World Quiz Online

World Quiz Online
Chapter 160: Lautan Darah Di Gedung Pemerintahan


__ADS_3

Cuplikan Chapter159.


Ruiki berusaha untuk menutupi kesedihannya dan berusaha tegar untuk apa yang dia lihat. Alicia yang masih kecil belum tahu apapun dan belum tahu kalau ayahnya memang seorang Penjahat Kelas Negara.


Pada malam harinya, Ruiki mendapatkan panggilan dari teleponnya dari nomor yang tidak diketahui ketika diangkat, orang yang menelepon Ruiki bilang bahwa dia adalah orang yang bertugas untuk keamanan negara.


"Maaf mengganggu malam anda bisakah kita bertemu diluar karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan Nona Ruiki !" Ucap Kapten Keamanan Negara


"Apa ini tentang suami saya ?" Tanya Ruiki


"Kami tidak akan melakukan apapun kepada anda karena ini adalah syarat dari suami anda untuk keamanan negara kami !" Ucap Kapten Keamanan Negara


"Syarat ?..[Bingung]..Apa yang suami saya minta ?" Tanya Ruiki


"Saya akan memberitahu syarat itu kepada anda ketika anda mau berbicara dan bekerja sama dengan kami !" Ucap Kapten Keamanan Negara


Ruiki langsung mematikan teleponnya lalu melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 22.35 yang mana Ruiki sedikit ragu untuk bertemu namun demi untuk mendengar syarat apa yang Hiru katakan dengan tekad yang kuat, Ruiki keluar rumah ketika sudah diluar seketika dia melihat sebuah mobil hitam sedang parkir di depan rumahnya.


"..[Membuka pintu]..Maaf mengganggu waktu anda !..[Membungkuk sedikit]..Saya adalah Jenderal Sugimoto saat ini saya ingin berbicara dengan anda secara empat mata !" Ucap Jenderal Sugimoto


Ruiki masuk ke dalam mobil yang mana mobilnya memiliki ruangan yang panjang dan sedikit lebar sehingga seperti diruang tamu.


"Nona Ruiki saat ini Jepang sedang dalam kondisi yang lumayan parah bahkan Distrik Shibuya mungkin akan membutuhkan waktu untuk memulihkan kembali jadi yang ingin saya tanyakan kepada anda adalah..[Melepaskan Baret Jenderalnya]..Siapa sebenarnya Hiru Okama ?" Tanya Jenderal Sugimoto


"Kenapa kalian masih mempertanyakan hal itu ?..[Mata Ruiki memelas seakan-akan malas untuk berbicara]..Bukankah sudah jelas siapa Hiru Okama yang dikabarkan dalam televisi dan berita !" Ucap Ruiki


"Saya hanya bercanda..[Sedikit tersenyum]..Aku sangat kagum anda memiliki suami seperti dia !" Ucap Jenderal Sugimoto dengan nada menghina


"Jadi anda berbicara yang begitu penting hanya untuk menghina suamiku ?" Tanya Ruiki


"..[Duduk dengan kaki menyilang]..Aku penasaran apakah anda ini juga seperti suami anda !" Ucap Jenderal Sugimoto


"Cukup basa-basinya Jenderal Sugimoto, bisakah anda memberitahu saya apa syarat yang suami saya berikan kepada semuanya ?" Tanya Ruiki


"Sebelum itu aku ingin kamu bekerja sama denganku..[Ruiki tambah kesal]..Aku ingin kamu menjadi sandera dengan keinginanmu sendiri supaya kita dapat menangkap Hiru Okama !" Ucap Jenderal Sugimoto


"Tidak, aku tidak mau bekerja sama denganmu karena aku sudah memiliki janji untuk melaporkan suamiku kepada polisi atas pembunuhan keluargaku !" Ucap Ruiki


Tiba-tiba tangan Ruiki diborgol oleh salah satu pasukannya Jenderal Sugimoto namun Ruiki memberontak hingga Sugimoto memerintahkan anggotanya untuk membuat dia pingsan.


"Jenderal saya sudah membuatnya pingsan !" Ucap Anggota Pasukan Jenderal Sugimoto


"Bagus bawa dia ke Gedung Pemerintahan Jepang..[Kesal]..Apa yang mereka takutkan jika musuh menyerang kita seharusnya ikut menyerang bukan menuruti ucapan dari musuh, apa sekarang Jepang menjadi lemah ?" Tanya Jenderal Sugimoto

__ADS_1


..[SFX: Mesin Mobil]..Mobil melaju dengan cepat menuju ke Gedung Pemerintahan Jepang dengan membawa Ruiki yang pingsan dan diborgol ketika sampai Jenderal Sugimoto membawa seluruh pasukannya untuk membuat penyerangan penuh ke lokasi musuh.


