
Kebakaran yang sangat besar itu membuat seluruh warga bertanya-tanya tentang apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Pemerintah melakukan pidato tepat di seluruh wartawan namun yang berbicara adalah Wakil Pemerintahan Jepang yaitu Muramata.
"..[SFX: Flash Kamera]..Kebakaran itu terjadi karena ledakan gas bukan karena ledakan bom seperti yang terjadi di Distrik Shibuya jadi semuanya jangan panik sekarang negara kita sudah kembali aman para penjahat yang melakukan perusakan di Distrik Shibuya sudah ditembak mati..[Menatap ke seluruh wartawan]..Aku tahu pasti diantara kalian ada keluarga yang terkena dampak dari serangan di Distrik Shibuya dan kalian tidak terima kalau penjahatnya hanya dihukum mati tapi apa memang kita harus menyimpan dendam ini terus-menerus..[Bertanya ke seluruh wartawan]..Penjahat sudah tiada jadi kenapa kita harus menyimpan dendam ?" Tanya Muramata
Salah satu wartawan menurunkan kameranya dan langsung ikut bicara.
"Anda benar, keluarga saya atau lebih tepatnya kedua orang tua saya sudah meninggal akibat ledakan di Shibuya sejak saat itu saya memiliki rasa dendam yang sangat dalam tapi karena dendam itu, pikiran saya tidak jelas dan selalu berpikir negatif akhirnya saya sadar kalau dendam hanya membawa kita ke jalan yang buruk !" Ucap Salah Satu Wartawan
Semua yang menonton dan yang datang hanya bisa bersedih dan merenungkan apa yang telah terjadi.
"Penjahat bisa datang kapan saja dan kami akan berusaha untuk menangkap mereka, kita tidak akan pernah tahu kapan dan dimana mereka untuk saat ini jangan takut akan hal itu kami sebagai orang yang memimpin jalannya negara ini akan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah mereka !" Ucap Muramata
Semua yang melihatnya langsung merasa tenang karena mereka tahu kalau pemimpin mereka yaitu Tuan Kyojuro pasti berusaha sangat keras untuk negara berbeda dengan pemimpin yang sebelumnnya.
Akhirnya pidato telah selesai saat Muramata turun dari panggung seketika dia merasa lemas dan terjatuh ke lantai, merasa bersalah karena membohongi seluruh rakyatnya lalu datang Tuan Kyojuro yang membantu Muramata untuk berdiri.
"Seharusnya aku yang berpidato bukan kamu..[Muramata tertawa]..Kenapa kamu tertawa dasar aneh !" Ucap Tuan Kyojuro
"Ini adalah tugasku, Kyojuro kamu hanya perlu menjadi sosok yang rakyat kagumi tidak perlu dari mulutmu itu keluar kebohongan hanya perlu aku saja yang melakukannya !" Ucap Muramata
"Kebohonganmu tentang ledakan di Rumah Lab itu mungkin memang benar tapi kebohongan untuk melindungi rakyat itu tidak bohong..[Tatapan matanya serius]..Aku akan melindungi semuanya bahkan harus mempertaruhkan nyawaku !" Ucap Tuan Kyojuro (Pemerintahan Jepang)
"Kamu tidak berubah sama sekali !" Ucap Muramata
Mereka berdua kembali ke Gedung Pemerintahan yang mana sudah kembali normal saat ini negara mereka kembali damai.
Yuuto yang mana menjadi sandera kini sedang melakukan perawatan mental jiwanya karena trauma akan siksaan yang dia alami karena itu Ruiki sedikit tidak peduli dengan Alicia karena dia harus merawat Yuuto namun Alicia sama sekali tidak terganggu malahan dia lebih sedikit mandiri untuk membantu ibunya.
...
Seminggu kemudian, di rumah tua yang kosong dan tidak terpakai yang mana orang yang berada di dalam adalah Penjahat Kelas Negara masih hidup.
"..[Matanya perlahan-lahan terbuka]..Dimana aku ?" Tanya Hiru sambil melihat sekeliling
Seketika Hiru langsung mendapatkan ingatan dari pertempuran sebelumnya lalu Hiru mendapatkan ingatan lagi yang mana itu adalah rencana yang harus dia lakukan demi tercapainya tujuan yang dia miliki.
Hiru pergi ke luar rumah terlihat beberapa rongsokan mobil dan rumput panjang beserta dengan lumut di rumah itu.
