
Nisuta pergi ke kamarnya untuk memgambil Dokumen Project.
"Hoi..[Melihat ke belakang]..Kenapa kalian melihatku dengan tatapan seperti itu ?" Tanya Hiru dengan wajah kesal
"Okama kamu sahabat yang buruk !" Ucap Yamada dengan wajah datar
"..[Urat muncul di samping keningnya]..Hooo, pacar apaan yang membuat makanan tapi dia yang menghabisi makanan tersebut !" Ucap Hiru dengan nada sindir
"..[Menundukkan kepalanya kemudian menangis]..[Melihat ke arah Hiru dengan wajah penuh air mata seperti anak kecil yang sedang menangis]..Okama kamu yang menghabisi makanannya bukan aku !" Ucap Yamada
"..[Kaget]..Ok..OK..Ok..Ok..Aku yang menghabisi makanannya jadi jangan menangis..[Mengelap air mata Yamada]..Agurame..[Menarik koran lalu merusaknya]..Agurame jelaskan !" Ucap Hiru dengan nada tinggi
"..[Membuang koran yang dia baca]..Baik pak sebenarnya saya sedikit kasihan dengan Senior Nisuta !" Ucap Agurame dengan wajah tegas layaknya tentara
"Cih, baiklah karena ini rencanaku jadi aku menerimanya kalau aku yang salah !..[Menghela napas].." Ucap Hiru
Beberapa menit kemudian..[SFX: Bukk]..[SFX: Bukk]..[SFX: Bukk]..Nisuta turun tangga lalu berdiri di depan meja.
"..[Melemparkan Dokumen Project di atas meja]..Coba kalian periksa kalau ada yang menurut kalian salah atau ada yang harus di ubah katakan saja kepadaku !" Ucap Nisuta
Mereka bertiga sedikit kaget karena Nisuta datang tiba-tiba membuat mereka mengira kalau Nisuta mendengar ucapan tentang Insiden Cup Ramen. Hiru melihat begitu banyak dokumen yang telah Nisuta buat dalam semalam.
"Nisuta seperti biasa kerjamu sangat hebat menurutku lebih baik memeriksanya ketika ingin membuat Project karena dapat membuat kerja kita lebih cepat namun ada beberapa resiko seperti kegagalan bahkan kehancuran tapi cara ini lebih membuat kita paham dengan Project yang kita buat !" Ucap Hiru
"Hmm, masuk akal tapi serahkan resiko tersebut kepadaku karena aku lebih tahu apa yang harus dilakukan soalnya aku sudah tahu bagian-bagian Project !" Ucap Yamada
"Hebat Senior Yamada bahkan sudah tahu bagian-bagian Proejct yang akan dibuat !" Ucap Agurame
"Aku tahu karena aku bersama Yuuto dalam penulisan Dokumen Project ini !" Ucap Yamada
"Senior Nisuta apa ada tugas untukku ?" Tanya Agurame
"Hmm..[Melihat jam tangan]..Pukul 10.31, bagaimana kalau kita akan melihat Project milik Professor Randolf dan soal tugasmu, bisakah kamu menjelaskan semua tentang Project milik Professor Randolf ketika kita dalam perjalanan menuju Laboratoriumnya ?" Tanya Nisuta
"Siap Senior Nisuta !" Ucap Agurame
"Ahhh, sebelum itu mari kita mandi !" Ucap Hiru
"..[Handuk sudah berada di samping bahu kirinya]..Lady First beri jalan kalian semua !" Ucap Yamada
"Kapan dia sudah menyiapkan handuk ?" Tanya Nisuta dengan tatapan bingung
"..[Memegang kedua bahu Nisuta]..Itu adalah fenomena misteri !" Ucap Hiru
"..[Mencium bau mulut Hiru]..Hiru bau mulutmu seperti habis makan daging dan telur bukannya kamu belum makan ?" Tanya Nisuta
"Senior Nisuta bagian ini bisakah Senior jelaskan kepadaku !" Ucap Agurame sambil berkedip ke arah Hiru
"Ahhh, baiklah..[Mendekati Agurame kemudian menjelaskan]..Ini adalah bagian yang membuat saluran gelombang dari otak kepala manusia lalu di kirim ke otak yang lain semacam kabel namun ini sedikit berbeda dengan kabel biasanya karena ini akan kita buat dengan menggunakan aluminium saja jadi berhati-hati saat menyentuhnya lalu..." Ucap Nisuta
Hiru yang sadar akan pertolongan Agurame langsung memberikannya jempol. Beberapa jam kemudian terlewatkan tepatnya pukul 11.55, mereka semua sudah siap untuk berkunjung ke Laboratorium Professor Randolf.
