
Sebelum terjadinya keributan besar pada chapter sebelumnya, Alicia bertarung dengan David yang mana ini adalah kekalahan telak untuk Alicia bahkan membuat dirinya terluka sangat parah.
Sebuah ruangan kosong yang mana jarang sekali orang untuk masuk ke dalam ruangan tersebut lalu dua komandan yang ingin memeriksa keadaan David untuk memintai keterangan tentang pergerakan anggota The Number lainnya namun siapa sangka ketika lampu berkedap-kedip seketika mata mereka berdua fokus ke lampu.
Lalu David membuka suara.
"Apa ini sudah cukup?..[duduk sambil mengelus bola mata buatannya]..Tanya David
Mata mereka kemudian tertuju ke arah Alicia yang sedang berada di dinding dengan sebuah tombak yang menembus bagian kedua telapak tangannya, bekas darah ada di mana-mana bahkan kepala Alicia mengeluarkan tetesan darah namun detak jantungnya masih bersuara walaupun sangat kecil.
Dua komandan itu melihat pemandangan yang sangat mengerikan di hadapannya, Alicia terluka parah yang bahkan seluruh pakaiannya tercampur dengan tetesan darahnya. Dua komandan itu sedikit tidak tega melihat sosok yang dia kenal sebagai murid terlihat seperti itu bahkan wajah David tidak menunjukkan ekspresi sedih atau takut, wajahnya hanya menampilkan ekspresi senang.
"Melawanya tidak memperlukan waktu yang cukup lama..[baru ingat]..aku lupa saat ini ada sebuah pelindung yang mampu melacak kita di sekitar tubuhnya Alicia jadi ruangan ini tidak aman lagi karena itulah ini saat yang tepat untuk membantai mereka!" Ucap David
Dua komandan mendapatkan pesan dari Helix yang mana memberitahukan kalau mereka berdua akan bergerak menuju ke Festvial.
"..[menatap Alicia]..Bagaimana keadaanmu Alicia..[tersenyum]..[pipinya sedikit terluka]..lumayan, luka seperti ini lumayan!" Ucap David dengan nada sombong
Lalu dua orang yang sangat berbahaya dari atas gedung yang begitu tinggi dengan udara yang kencang kini mulai mempersiapkan diri mereka masing-masing tapi sebelum itu mereka ingin memeriksa lokasi Yuuto.
"..[meregangkan ototnya]..Aku ingin sekali bertarung dengan anak yang mampu membuatmu babak belur itu!" Ucap Graundila (Three)
"..[menghela napas]..Terserah dirimu..[membuka celah dimensi]..[lalu membuat cermin yang seakan-akan bisa memperlihatkan isi pikirannya Two!].." Ucap Helix (Two)
Terlihat Yuuto masih terbang dengan cepat menuju Kota White House tapi tiba-tiba celah dimensi cermin mulai hancur berantakan..[SFX: Taaccchh]..cermin hancur lembur hingga membuat serpihan-serpihan tajam.
"Dia semakin dekat jadi kita harus cepat membunuh Marga Ery!" Ucap Helix
Ketika Helix menoleh ke belakang tiba-tiba Garundila sudah menghilang dari tempatnya dan itu membuat Helix kesal sekaligus muak dengan perilaku Garundila yang semaunya.
__ADS_1
Garundila lompat dari gedung tertinggi lalu dia berhenti di atas langit dengan bawah adalah arena, melihat sekeliling dan mendengarkan MC berbicara ketika itu terlihat keributan di ruangan penonton utama saat itulah Graundila menyadari kalau Helix sudah berada di dalam ruangan tersebut.
Kembali ke David yang sudah merasakan keberadaan Helix dan Graundila dengan cepat dia berdiri dan membuang senyumannya.
"..[berdiri]..Bawa Alicia dan anggaplah kalau kalian menemukannya dalam keadaan terluka parah jadi kalian berdua tidak akan membuat yang lainnya curiga dengan identitas kalian..[berjalan menuju pintu keluar ruangannya]..aku ingin melawan Yuna yang mana setingkat dengan Yuuto..[tersenyum di dalam hatinya]..aku tidak sabar mengetes kekuatan milikku ini kepadanya!" Ucap David
Dan begitulah yang terjadi, Helix membawa Marga Ery untuk membunuh mereka berempat sedangkan itu David muncul ke arena dengan bekas darah di wajah dan tangannya dan Yuna tahu saat ini keadaan Alicia sangat parah karena itulah kemarahan Yuna tidak bisa ditahan lagi dengan seluruh kekuatannya, Yuna mengeluarkan Aura membunuh yang luar biasa mengerikan tetapi David yang duduk santai di sekitar arena hanya bisa tersenyum kagum lalu Graundila menonton mereka berdua di atas langit sembari menunggu gilirannya.
Kondisi dan suasana evakuasi Empat Pemerintah dan Lima Walikota penuh akan ketegangan dan kekhawatiran dan yang membantu evakuasi adalah Kevin, Baron dan para pria lainnya sedangkan para perempuan berusaha menyembuhkan Alicia yang terluka parah.