"Sebaiknya aku harus lebih berhati-hati untuk menjalankan rencanaku..[Pergi melewati rumput panjang]..Aku harus membangun pasukanku !" Ucap Hiru
Hiru pergi mencari rekan supaya Hiru tidak bergerak terbuka karena dia tidak mau pemerintah tahu dimana keberadaannya karena itu Hiru menggunakan Akseleration untuk menuju ke lokasi dimana Graundila dan Helix berada.
"..[SFX: Hembusan Angin]..[Hiru berjalan cepat di udara]..Kekuatanku sudah kembali normal dengan ini hanya beberapa waktu saja aku bisa ke lokasi mereka !" Gumam Hiru
Ini kejadian dimana ledakan besar terjadi di Shibuya tepat pada tahun 2034 sebelum pertempuran terjadi. Kabar terjadinya ledakan sampai ke mulut para penjaga dari situ Graundila bisa mengetahui kalau terjadi sesuatu yang menarik diluar sana.
__ADS_1
"..[SFX: Rantai]..[Sebuah rantai mengikat kaki dan tangannya Graundila]..Tch, kalau saja rantai ini tidak mengikatku pasti aku bisa melihat kehancuran yang terjadi itu..[Suasana gelap]..[SFX: Ombak]..Sebenarnya rantai ini terbuat dari apa ?..[Bingung].. Kekuatan dan ketahanannya lebih kuat dariku ?" Tanya Graundila
"..[Memukul pintu besi Graundila]..Graundila bisakah kamu diam dasar bajin*an !" Ucap Penjaga Kurungan
"Kalau saja rantai ini tidak mengikatku pasti sudah aku hancurkan mulutmu itu !" Ucap Graundila
"Ahhh, benarkah ?..[Nada sombong]..Lagpula kamu tidak bisa menghancurkannya jadi terserah diriku mau berbicara seperti apa !" Ucap Penjaga Kurungan
Graundila sudah berada di penjara terpencil di tengah lautan selama 3 tahun dan setelah tahun ini akan menjadi 4 tahun lamanya. Suara ombak membuat keributan diluar penjara membuat para penjaga kurungan ingin memasang batu ombak untuk meredam suarannya.
"Hey, bisakah kamu mendengarkanku ?" Teriak Graundila
Graundila teriak ke atas langit-langit yang mana diatas sana ada Helix yang sudah terkurung selama 4 bulan setelah tahun ini akan menjadi 5 bulan.
"Kamu berisik sekali..[SFX: Rantai Bola]..[Terdapat sayatan lurus bergaris samping dari mata kiri ke mata kanan]..Apa yang kamu inginkan ?" Tanya Helix
"Apa yang kamu katakan itu masih belum ?" Tanya Graundila
"Ahh..Soal kabur dari penjara..[Berdiri]..Sedikit lagi saat ini aku hampir bisa menggunakan telingaku sepenuhnya..[Kesal]..Kalau saja aku bisa mendapatkan bola mataku lagi !" Ucap Helix
"Apa yang menyerangmu itu menggunakan katana merah ?" Tanya Graundila
"Tch..Saat aku bertarung dengan dua orang pengguna katana merah tiba-tiba saja ada gerakan yang sangat cepat melebihi kecepatan mataku dan langsung mengambil bola mataku juga membuat luka sayatan seperti ini !" Ucap Helix
"..[Mendengar seluruh dari area penjara]..Akhirnya aku berhasil..[Graundila terkejut]..Ini saatnya kita keluar dari penjara ini !" Ucap Helix
Graundila mendengar beberapa suara jeritan kesakitan yang mana itu pasti ulah dari Helix kemudian suara itu semakin mendekat lalu pintu besi penjara terbuka lebar terlihat sosok pria ramping dengan tubuh kecilnya dan luka sayatan dari mata kirinya sampai mata kanannya.
"Tidak salah lagi..[Tersenyum]..[Berdiri]..Aura ini kamu benar-benar Helix Si Magic Killer !" Ucap Graundila
"Aku lagi tidak senang hari ini jangan membuatku masuk ke dalam kegembiraanmu..[Melemparkan kunci rantai]..Gunakan itu untuk melepaskan rantai itu darimu !" Ucap Helix
Graundila melepaskan seluruh rantai yang mengikat kaki dan tangannya ketika terlepas dia melihat penjaga kurungan yang senang menghinannya.
