
Cuplikan Chapter 37.
Identitas The Number belum didapatkan oleh pemerintah karena mereka tidak mengetahui wajah dan nama anggota The Number sedangkan Yuuto sudah tahu nama Three dan Two yang merupakan penjahat kelas atas. Dan tampaknya pemerintah sedang menutupi sebuah kasus yang sangat mengerikan yang kasus tersebut di sebabkan oleh Organisasi The Number sehingga dunia belum mengetahuinya bahkan pemerintah takut dengan Organisasi The Number. Pemerintah terus mencari organisasi tersebut tetapi mereka tidak dapat menemukannya oleh karena itu membuat The Number menjalankan rencana mereka untuk menghancurkan dunia dengan mudahnya.
Semua informasi tentang The Number telah ada di dalam otak Yuuto sehingga tidak mungkin Empat Pemerintah menolak ajakan kerja sama dengan Yuuto.
"Tapi sebelum itu..[Melihat jam yang menunjukkan pukul 10.00]..Daripada aku terus tidur lebih baik menggerakkan tubuh..[Membuka lemari baju]..Hmm, yossh..[Mengambil pakaian tipis]..Mungkin keliling kota akan menyenangkan !" Ucap Yuuto
Yuuto keluar kamar dengan tergesa-gesa hingga membuat ibunya Alicia berteriak kepada Yuuto.
"Yuuto, kamu baru saja sembuh jadi jangan terlalu banyak bergerak !" Teriak Ibunya Alicia
"..[Memakai sepatu]..Bibi, aku akan keliling kota dan aku akan pulang tepat jam 16.00 setelah itu kita akan pergi ke restoran Tanagi..[Selesai mengikat tali sepatu]..Aku pergi !" Teriak Yuuto
Alicia yang melihat Yuuto yang sangat ingin melihat kota membuat dirinya mengingat masa lalu saat dia pertama kali datang ke Kota Hometown. Saat itu keindahan Kota Hometown membuat dirinya penasaran seperti Yuuto saat ini jadi Alicia membiarkan Yuuto keliling Kota Hometown sendirian.
Yuuto terus berlari, melewati setiap rumah pemukiman di daerah tempat tinggalnya yaitu Distrik H menuju jalanan kota...Setelah sampai, mata Yuuto mekar seperti bunga karena melihat bangunan-bangunan yang terbentang rapi, lalu lintas berjalan dengan teratur, banyak toko-toko yang sangat ingin Yuuto jelajahi bahkan udara di Kota Hometown membuat Yuuto terus mengirupnya karena setiap di pinggiran jalanan terdapat banyak pepohonan bahkan Yuuto melihat di ujung jalan ada sebuah Taman Kota.
Orang-orang yang melihat Yuuto saling berbisik yang mana mengatakan kalau Yuuto seperti anak desa yang baru menginjakkan kakinya di Kota karena itu membuat Yuuto malu bahkan dia menutupi wajahnya dengan tangannya yang mana usaha tersebut tidak membuahkan hasil..Hehehe..Yuuto seperti orang baru di kota tersebut.
"..[Terus berjalan]..Sumpah aku malu banget..[Mampir ke toko pakaian]..Permisi, saya akan membeli topi dan jaket ini jadi berapa total semuanya ?..[Yuuto dan kasir melakukan transaksi]..[Yuuto keluar dengan topi dan jaket]..[Yuuto tersenyum dan tertawa di dalam hatinya]..Aku berhasil !" Gumam Yuuto
Setiap hal yang ada di Kota Hometown membuat dirinya terus-menerus kagum bahkan harga yang di tampilkan di setiap toko makanan, pakaian dan supermarket sangat terjamin harganya sehingga membuat siapa pun akan tinggal di Kota Hometown.
Ketika Yuuto berjalan untuk menuju ke sebuah toko minuman..[Yuuto berhempasan dengan sosok pria bermantel]..Yang dimana sosok pria tersebut mirip dengan sosok yang membawa kabur David. Yuuto berhenti sejenak.
"..[Menutup mata]..[Yuuto memulai mengingat kejadian di Sekolah Hometown]..[Membuka matanya]..Tidak salah lagi..[Yuuto mengikuti pria bermantel]..Dialah orang yang membawa David kabur." Gumam Yuuto
Yuuto terus mengikuti pria bermantel sedangkan pria bermantel merasa bahwa dia sedang diikuti sehingga terjadi permainan petak umpet antara mereka berdua. Pria bermantel berjalan dengan cepat melewati setiap orang sedangkan Yuuto terus membuka matanya selebar mungkin untuk melihat setiap pergerakan pria bermantel.