"..[Melihat Yamada yang menggunakan pakaian imut]..[Pipi merona]..[Memegang tangan Yamada]..!" Aksi Nisuta
"..[Kaget]..[Melihat tangannya yang dipegang erat lalu dia kembali memegang dengan erat]..[Tersipu malu].." Aksi Yamada
"Senior Nisuta dan Senior Yamada sangat serasi, bagaimana kalau mereka menikah mungkinkah aku akan menjadi seorang paman !" Ucap Agurame yang memikirkan masa depan
"..[Sedang menelepon]..Apa yang kamu katakan Agurame pastinya saat mereka menikah, aku yang akan di panggil paman oleh anak mereka berdua !..[Tersambung]..Okabe segera ke Laboratorium !..["Baik Tuan Hiru !" Balas Okabe sang sopir]..Sebentar lagi mobil akan datang jadi tunggu beberapa menit !" Ucap Hiru
"Tunggu jadi Senior Hiru punya mobil kenapa saat beli Ramen Cup tidak memakai mobil saja !" Bisik Agurame
"Agurame jangan tertawa sebenarnya aku saat itu panik jadi lupa kalau aku punya mobil !" Bisik Hiru
"Pffttttt !" Agurame tertawa
"Aku bilang jangan tertawa !" Ucap Hiru
Mereka berempat sedang menunggu di teras Laboratorium sambil duduk sedangkan Yamada dan Nisuta masih berpegangan tangan.
__ADS_1
"..[Menghela napas]..[Duduk di kursi]..Agurame apa kamu sudah punya pacar ?" Tanya Hiru
"..[Merasa malu]..Ahhh, apa yang kamu bicarakan Senior Hiru..[Menundukkan kepalanya]..Tentu saja, saya belum punya !" Ucap Agurame
"Aku dulu adalah playboy !" Ucap Hiru
"..[Terkejut]..Senior Hiru sangat keren, tampan dan baik jadi itu menjelaskan kenapa anda menjadi seorang playboy !" Ucap Agurame
"Kamu salah..[Agurame kaget]..Aku dulu playboy karena aku mempunyai pacar yang ingin kekayaan yang aku punya bukan cinta tapi harta yang aku punya ketika aku sadar bahwa dia seperti itu langsung saja aku putuskan dia namun rasa cintaku kepadanya meninggalkan rasa frustasi karena itu aku memiliki banyak pacar dengan berharap salah satu dari mereka memiliki rasa cinta sama sepertiku namun mereka sama saja, semuanya hanya demi harta yang aku miliki !" Ucap Hiru
"Aku tidak pernah mengalami hal seperti percintaan karena sepanjang hidupku, aku hanya fokus dengan pekerjaanku yaitu sebagai Professor !" Ucap Agurame
"Kalau begitu, aku akan memberikanmu sebuah nasihat..[Merangkul Agurame]..Carilah yang akan menerimamu apa adanya dan mencintaimu dengan tulus kalau kamu menjadi sepertiku persiapkan dirimu karena saat ini Nisuta menganggap dirimu sebagai temannya jadi..." Ucap Hiru
"Jadi kalau aku seperti Senior Hiru pasti Nisuta akan melakukan sesuatu kepadaku untuk menyadarkan diriku untuk berubah begitu ?" Tanya Agurame
"Tepat sekali, Nisuta akan menghajarmu hingga babak belur untuk menyadarkan dirimu itulah yang terjadi kepadaku !" Ucap Hiru
"Ahhh..[Takut]..Apakah sakit ?" Tanya Agurame
"Aku rawat inap di rumah sakit selama seminggu !" Ucap Hiru
"..[SFX: Glupp]..[Menelan ludahnya]..Aku akan menyimpan nasihat tersebut !" Ucap Agurame
Sebuah mobil berwarna putih parkir di depan mereka berempat..[SFX: Shiitt]..[Jendela mobil terbuka dan terlihat Okabe sang sopir]..
