
Bulan berganti menjadi bulan Juli yang berarti ini adalah hari terakhir bagi mereka berdua, suasana dibuka dengan suasana pagi hari yang berawan tebal seperti mau hujan tapi belum turun. Terlihat Lucas yang turun dari mobilnya sambil membawa koper yang isinya belum diketahui.
Sedangkan di sisi lain, Hiru yang mentalnya berubah langsung menangis ketika tahu apa yang akan terjadi kepada mereka berdua sungguh adalah hal yang aneh menurutku. Mentalnya secara acak berubah, kini mental yang bersifat sadis dan kejam mulai menguasai semua emosi yang ada di dalam tubuhnya Hiru.
Tidak ada perasaan ragu, takut bahkan tidak menyesal akan perbuatannya. Dia berjalan keluar Rumah Lab mendekati Lucas ketika sudah saling berhadapan dia membuka koper yang mana isinya adalah sebuah pistol jenis CZ 75, dia membawa pistol tersebut dengan tatapan siap membunuh.
Lucas mengikuti tuannya tersebut menuju ruangan Nisuta dengan perlahan suara langkah kaki dari mereka berdua terdengar oleh Nisuta yang mana saat ini keadaan Nisuta sudah di ujung tanduk kematian namun karena dia belum menyelesaikan tujuannya, Nisuta seakan-akan melawan malaikat maut di depannya dan berusaha untuk tetap bernapas walaupun napasnya sangat berat dan menyakitkan.
"..[SFX: Bernapas]..Yuu..[Ruangan sangat gelap]..Maaf, ayah sungguh minta maaf karena ayah dan ibu akan pergi meninggalkanmu..[Menangis di kedua matanya namun mata yang sudah dicabut mengeluarkan darah bukan air mata]..Ayah ingin kamu tetap hidup, ayah ingin kamu bahagia, ayah ingin kamu dewasa..[Menangis tanpa henti]..Dan masih banyak lagi..Yuu, ayah minta maaf kini ayah sadar balas dendam hanya akan berada di jalan yang buruk dan ayah tidak mau kamu berada di jalan tersebut jadi..[Pintu ruangan terbuka sampai menyalakan lampu]..[Melihat Hiru]..Ayah ingin kamu melupakan semuanya dan hidup bahagialah !" Gumam Nisuta
Hiru mendekati Nisuta lalu mengangkat tubuh Nisuta yang penuh bekas luka dan luka yang belum sembuh namun di sini Hiru membantu Nisuta dengan penuh kasih sayang entah apa yang sedang merasuki pikirannya Hiru namun tatapan matanya masih seperti tadi.
"Hiru apa kamu bahagia ?" Tanya Nisuta
"Lihat aku, apa cocok untuk diriku ini mendapatkan kebahagiaan..[Menuju ruangan Yamada]..Ada saatnya aku bahagia ketika rencanaku berjalan sempurna namun kebahagiaan itu cepat menghilang dari hatiku kini aku sadar hidupku tidak akan bahagia karena apa yang sudah aku jalani merupakan mencuri kebahagiaan orang lain seperti yang aku lakukan kepadamu..[Tersenyum sedikit dengan tatapan gelap]..Keluarga sungguh menyenangkan dan menghangatkan..Nisuta, aku mendapatkan keluarga sepertimu namun itu semua akan sirna ketika mereka tahu aku yang sebenarnya !" Ucap Hiru
"Kalau begitu ini sungguh takdir yang kejam untukmu sebenarnya aku tadi malam bermimpi ada suara aneh yang memberitahu masa depan kita berdua. Hiru kamu adalah tokoh Antagonis yang akan melakukan apapun untuk mencapai tujuanmu setelah tujuanmu selesai, kamu akan menjadi seperti diriku ini yang mana saat ini sebentar lagi tujuanku akan tercapai !" Ucap Nisuta
"..[Menggendong Nisuta dengan erat]..Kalau begitu beritahu aku tujuan Yamada ?" Tanya Hiru
"Tujuan Yamada sama sepertiku !" Ucap Nisuta
"..[Berhenti di depan ruangan Yamada]..Kita sudah sampai..[Pintu terbuka lalu Hiru meletakkan Nisuta di kursi]..[Berdiri di belakang Nisuta]..Nisuta sekarang aku akan melakukan janji kita..[Memberikan pistol]..Yamada !" Ucap Hiru
Hiru memanggil Yamada namun tidak di dengar sama Yamada bahkan Yamada tidak pernah menanggapi suara Hiru.
"Yamada ini aku Nisuta !" Ucap Nisuta dengan nada lembut
Suara lembut yang mana menghangatkan hati dan pikiran Yamada membuat dirinya langsung berbalik badan, melihat penampilan Nisuta yang sangat mengerikan namun Yamada tidak menangis dia langsung mendekati Nisuta lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Hiru melihat mereka dan entah kenapa Hiru gemetar bukan main ketika melihat kedua orang terdekatnya, moment ini terjadi selama 5 menit dan Lucas hanya bisa melihat dari jauh tetapi dia menyadari sikap tuannya.