"..[Melihat penjaga kurungan yang terkapar dilantai dengan mulut berdarah]..Tch, kamu sudah membunuhnya !" Ucap Graundila
"Graundila saat ini aku menggunakan indra telinga yang mana sangat menyusahkan untukku sebentar lagi indra telingaku akan hilang sebelum itu aku ingin kita mencari dimana kedua bola mataku di simpan !" Ucap Helix
"Baiklah, kenapa kamu ingin mencari bola matamu itu ?" Tanya Graundila
"Bola mataku itu sangat spesial jadi aku ingin segera mendapatkannya kembali lagipula mereka tidak akan bisa merusaknya karena bola mataku berbeda dengan bola mata manusia pada umumnya !" Ucap Helix
"Jadi mereka lebih memilih meneliti daripada merusaknya memang benar-benar manusia !" Ucap Graundila
Graundila dan Helix mencari diberbagai tempat dan sepertinya tidak ada tanda-tanda penjaga bahkan tidak ada pasukan khusus yang menjaga penjara mungkin karena pertempuran itu semua pasukan khusus dibawa semuanya.
__ADS_1
"Ini kabar baik untuk kita..[Memeriksa keadaan]..Penjaga hanya sedikit dan pasukan khusus sama sekali tidak ada !" Ucap Graundila
Helix akhirnya menemukan kedua bola matanya yang sedang berada disebuah kapsul berisi air sepertinya manusia ingin menduplikat matanya Helix namun masih sangat panjang untuk keberhasilannya.
"..[Mengambil kedua bola matanya lalu memasukkannya ke dalam matanya]..Ahhh..[Matanya bergerak-gerak]..Akhirnya..[Tersenyum]..Graundila ini saatnya kita kabur dari penjara ini !" Ucap Helix
Graundila dan Helix membunuh seluruh penjaga penjara kemudian mereka berdua sampai di dermaga dan tidak ada perahu maupun kapal di sekitar dermaga.
"Graundila, aku ingin kamu membawaku di punggungmu sampai ke daratan !" Ucap Helix
"Kau ingin aku berenang di lautan ganas ini sampai ke daratan ?" Tanya Graundila
Mereka berdua saling menatap tapi Graundila merasa kalau Helix ini benar-benar cocok untuk dijadikan rekan karena itu Graundila mengikuti apa yang Helix minta.
"Baiklah. cepat naik akan aku bawa kamu ke daratan dengan cepat !" Ucap Graundila
"Jangan bodoh dan jangan berharap saat ini jarak penjara terpencil ini dan daratan sangatlah jauh !" Ucap Helix
"Aku mengerti tapi akan aku pastikan kita sampai di daratan walaupun tubuhku mati rasa karena kedinginan tapi aku masih bisa menahannya !" Ucap Graundila
Lalu Graundila dan Helix berenang melawan lautan dengan Graundila yang berenang sedangkan Helix di punggungnya Graundila untuk istirahat dan melihat daratan dari atas punggungnya Graundila.
...
Graundila terus berenang hingga pertempuran yang terjadi sudah selesai. Seminggu kemudian akhirnya setelah berenang yang sangat lama mereka melihat daratan dengan cepat Graundila berenang bagaikan dikejar hiu.
"Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..[SFX: Kryuukk]..Aku sangat lapar dan lelah !" Ucap Graundila
"Bersabarlah aku akan mencari makanan di sini !" Ucap Helix
Tiba-tiba sosok pria jatuh dari atas langit dengan membuat pasir pantai berhamburan..[SFX: Duarr]..Aura Membunuh dikeluarkannya seketika membuat Graundila dan Helix langsung waspada terhadapnya.
"Akhirnya kalian ketemu juga..[Menghela napas]..Aku sudah pergi ke penjara itu tapi kalian sudah tidak ada lalu aku mencari kalian dimana-mana dan ternyata kalian berenang sepertinya sesuai dengan kalian !" Ucap Hiru
Hiru melihat Graundila dan Helix kelelahan dan waspada terhadap Hiru
"Siapa kamu ?" Tanya Helix
"Helix dia ini sangat berbahaya jauh dari kita..[Panik]..Apa kamu bisa merasakan Aura Membunuhnya yang sangat mencekam ?" Tanya Graundila
"Haaahh, aku sudah merasakannya ketika kita sudah sampai di daratan !" Ucap Helix
"Aku Hiru Okama bagaimana kalau kita berbicara..[Tersenyum]..Tenang aku tidak ada niat buruk yang aku inginkan adalah maukah kalian menjadi rekanku ?" Tanya Hiru
Bersambung...
__ADS_1