"..[Terus berjalan dengan cepat]..Anak ini tatapannya..[Melirik sejenak ke belakang]..Sudah kuduga dia terus melihat setiap pergerakkan yang aku lakukan sehingga dia tidak akan kehilangan jejak. Baiklah, aku akan sedikit bermain denganmu..[Mengeluarkan suara pelan]..Akseleration..[Mempercepat gerakan]..!" Gumam Pria bermantel
"..[Melihat gerakkan pria bermantel yang cepat]..Gawat, aku akan kehilangan jejaknya..Akseleration..[Mempercepat gerakan]..Aku harus mengejarnya !" Gumam Yuuto
Yuuto dan pria bermantel melakukan kejar-kejaran sehingga setiap melewati orang, angin dari kecepatan gerakan mereka berdua seperti layaknya angin dari mobil yang melaju dengan cepat. Tiba-tiba pria bermantel menuju sebuah gang sempit.
"..[SFX: Angin saat dia berhenti menggunakan gerakan cepat]..Kenapa dia membawaku kesini ?" Gumam Yuuto
"Tolong aku ! siapapun tolong !" Teriakkan seorang wanita dewasa
Yuuto yang mendengar suara tersebut langsung berlari menuju tempat suara. Gang sempit yang Yuuto lewati sangat panjang sehingga membutuhkan banyak waktu sedangkan di ujung Gang keluar ada dua perempuan yang juga mendengar suara minta tolong.
"Xuan apakah kamu mendengar suara itu ?" Tanya Rina
"Iya aku mendengarnya mungkin sebaiknya kita memanggil polisi..[Tiba-tiba tangan Xuan ditarik oleh Rina menuju lokasi suara]..Rinaaa !!!" Ucap Xuan
Rina menarik paksa Xuan menuju lokasi suara ketika sampai Rina dan Xuan melihat sosok penjahat yang ingin melukai seorang wanita.
"Hei..[Penjahat melihat ke arah Rina]..Lepaskan dia atau..[Memasang kuda-kuda]..Kalian akan terluka !" Ucap Rina
"Hahaha, ternyata cuma dua anak kecil dan..[Menjilat bibirnya].. kalian lumayan cantik dari wanita ini..[Melepaskan wanita yang tadi]..Aku melepaskannya jadi apakah kalian mau bermain denganku ?" Tanya penjahat
"Cih, dasar bejat ! Xuan tetap di belakangku !" Minta Rina
Yuuto berlari di antara dua dinding karena akan lebih mudah melihat untuk melihat dan tiba-tiba Yuuto berhenti di pijakkannya seperti laba-laba, kaki Yuuto menempel di dinding lalu Yuuto melihat ke bawah yang dimana dia melihat dua perempuan yang tampaknya adalah teman Alicia.
Yuuto menggunakan Gelombang bunyi untuk membentuk gelombang yang lengket sehingga kaki Yuuto dapat menempel di dinding.
"Hmm, kalau tidak salah namanya Rina dan Xuan..[Melihat Rina bertarung dengan penjahat]..Lumayan..[Tiba-tiba pria bermantel berada di dinding satunya yang dimana mereka berdua sudah melakukan kontak mata]..Memakai topeng..[Menghela napas]..Lebih baik di lepas topeng itu terlebuh dahulu dan tolong jaga Aura membunuhmu !" Ucap Yuuto
"Kamu sangat cekatan..[Memakai perubah suara]..Langsung saja menuju topik pembicaraan, siapa kamu dan juga mengapa kamu mengikutiku ?" Tanya pria bermantel
"Hoi, seharusnya aku yang bertanya..[Yuuto memasang wajah serius]..Dimana anak itu ?" Tanya Yuuto
"Apa yang kamu maksud ?" Tanya pria bermantel
"..[Mendengar gelombang bunyi di dalam tubuh pria bermantel]..Gelombang bunyi yang tadinya tenang kini menjadi liar, kamu tahu bukan maksudku ?" Tanya Yuuto
"..[Bergumam]..Anak ini sangat hebat dalam menggunakan kemampuan Akseleration. Jika di lihat 2 perempuan di bawah kemungkinan adalah temannya..[Terus menatap Yuuto]..Aku akan mencoba apakah kesimpulanku betul atau tidak ?" Gumam pria bermantel
Pria bermantel melirik ke bawah karena Yuuto tidak mengetahui rencanannya Yuuto juga ikut melirik ke bawah lalu pria bermantel dengan cepat dia merusak keseimbangan Akseleration di kedua kaki Yuuto.
