World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 228: Bumi Mengalami Apocalypse


__ADS_3

[Markas Informasi yang mana tempat Empat Pemerintah berada]


Seorang Jenderal dari pasukan pertahanan kota datang dengan wajah pucat dan penuh akan ketakutan yang membuat seluruh orang yang ada di sana kebingungan dengan sikapnya lalu pertanyaan terus diberikan kepadanya dan hanya satu jawaban yang dia berikan.


"..[bersujud]..[tertawa sendiri]..Dunia sudah kiamat..[gila]..aku tidak peduli lagi dengan kehidupanku..[mengambil pistol di saku celananya].."


"Cepat hentikan dia!"


Teriakan dari penjaga markas yang berusaha menghentikan Jenderal tersebut untuk melakukan bunuh diri namun usaha mereka terlambat..[SFX: Duaarr]..suara nyaring dari pistol membuat seisi gedung markas menjadi sunyi dan terdiam melihat keadaan yang sedang terjadi.


Bercak darah menempel di baju orang yang ingin menghentikan jenderal yang akan melakukan bunuh diri kemudian Empat Pemerintah yang mendengar suara tembakan langsung mendekati lokasi kejadian dan mereka terkejut melihat mayat dengan keadaan yang mengerikan.


"Apa yang terjadi di sini?"


Tanya Tuan Kyojuro yang panik dengan keadaan yang terjadi di markas bahkan dia selalu melihat ke belakang karena khawatir dengan kelewatan informasi yang terjadi di Pulau Timur.


Semua mereka jelaskan tentang apa yang terjadi lalu muncul lagi seseorang dari dalam ruang utama informasi dengan wajah panik dan ketakutan, dia menjelaskan sambil meratap ke lantai.


"..[memegang bahu orang dari ruang utama informasi]..Apa yang terjadi tolong ceritakan kepada kami!"


Tuan Zhafi berusaha menenangkan orang itu namun rasa ketakutan sudah menguasai tubuhnya yang mana membuat susah informasi keluar dari mulutnya lalu Tuan Kim tidak tinggal diam, dia langsung mulai mencari informasi sendiri. Beberapa menit kemudian, Tuan Kim keluar dari ruang utama informasi dengan wajah penuh kekhawatiran dan ketakutan.


"Kim apa yang terjadi cepat ceritakan kepadaku!"


Teriak Tuan Chen yang sudah muak dengan semua ketakutan ini lalu dengan berusaha keras Tuan Kim mengatakan yang sebenarnya.


"Sebuah portal muncul di seluruh negara, kota maupun desa lalu dari dalam portal keluar sosok makhluk yang wujudnya tidak mirip dengan makhluk hidup yang ada di bumi mereka kini disebut monster dari dunia lain. Sebanyak 200 portal muncul di Negara Indonesia, Jepang, Korea dan China kini Lima Kota Besar sudah hancur lembur dengan serangan dari monster tersebut..[wajah panik dan ketakutan muncul di setiap wajah Tuan Zhafi, Tuan Kyojuro dan Tuan Chen]..jumlah korban sudah mencapai 3,2 Miliar korban jiwa baik lansia, pemuda, wanita dan anak-anak itulah total korban jiwa saat ini!"


Ucap Tuan Kim dengan perasaan tidak kuat dan gemetar begitupun dengan mereka bertiga yang langsung lemas duduk di lantai ketika mendengar kabar tersebut tiba-tiba pasukan pertahanan khusus muncul dengan jumlah sedikit lalu membawa Empat Pemerintah menuju bunker.


"Saat ini yang perlu kita lakukan adalah menyelamatkan yang berada di depan mata kita..[leher mengeluarkan urat]..segera evakuasi menuju bunker!" Teriak Pemimpin Pasukan Pertahanan Khusus


Ketika mereka pergi menuju bunker tiba-tiba gedung tersebut rata dengan tanah karena di injak oleh sosok monster yang sangat besar saat gedung tersebut rata dengan tanah terlihat awan menjadi kemerahan dengan asap di mana-mana, api di mana-mana begitupun dengan puing-puing bangunan.


Monster dari Dunia Artificial World sudah meratakan Lima Kota Besar hanya dalam hitungan menit dan belum diketahui jumlah korban yang selamat dari insiden ini tapi yang pasti keributan telah terjadi di seluruh negara dan benua, mereka melakukan rapat darurat yang mengharuskan seluruh pemimpin negara untuk berkumpul dengan menggunakan hologram demi menyelamatkan umat manusia sebuah rencana akan ditentukan dalam rapat ini.


