
Cuplikan Chapter 234.
"Perlihatkan kepadaku Yuna!" ucap Yuuto dengan suara yang berbeda karena dia memakai topeng
Penampilan Yuna saat ini adalah mempunyai sebuah dua sayap ice dengan Aura api biru mengelilingi dirinya lalu Yuna mengeluarkan sebuah pedang yang hampir mirip dengan Yuuto.
"Mari kita akhiri ini semua, Yuuto!" ucap Yuna dengan wajah serius
Suasana menjadi sunyi kini mereka berdua saling fokus hingga sebuah gerakan Yuuto yang sangat cepat membuat Yuna tidak sadar kalau dia sudah berada di belakangnya tapi saat Yuuto ingin menebaskan pedangnya tepat di punggung Yuna tiba-tiba kobaran api biru mulai membakar tubuhnya Yuna kemudian meledak sampai membuat Yuuto terhempas karena ledakan itu.
Duaarr...
"Terima kasih Blue Phoenix kali ini aku tidak akan melepaskan penglihatanku!" gumam Yuna
"Yuna tetap fokus!" gumam Blue Phoenix
Yuna fokus melihat sesuatu yang membuatnya merasakan aura membunuh yang sangat kuat saat kepulan asap mulai menghilang kini terlihat wujud Yuuto yang sudah seperti monster yang mana topeng dengan ukiran unik mulai membentuk menjadi topeng dengan ukiran yang mengerikan dengan gigi tajam serta garis putih dan hitamnya membuat topeng tersebut seperti wajah manusia.
Roaarrr...
Topeng itu kini menyatu dengan wajahnya Yuuto hingga membuatnya terlihat seperti makhluk yang belum pernah ada di dunia selain dunia bawah tanah. Yuna melapisi pedangnya dengan ice di tangan kanannya dan melepaskan kobaran api biru di tangan kirinya.
"Akseleration Manipulation: Ice Blue!" ucap Yuna
Yuna menghilang dari tempatnya berada lalu muncul di belakangnya Yuuto sambil menebaskan pedangnya tapi langsung Yuuto tangkis tanpa melihat ke belakang. Yuna masih tidak percaya kalau dirinya belum cukup kuat untuk melancarkan serangan kepada Yuuto lalu sebuah teriakan keras dari Yuuto membuat seluruh tanah hancur hingga menciptakan kawah dan untungnya Yuna langsung menjauhi Yuuto.
Roaarrr...
Yuna langsung membakar seluruh kawah bersamaan dengan membekukan air laut kemudian memanipulasinya hingga bisa dikendalikan dengan menciptakan sebuah jarum ice yang ukurannya cukup besar lalu mengarah kepada Yuuto.
Swosshh...
Senyuman dengan gigi tajam membuat Yuuto terlihat bukan manusia lagi lalu serangan Yuna sama sekali tidak membakar tubuhnya tapi jarum ice membuat Yuuto harus mempertahankan dirinya dengan menangkis dan memotong seluruh jarum ice menggunakan pedangnya.
Yuna memegang kuat gagang pedangnya dengan dua tangan kemudian menebaskannya ke arah Yuuto yang seketika dua gabungan element yang saling menolak mulai menjadi sebuah serangan yang luar biasa kuat. Sisi kiri meledak dengan membentuk kumpulan ice tajam lalu sisi kanan meledak dengan kobaran api biru yang cukup besar.
Duaarrr...
"Apa serangan itu cukup untuk membuatnya terluka?..[terkejut]..tidak mungkin!" ucap Yuna yang melihat keadaan Yuuto baik-baik saja
Swoshh...
Yuna langsung melihat ke belakang karena merasakan hawa yang sangat berbahaya dan itu adalah Yuuto yang menghilang secara tiba-tiba lagi dan muncul tepat di belakangnya Yuna seketika tebasan membuat tangan kirinya terpotong bersamaan dengan Yuuto menendang kepalanya hingga terlempar jauh.
Slash...Akhhh...
__ADS_1
Tubuh Yuna menghantam batang pohon hingga hancur dan untuk menghentikan pendarahan di tangan kirinya, dia membekukan lengan kirinya lalu menumbuhkannya dengan lengan ice. Tidak terlihat ekspresi marah ataupun kesal tapi Yuna merasakan sesuatu yang sedang Yuuto sembunyikan melalui topeng itu.