"..[SFX: Terjatuh]..Gawat aku terkena jebakannya..[SFX: Hembusan Angin saat terjatuh]..Akseleration Wall..[SFX: Pijakan]..[Yuuto melihat ke atas]..Cih, dia berhasil kabur !" Ucap Yuuto
__ADS_1
[Kembali ke pertarungan Rina melawan penjahat]
"..[Menendang bagian pinggang penjahat]..Xuan, apakah kamu masih ada di belakangku ?" Tanya Rina
"Tenang saja Rina, aku masih ada di belakangmu jadi fokus ke pertarunganmu !" Balas Xuan
"..[Terjatuh karena tendangan Rina]..Dasar ******..[Mengeluarkan pisau]..Aku akan sedikit melukaimu..[Menjilat bibirnya]..[SFX: Serangan pisau]..Rasakan ini !" Ucap Penjahat
Rina terus menghindar setiap serangan yang di lakukan oleh penjahat tersebut tetapi tidak setiap serangan Rina dapat menghindarinya. Perlahan-lahan tubuh Rina terkena bilah pisau mulai dari perut, pipi, lengan dan kaki.
"..[SFX: Tetesan Darah]..Jika ini terus berlanjut aku akan kalah, Akseleration belum bisa aku kuasai..[Selesai bergumam]..Xuan aku akan menahannya disini jadi kamu cepat pergi dari sini dan carilah bantuan !" Ucap Rina
"..[Xuan melihat tetesan darah yang keluar dari luka Rina]..Apa maksudmu..Aku..Aku..[Berdiri di samping Rina]..Akan ikut bertarung bersamamu !" Ucap Xuan dengan wajah serius
"..[Melihat wajah serius Xuan]..Xuan kamu..[Melihat ke depan]..Baiklah, Xuan mari kita lakukan !" Ucap Rina
"..[Xuan mengangguk]..[Memasang kuda-kuda]..Rina kamu sudah banyak membantuku dan melatihku jadi aku akan memperlihatkan hasil kerja kerasku..[Berlari menuju penjahat]..!" Ucap Xuan
Xuan melancarkan pukulan bertubi-tubi ke wajah penjahat tapi sayang sekali setiap serangan Xuan kurang cepat sehingga penjahat mampu menghindari setiap serangan Xuan. Rina yang melihat hal tersebut langsung ikut bertarung bersama Xuan sedangkan penjahat yang melihat lawan dia adalah 2 orang langsung mengeluarkan 2 bilah pisau yang siap untuk melukai Rina dan Xuan.
"..[Wajah marah]..Ahhh, kalian sama sekali tidak manis..[2 Bilah pisau tepat di kedua tangannya]..Akan ku bunuh kalian berdua..[Berlari dengan cepat menuju arah Rina dan Xuan]..!" Teriak penjahat
"Gawat Xuan..[Menarik Xuan]..[Melihat arah pisau yang arahnya ke perut Rina]..Gawat aku akan terkena tusukan, Xuan lari !" Teriak Rina
"..[Xuan terjatuh karena di tarik paksa oleh Rina]..Rinaaa !!" Teriak Xuan
Saat Rina pasrah dengan nasibnya yaitu terkena tusukan pisau tiba-tiba tubuh penjahat langsung menyentuh tanah dengan keras..[SFX: Hantaman Keras ke tanah]..Rina dan Xuan melihat sosok laki-laki memakai topi dan jaket yang tangan kanannya lurus ke depan.