"Hiru kamu ini sangat aneh dari dulu maupun sekarang kamu tidak berubah dan kamu selamanya akan menjadi seperti ini karena ini adalah takdirmu, aku sudah berusaha merubah sifatmu melalui waktu namun sifat manusia tidak akan berubah karena itu bukanlah hal yang bisa di ubah semaunya. Hiru kamu sama sepertiku karena memang aku ini hasil dari apa yang kamu lakukan, sekarang jalani takdir yang sudah ada !" Gumam Voice Head
__ADS_1
"Nisuta lakukanlah !" Ucap Hiru
"..[Melepaskan pelukan Yamada]..Yamada..[Yamada tersenyum]..Maaf Yamada, aku akan menyusulmu..[Menempelkan pistol CZ 75 tepat di jantungnya Yamada]..Jika kamu masih mempunyai akal sehat tolong jawab aku Yamada..[Tersenyum]..Apa kamu akan selalu mencintai diriku ?" Tanya Nisuta
Sengatan listrik mengenai pikiran Yamada.
"Aku akan selalu menyayangimu tapi..[Tersenyum]..Aku lebih menyayangi Yuu anak kita !" Ucap Yamada
"Ahhh..Aku mendapatkan jawaban yang sungguh dirimu !" Ucap Nisuta sambil menangis
..[SFX: Doorrr]..Asap pistol mulai keluar, darah mulai mengalir dan nyawa sudah menghilang seketika Nisuta menjadi lemas dan tidak mampu memikirkan apapun yang ada dia seperti patung yang menangis.
[Kenangan Yamada]
"..[SFX: Keramaian Festival Halloween]..Ibu ayo cepat..[Menarik tangan Yamada]..Aku ingin kostum yang seram untuk Halloween !" Ucap Yuuto
"Yuuto jangan menarik ibumu terus-menerus !" Ucap Nisuta
"..[Tertawa]..Tidak apa lagipula ini salah ibu karena lama make up !" Ucap Yamada
"Sayang kita lagi belanja, gombalannya nanti saja di rumah !" Ucap Yamada
"Hehehe..Baiklah !" Ucap Nisuta
"Ibu aku ingin baju itu !" Ucap Yuuto
"..[Melihat Topeng Halloween yang menarik]..Sayang bawa Yuuto bersamamu dan pergi beli baju Halloween, aku mau beli sesuatu !" Ucap Yamada
"Baiklah tapi hati-hati jika kamu tersesat segera telepon aku..[Yuuto menarik tangan Nisuta menuju toko baju]..Yuu pelan-pelan !" Ucap Nisuta
"Baiklah..[Mencari orang yang membawa topeng Helloween].. Permisi bisakah tunggu sebentar !" Ucap Yamada
"ada apa nona cantik..[Tertawa]..Hohoho, anda sangat cantik sungguh pria yang beruntung karena dapat menikah dengan anda !" Ucap Pedagang Tua
__ADS_1
"Bagaimana anda bisa tahu kalau saya sudah menikah ?" Tanya Yamada
"Hohoho..Walaupun aku ini sudah tua tapi mataku nih sangat tajam..[Menunjuk ke cincin].. Cincin kawin itu sudah cukup memberitahu kalau Nona sudah menikah bahkan ada bekasnya..[Tertawa]..Hohoho !" Ucap Pedagang Tua
"Maaf saya buru-buru bolehkah saya tahu apakah topeng Halloween itu dijual ?" Tanya Yamada
"Tentu saja..[Memperlihatkan topeng]..Ini nona bisa kamu lihat..[Tertawa]..Hohoho, bagaimana kualitasnya ?" Tanya Pedagang Tua
"Sungguh bagus, cantik dan keren untuk anak saya kalau begitu berapa harganya ?" Tanya Yamada
"Kalau Nona saya berikan..." Ucap Pedagang Tua
Yamada membeli topeng Halloween tersebut dari pedagang tua lalu kembali mencari Nisuta dan Yuuto. Tidak memakan waktu lama, Yamada menemukan mereka berdua sedang duduk di bangku.
"Akhirnya ketemu..[Memberikan topeng Halloween kepada Yuuto]..Yuu ini hadiah dari ibu, apa kamu suka ?" Tanya Yamada
"Waahhh, kerennya !" Ucap Yuuto
"Kalau aku tidak ada ?" Tanya Nisuta
"Kamu nanti di rumah !" Ucap Yamada
"..[Tersipu malu]..Baiklah !" Ucap Nisuta
"Aku selalu ingin pemberian dari ibu jadi ingatlah aku !" Ucap Yuuto
[Kembali ke saat Yamada tertembak]
"Yuu, maaf ibu tidak akan bisa bersamamu lagi dan tidak bisa memberikan hadiah lagi untukmu..[Menangis]..Yuu, ibu akan selalu ingat dirimu..[Terjatuh di lantai dengan darah].." Gumam terakhir dari Yamada
...
"..[Mengambil Pistol CZ 75]..Nisuta selamat tinggal..[SFX: Doorrr].." Ucap Hiru dengan mata gelapnya
__ADS_1
Tubuh Nisuta terbaring di samping Yamada terlihat mata mereka terbuka dan saling menatap walaupun sudah berwarna putih dan Nisuta yang hanya punya satu mata.
Bersambung...