"Kenapa kamu melakukan ini semua?..[menatap Yuuto]..akan aku pastikan kamu mengucapkan alasanmu yang sebenarnya, Yuuto!" ucap Yuna
"Majulah Yuna saat ini waktu masih terus berjalan dan kamu sudah tidak punya banyak waktu lagi!" ucap Yuuto tapi dengan suara yang berbeda karena dia memakai topeng
Ting...Tang...Ting...Tang...Duaarrr...
Hantaman kedua pedang antara mereka berdua kini terjadi lagi tapi Yuna menjadi lebih unggul karena dirinya menggunakan dua element yang saat ini dia miliki dengan akurat hingga membuat Yuuto merasakan sebuah tebasan pedang yang mengenai dada.
Yuuto langsung marah besar sampai mengeluarkan teriakan keras lagi untuk membuat Yuna menjauhinya kemudian saat jarak sudah dibuat kini Yuuto menggunakan telunjuk jari tangan kirinya untuk menciptakan sebuah Bola Akseleration yang ukurannya sedang lalu dia menembakkannya hingga sebuah ledakan besar terjadi membuat gunung hancur seketika.
Boom...
"Ultimate Akseleration: Leartion!" ucap Yuuto sambil menembakkan Bola Akseleration
Untuk bertahan dari serangan Yuuto saat ini Yuna berusaha mati-matian untuk menjauhinya jangkauan ledakan dari Leartion. Yuuto semakin membabi buta dalam menyerang bahkan tidak pikir panjang arah ke mana serangannya kini gunung, danau dan hutan menjadi sebuah kawah karena ledakan tersebut.
"Serangannya tidak ada habisnya kalau begitu akan aku serang dia tepat arah jantungnya..[menarik napas]..Ultimate Akseleration: Blue Spear Phoenix!" ucap Yuna membentuk sebuah spear beku tapi diselimuti api biru
Yuna melemparkan kuat ke arah Yuuto dengan cepat hingga sebuah keajaiban terjadi yaitu saat Yuuto menembakkan Leartion miliknya yang mana menutupi pandangannya lalu muncul sebuah tombak di depannya seketika langsung menembus jantungnya.
Akhhh...
Rooaarrr....
"Yuna hancurkan sumber kekuatannya yaitu topeng unik itu!" gumam Blue Phoenix
Swoshh...
Yuna langsung menginjak kedua tangan Yuuto supaya tidak bisa bergerak sambil memegang topeng dengan tangan kirinya serta pedangnya tepat mengarah ke tenggorokan Yuuto.
"Inilah akhir untukmu Yuuto..[menangis]..aku menyukaimu jauh di lubuk hatiku, kamulah cinta pertamaku!" ucap Yuna sambil menangis
Yuna membuang kesempatan itu dengan kembalinya perasaan ragu-ragu hingga kakinya tidak kuat menginjak kedua tangan Yuuto karena itu Yuna langsung terjatuh dengan posisi Yuuto berada di atasnya. Namun, ada sesuatu yang aneh yaitu pedang Yuna menembus perutnya Yuuto sembari mengeluarkan ice yang langsung mekar dari belakang tusukan.
Akhhh...
Muntah darah keluar dari topengnya lalu mengenai pipinya Yuna tiba-tiba topeng unik itu mulai retak lalu pecah berkeping-keping dan terlihat Yuuto yang sedang tersenyum lega dengan apa yang terjadi kepadanya.
"Akhirnya ini semua selesai!" ucap Yuuto
Yuna bingung dengan maksudnya Yuuto lalu dari kejauhan datang Kevin, Baron, Eina bersama dengan Tina yang sudah sembuh dari luka parahnya kemudian mereka melihat Yuuto yang sudah tidak bisa bergerak lagi dengan luka parah di jantung serta di perutnya.
"Tina kita harus selamatkan Yuuto!" ucap Yuna
__ADS_1
Tina yang sudah tahu tujuan Yuuto yang sebenarnya melalui perasaan yang dia rasakan dari Yuuto membuat dirinya menangis melihat kalau tujuan itu sudah tercapai lalu Tina menjelaskan semuanya kalau Yuuto melakukan ini semua semata-mata untuk menghilangkan penyebab utama dari seluruh kekacauan yaitu Yuuto itu sendiri.
Akhhh...
Yuuto terbaring lemas dengan tatapan teman-temannya melihat dirinya yang sebentar lagi mati lalu Yuuto memberikan seluruh ingatan kepada seluruh orang yang dia manfaatkan kini tanpa mereka ketahui kalau semuanya sudah Yuuto rencanakan dan sebenarnya tujuan Yuuto adalah menghapuskan Kemampuan Akseleration yang mereka ciptakan sedari dulu.