"..[SFX: Getaran di tubuh penjahat]..Apa yang terjadi, aku tidak bisa berdiri dan juga kenapa ini semakin berat ?" Tanya penjahat yang mulai ketakutan
"..[Yuuto berdiri di belakang penjahat dengan tangan kanan lurus ke depan yang mana Yuuto sedang memakai kemampuan Akseleration miliknya]..Akseleration Sound Wave Pressure !..[SFX: Tekanan gelombang]..Tubuh tidak akan bisa bergerak !" Ucap Yuuto
"..[Terjatuh]..Siapa kamu ?" Tanya Rina
"..[Melepas topinya]..Sekarang kalian sudah tahu siapa aku bukan !" Balas Yuuto
"Yuu Kazuto, mengapa kamu disini ?" Tanya Rina
"..[Terjepit dengan tubuh Rina]..Rina berat, Rina cepat berdiri !" Minta Xuan
"..[Berdiri lalu melihat ke depan]..Tunggu itu bukannya sepupunya Alicia !" Ucap Xuan
"..[Menghela napas]..Kalian hebat ya bisa-bisanya kaget di saat seperti ini..[Melihat luka di tubuh Rina]..[Melihat tubuh penjahat]..[Menghela napas]..[Yuuto melepaskan Akseleration miliknya yang dimana membuat penjahat lari terbirit-birit]..!" Ucap Yuuto
"Dia kabur..[Mencoba mengejar penjahat itu]..Sakit..[Rina memegang lengannya]..[SFX: Tetesan Darah]..Kenapa kamu membiarkannya kabur ?" Tanya Rina
"..[Berjalan pelan ke arah Rina]..Kamu ini hebat ya masih dapat bergerak dengan luka seperti itu..[Menunduk ke arah Rina]..[Memegang lengan kiri Rina]..Lihat bukannya luka ini cukup serius !" Ucap Yuuto
"Tapi jika kita membiarkannya penjahat itu akan menyerang orang lagi !" Ucap Rina
"Tenang saja, dia tidak akan berani melakukannya lagi dan daripada itu bolehkah aku menyentuhmu ?" Tanya Yuuto
"..[Melihat Yuuto memegang lengan kirinya]..Dasar mesum..[Mau menampar Yuuto tapi Yuuto dengan cepat memegang tangan kanannya yang ingin menampar pipi Yuuto]..Kamu,.Ahhh sakit !" Ucap Rina
"Sakit yang kamu rasakan akan segera hilang..[SFX: Gelombang bunyi yang tenang]..Akseleration Recovery..[Luka di setiap tubuh Rina seketika sembuh]..[Yuuto berdiri]..Xuan apakah kamu juga terluka ?" Tanya Yuuto
"..[Terkejut]..Hanya sedikit." Balas Xuan
"..[Melihat lukanya yang sembuh]..Hebat seketika aku merasa ada Gelombang bunyi yang halus dan tenang masuk ke dalam tubuhku..[Melihat ke arah Yuuto yang sedang menyembuhkan luka Xuan]..Dia benar-benar hebat !" Gumam Rina
"..[Selesai menyembuhkan Xuan]..Baiklah, luka-luka kalian sudah sembuh !" Ucap Yuuto
"..[Berdiri]..Yuu Kazuto terima kasih atas bantuannya !" Ucap Rina
"Terima kasih Kazuto !" Ucap Xuan
"..[Tersenyum]..Sama-sama. Rina, Xuan panggil saja aku Yuuto atau Yuu..Hmm..Terserah kalian memanggilku seperti apa !" Ucap Yuuto
"Kamu membuat kami bingung !" Ucap Rina
"Hmm..Panggilan Yuu lebih baik dan sopan !" Ucap Xuan sambil malu-malu
"Benar, aku akan memanggilmu Yuu !" Ucap Rina
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi untuk keliling kota jadi sampai jumpa !" Ucap Yuuto
"..[Berbalik badan ke arah Yuuto]..Yuu..[Yuuto berhenti]..Kami ikut dan sebagai imbalan kami akan mentraktir-mu makanan dan minuman !" Ucap Rina
"..[Mata Xuan langsung bersinar]..Aku juga akan di traktir-kan Rina ?" Tanya Xuan
"Tenang saja makanan dan minuman yang kalian beli, aku yang akan membayarnya !" Ucap Rina
"..[Berbalik badan]..[Yuuto menunjuk jarinya ke arah Rina]..Rina kamu harus menepati janjimu..[Yuuto dengan wajah serius]..!" Ucap Yuuto
"Wahhh, wajah itu sepertinya aku ingat..[Rina mengingat masa lalunya saat jalan dengan Alicia]..Hmuh, benar dia mirip !" Gumam Rina
Yuuto, Rina dan Xuan berjalan-jalan ke setiap toko makanan dan minuman dan semuanya Rina yang membayarnya. Yuuto dan Xuan mulai akrab bahkan Rina yang melihat mereka berdua yang cepat Move On dari kejadian tersebut membuatnya terkejut.
