya sampai hancur !" Ucap Ryu
"Apa yang kamu katakan sudah jelas kalau suami Yamada itu tidak akan pernah melakukan itu !" Ucap Nanase
"Bagaimana ibu sangat mempercayai suami kakak bahkan belum pernah bertemu ?" Tanya Ruiki
"Ibumu selalu begitu seakan-akan hal buruk tidak akan pernah terjadi kepada Yamada !" Ucap Ryu
"..[Menghela napas]..Biar aku beritahu kepada kalian berdua..[Melipat kedua tangannya]..Apakah kalian pernah melihat wajah Yamada yang sangat bahagia ?" Tanya Nanase
"Aku pernah kalau tidak salah itu saat pesta ulang tahun kakak yang ke-10 !" Ucap Ruiki
"Salah kalau kamu sayang ?" Tanya Nanase
"Sama seperti Ruiki, aku melihat Yamada yang tersenyum dan bahagia setiap kali kita rayakan ulang tahunnya !" Balas Ryu
"Kamu juga salah..[Menghela napas]..Biar aku perjelas, Yamada itu memiliki sifat sepertiku jadi aku tahu yang mana dia sangat bahagia dan mana yang hanya bahagia saja !" Ucap Nanase
"Dia sifatnya sepertimu ?" Tanya Ryu
__ADS_1
"Itulah yang membuatku benci kepadamu..[Ryu meminta maaf]..Lupakan saja, sayang apa kamu pernah melihat wajahku ketika kita nikah ?" Tanya Nanase
"..[Mengingat masa saat mereka nikah]..Saat itu kamu sangat cantik..[Nanase tersipu malu]..Kamu sangat senang dan bahagia ketika kita resmi sudah menjadi pasangan seumur hidup !" Ucap Ryu
"Jadi apakah kamu mengingatnya ?" Tanya Nanase
"..[Mengingat wajah istrinya yang sangat bahagia]..Tunggu sebentar Nanase bukannya kita hanya di kirim surat jadi kita belum melihat wajahnya Yamada !" Ucap Ryu
"..[Menggaruk kepalanya]..Kamu ini..[Menghela napas]..Suratnya dia menulis dengan perasaan yang begitu bahagia walaupun aku belum melihat wajahnya tapi dari suratnya dia menulis dengan perasaan yang sangat bahagia itulah yang menurutku kalau calon suaminya adalah calon yang dia cintai !" Ucap Nanase
"..[Tertawa jahat]..Sayangku itu hanyalah ekspektasimu kalau itu tidak benar berarti taruhan yang kita buat adalah kemenanganku !" Ucap Ryu
"Apa yang kalian taruhkan ?" Tanya Ruiki
"Suamiku kamu terlalu dini untuk mengalahkan diriku kalau soal ini !" Ucap Nanase
"Permisi apa yang kalian taruhkan..[Ryu dan Nanase saling menatap]..Baiklah, lupakan saja !" Ucap Ruiki
Huang Chan datang dengan membawa begitu banyak makanan.
"Silahkan ini semua makanan yang menurutku sangat sehat dan pastinya enak !" Ucap Huang Chan sambil meletakkan makanan di meja
"..[Terkejut]..Huang bukannya ini sangat banyak ?..[Menghitung biaya makanannya]..Aku akan kosong setelah liburan ini !" Gumam Ruiki
"Siapa yang bayar semua makanan ini ?" Tanya Ryu
"Hehehe, kalau itu yang bayar adalah Ruiki sendiri !" Ucap Huang Chan
"Ruiki kamu sudah menjadi orang yang sukses !" Ucap Ryu sambil mengunyah
"Yah, ayah benar..[Memeriksa tabungannya]..Untuk saat ini aku masih aman !" Gumam Ruiki
Mereka berempat makan bersama hingga habis tidak menyisakan satupun makanan di piring.
"..[Melihat jam tangannya]..Pukul 08.35 masih ada waktu untuk bersiap-siap..[Berdiri]..Mari saya antar ke hotel].." Ucap Huang Chan
Pelayan datang untuk meminta bayaran atas makanan yang mereka makan.
