
Cuplikan Chapter 221.
Paru-paru Yuna mulai sakit ketika menarik napas untuk melakukan teknik pedang dan itu dia paksakan untuk menahan seluruh serangan dari A02 yang membabi buta kini Yuna harus mempertaruhkan seluruh yang dia punya untuk membunuh A02 tanpa perlu menyelamatkannya.
“..[SFX: Menarik Napas]..[SFX: Menebas]..[SFX: Menahan]..Akseleration Manipulation!..[menyentuh permukaan air laut yang mendidih hingga kulit melepuh]..Freeze!..[permukaan air laut langsung membeku namun itu tidak lama]..kesempatan ini tidak akan aku sia-siakan…Ultimate Akseleration: Rain Glacier!..[hujan serpihan ice yang sangat tajam mulai turun dan mengenai Burung Phoenix]..aku perlu membuat Burung Phoenix kembali ke ukuran semula tidak mungkin untuk membunuh burung yang bisa hidup lagi!”
Teriakan Burung Phoenix membuat udara di sekitar mulai mengamuk dan lautan mulai bergelombang membuat Yuna kesulitan untuk bergerak lalu permukaan air laut mulai mendidih kembali karena itu Yuna mulai melayang dengan menggunakan gelombang bunyi sebagai pembantu.
Burung Phoenix mengamuk karena tubuhnya terkena serpihan ice yang begitu banyak jumlahnya dan itu membuat A02 juga ikut kesakitan karena itu Yuna mulai sadar kalau rasa sakit yang Burung Phoenix rasakan bisa A02 rasakan juga. Yuna tidak berhenti menurunkan hujan ice namun saat melakukan itu, Yuna tidak bisa
melindungi dirinya kemudian A02 mulai sadar akan hal itu lalu dia terbang dengan cepat menuju ke arah Yuna.
“Gawat!...Akseleration Manipulation: Ice Wall!” Aksi Yuna
Ice Wall muncul secara cepat untuk melindungi Yuna namun..[SFX: Pecah]..A02 merusak perisai itu dengan tangan kosong kemudian dia memasang pola api di sekitar Yuna.
“Akseleration Manipulation: Phoenix Breath!..[SFX: Terbakar]..ini belum cukup..[memusatkan api di tangan kirinya]..Akseleration Manipulation: Explosion Flame Phoenix!..[SFX: Duaarr]..” Aksi A02
Yuna terhempas ke permukaan air laut dan untungnya dia tidak sampai masuk ke dalam air laut yang mendidih itu. Kulit Yuna mulai melepuh dan pelindung ice abadi tidak bisa bertahan lebih lama lagi bahkan Burung Phoenix masih belum mengecil ke ukuran semulanya.
“Ultimate Akseleration: Ice Manipulation!..[sisa permukaan air laut yang membeku mulai bergerak sesuai keinginan Yuna dan itu membentuk sebuah naga ice yang langsung menyerang Burung Phoenix hingga melilitnya]..ini belum cukup…Ultimate Akseleration: Glacier..[tubuh A02 setengah membeku]..” Aksi Yuna
Naga Ice melilit tubuh Burung Phoenix hingga mengeluarkan uap panas serta dengan hujan glacier membuat Burung Phoenix mulai menyusut sedangkan A02 berusaha melelehkan ice yang membekukan tubuhnya dengan kedua tangan Yuna yang menahan Burung Phoenix dan A02 membutuhkan kekuatan yang sangat tidak masuk akal.
Yuna mulai mencapai Batas Pikirannya namun tetap dia paksa untuk menahan mereka hingga Burung Phoenix menyusut ke ukuran semula dan saat itu Yuna bisa mengalahkan A02 yang mana uap panas akan keluar melalui arah atas dinding api.
A02 mulai tidak sadarkan diri lalu secara tiba-tiba ledakan api besar mulai membakar seluruh ice yang Yuna buat kemudian keluar A02 dengan mata terbakar serta tubuhnya yang setengah terbakar mulai berjalan ke arah Yuna.
“Sial, aku harus menahanya tapi jika aku lakukan itu Burung Phoenix akan membesarkan ukurannya lagi tapi jika aku tidak menahan A02 kemungkinan aku akan terbakar hidup-hidup jika pelindung ice abadi rusak!..[A02 masih berjalan mendekati Yuna]..apa yang harus aku pilih?”
__ADS_1
Yuna mulai terpojokkan.
“Ultimate Akseleration: Spear Of Judgment!”
Sebuah tombak besar langsung menembus jantung Burung Phoenix hingga teriakannya membuat udara dan air laut mulai mengamuk.
“Akseleration..[jatuh dari atas lalu mendarat di belakang Yuna sambil memegang punggung Yuna]..Recovery!”