"..[kaget dan takut]..[tubuh Alicia sangat terluka parah]..Kakak, apa yang harus aku lakukan untuk menolongnya?" Tanya Ria yang ketakutan akan masa depan nanti
"..[Ria terdiam melihat tatapan tajam dari Tina ke arah Alicia]..Eina, Lisa, Machi, Vino, Ran-Ran, Ruina..[marah]..setelah kita menyembuhkan Alicia..[Aura mengerikan keluar dari mereka semua]..kita akan membunuh David!" Ucap Tina
Sisanya hanya bisa diam karena kemarahan yang begitu besar di hadapan mereka sedang mengamuk bagaikan harimau dan singa yang sedang bertarung.
"Ria pinjamkan aku tanganmu!..[Ria melakukannya]..Ria, kemampuan spesial milik kita ini sangat langka dan ini merupakan kemampuan keturunan kita yang mana dulu sudah mempunyainya lalu menurunkannya kepada kita!" Ucap Tina
"Sejarah di dalam buku Infinite Timeline, buku ini sangatlah usang dan tua dalam buku itu menjelaskan ada empat kemampuan spesial di dunia ini yang akan menjadi pilar kehidupan manusia sekaligus pilar kematian seluruh makhluk hidup..[kedua tangan mereka menyentuh keningnya Alicia]..Pikiran, Perasaan, Penglihatan dan Peramalan itulah kemampuan spesial yang akan selalu berbagi kehidupan!" Ucap Tina
Buku Infinite Timeline adalah buku yang asal usulnya tidak jelas, tidak ada yang tahu siapa yang menulisnya dan tidak ada yang tahu umur dari buku tersebut yang jelas buku itu memberikan pertolongan untuk manusia ke depannya sekaligus masalah untuk ke depannya. Buku ini menjelaskan tentang Marga Ery, menjelaskan secara jelas tentang dari empat kemampuan spesial tersebut.
Lalu kenapa buku ini berada di tangannya Tina?
Tina mendapatkannya dari ibunya ketika sudah mewarisi kemampuan spesial itu dan buku itu diberikan hanya kepada Tina karena ibunya menyuruh untuk memberikan buku ini kepada pemegang kemampuan spesial Pikiran bisa dibilang itu adalah permintaan dari ibunya.
"Aku akan menjelaskannya lagi ketika masalah ini sudah selesai kalau bisa aku ingin kamu membaca buku itu..[menarik napas]..Ria fokus dengan kemampuanmu dan aku akan fokus dengan kemampuanku dengan ini kita akan membangkitkan kemampuan spesial milik Alicia!" Ucap Tina
"Baik akan aku lakukan..[Alicia memfokuskan kemampuannya].." Ucap Ria
__ADS_1
Ketika semuanya yang ingin menolong Alicia dengan Akseleration Class Medical bahkan Eina yang sangat ahli dalam Class miliknya hanya bisa menyembuhkan luka bagian luar sedangkan yang di dalam sudah menjadi penyakit sehingga tidak mampu dia sembuhkan.
Namun, sebuah cahaya terang mulai muncul di kedua tangannya Tina dan Ria lalu perlahan cahaya tersebut mulai membentuk sebuah bola kecil berwarna putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya Alicia kemudian sebuah Aura keluar dari kedua matanya Alicia dan memancarkan gelombang kejut sekaligus tekanan gelombang.
"Ria ikuti kata-kataku tapi di akhir kata aku ingin kamu menyebutkan dirimu pemegang kemampuan peramal!" Ucap Tina
"Akan aku lakukan!" Ucap Ria
"Aku memanggilmu sebagai rekanku dan sebagai sahabatku jika kamu memang pemegang kemampuan spesial dengan ini aku akan memanggilmu sesuai apa yang aku pegang saat ini, aku Tina pemegang kemampuan spesial perasaan!" Ucap Tina
"Aku memanggilmu sebagai rekanku dan sebagai sahabatku jika kamu memang pemegang kemampuan spesial dengan ini aku akan memanggilmu sesuai apa yang aku pegang saat ini, aku Ria pemegang kemampuan spesial peramal!" Ucap Ria
"Keluar dan selamatkan tuanmu!" Ucap Tina dan Ria
Sebuah cahaya terang menyelimuti seisi koridor dan seketika Alicia yang tadi terluka parah kini berdiri dengan matanya berwarna silver terang. Tubuh Alicia telah sepenuhnya sembuh lalu dia menatap ke arah Tina dan Ria.
"Ini sudah cukup jauh, aku terbangun karena kalian..[tersenyum]..tubuh pewarisku sungguh indah dan cantik tidak akan aku biarkan dia terluka..[menatap Tina dan Ria]..kelihatannya kemampuan kalian sudah bangun tapi kenapa kemampuan spesial pikiran tidak ada di sini?" Tanya Alicia yang tampaknya wujud dari pewaris sebelumnya
"Kami belum menemukannya tapi segera akan kami cari!" Ucap Tina
"Aku juga akan membantu!" Ucap Ria
"Kalau begitu saat ini waktunya aku untuk pergi dan memberikan kemampuan ini kepada anak ini!" Ucap Alicia dengan sosok pewaris di dalamnya
Alicia mulai menutup matanya lalu tertidur lelap dengan perasaan yang lega semuanya mulai merasa senang melihat Alicia yang sudah sembuh. Sosok tadi memang sedikit membuat bingung lainnya tapi dengan kesembuhan Alicia membuat segalanya terlupakan.
Sisanya adalah pekerjaan Kevin dan Baron begitupun yang lainnya untuk membantu evakuasi Empat Pemerintah dan Lima Walikota.
Bersambung...
__ADS_1