"Apakah bisa lewat E-Pay ?" Tanya Ruiki
__ADS_1
"Tentu saja bisa !" Ucap Pelayan sambil mengeluarkan handphone
E-Pay adalah aplikasi di handphone yang fungsinya menyimpan uang, menarik uang, memeriksa saldo dan mentransfer uang dan sekarang E-Pay merupakan cara tercepat untuk pembayaran karena tidak perlu menghitung uang sendiri tinggal mengirim kode ke handphone yang mau di transfer lalu ketik nominal angka lalu nominal angka akan tampil di handphone yang mau mentransfer untuk memeriksa apakah benar setelah itu kirim dan tunggu beberapa detik dan akhirnya pembayaran selesai.
Author
"E-Pay adalah aplikasi yang sangat aman dalam pembayaran !"
"Terima kasih sudah makan di tempat kami !" Ucap Pelayan
"..[Pergi ke hotel]..Aku harus mengeluarkan seluruh tabunganku untuk jaga-jaga !" Gumam Ruiki
Mereka berempat pergi ke hotel setelah sampai Ruiki langsung mandi setelah itu Nanase yang pergi mandi kemudian Ryu dan terakhir Huang Chan. Mereka bertiga bersiap-siap sambil menggunakan pakaian yang sangat bagus, Ruiki memakai pakaian yang baru dia beli dan tidak lupa dia membeli untuk ayah dan ibunya sekarang mereka bertiga seperti orang kaya baru.
Beberapa jam kemudian.
Mereka semua turun ke bawah, terlihat kaum adam yang langsung menatap kecantikan Ruiki,
"..[Membisikan ke telinga]..Ruiki apakah salah satu dari mereka ada yang ingin kamu jadikan suami ?" Bisik Huang Chan
"Mereka sama sekali tidak layak untukku !" Balas Ruiki
"..[Melihat jam di tangan]..Pukul 11.50 sudah saat kalian terbang ke Jepang !" Ucap Huang Chan
Setelah sampai di pintu pesawat, Ryu dan Nanase langsung masuk dan mencari nomor kursi mereka sedangkan Ruiki tidak masuk ke dalam pesawat kalian ada yang ingin dia katakan untuk Huang Chan.
"Nona pesawat akan terbang jadi tolong cepat !" Ucap Pramugari
"Tunggu sebentar, Huang terima kasih untuk semuanya kalau ada waktu aku pasti akan kembali karena itu kamu harus terus semangat !" Ucap Ruiki
Ruiki berbalik badan hendak masuk ke dalam pesawat tiba-tiba Huang memeluknya dengan erat.
"Terima kasih untuk semuanya selama ini walaupun kita hanyalah hubungan pasien dan dokter tapi kamu tetap membukakan pikiranku untuk tetap berjuang jadi..[Melepaskan pelukkannya]..Selamat jalan Ruiki dan semoga kamu dan keluargamu selamat sampai tujuan !" Ucap Huang Chan sambil melambaikan tangannya
"..[Masuk ke dalam pesawat]..[Pintu pesawat perlahan mulai menutup]..[Ruiki balik badan]..Sama-sama !" Ucap Ruiki
Pintu pesawat tertutup, Ruiki langsung di antar ke kursinya oleh pramugari karena pesawat sebentar lagi akan terbang. Terdengar pengumuman bahwa pesawat akan lepas landas terlihat Huang Chan yang menatapi pesawat tersebut dari balik kaca, tersenyum dan merasa lega karena tugasnya sudah selesai, pesawat terbang ke langit menuju Pulau Jepang.
Bersambung...
__ADS_1
Author
"Sudah Chapter 100 dan aku lihat pembacanya lumayan banyak ^^ terima kasih sudah menemani novel saya sampai menembus 100 chapter walaupun dalam part ini banyak cerita tanpa pertarungan dan moment epic belum diperlihatkan tapi bersabarlah karena hal itu akan kalian dapatkan ketika saatnya sudah tiba hehehe jadi tunggulah !!!"