
Cuplikan chapter 117.
"..[Menatap Nisuta dengan tangisan]..Nisuta !" Ucap Hiru
Mereka berdua langsung pingsan ketika bangun semua yang Voice Head katakan, Nisuta dan Hiru tidak mengingatnya dan melakukan apa yang semestinya yang terjadi di waktu saat ini yaitu mencapai tujuan Hiru.
"Lupakan tentang janji kita..[Mata Hiru penuh akan kekosongan]..Aku sudah tidak perlu janji itu lagi karena sudah terlambat untuk diriku saat ini !" Ucap Hiru sambil memegang kepalanya yang masih pusing
"Hiru jangan percaya dengan suara yang ada di kepalamu itu semua adalah kebohongan !" Teriak Nisuta
Hiru pergi meninggalkan ruangan Nisuta lalu pergi ke ruangan Yamada ketika sampai terlihat Yamada sudah diikat sama seperti Nisuta yaitu terikat di kursi.
"..[Melihat Hiru yang menghampiri dirinya]..[Menundukkan kepalanya]..Bagaimana keadaan Yuu dan yang lainnya ?" Tanya Yamada
"Nisuta baik-baik saja sedangkan Yuu sama seperti Nisuta tapi waktunya tidak lama lagi, aku akan mempersiapkan sesuatu untuknya !" Ucap Hiru
"Okama kenapa kamu melakukan ini semua ?" Tanya Yamada
"..[Menatap Yamada dengan mata kosongnya]..Aku ingin balas dendam dan aku ingin membalaskan dendam Nisuta, aku ingin mencapai idealismeku !" Ucap Hiru
"Idealisme ?" Tanya bingung Yamada dengan nada tenang
"Aku ingin menciptakan dunia yang mana hanya kekuatan saja yang berhak memimpin dan berkuasa di dunia ini !" Ucap Hiru
"Jadi..[Melihat ke mata Hiru]..Apa kamu akan membunuh kami untuk mencapai tujuan itu ?" Tanya Yamada dengan tangisan
"Kematian akan tiba pada saatnya begitupun dengan Nisuta dan Agurame tapi Yuu tidak karena aku masih membutuhkannya !" Ucap Hiru
"Ketika kematianku sudah dekat, aku ingin ada Nisuta di dekatku !" Ucap Yamada dengan mata yang menghitam
"Akan aku lakukan !" Ucap Hiru yang langsung pergi dari ruangan Yamada
Setelah dari ruangan Yamada sekarang adalah ruangan Agurame. Terlihat keadaan Agurame yang berbeda dari yang lain yaitu dirinya terikat sekaligus matanya tertutup oleh kain dan telinganya di masukkan tisu supaya tidak bisa mendengar.
"..[Membuka pintu ruangan Agurame]..Yoo, Agurame sudah bangun ?" Tanya Hiru
Agurame hanya diam saja karena dia sama sekali tidak bisa mendengar karena tisu yang sudah menutupi telinganya.
"..[Mendekati Agurame lalu menarik tisu di telinga kiri Agurame]..Apakah kamu bisa mendengar ?" Tanya Hiru
"Senior..[Ketakutan]..Lepaskan aku bukan lepaskan kami semua !" Teriak Agurame
__ADS_1
"Kenapa aku harus melepaskan kalian ?" Tanya Hiru
"Senior apa kamu sudah gila kita ini keluarga, apa kamu sudah lupa dengan itu semua ?" Tanya Agurame
"Agurame, aku memang sudah gila karena itu aku akan menggila sampai tujuanku tercapai !" Ucap Hiru
"Senior..[Menggerakkan kursinya dengan memberontak]..Lepaskan aku, cepat..[SFX: Trackk]..Aghhhhh !" Teriak Agurame
Hiru mematahkan jari kaki Agurame dengan menggunakan tang dengan ditekan di jari lalu ditarik ke atas sampai patah.
"Diamlah Agurame kamu berisik daripada yang lain !" Ucap Hiru
"Senior jangan lakukan itu lagi..[Ketakutan]..Senior ini sangat sakit, aku ingin kamu berhenti melakukannya..[SFX: Trackk]..Aghhh !" Teriak Agurame sambil meronta kesakitan
"Maka diamlah !" Ucap Hiru sambil membuka kain yg menutup mata Agurame
"Baik aku akan diam Senior jadi tolong hentikan !" Ucap Agurame
"..[Hiru melempar tang]..Ternyata menyiksa bisa menyenangkan seperti ini jadi lain kali bisakah kita bermain Agurame ?" Tanya Hiru
"Jangan Senior..[Ketakutan]..Jangan Senior tolong lepaskan aku !" Teriak Agurame sambil memberontak
Hiru keluar dari ruangan Agurame lalu pergi ke ruangan terakhir yaitu ruangan Yuuto.
"..[Memasukkan pin]..[Pintu terbuka]..Yoo, Yuu bagaimana kabarmu ?" Tanya Hiru
Yuuto duduk di kursi roda dengan mata yang melihat ke arah monitor tanpa berkedip, tangannya terikat di kursi roda begitupun dengan kakinya.