"..[Jalan pelan bersama Yuuto dan Xuan mengelilingi kota]..Yuu, aku ingin bertanya tentang sesuatu kepadamu !" Minta Rina
"Silahkan kartu kredit aku akan menjawab setiap pertanyaanmu !" Ucap Yuuto
"Terima kasih..Tunggu, kenapa kamu memanggilku kartu kredit..[Mencoba tenang]..Yuu, kenapa saat itu kamu bisa bergerak maupun berjalan dengan tiba-tiba bukannya kamu saat itu di diagnosa mengalami kelumpuhan sistem kerja otak ?" Tanya Rina
"Sebenarnya aku tidak lumpuh..[Rina dan Xuan terkejut]..Hmm, bagaimana menjelaskannya ya..[Mendapatkan ide]..Bayangkan jika kamu tidur, saat tidur tubuhmu tidak dapat bergerak lalu jiwamu keluar dari tubuhmu jadi itulah yang terjadi padaku !" Balas Yuuto
"Hmm, jadi tubuh dan jiwamu terpisah lalu jiwamu kembali ke tubuhmu dan kamu kembali normal !" Ucap Rina
"Hmhmhm..[Mengangguk]..Kamu cepat tanggap ya Rina !" Ucap Yuuto
"Jiwa yang keluar. Yuu, kemana jiwamu keluar ?" Tanya Xuan
"..[Yuuto menutupi kebenarannya]..Terbang entah kemana lalu, aku tidak ingat !" Balas Yuuto
"Yuu, coba lihat disana itu adalah toko yang dimana manisan di sana cepat habis karena banyak pelanggan yang membelinya bahkan ada yang datang dari pagi untuk mendapatkan manisan di toko itu !" Ucap Xuan
"Mana-mana, Xuan jika di lihat bukannya masih ada yang tersisa..[Melirik ke arah Xuan yang tiba-tiba menghilang]..[Melihat ke arah toko]..Dia penerus pahlawan Flash !" Ucap Yuuto
Yuuto yang tidak ingin kehabisan manisan di toko tersebut dengan cepat Yuuto berlari menuju toko manisan itu sedangkan Rina yang melihatnya bergumam bahwa mereka bertiga sudah saling terbuka satu sama lain.
"..[Memakan manisan]..Enak dan super manis..[Yuuto terus memakan manisan]..[Yuuto tiba-tiba melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 15.00]..Aku harus segera pulang !" Ucap Yuuto
"Kenapa terburu-buru bukannya ini masih belum malam !" Ucap Xuan
"Aku sebenarnya harus pulang lalu bersiap-siap untuk pergi ke restoran Tanagi !" Ucap Yuuto
"Tunggu restoran Tanagi yang sangat mahal dan makanan disana yang sangat enak itu !" Ucap Xuan
"Benar. Aku, Alicia dan bibi akan pergi ke restoran itu untuk menjumpai teman-temanku." Ucap Yuuto
"Restoran Tanagi, aku pernah ke sana sekali bersama keluargaku untuk makan malam." Ucap Rina
"Apa..Apa hanya aku saja yang belum pernah menginjakkan kaki di restoran Tanagi." Ucap Xuan
"..[Memegang pundak Xuan]..Berbahagialah wahai temanku datanglah ke rumahku tepat pukul 17.30 karena saat itu juga kamu akan ikut bersama kami ke restoran Tanagi !" Ucap Yuuto dengan wajah malaikat
"Terima kasih wahai dewa pengasih..[Xuan berkali-kali menundukkan kepalanya].." Ucap Xuan
"Hmm, apakah aku boleh ikut tapi tenang saja aku akan membayar biaya makanku disana sendiri !" Minta Rina
"Bagus, datanglah pukul 17.30 aku akan menunggu kalian berdua jadi..[Melambaikan tangannya]..Sampai jumpa lagi !" Teriak Yuuto
"..[Melambaikan tangannya]..Ehm-Ehm..[Tersenyum]..Xuan bukannya kamu sudah sedikit senang dapat bersenang-senang dengan seorang laki-laki !" Ucap Rina
Xuan yang begitu senang tentang makanan dan manisan melupakan dirinya yang dimana sebenarnya dia adalah tipe perempuan yang malu-malu dengan laki-laki ketika mengingat saat dia bersenang-senang dengan Yuuto membuat wajahnya memerah bahkan hampir pingsan.
"Sebaiknya kebiasaanmu yang melupakan jati dirimu harus segera di hilangkan atau bahkan harus di hapuskan !" Ucap Rina
Rina menggendong tubuh Xuan hingga sampai di rumah sedangkan Yuuto sampai di rumah tepat pukul 16.00 sesuai dengan janjinya.
"Aku pulang !" Teriak Yuuto
"Yuuto cepat mandi dan bersiap-siaplah !" Teriak Alicia
Yuuto masuk rumah dengan wajah bahagia yang dimana dia dapat teman baru yaitu Rina dan Xuan.
"Baiklah, waktunya bertemu dengan sahabat-sahabatku..[Berjalan menuju kamar mandi]..!" Gumam Yuuto
__ADS_1
Bersambung...