Bahkan, Yuuto yang merupakan seorang peloncat waktu untuk masuk ke timeline ini yang mana sudah Yuuto lakukan banyak sekali untuk menemukan satu timeline tepat untuk menyelesaikan semuanya. Yuuto membunuh bibinya, Hiru Okama serta membunuh ayah dan ibunya sendiri dengan memanipulasi Hiru Okama semuanya sudah dia rencanakan.
Yuuto adalah Voice Head sekaligus orang yang Hiru Okama takutkan ketika dia mimpi buruk saat ini waktu yang Yuuto katakan sebenarnya bukan ledakan otak melainkan sebuah waktu untuk menghapus seluruh gelombang bunyi yang berada di otak seluruh manusia dan menurunkan kapasitas otak hingga sepenuhnya manusia tidak bisa menggunakan Akseleration lagi.
Yuuto mengatakan kalau dunia dengan kemampuan seperti ini hanyalah merusak satu sama lain tidak ada kata perdamaian bahkan di timeline Yuuto, dirinya sudah membunuh seluruh umat manusia dan hanya dia yang tersisa untuk memperbaiki semuanya Yuuto menggunakan seluruh kehidupannya supaya dapat melompati waktu dan mencari timeline baru yang akan dia buat tujuannya tercapai.
Semua ini sudah mendapatkan persetujuan dari ayah, ibu, bibi, Paman Hiru dan Paman Agurame dari timeline berbeda yang mana hanya mereka saja serta Yuuto yang harus mati di timeline yang akan menjadi satu-satunya timeline terbaik yang sekarang bernama Timeline Zero.
Timeline yang semuanya akan di ulang dari nol itulah yang Yuuto inginkan kini dirinya akan menghilang begitupun dengan monster-monster dari Dunia Artificial World. Sebuah cahaya mulai bersinar dari seluruh tubuh monster bahkan Kuro dan Four Human-AI juga ikut bersinar tubuhnya dan itu terjadi kepada Yuuto juga.
"Semuanya sudah selesai kini tidak ada lagi pertempuran dan kematian..[matanya mulai kabur]..ahhhh, aku ingin sekali hidup bersama kalian dan tertawa bersama..[menangis]..inilah imbalan ketika manusia ciptaan yang maha kuasa melawannya tidak ada yang bisa aku lakukan lagi..[air matanya membanjiri wajahnya]..Yuna, Baron, Kevin, Tina, Eina, Alicia dan semuanya...aku akan selalu bersama kalian jangan lupakan itu!" ucap Yuuto
Mereka semua yang berada di dekatnya Yuuto hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh dinginnya Yuuto yang mana dirinya sudah tidak bernyawa lagi. Semua portal serta monster Dunia Artificial World mulai menghilang dengan memberikan sebuah kepingan bola cahaya terang yang melayang ke udara hingga ke langit.
Pertarungan selesai dengan memakan begitu banyak korban dan kehancuran yang luar biasa sekali kini Kemampuan Akseleration serta seluruh yang mereka semua ciptakan yaitu orang tua Yuuto dan pamannya sudah tidak ada lagi.
....
Lima tahun kemudian.
Sebuah makam yang bertuliskan Yuu Kazuto dengan di samping kiri dan kanannya bertuliskan nama orang tuanya serta nama bibi Ruiki juga ada di belakang makamnya Yuuto. Mereka semua yang dekat dengan Yuuto kini hidup bahagia dengan pasangan mereka masing-masing.
Baron bersama dengan Melinda, Kevin bersama dengan Ryuzu, Hermes dengan Tina, Ryzen dengan Alicia lalu terakhir sosok pria yang bersama dengan Yuna.
"Dia sosok yang sangat hebat, aku tahu itu!" ucap pria yang dekat dengan Yuna
"Benar, dia adalah cinta pertamaku..[berdoa]..semoga kamu tenang di sana!" ucap Yuna
Yuna dewasa tampilannya begitu cantik begitupun dengan yang lainnya kini cerita World Quiz Online berakhir dengan Lima Kota Besar bersatu menjadi sebuah kota yang mencakup seperti sebuah negara besar dengan teknologi yang sangat tinggi, tidak ada lagi peperangan ataupun kematian karena ini semua sudah menjadi peraturan yang mereka buat setelah mendapatkan ingatan dari Yuuto ketika menjalankan rencana miliknya.
The End.
__ADS_1