Informasi dari Empat Pemerintah sudah terputus yang mengakibatkan pertempuran di Pulau Timur menjadi kurang bahkan dengan bantuan informasi dan strategi dari Empat Pemerintah belum tentu memenangkan pertempuran melawan monster di Pulau Timur.


[Pulau Timur]


Kepulan asap racun serta dengan cairan-cairan yang siap meledak jika ada percikan api sudah memenuhi seluruh hutan namun dari teriakan Baron pada chapter 223.


Cuplikan Chapter 223.


"Tidak mungkin..[SFX: Monster]..suruh seluruh pasukan menyingkir dari hutan!..[berlari menuju ke tempat Alicia dan yang lainnya]..bagaimana mungkin, makhluk ini berada di dunia nyata seperti ini..[SFX: Monster]..Mini Bos Lantai 50: Rose Beast!"

__ADS_1


Hanya pasukan Alicia saja yang selamat dari racun karena Baron sempat sampai di area mereka berada walaupun dengan tubuh yang penuh luka dengan usaha terakhirnya, Baron membuat pelindung yang tahan lama dengan racun kemudian tubuhnya tergeletak di tanah dengan sulit bernapas.


"Paman bertahanlah!"


Teriak Alicia serta yang lainnya karena melihat kondisi Baron yang sangat mengerikan namun dirinya masih tetap bertahan lalu muncul suara telepati dari Professor Jack beserta dengan Lima Walikota bersama yang lainnya.


"Baron apa kamu masih hidup?..[Baron tertawa]..baguslah situasi saat ini tidak membuatmu gila..[ikut tertawa]..dengarkan aku semuanya dan jangan panik dengan situasi saat ini..[SFX: Rooaarrr]..ini memang sulit untuk dipercaya namun ini benar-benar terjadi yaitu makhluk dari Game WQO muncul melalui portal dan dalam hitungan detik sudah membunuh seluruh pasukan kita dan pasukan musuh kini hanya aku, Dokter Nigisima, asisten Dokter yaitu Melinda, Lima Walikota, Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina dan kalian yang berada di sana!"


Ucap Professor Jack yang berusaha tenang dalam situasi terburuk ini.


Mereka yang bersama Baron yaitu Alicia, Mein, Putri Ria, Putri Monica, Putri Elizabeth, Mery, Chery, Jenderal Asteria, Hamura, Taka,  Tona, Zona, Melan, Suji, Jong Yu, Ryuzu, Rein Ruby, Erina, Sanderu dan Yamori.


Tubuh Baron kembali pulih namun Batas Pikirannya sudah hampir mencapai batas normal karena itu dia waspada namun semangatnya masih belum luntur dengan tegas dia berdiri dan berbicara dengan Professor Jack.


"Jack bagaimana dengan kondisimu di sana?"


"Tenang saja, aku sudah mengatasi resiko kematian yang terjadi di sini..[sebuah pelindung yang Professor Jack buat dengan gelombang bunyi mampu menahan segala racun dan cairan peledak]..walaupun aku sudah lama tidak melakukan ini di medan perang..[lelah]..syukurlah kamu masih bisa berbicara setelah aku tahu kondisimu lebih parah dari kami!"


Professor Jack khawatir dengan kondisi Baron lalu terlintas atau ikut gabung suara dari Machi, Vino, Ran-Ran dan Ruina.


"Itu benar, kamu selalu saja nekat pak tua!"


"Siapa yang kamu panggil pak tua dasar bocah!"


"Keadaan kami baik-baik saja!"


Ucap Machi yang mempertahankan sebuah pelindung karena dia adalah pasokan utama dari gelombang bunyi tersebut.


"Segera datang ke sini tepatnya di goa tidak jauh dari tempat kalian berada!"


Ucap Ruina yang masih mengaktifkan kemampuannya yaitu pendeteksi lalu Vino mengelabui monster-monster yang berada di sekitar goa untuk menjauhi lokasi.


"Situasi ke sini sudah aman kalau bisa lakukan dengan cepat, aku tidak bisa menahan jumlah monster yang sangat banyak ini!"


Vino fokus dengan kemampuannya namun dia sedikit kesusahan.


"Semuanya mari kita berkumpul ke satu titik itu, apa kalian semua tahu lokasi goa itu?"


Tanya Baron yang memastikan kalau semuanya tahu lokasi aman tersebut dengan tegas mereka semua tahu karena sudah mengetahui pemetaan dari Pulau Timur sebelum terjadi pertempuran ini.


"Bagus mari kita segera ke sana tapi bisakah salah satu dari kalian membantuku berjalan!"