"Tuan Hiru saya harus mengantar anda kemana ?" Tanya Okabe Sopir
"..[Berdiri]..Nisuta, Yamada jangan bermesraan terus..[Nisuta dan Yamada melepaskan tangan]..[Merangkul kedua temannya]..Ayo kita pergi !" Ucap Hiru
"Hiru, sebentar..[Melirik ke belakang]..Agurame ayo kita pergi !" Ucap Nisuta
"..[Tersenyum]..Baik Senior Nisuta..[Berdiri lalu pergi mendekati mereka bertiga]..Jadi darimana saya akan menjelaskan Project Program Imajination ?" Tanya Agurame sambil masuk ke mobil putih
"Jelaskan tentang Program yang digunakan dalam Project tersebut !" Balas Nisuta sambil masuk ke mobil putih
"Okabe antar aku ke Laboratorium Professor Randolf !" Ucap Hiru
"Benar..[Yamada menyalakan AC]..Yamada kamu suka sekali dingin-dingin, cepat matikan !" Ucap Hiru
"Ehhhhh..Okama dengarkan dengan baik, mobil itu adalah ruangan tertutup jadi akan sangat kedap udara yang akan mengakibatkan panas !" Ucap Yamada
"Hahaha, Yamada sebenarnya Hiru itu tidak suka AC tapi dia lebih suka angin !" Ucap Nisuta
"Ehhhh, Senior Hiru tidak suka AC bukannya itu menjelaskan kalau ruangan tamu di Laboratorium tidak ada AC..[Berpikir]..Apakah anda tidak tahan akan dinginnya ?" Tanya Agurame
"..[Menghela napas]..Aku lebih suka angin daripada AC karena angin lebih alami dan menyejukkan..[Membiarkan AC tetap menyala]..Mari kita jalan Okabe !" Ucap Hiru
"Baik Tuan Hiru..[SFX: Broomm]..!" Ucap Okabe sambil menyalakan mesin mobil kemudian jalan
[Perjalanan Menuju Laboratorium Professor Randolf]
"..[SFX: Nyengg]..[Mobil melaju]..Agurame jelaskan ProgramĀ yang digunakan dalam Project tersebut ?" Tanya Nisuta
"Baik, Program Imajination adalah sebuah Program yang sangat luar biasa bahkan dapat menyaingi program-program lainnya kalau tidak salah Program ini yang membuat otak tiruan namun ada beberapa virus yang sangat aneh dalam Program tersebut yang dimana akan sangat sulit untuk dihapuskan karena mereka sangat cepat berkembang biak, 2 detik akan menghasilkan 1 Virus namun sesuai dengan yang aku katakan yaitu aneh jadi Virus ini tidak jahat dan tidak baik !" Ucap Agurame
"Berarti Virus ini netral tapi ketika keadaan terdesak pasti akan memilih salah satu di dua sisi tersebut !" Ucap Nisuta
"Virus ini bernama Leech karena bentuknya yang hampir mirip dengan lintah hitam..Apakah Senior Nisuta tahu cara untuk mengatasi Virus ini ?" Tanya Agurame
"Satu-satunya cara adalah membiarkannya supaya mereka tetap netral !" Ucap Nisuta
"Yamada bagaimana mneurutmu ?" Tanya Hiru
"Menurutku apa yang Nisuta katakan ada benarnya tapi untuk lebih aman, aku akan membuat Warning Wall supaya Virus tidak menyebar ke bagian lain dengan ini Virus tersebut akan memperkecil populasi mereka !" Ucap Yamada
"Yamada biar aku ikut membantumu !" Ucap Hiru
"Terima kasih Hiru, pembuatannya mungkin membutuhkan beberapa jam !" Ucap Yamada
__ADS_1
"Nisuta ketika sudah sampai kita langsung ke intinya, kamu bicara dengan Professor Randolf bersama dengan Agurame sedangkan aku dan Yamada akan membuat Warning Wall !" Ucap Hiru
"Baiklah..[Menghela napas]..Hiru jaga Yamada dengan baik pastikan itu !" Ucap Nisuta
"..[Menghela napas]..Nisuta kita berada di dalam satu Laboratorium yang sama bukan mau pergi ke hutan !" Ucap Hiru
Mobil berhenti di depan lalu mematikan mesin mobilnya.
"Tuan Hiru kita sudah sampai di tujuan !" Ucap Okabe Sopir
Mereka berempat keluar dari mobil.