"Aku lupa kalau kamu masih belum sembuh tapi ini memang memudahkan diriku untuk mengubahmu menjadi sepertiku !" Ucap Hiru
Dalam pikiran Yuuto, dia sangat menderita.
"Besok aku akan memulai semuanya dan kamu akan menonton mereka di layar monitor ini karena kamu adalah VIP di Rumah Lab/Gedung Lab ini !" Ucap Hiru dengan senyuman
Tiba-tiba kepala Hiru kambuh lagi dan menghasilkan suara dengung.
"Aghhh, kamu lagi..[Terduduk di lantai]..Ada apa ? Tanya Hiru
"Siksa Nisuta untuk membuat Yuuto menyaksikan itu semua lalu buat Nisuta membunuh Yamada dengan menggunakan pistol jangan terlalu cepat, kamu harus menyiksanya hingga Yuuto memberikan reaksi sesuatu di wajahnya !" Ucap Voice Head
"..[Berdiri]..Baiklah akan aku lakukan dan itu akan aku lakukan besok karena saat ini aku ingin istirahat karena aku sangat lelah !" Ucap Hiru
__ADS_1
"Sebelum itu aku ingin kamu sedikit berbicara dengan Yuu..[SFX: Sengatan Listrik]..Bicaralah dengannya !" Ucap Voice Head
"Aghh, sengatan itu sedikit membuatku muak..[Menghela napas]..Jadi kamu bisa mendengar diriku bukan Yuu !" Ucap Hiru di dalam kepalanya
"Hiru Okama apa yang sedang aku lihat ini di depan mataku !" Teriak Yuuto di dalam kepalanya
"Hmm, di depan matamu sekarang ada layar monitor dan itu masing-masing menampilkan gambar Nisuta, Yamada dan Agurame bukannya tadi sudah aku beritahu !" Ucap Hiru di dalam kepalanya
"Bukan itu, apa yang akan kamu lakukan kepada mereka ?" Tanya Yuuto di dalam kepalanya
"Apa yang akan aku lakukan itu bukan urusanmu !" Ucap Hiru dengan nada marah
"Dasar penjahat, tidak punya hati nurani, mati saja kamu dasar orang yang tidak berguna !" Teriak Yuuto di dalam kepalanya
"..[Mendekati Yuuto]..[Mencekik leher Yuuto]..Aku memang seperti yang kamu katakan tapi bisakah kamu tidak berisik karena saat ini kepalaku sedang pusing !" Ucap Hiru dengan wajah marah
"Lepaskan..[Sesak]..Lepaskan..[Wajah membiru]..Lepaskan !" Teriak Yuuto
Hiru melepaskan tangannya lalu ada bekas di leher Yuuto yang membuat Yuuto seketika batuk.
"Tanganku kenapa..[Sikapnya berubah]..Bukannya ini tindak kejahatan karena sudah mencekik anak di bawah umur..[Menghela napas]..Aku benar-benar seorang penjahat !" Ucap Hiru sambil tertawa
"..[Takut]..[Sikapnya berubah]..Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini..[Duduk sambil memegang kepalanya]..Aku tidak mau melakukan ini !" Teriak Hiru di dalam pikirannya
"..[Tertawa]..[Sikapnya berubah]..Aku hebat..hahahah..coba bayangkan saat ini aku akan mencapai tujuan yang aku inginkan dan pastinya aku akan menjadi sangat kuat !" Ucap Hiru sambil tertawa keras
"Paman cukup bisakah kamu tidak gila di depanku saat ini aku tidak mau melihat sikap busukmu di sini jadi pergilah !" Ucap Yuuto di dalam pikirannya
"..[Tersenyum bengis]..Hehehe..hahaha..[Berhenti tersenyum]..[Sikap berubah]..Biaklah akan aku lakukan karena ini demi kebaikanmu !" Ucap Hiru di dalam pikirannya
"Hiru jaga mentalmu !!!" Ucap Voice Head
"Jadi kamu yang selalu dia bicarakan..[Voice Head terkejut ketika Yuu dapat mendengar suaranya]..Aku tidak tahu kamu siapa tapi..[Mata sama seperti Voice Head menatap tajam ke arahnya]..Kamu benar-benar membuatku marah !" Ucap Yuuto di dalam pikirannya
"Itu membuatku sedikit terkejut tapi kamu akan tahu siapa aku di masa depan nanti dan pastikan kamu tidak gila seperti dirinya !" Ucap Voice Head
Voice Head memutuskan koneksi lalu Hiru yang sudah sedikit waras kembali ke kamarnya untuk istirahat sedangkan Yuuto masih menatap layar monitor dengan matanya yang kosong namun penuh akan penderitaan karena dia akan menyaksikan siksaan yang akan Hiru lakukan kepada keluarganya.
Yuuto kecil hanya mampu melihat dan tidak melakukan apapun karena hanya itu yang bisa dia lakukan betapa kejam takdir yang dia terima. Mampu tidak mampu hanya hati Yuuto yang bisa memilihnya tapi yang pasti diantara dua itu yang akan Yuuto pilih adalah tidak mampu menerima itu semua dan akan membuatnya menderita seumur hidupnya karena sebenarnya hati Yuuto sangatlah lemah.
Bersambung...
__ADS_1