Ucap Baron yang masih kelelahan lalu dia di bantu oleh para pria dan mereka semua menuju lokasi aman tersebut.


[Pertempuran di tengah lautan]

__ADS_1


Lautan membeku dan angin menjadi badai angin bahkan seluruh lautan maupun udara atau langit penuh dengan ribuan monster.


"..[tetesan darah]..Kraken Bos Lantai 40, Griffin Bos Lantai 60, Hydra Bos Lantai 70 dan Red Phoenix Bos Lantai 90 mereka semua bisakah kita kalahkan?..[lelah]..Tina!"


Tanya Yuna yang mana sudah terkepung oleh monster-monster tersebut dan keadaan mereka sudah terluka melawan Red Phoenix sungguh keadaan yang sangat sulit namun setiap monster masih waspada pada mereka berdua karena mengingat mereka adalah seorang player yang pernah mengalahkan mereka semua kecuali Red Phoenix.


"Aku tidak tahu yang perlu kita lakukan adalah berusaha keras lagi seperti awal tadi dan untungnya kita sudah membuat Red Phoenix terluka parah kini musuh berkurang satu!"


Tina senang dengan berkurangnya jumlah musuh walaupun hanya satu musuh saja dan itu belum mati hanya terluka parah.


"Tch...dasar bajinan..[SFX: Api]..walapun tubuhku sudah menjadi api abadi tapi dia masih bisa membuat apiku tidak melakukan regenerasi..[tubuhnya setengah hancur]..kalian berikan aku waktu untuk memulihkan diri!"


Ucap Red Phoenix yang sedang jongkok di permukaan air sembari memulihkan diri lalu monster-monster mulai mengikuti perintah dari Red Phoenix namun Aura besar muncul lagi dari Yuna dan Tina.


"Jangan menganggap kami lemah pada saat ini..[SFX: Freeze]..mari kita mulai ronde selanjutnya!"


Yuna tersenyum dan gila akan pertarungan begitupun dengan Tina yang bersatu dengan Sylph mulai menunjukkan Aura besarnya yang mampu membuat monster-monster waspada lagi.


"Yuna mari kita musnahkan mereka semua!"


"Kamu benar mari kita lakukan!"


Yuna dan Tina bertarung lagi dengan monster Bos Lantai tersebut dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki kini soal waktu saja yang menentukan siapa yang dapat bertahan dalam pertempuran tersebut.


Berganti lagi ke Eina dan Kevin yang sedang berada jauh dari lokasi pertempuran Yuna dan Tina walaupun begitu beberapa monster mulai mengepung mereka akan tetapi Eina mampu menghilangkan keberadaannya sehingga monster kesulitan untuk mencari lokasinya.


"Kevin cepatlah sembuh!"


Gumam Eina yang tidak mau suaranya terdengar lalu Kevin membuka matanya namun tubuhnya masih lemah.


"Syukurlah tolong segera kembali dan bergabung dengan Yuna dan Tina untuk sekali lagi, aku mohon Kevin cepatlah kembali pulih!"


Gumam Eina yang berdoa untuk kesembuhan Kevin dengan Eina yang berusaha keras untuk menyembuhkannya namun untuk seratus persen sembuh hanya Kevin yang dapat melakukannya dengan semangat bertahan hidupnya.


Pertempuran masih berlanjut setiap orang mengalami kesulitan sendiri-sendiri akan tetapi musuh semakin kuat dan semakin kuat membuat mereka yang bertarung untuk bertahan hidup mulai memikirkan kembali untuk menyelamatkan diri namun sosok Yuuto yang mereka percayai masih bertarung di markas musuh sehingga mereka masih berjuang dengan keras untuk tetap bertahan.


Namun semangat untuk bertahan hidup itu semua akan sirna karena sosok yang mereka percayai kini telah menuju ajalnya.


Enam pedang menusuk tubuh anak muda itu tepat di dada kiri dan kanan begitupun dengan bagian perut dan hati. Bagian tubuh yang rusak adalah paru-paru kanan dan kiri, jantung, hati dan dua ginjal kini darah terus membasahi tanah dan hujan mulai turun dengan derasnya. Tiga Makhluk Suci sudah tidak ada dalam pertarungan tersebut hanya ada empat orang yang berdiri tepat di hadapan mayat anak muda itu yaitu Graundila, Helix, A01 dan Hiru Okama sembari meratapi tubuh anak muda tersebut yang darah terus keluar dan mengalir.


Bersambung...


 


 

__ADS_1


__ADS_2