"..[Menendang Pintu Masuk]..[Semuanya kaget]..Bawakan Tuan Kyojuro ke sini !" Teriak Jenderal Sugimoto


Pasukan Jenderal Sugimoto membawa perlengkapan lengkap dan senjata rifle menodongkan senjatanya hingga para anggota pemerintah menuruti ucapan Jenderal Sugimoto ketika itu seluruh pasukan Jenderal Sugimoto sudah mengepun Gedung Pemerintahan Jepang.


"..[Datang tergesa-gesa]..Apa yang terjadi di sini, Sugimoto ?" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"..[Menodongkan senjata tepat di kening Tuan Kyojuro]..Apa yang terjadi..[Kesal]..Apa anda tidak lihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang musuh yang sudah menjadi ancaman untuk negara..[Menyuruh prajuritnya untuk membawakan Ruiki]..[Melempar Ruiki jatuh ke tanah]..Lihat dengan adanya dia, kita bisa menekan musuh dan kenapa dengan syarat itu kalian ketakutan ?" Tanya Jenderal Sugimoto yang sudah tidak berpikir jernih


"Jenderal tolong tenang dan jernihkan pikiran anda jangan berbuat yang akan mengancam negara kita !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang


"Aku sudah berpikir jernih dan aku akan tetap dengan ego milikku..[Wajah marah]..Aku akan membunuh bajingan itu karena telah menghancurkan Distrik Shibuya yang mana orang tuaku ada di sana !" Ucap Jenderal Sugimoto


"..[Melihat salah satu pengawal memberikan aba-aba]..Sugimoto kamu sudah berlebihan..[Sugimoto terdiam dengan wajah marah]..Sekarang !" Teriak Tuan Kyojuro


Tiba-tiba pasukan khusus penjaga pemimpin Jepang tiba dilokasi dan menodongkan senjata ke arah pasukan Jenderal Sugimoto kini Gedung Pemerintahan Jepang telah menjadi medan persiapan baku tembak namun Tuan Kyojuro menahan tembakan.


"Dasar bajin*an !" Ucap Jenderal Sugimoto


"Kalau kamu melakukan ini akan menjadi masalah yang mana kita akan semakin sulit menangkap Hiru Okama !" Ucap Tuan Kyojuro


Ruiki masih pingsan di lantai sedangkan seluruh pasukan saling menodongkan senjata lalu di sisi lain yang mana saat ini Hiru terbangun dari tidurnya karena merasakan orang yang dia cintai sedang dalam bahaya.


"..[Tersenyum jahat]..[Haus darah]..Ahhh, mereka mengingkari syarat yang aku buat..[Berdiri lalu keluar dari rumah]..[Berdiri di halaman rumah].." Ucap Hiru


"Lapor..[Mic ruangan]..Saat ini Hiru Okama bersiap untuk bergerak ke suatu tempat !" Teriak Pasukan Khusus Number 1


"Lapor untuk semuanya kita mengintai Hiru Okama dari pagi hingga malam tidak ada tanda-tanda pergerakan namun aku ingin memastikan kepada semuanya..[Menelan ludah]..Apa kalian melanggar syarat yang sudah ditentukan ?" Tanya Polisi Elit Number 1


Hiru masih berdiri di halaman dengan perasaan haus darah namun belum bergerak sama sekali dari tempatnya..[SFX: Tulang]..Hiru menggerakkan jari-jemarinya sampai berbunyi memberi isyarat kalau Hiru tidak tahan untuk menyiksa semua yang ada di sana.


"Sekali lagi saat ini target sudah dalam puncaknya segera batalkan apa yang kalian lakukan !" Teriak Polisi Elit Number 1


"Apa yang kalian takutkan kalau dia ke sini biar kita basmi dia !" Teriak Jenderal Sugimoto


"Apa yang kamu lakukan cepat lepaskan Ruiki !" Teriak Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Tuan kita harus segera pergi dari sini atau kita akan terkena dampaknya !" Ucap Wakil Pemerintahan Jepang


Tuan Kyojuro memberanikan diri untuk melepaskan borgol dari tangannya Ruiki namun Jenderal Sugimoto menembak telapak kakinya hingga terjatuh ke lantai.


"..[Mengangkat  Ruiki]..Wanita ini..[Menodongkan pistol tepat di kepala Ruiki]..Akan aku bunuh !" Ucap Jenderal Sugimoto

__ADS_1


Hiru melepaskan dirinya yang haus akan darah dan sadis tiba-tiba dirinya menghilang dari halaman rumah yang mana membuat pasukan khusus dan polisi elit kaget bukan main dan langsung melaporkannya.