Luka bakar Yuna mulai tersembuhkan dan dia merasa bahagia melihat Tina dan Eina yang baik-baik saja dari ledakan besar yang terjadi sebelumnya.
“Yuna maaf membuatmu menunggu!”
Tina menahan Burung Phoenix yang ukurannya mulai mengecil lagi dan dia menahan ledakan dari tombak miliknya karena takut akan ledakan tersebut mengenai Yuna dan Eina.
Eina menyembuhkan luka bakar yang Yuna derita kemudian A02 mulai bicara namun tidak sadarkan diri yang mana dirinya sedang di kendalikan oleh Burung Phoenix.
“Manusia percuma saja untuk melawanku saat ini diriku sudah berada di dalam tubuh anak ini jadi kalian tidak akan memiliki kesempatan untuk menang!..[SFX: Kobaran Api]..”
“Bukannya dia itu!”
Yuna waspada namun Eina menjelaskan kalau A03 tidak lagi menjadi musuh.
“Kakak sadarlah ini aku, lihatlah aku baik-baik saja tidak perlu lagi mengamuk seperti ini!”
Teriak A03 namun A02 tidak menjawab suara adiknya bahkan A02 tertawa melihat keadaan Blue Phoenix yang sudah semakin melemah.
“Blue Phoenix dirimu bukanlah dirimu yang dulu kini aku yang memimpin kaum Phoenix bukanlah dirimu!”
A02 mulai bicara dengan Blue Phoenix yang terbang di samping kanannya A03 yang mana membuat Blue Phoenix mulai membongkar jati diri mereka berdua.
__ADS_1
“Dengarkan semuanya..[Yuna, Eina, Tina dan A03 terkejut]..saat ini lawan kalian adalah Raja Burung Phoenix yang sudah berevolusi kini dia tidak sama dari sebelumnya walaupun aku dulu bisa mengalahkannya tapi sekarang diriku sudah bukan yang dulu lagi, wahai tuanku gunakan diriku sebagai pertahanan anda jika dalam bahaya!”
Ucap Blue Phoenix yang membuat mereka berempat terkejut lalu A02 yang merupakan Red Phoenix mulai menarik Burung Phoenix yang sedang Yuna dan Tina tahan ke dalam tubuhnya A02 hingga kobaran api merah cerah mulai membara.
“Artificial World sudah semakin dekat menjadi Real World kini kalian akan melihat kita lagi [tersenyum]..ingatlah Player World Quiz Online..[Yuna, Eina dan Tina mulai sadar akan ucapannya A02 yang merupakan Red Phoenix]..kami Bos dan Mini Bos dari setiap lantai akan muncul di dunia ini dan memusnahkan kalian semua!”
Ucap Red Phoenix yang berasal dari Dunia Artificial World dari Game WQO seketika membuat Yuna, Eina dan Tina gemetar mendengar hal tersebut.
“Yuna, Eina..[wajah serius]..aku merasakan hal buruk darinya untuk itu kita harus cepat menghancurkan dia dan memberitahu yang lainnya tentang apa yang akan terjadi!”
Tina mulai panik dan khawatir kalau sampai hal tersebut terjadi karena level monster dari Dunia Artificial World bukanlah level yang mudah untuk dikalahkan jika mereka muncul di Lima Kota Besar akan terjadi kematian massal.
“Apakah tidak ada cara selain menghancurkan kakakku?”
Tanya A03 yang ragu-ragu membuat Yuna, Eina dan Tina waspada terhadap A03.
Hal tersebut benar terjadi yaitu A03 mulai melawan balik Yuna, Eina dan Tina yang mana membuat Tina sangat marah dan tidak peduli lagi dengan keadaan A03 yang sudah dia berikan kesempatan untuk hidup dan menebus dosanya.
“Aku akan bersama dengan kakakku walaupun kami pada akhirnya akan terbu..[SFX: Muntah Darah]..aagghh..[melihat ke belakang]..[tangan kiri A02 menembus dada A03]..kenapa?”
“Kakakmu sudah tidak ada di sini..[tersenyum]..dia sudah mati ketika aku masuk ke dalam tubuhnya karena itu datangi kakakmu di akhirat!”
Red Phoenix yang menggunakan tubuhnya A02 membunuh A03 hingga masuk ke dalam air yang mendidih lalu Yuna, Eina dan Tina mulai hilang kesabaran melihat monster yang mereka benci di Dunia Artificial World menunjukkan sifat asli mereka.
Tiga Aura yang sangat besar membuat lautan berguncang tidak ada kata ampun untuk makhluk yang mereka benci tersebut kini Red Phoenix yaitu Bos Lantai Dunia Artificial World sudah muncul pertama di Real World.
Bersambung…
__ADS_1