"Okabe cari tempat parkir dan tunggulah kami !" Ucap Hiru
"Baik Tuan Hiru segera saya laksanakan !" Ucap Okabe Sopir
Mobil kembali menyalakan mesinnya kemudian memutar balik mencari tempat parkir. Nisuta, Yamada, Hiru dan Agurame berdiri tepat di depan Laboratorium Professor Randolf bentuknya seperti gedung namun dalamnya seperti rumah sakit, tampak banyak orang yang mondar-mandir.
"Besar sangat besar jadi ini Gedung atau Laboratorium ?" Tanya Nisuta
"Dua-duanya, di sini kalian bisa melihat ratusan Professor yang memiliki banyak tugas jadi jangan buat kekacauan di sini !" Ucap Hiru
"..[Mengambil teleponnya]..[Memanggil Professor Randolf]..[Tersambung]..Halo Professor saat ini saya sudah berada tepat di depan Laboratorium anda dan saya minta maaf karena tidak mengabari anda kalau saya akan datang !" Ucap Nisuta
"..[Berdiri, terdengar suara tempat pulpen dan pensil terjatuh]..Tidak apa-apa, saya akan menyambut Professor Nisuta di depan, apakah teman-teman anda ikut ?" Tanya Professor Randolf
"Benar, aku mengajak Hiru, Yamada dan Agurame !" Ucap Nisuta
"Baiklah, pertama-tama silahkan masuk nanti saya akan segera menyambut !" Ucap Professor Randolf
"Baiklah Professor Randolf..[Mematikan teleponnya]..Hiru, Yamada, Agurame katanya kita harus masuk !" Ucap Nisuta
"Sebelum itu ada yang ingin aku beritahu kepada kalian !" Ucap Hiru
"...." Nisuta, Yamada dan Agurame berhenti
"Project Transfer Memory harus di rahasiakan jadi jangan sampai ada yang tahu selain kita !" Ucap Hiru
"Yang Hiru katakan ada benarnya jadi Nisuta dan Agurame pastikan jangan membicarakannya dengan Professor Randolf !" Ucap Yamada
"Aku tahu soal itu karena kalau ada seseorang yang tahu tentang Project ini pasti pemerintah akan bergerak untuk mengambil Project ini dan kita akan di paksa untuk menyelesaikannya !" Ucap Agurame
"Dan yang paling parah kalau semua orang di dalam Laboratorium ini tahu kalau Nisuta mengembangkan Project Transfer Memory..[Wajah serius]..Kalian tahu apa yang akan terjadi dengan Nisuta ?" Tanya Hiru
"Mereka akan membuat Senior Nisuta menjadi budak pemerintah supaya dapat terus membuat suatu Project hingga akhir hayatnya !" Ucap Agurame
"..[Menghela napas]..Itulah mengapa aku tidak suka bergaul dengan orang lain selain kalian !" Ucap Nisuta
"..[Memegang tangan Nisuta]..Nisuta kalau kamu menjadi budak pemerintah kita tidak akan bersama lagi jadi jangan sampai itu terjadi !" Ucap Yamada
"..[Tersenyum senang]..Yamada setelah ini selesai ada yang ingin aku katakan kepadamu !" Ucap Nisuta dengan wajah malu
"Apa ini Nisuta seperti kita akan berperang !" Yamada bercanda
"..[Berbisik di belakang punggung Nisuta]..Nisuta katakan kepadanya !" Ucap Hiru
"..[Ikut seperti Hiru]..Senior pasti bisa !" Ucap Agurame
"..[Menghela napas]..[Balik badan]..Apa yang kalian bicarakan bukannya tadi aku mengatakan kalau pertemuan ini selesai baru aku akan mengatakannya !" Ucap Nisuta dengan wajah malu
"Baiklah-baiklah aku akan menunggu sampai aku menjadi seorang paman !" Ucap Hiru
"Aku juga akan menunggu saat itu !" Ucap Agurame
"..[Menghela napas]..Kalian ini !" Ucap Nisuta
Mereka berempat masuk ke dalam Laboratorium milik Professor Randolf beberapa menit kemudian sebuah lift turun lalu berhenti di lantai 1 kemudian terbuka, terlihat Professor Randolf yang sendirian menyambut mereka berempat.
"Maaf membuat kalian menunggu !" Ucap Professor Randolf
__ADS_1
Bersambung...