"Tuan Kyojuro selamatkan diri anda sekarang juga !" Teriak Pasukan Khusus dan Polisi Elit


Tidak pakai waktu lama tepat pada pukul 23.00 seketika seluruh tubuh orang yang ada di sana memberitahu bahwa malaikat maut sedang mendekat dengan Aura Membunuh yang sangat mencekam dan mengerikan membuat seluruh pasukan yang ada di sana tidak berani menekan pelatuk senjata.


Jenderal Sugimoto keringat dingin, tubuhnya mati gaya dan tidak perlahan menurunkan tubuhnya Ruiki ke lantai. Tuan Kyojuro dan Wakil Pemerintahan Jepang melihat sosok mengerikan di depan pintu yang mana membuat mereka gemetar.


"Kalian memang sangat berani..[SFX: Gelombang Bunyi]..[Berjalan dengan santai menuju ke arah Ruiki]..Bukannya kalian mengikuti syarat itu kalian akan aman tapi sebaliknya kalian mencari kematian yang mana anda semua menginginkannya bukankah begitu !" Ucap Hiru dengan senyuman



Hiru melihat bekas borgol yang membuat pergelangan tangan Ruiki terluka seketika Hiru tahu siapa yang membuatnya seperti itu dengan Gelombang Bunyi yang sudah mengelilingi seluruh yang ada di Gedung Pemerintahan Jepang, Hiru akan membuat pemandangan yang tidak akan terlupakan untuk mereka semua.


"Akseleration..[SFX: Gelombang Bunyi]..[Gelombang bunyi masuk ke dalam jantung pasukan Jenderal Sugimoto dan seluruh pasukan yang ada di Gedung Pemerintahan Jepang]..Heart Blast !" Gumam Hiru


..[SFX: Ledakan]..[SFX: Rintikan Hujan Darah]..Aula Gedung telah menjadi lautan darah yang mana membuat Tuan Kyojuro ikut gemetar melihat kejadian itu tepat di depan wajahnya.


"..[Melindungi tubuh Ruiki dari tetesan darah]..Ahhh..[Hiru mandi darah]..Tuan Kyojuro beri aku alasan yang tepat supaya aku tidak membunuhmu !" Ucap Hiru menatap tajam ke arah Tuan Kyojuro


Dengan keberanian yang masih ada di dalam dirinya seketika Tuan Kyojuro walaupun sangat ketakutan, dia masih berdiri dengan tegas padahal usianya yang masih muda membuat jiwanya bergejolak.


"Hiru Okama kami sama sekali tidak berniat untuk tidak melanggar syarat yang anda tentukan tapi orang yang anda bunuh dengan tiba-tiba membawa istri anda ke sini untuk menjadikannya sandera namun dibalik ini semua kami tidak melanggar syarat anda !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Ahhh, kamu tidak berbohong jadi ini adalah pemberontakan dari pasukanmu..[Tuan Kyojuro mengangguk]..Sebentar lagi 1 januari karena itu aku akan memaafkanmu tapi seperti yang aku inginkan jangan menyentuh keluargaku jika kamu tidak ingin kemarahanku !" Ucap Hiru


"Baik akan kami lakukan !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Bawa Ruiki ke rumahnya dan jelaskan apa yang terjadi jangan beritahu yang asli tapi beritahu kebohongan !" Ucap Hiru


"Akan kami lakukan !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


"Kalau begitu lakukan yang terbaik untuk menangkapku !" Ucap Hiru


Hiru langsung menghilang dari Gedung Pemerintahan setelah itu Tuan Kyojuro dengan perasaan yang luar biasa takut, dia ditolong beberapa anggotnya.


"Semuanya..[Menggenggam erat tangannya]..Pastikan kita akan menangkapnya dengan cara yang dia tentukan kita akan menangkapnya tepat 1 januari jika kita bisa menangkap monster itu lalu membunuhnya, aku percaya dia tidak akan menjadi Penjahat Kelas Dunia !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)


Semua yang ada di aula hanya bisa merinding melihat lautan darah di depan mereka. Ruiki dibawa pulang oleh Wakil Pemerintahan Jepang lalu dia memberikan kebohongan untuk tidak membuat Ruiki tahu apa yang sebenarnya.


Kejadian itu telah menjadi peristiwa yang tidak akan dilupakan yaitu Lautan Darah Di Gedung Pemerintahan tepat pada pukul  23.00.


Bersambung...

__ADS_1


 


 


__ADS_2